
Bangkit
__ADS_1
Sesampai nya Adit rumah, dia pun bergegas mengganti pakaian dan makan siang, setelah itu melaksanakan solat. Setelah Adit selesai menjalankan solat dhuhur nya, dia melanjutkan niat dia untuk mengakhiri penderitaan batin yang di terima saat ini. Dia pun memikirkannya sampai cara yang paling ekstrim dan halus. Namun di saat dia memikirkan hal buruk itu, seketika datang sekelebat pikiran yang membuat dia termenung. "Kenapa aku memikirkan hal itu ya? itu bodoh banget, itu kan dosa, belum lagi aku belum membalas jasa kedua orang tuaku dari kecil."
__ADS_1
Seketika itu pikiran Adit pun berantakan, dia pengen mengakhiri ini semua, namun dia berat, karna nanti akan memberikan duka yang dalam untuk keluarganya. Setelah solat pun harusnya dia bergegas untuk pergi main dengan teman teman nya. Namun kali ini dia harus memikirkan sesuatu dulu hingga dia mendapat keputusan. Semenit dua menit sampai lima belas menit dia berfikir,"wah, gak bisa, ini gak bisa, aku harus tetap kuat, dan melawan ini semua. Tapi bagaimana lagi aku harus membalas nya, karna yang mereka sakiti hatiku lukanya di dalam, sulit untuk di sembuhkan, mending berantem sekalian jelas keliatan lukanya."
__ADS_1
"BUNUH DIRI BUKAN JALAN KELUAR"
__ADS_1