
Adit kaget dia keluar dari toilet tiba tiba ada Lia di depan pintu "kamu gak apa apa Dit? kok muka kamu pucat gitu?" tanya Lia. "Gak apa apa kok, ini cuma sedikit mual aja" jawab Adit pelan dan berjalan untuk menuju kelas lagi. "Kamu harus cek dulu di UKS, aku ngeliat nya kamu ada apa apa!", "Gak gak usah, ini cuma bentaran doang" begitu percakapan Adit dengan Lia singkat. Dan Adit tetap berjalan menuju kelas, Adit sadar kalau ada yang salah dengan perut nya.
Dan di sisi lain, Tama Dika dan Adam bertemu dengan Irfan cs, Irfan cs menceritakan saat pagi malakin Adit dan memukul Adit. Mereka berdelapan tertawa, karna sudah mengerjai Adit, dan Tama berniat untuk mengerjai lagi saat pulang sekolah. Akhirnya mereka berdelapan pun merencanakan sesuatu untuk melancarkan bullying kepada Adit.
__ADS_1
Dan saat di kelas, Tama melihat Adit terus memegang perut nya, dan Tama melihat Adit berbeda. Adit tidak konsen dan tidak memperhatikan penjelasan dari gurunya. Terlihat sesekali Adit memegang perut dan menahan sakit. "Waduh,,, itu anak kenapa? kok kaya kesakitan begitu" bingng Tama dalam hati.
Dan sampai pulang sekolah tiba, Tama melihat Adit berjalan ke perpustakaan dengan keadaan memegang perut. Tama pun melihat Adit seperti menghindar dari Lia, karna tampak Lia sedang mencari seseorang. Tama bingung dan bilang ke Adam serta Dika "gimana ini? si Adit nya ke perpus, kita gak bisa ngerjain dia dong" ucapa Tama dan di jawab oleh Dika dan Adam.
__ADS_1
Tama pun akhirnya pulang dan menemui Irfan cs karna tidak jadi mengerjai Adit. Karna Tama tau kalau Adit sudah masuk ke perpus pulang sekolah, Adit keluar dari perpus bisa sampai sore. "Dah pulang lah, si culun masuk ke perpus, dia kalau udah di perpus keluarnya lama" ucap Tama dan di sambut muka kecewa dari teman temanya.
Namun yang dia dapat adalah teknik bela diri yang bisa membuat organ tubuh menjadi sehat dan lebih kuat. Akhirnya Adit pun mempelajari nya, dan di dalam penjelasanya itu, ada sedikit kata kata yang aneh, bisa di bilang seperti mantra atau doa. Adit pun menghafalkan nya dan memperagakan beberapa gerakan bela dirinya. Setelah di baca doa atau mantra yang tertera, Adit merasa badanya lebih ringan, dan rasa sakit di perut nya hilang. Namun dia merasa menjadi emosional, karna saat latihan Adit sampai merobohkan pohon yang cukup besar dengan beberapa pukulanya hingga tanpa di sadari tanganya memerah dan berdarah.
__ADS_1
Thanks for read kawan...
heheheh...........
__ADS_1