Dua Sisi Berbeda

Dua Sisi Berbeda
Dua Sisi Berbeda Eps 66


__ADS_3

    Wulan tahu kalau dia tidak boleh cemburu melihat Adit dan Lia kini dekat kembali. Wulan berpikir harusnya dia senang, karna Adit sudah kembali normal, mau bercengkrama dan berbincang. Sampai saat Wulan menanyakan soal perasaan Lia kepada Adit sebenarnya seperti apa. Lia menjawab dengan tenang kalau dirinya suka kepada Adit sejak dulu awal masuk sekolah, bahkan sebelum mengenal Wulan. Di situ Wulan mencoba mengerti dan sedikit menjaga jarak dengan Adit, agar Lia tidak cemburu. AKhirnya mereka berlima bersahabat dekat Adit Abdul Wulan Lia dan Ika.


    Setelah Abdul melihat Adit sudah seperti biasa, dia menunjukan prilaku beberapa siswa yang mulai nakal dan bahkan Abdul menilai lebih nakal dari pada Irfan dan Tama cs. Abdul khawati akan terjadi hal yang lebih buruk kepada siswa siswi yang terlihat lemah. Tapi Adit santai dalam menanggapinya dan tidak melihat itu sebagai ancaman. Mendengar pendapat Adit seperti itu, Abdul pun percaya kalau Adit memiliki rencana lain dan pasti bisa mengahadapi permasalahan ini.

__ADS_1


    Benar saja, saat pulang sekolah Adit mengajak untuk berkumpul sebentar di alun alun kota. Seperti awal mereka berteman, hanya saja tidak ada Selly dan Intan. Abdul heran kepada Selly dan Intan, yang dulu ikut berkumpul bareng dan mau ngumpul bareng di alun alun. Sejak kejadian Adit di pukul sampai masuk rumah sakit, Selly dan Intan sudah jarang bergabung di grup chat yang mereka buat. Abdul juga khawatir dengan keadaan ini, takutnya Selly dan Intan mengkhianati mereka. Tapi sekali lagi Adit meyakinkan Abdul kalau mereka tidak akan berbuat yang aneh aneh. Selang beberapa lama, datang Tomi dengan wajah marah penuh emosi memanggil Lia dengan keras dan berusaha untuk menarik Lia agar ikut dengan Tomi.


    Sontak Adit berdiri dan memukul tangan Tomi untuk melepaskan tangan Lia. Setelah terlepas, Lia yang terlihat ketakutan dia seketika memeluk Adit. Belum selesai mereka beradu mulut antara Tomi dan Adit, datang lah sekelompok orang tidak di kenal dengan membawa sebilah balok masing masing orang. Ada sekitar tiga belas orang yang tidak di kenal oleh Adit Abdul dan lainya. Suasana semakin mencekam, Abdul sudah bersiap dan dalam posisi kuda kuda, jika mendadak mereka melakukan penyerangan.

__ADS_1


    Melihat aksi pengeroyokan tersebut, Abdul langsung berdiri di sebelah Adit untuk membantu nya melawan mereka semua. Mereka lansung saja mengeroyok Adit dan Abdul dengan senjata bilah balok di tangan mereka. Wulan tidak ikut membantu, padahal kita tahu kalau Wulan bisa ikut membantu melawan. Dan dari kejauhan Irfan dan Tama cs melihat Adit di keroyok mereka tertawa lepas. Karna mereka tidak perlu bertindak sendiri untuk menghabisi Adit, mereka lebih memilih pergi kemarkas mereka untuk bersenang senang.


    Setelah beberapa puluh menit mereka berantem saling membalas pukulan, terlihat Adit dan Abdul mulai berantakan. Sedangkan mereka bertiga belas tidak ada luka sedikit pun, Tomi pun hanya tertawa dan melihat Adit kewalahan menghadapi tiga belas orang. Wulan yang awalnya tidak ingin membantu, dia tidak tega kalau Adit harus masuk kerumah sakit lagi. Wulan pun akhirnya turun tangan, dia melindungi Adit dan Abdul dan terjatuh karna tidak kuat lagi menahan pukulan orang orang itu. Wulan memasang badan di depan Adit dan Abdul, namun Adit meminta Wulan untuk mundur dan tidak mencoba untuk melawan mereka. Tapi Wulan tetap bersikeras untuk melawan mereka, sedangkan tiga belas orang itu hanya tertawa melihat ada perempuan yang coba melindungi dua laki laki.

__ADS_1


Thanks for read kawan......


__ADS_2