
Keesokan harinya seperti biasa Adit berangkat sekolah, kali ini Adit langsung masuk kelas. "Kamu kemarin kemana DIt? aku cari cari kamu ilang" tanya Lia dengan cepat. "Aku kemarin ada urusan Li, maaf ya kamu jadi nyariin aku" jawab Adit singkat sebelum Tama dan temanya dateng. Tak lama Tama datang dan langsung menghampiri Adit simbari berkata "Lu kemaren kemana? gua mau main main sama lu malah ilang" Tama sambil tertawa. Namun Adit tidak menjawab dan seakan tidak mendengar perkataan Tama.
"Woy,, lu denger gua ngomong gak?" teriak Tama ke Adit, sontak membuat teman satu kelas nya menengok ke arah Adit. Abdul ketakutan Lia pun berlahan mundur dan menjauh, dan benar, tak lama Tama mengarahkan pukulan ke Adit. Tanpa di sangka pukulan Tama yang mengarah ke muka Adit di tahan, bahkan tangan Tama sampai di pelintir hingga membuat Tama kesakitan.
Seketika Adam dan Dika berubasaha untuk melepaskan tangan Tama dari Adit. "Kalian di biarin makin menjadi, kali ini aku tidak akan diam" begitu perkataan Adit dengan postur wajah marah. "Lepasin Dit, lepasin tangan Tama! atau lu kita hajar" teriak Adam kepada Adit. "Pukul aja kalau kalian emang berani" perkataan Adit yang cukup aneh dan membuat Adam Dika bingung.
__ADS_1
Lalu Adam pun mengarahkan pukulan ke muka Adit, dan Adit pun memegang tangan Adam denga tangan satunya. Tak tinggal diam giliran Dika memukul dan mengarah ke muka Adit, dan pukulan Dika pun di hindari oleh Adit hingga terkena ke muka Adam. Lalu Adit melepaskan tangan Tama dan Adam di dorong ke arah tembok. "Setelah ini, jika kalian masih seperti ini, jangan salahkan aku kalau tangan kalian patah" begitu perkataan Adit ke Tama cs yang membuat mereka bingung, serta satu kelas bingung.
Tama pun mundur dan kembali ketempat duduknya, serta menyimpan dendam dan berniat akan membalas Adit di jam istirahat nanti. Pelajaran pun berakhir dan tiba jam istirahat, benar saja Tama Dika dan Adam sudah menunggu Adit di toilet. Karna Tama tau setiap jam pelajaran berakhir atau jam istirahat Adit slalu ke toilet.
Dan ternyata di toilet sudah ada Irfan dan teman temanya juga, Adit tau dan melihat mereka semua. Namun kali ini Adit tidak takut atau mundur, entah apa yang terjadi Adit berani untuk mendatangi mereka berdelepan. Padahal waktu itu Adit terluka parah saat di pukulin mereka hingga babak belur. Dengan santai Adit jalan ke toilet, simbari dia melihat kanan kiri. Karna setiap dia lewat dan melewati siswi atau siswa perempuan, maka siswi itu menjauh seakan jijik dan takut kepada Adit.
__ADS_1
Thanks for read kawan....
Nantikan episode selanjutnya.......
Untuk kisah di SMA ini akan aku buat panjang...
__ADS_1
Yang pastinya akan jadi lebih seru,....