Dua Sisi Berbeda

Dua Sisi Berbeda
Dua Sisi Berbeda Eps 72


__ADS_3

    Setelah di usir pergi, Tomi pun menuju toilet dimana Irfan Tama cs nongkrong. Dan siswi yang di ganggu itu mengucapkan terima kasih karna sudah di bantu oleh Adit. Adit pun hanya membalas dengan senyum dan mengatakan untuk lebih berhati hati. Adit pun kembali ke kelas, karna Adit juga sudah membeli beberapa jajanan untuk dimakan di dalam kelas. Sedangkan Tomi bercerita kalau Adit menggagalkan aksinya malakin siswi baru. Dan Tama pun mengatakan "udah jangan lu terusin, kalau dia gagalin aksi lu mending pergi aja, jangan di lawan apalagi lu sendiria, kita berenam aja belum tentu bisa melawan Adit yang sendirian". Begitu yang di katakan Tama, dan Tomi pun heran serta bingung "kok bisa Adit sekuat itu, satu orang bisa melawan enam orang, sedangan enam orang ini punya pegangan secara gaib" hanya dalam hati Tomi berani berkata.

__ADS_1


    Karna Tomi anggota baru di kelompok atau gank tersebut, jadi Tomi belum banyak tahu soal apa yang di takuti kelompoknya. "Kok luka kemarin abis di kroyok, bisa ilang gitu ya di badan Adit?" bertanya kepada Tama. "Ya itu, luka di kroyok belasan orang aja bisa ilang dan gak ada bekas dalam semalam, dan kemarin kemarin kita udah tanya ke guru kita, untuk jangan menghadapi Adit sendirian, meski dia terlihat culu cupu diam dan kalem dia bisa menghadapi sampai dua puluh orang sekaligus pakai atau tidak menggunakan senjata". Penjelasan Tama dan di setujui oleh anak anak yang lainya, lalu Tomi pun meminta untuk mengajak dirinya bertemu dengan guru Irfan dan Tama cs. Karna Tomi ingin balas dendam prihal Lia yang katanya di rebut dari Tomi.

__ADS_1


    Sebelum Tomi bertanya lagi, datanglah anggota lain Anton Riski dan Deni, mereka datang untuk menanyakan agenda siang itu dan besoknya sampai hari minggu. Karna mereka satu kelompok, jadi di luar sekolah mereka selalu bersama dalam melakukan tindak kejahatan yang masuk dalam kategori kriminal. Tapi tidak pernah terlacak dan tertangkap polisi, cukup aneh mendengar sekelompok anak SMA yang bisa mengelabuhi polisi sampai sebegitunya. Lalu Tomi pun melanjutkan pertanyaanya "lalu kenapa Adit terkapar lawan tiga belas orang? tadi katanya dia mampu melawan sampai dua puluh orang sendirian?".

__ADS_1


    Rencana yang di buat Irfan serta Tama sangan membingungkan bahkan Dika Roy Tri dan Adam pun sampai tidak percaya dengan apa yang mereka dengar. Seakan mereka mendengar cerita dongeng yang tidak mungkin terjadi. "Mana mungkin ada orang di sekitar atau sekeliling Adit yang akan mengkhianati Adit dengan membocorkan informasi keberadaan Adit dan apa yang di lakukan". Tanya Dika dengan seketika hanya membuat Tama dan Irfan tersenyum "nanti lu juga bakal tau siapa orangnya, untuk sekarang lu semua gak usah mikirin itu, lu semua mikirin gimana caranya kita melebarkan sayap lagi untuk kelompok kita". Perkataan Irfan dan di setujui oleh Tama, dan selanjutnya mereka membahas agenda setelah pulang sekolah.

__ADS_1


Thanks for read guys........

__ADS_1


__ADS_2