
Di saat bersamaan Tama Dika dan Adam gemetar dan ketakutan, karna mereka ikut dalam aksi penculikan Wulan, dan tidak mungkin Wulan tidak mengenali wajah mereka bertiga. Setelah semua selesai, orang tua serta pak Sis pamit untuk keluar, pak Sis membawa kedua orang tua Wulan ke ruanganya untuk memberitahukan saat Wulan kemarin di temukan keadaanya seperti apa. Di sangkanya Orang tua Wulan tidak tahu, ternyata Wulan sudah bercerita. Namun Wulan tidak menyebutkan siapa pelakunya, mendengar itu pak Sis semakin bingung apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa Wulan takut untuk menberitahu siapa pelakunya biar bisa di beri hukuman.
__ADS_1
Namun orang tua Wulan menenangkan pak Sis, kalau sekarang Wulan sudah aman, karna ada Adit di sisinya. Pak Sis pun bertanya kenapa Adit yang di minta untuk menjaga Wulan. Dan di jelaskan kalau Wulan sudah tahu siapa Adit dan bagaimana Adit, jadi Ibu Wulan percaya kalau Adit mampu menjaga anaknya. Mendengar itu, pak Sis pun tenang dan berkata "jika terjadi sesuatu lagi, jangan sungkan hubungi saya" dan di iyakan kedua orang tua Wulan. Jam isitirahat tiba orang tua Wulan juga sudah pulang kerumah, Tama cs menghampiri Wulan dan berkata "Awas kalau lu cerita kejadian kemarin" mendengar itu Wulan pun terlihat ketakutan. Namun Adit sudah melihat dan melotot kepada Tama "gak usah ganggu Wulan lagi, atau....".
__ADS_1
Tama dengan sombongnya "kenapa? lu mau ancam gua? emang lu berani?" Tama menantang Adit dn terjadi ketegangan di situ. Tapi Wulan megang tangan Adit untuk berhenti, tak lama Lia dan Ika menghampiri dan meminta Tama untuk pergi. Tama cs pun pergi lalu Lia dan Ika pun duduk untuk menyapa Wulan menanyakan kabar di lanjutkan dengan bercanda. Namun Wulan tetap dia terlihat dia masih ketakutan, di situ Lia mencoba untuk menengankan Wulan untuk tidak takut lagi. Lalu Wulan berdiri ingin pergi ke toilet, dengan cepat Adit ikut beridiri untuk menemani Wulan.
__ADS_1
Thanks for read kawan..
__ADS_1