
Simbari Lia mendengarkan pelajaran dan memperhatikan guru nya, Lia sesekali melihat ke arah Adit dan sambil bertanya dalam hati "kok dia berfikir seperti itu ya? aku kan kayak temen temen yang lainya". Hal tersebut membuat LIa tidak bisa memahami pelajaran yang di jelaskan oleh gurunya, karna dia terus terganggu oleh rasa penasaran dengan sikap dan prilaku Adit yang sangat berbeda.
Sampai akhirnya waktu pulang sekolah, Lia berencana untuk mengikuti Adit sampai rumah nya, simbari mencari tau dia tinggal dimana. Namun betapa kagetnya Lia melihat Adit yang di cegat oleh Tama dan kawan kawanya beserta ada beberapa anak sekolah SMK yang dimana itu adalah teman teman Joyo. Di situ Lia mulai khawatir karna melihat Adit di keroyok lebih dari sepuluh orang. "Mungkin kalau untuk lawan tida orang dia masih bisa, ini kan sepuluh orang, mana mungkin bisa" kata Lia dalam.
__ADS_1
Dan benar saja, Adit di kroyok dan di pukulin hingga babak belur oleh mereka. Sontak Lia lari dan berusaha untuk menolong Adit (kalau satu lawan sepuluh lebih menang, nanti ceritanya Adit terlalu over power, hehehe). "Stop... berenti sop..." teriak Lia dari kejauhan yang membuat Tama dan kawan kawan melihat ke arah LIa. "Siapa lo??? ganggu kesenangan kita aja" bentak Joyo kepada LIa.
"Udah mending kita kabur aja, dia ketua kelas gua dan Adit" bisik Tama ke Joyo. Dan akhirnya mereka pun pergi "kali ini lu masih selamet, karna ada yang nyelametin lu, jangan harap lain kali bisa selamet" bentak Joyo ke Adit. "Kamu gak papa Dit? ada yang luka gak?" tanya Lia khawatir kepada Adit. "Gak, gak papa, kamu ngapain di sini?" tanya balik Adit, "enggak kebetulan aja aku lewat sini, dan liat kamu di jailin sama mereka, jadi aku langsung lari dan nyamperin kamu, kamu kenapa gak lari aja sih? tadi kan kamu kalah jumlah" celetuk Lia. "Percuma lari juga bakal di kejar, mau di lawan ternyata gak kuat, hehehe...." jawab Adit sambil tersenyum.
__ADS_1
"Dah aku pulang dulu, kamu ke arah sana, aku pulang sendiri gak papa kok, aku kuat" Adit meyakinkan Lia. "Tapi kalau mereka ngehadang kamu lagi gimana?" tanya Lia "Gak akan Lia, mereka gak searah dengan rumah ku, dan makasih yah udah nolongin aku, paling ini aku ke tempat temen dulu buat ngilangin lebam dan luka, kalau pulang keadaan begini, dimarahin mamah aku nanti" jelas Adit. "Oh ya udah deh, tapi ati ati ya, aku balik dulu" Lia sambil tersenyum. Dan mereka pun pulang ke rumah masing masing, karna beda arah jadi gak bisa bareng. Simbari pulang Adit memikirkan gimana caranya kalau melawan orang banyak gitu bisa menang. Dan dia pun memutuskan untuk berlatih bela diri lagi dan mengasah kemampuan nya lagi.
Thanks for read kawan.........
__ADS_1