
Melihat Adit yang terpental ke lantai, Wulan lari teriak dan menangis melihat Adit. "Kamu lebay amat, gak apa apa kali gak usah nangis gitu" Adit sambil mengusap air mata Wulan. Tak lama setelah berkata seperti itu Adit pun pingsan, sontak anak anak yang melihat bingung harus berbuat apa. Sedangkan Wulan semakin kencang teriakannya dan sambil menangis. Datanglah pak Imron yang mendengar ada keributan dekat toilet, dan Pak Imron melihat Adit berdarah langsung mengajak Abdul untuk memapah dan membawa Adit ke dalam mobil dan langsung di bawa ke rumah sakit.
Wulan seakan tak peduli usapan ke pundak nya, Wulan tetap lari dan ikut mengantar Adit ke rumah sakit. Dalam perjalanan Wulan hanya bisa menangis sambil memgang tangan Adit. Di situ pak Imron sudah panik, karna Adit terus mengeluarkan darah dari mulut dan hidung nya. Sesampai nya di rumah sakit Adit langsung di bawa ke UGD, dan pak Imron berusaha untuk menghubungi keluarga Adit. Wulan terlihat semakin ketakutan, karna dokter lama dalam memeriksa Adit. Dan Abdul juga mendapat perawatan ringan dari perawat, karna Abdul juga terlihat terluka.
__ADS_1
Kurang dari satu jam dokter menangani Adit, lalu keluar lah dokter dan perawat dari ruang UGD. Dan mengatakan Adit tidak apa apa, dia hanya syok karna terkena benturan mendadak. Lalu datanglah orang tua Adit dan menanyakan kepada Wulan apa yang terjadi. Wulan tidak kuat bercerita, lalu Abdul yang bercerita semuanya, hingga terduduk lesu Ibunya Adit. Karna Abdul bercerita kalau dia berantem karna melindungi Wulan. Mulai lah ada rasa benci Ibunya kepada Wulan dan menganggap Wulan pembawa sial dan masalah untuk Adit hingga Wulan di usir keluar dan jang datang untuk menemui Adit lagi.
Ayah nya Adit pun berusaha untuk menenangkan Istrinya yang marah dan syok dengan apa yang terjadi pada anaknya. Karna permintaan Ayah Adit, Wulan pun di ajak keluar dan kembali ke sekolah oleh Abdul. Sesampainya di sekolah berubah lagi, bukanya menuju ke kelas nya untuk mengikuti pelajaran. Justru Wulan mencari Dika, yang telah memukul Adit, kebetulan Tama Dika dan Adam bolos lagi. Wulan langsung mengarah ke arah toilet, melihat itu Abdul makin bingung lagi, karna pasti akan ada keributan lagi.
__ADS_1
Thanks for read kawan....
jangan lupa tinggalakan komen kawan,,,,
__ADS_1