
Dan tiba waktu mereka pulang sekolah, Lia dan Abdul sudah menunggu di depan gerbang. Lagi lagi Intan dan Selly tidak berani untuk mengambil motor sendirian. Mereka pun berjalan kaku menuju gerbang. Benar saja apa yang di khawatirkan oleh Wulan, disana terlihat mereka berenam sedang mengumpul di salah satu warung luar sekolah. Melihat itu Wulan tetap mengajak mereka ke arah alun alun kota, Lia dan Abdul jalan duluan, karna mereka bawa motor sendiri. Sedangkan Wulan Selly dan Intan berjalan kaki.
Mereka setelah berteman memiliki agenda untuk berbincang dan bercanda dulu di alun alun setelah pulang sekolah. Lia dan Abdul langsung memesankan minuman dan di bawa kemana biasa mereka duduk bareng, Saat di jalan Selly dan Intan takut untuk melihat ke arah Irfan dan teman temanya, bedan dengan Wulan yang malah melihat ke arah mereka. Seakan Wulan tidak takut dengan mereka berenam "kamu gak takut Lan? ngeliatin mereka gitu?" tanya Intan dengan gemetar. "Kita harus memerhatikan mereka, biar kita tau apa yang mereka rencanakan" jawab Wulan dengan tegas.
__ADS_1
Dan benar saja, kawanan Irafan mengikuti jalan Wulan Selly dan Intan, Wulan sadar tapi dia tidak mau kasih tau, karna nanti akan membuat Selly dan Intan ketakutan. Sampai lah mereka bertiga dan bertemu Lia dengan Abdul. Seketika Abdul langsung menawarkan minum kepada mereka bertiga yang baru datang. Belum mereka bertiga duduk, kawanan Irfan pun menghampiri dengan muka seram nya mencoba untuk menarik Selly. Irfan memegang tangan Selly dan Tri memegang tangan Intan. Sontak membuat mereka berteriak, namun Irfan dan Tri mengancam kalau teriak mereka akan melakukan hal yang kasar.
Melihat temanya terancam, Wulan langsung memegang tangan Irfan dan Tri, namun di sini ada kejadian aneh. Irfan dan Tri teriak kepanasan. Seketika melepas tangan Selly dan Intan, lalu mereka lari bersembunyi di belakang Wulan. "Lu siapa? tangan gua kepanasan di pegang tangan lu?" bentak Irfan kepada Wulan. "Aku tau siapa kalian, apa yang ada di badan kalian, aku bisa aja memusnahkan yang ada di badan kalian, namun nyawa kalian akan terancam kalau aku lakukan itu" begitu jawaban Wulan simbari melotot ke arah Irfan.
__ADS_1
"Ini gak mungkin, dia bisa bersinar gitu, dan tanganya terasa panas saat megang kita tadi" celoteh Irfan kepada lainya dengan di iyakan oleh Tri. Lalu Irfan mengajak kawananya ke orang pintar yang mereka mintai pelindung dan menanyakan hal ini. Di sisi lain Irfan cs kebingungan, Wulan dan lainya melanjutkan berbincang, sampai pada pertanyaan Selly "kok kamu bisa mengusir mereka? padahal kamu cuma megang tangan, dan tadi mereka bilang panas, memang apa yang kamu lakukan Lan?". "Bukan apa apa, kalian tenang aja, selama ada aku kalian pasti aman" jawab Wulan sambil tersenyum. Mereka pun melanjutkan perbincangan dengan berkumpul itu, bukan semata untuk membahas Irfan cs, mereka juga membahas pelajaran dan berbagi ilmu pengetahuan yang mereka tau.
Thanks for read kawan,,,,,,,
__ADS_1