Dua Sisi Berbeda

Dua Sisi Berbeda
Dua Sisi Berbeda Epps 54


__ADS_3

    Di saat Adit terpesona melihat Wulan "hey, kamu liatin apa Adit?" begitu kata Wulan mengagetkan Adit. "Gak, gak apa apa, aku ngeliat kamu beda aja, apa kamu dandan dulu?" tanya Adit. "Gak kok, buat apa dandan, kan gak kemana mana" tegas Wulan ke Adit di sambung dengan anggukan Adit. Ibunya Wulan memberitahu kepada Adit kalau Wulan di rumah memang begini, Wulang jarang berdandan kalau tidak pergi kemana mana dan meminta Adit untuk memaklumi Wulan. Adit pun mengerti dan memahami nya "kamu punya temen kaya Adit kok gak ngomong Lan?" tanya Ibu ke Wulan. "Belum mah, kita juga beda jurusan beda kelas, jadi aku pikir gak perlu di ceritain ketemunya kalau jam pulang sekolah aja" jelas Wulan.


    Di situ Ibunya bingung, bagaimana ceritanya beda kelas bisa kenal dan berani ke rumah Wulan. Tapi di samping pikiran bingung itu, Ibunya Wulan senang karna ada teman anaknya yang main ke rumah. Hari mulai sore, beberapa topik obrolan di bahas oleh mereka bertiga, hingga Adit pamit untuk pulang karna waktu sudah sore. Setelah Adit pulang, Wulan langsung masuk ke kemar lalu Ibunya mengikuti. Melihat Wulan menangis di kamarnya, membuat Ibunya bingung dan langsung masuk kamar untuk memeluk dan menenangkan Wulan. "Aneh, padahal tadi pas ada Adit, dia bisa ketawa, ini tiba tiba nangis, bikin khawatir aja anak satu" dalam hati Ibunya bertanya.

__ADS_1


    Dan di situlah Wula bercerita apa yang telah di alami Wulan, Ibunya sangat marah dan terpukul. Seketika Ibunya mengambil Handphone untuk menelepon seseorang guru dari sekolah. Namun lagi Wulan meminta untuk jangan menelepon gurunya, Wulan tidak ingin membahas itu lagi. "Adit tau tentang ini?" ibunya bertanya "Tau mah, justru Adit yang datang menolong aku saat aku kebingungan dan takut" jawab Wulan sambil menangis. Hati Ibunya pun tenang karena ada Adit di sekolah Wulan dan berfikir untuk melepon Adit, Ibunya pun meminta nomor handphone Adit.


    Saat Ibunya Wulan menelepon Adit, Ibunya meminta alamat Adit dan meminta Adit untuk menunggu kedatangan Wulan dan bapak Ibunya. For info Wulan itu termasuk anak orang kaya cuma Wulan tidak mau bawa kendaraan sendiri karna trauma jatuh dari motor. Sebenernya Wulan sudah di belikan kendaraan oleh orang tuanya untuk berangkat sekolah, tapi Wulan enggan memakai nya. Setelah maghrib dan gelap, Wulan serta orang tuanya berangkat ke rumah Adit yang ada jauh di atas pegunungan. Dalam perjalanan Ayahnya berkata "ini bener mah jalannya? jauh sekali?" "iya pah, bener ini jalanya" jawb Ibunya Wulan. Setelah melewati beberapa lembah dan perkebunan, sampailah mereka di rumah Adit. Mengucap satu dua kali salam, di jawab dan dibukakan pintu oleh Adit yang kebetulan lagi mengerjakan tugas sekolah. Adit pun mempersilahkan mereka untuk duduk dan menunggu orang tua Adit keluar. Setelah keluar mereka semua bersalaman dan saling memperkenalkan diri.

__ADS_1


    Akhirnya Adit dan keluarga pun menerima karna orang tua Wulan sudah memohon mohon. Karna mereka bingung siapa lagi yang bisa menjaga Wulan selama di sekolah. Dan menceritakan juga kalau Wulan jarang bahkan hampir tidak pernah main kemana mana kalau tidak dengan orang tuanya yang mendampingi. Satu lebih mereka semua mengobrol tentang keluarga, dan orang tua Wulan berharap kalau kedepanya keluarga mereka bisa lebih akrab. Hingga meminta untuk datang ke rumah Wulan untuk sekedar makan malam dan berbincang. Begitu akhirnya Adit sudah ada motor dan bisa mengantar jemput Wulan untuk bersekolah simbari menjaga Wulan dari orang jahat.


Thanks for read kawan........

__ADS_1


__ADS_2