
Hari itu pun berlalu sampai jam pulang sekolah, selama Adit dan Wulan di UKS, teman teman yang lainya tidak ada yang ke UKS. Karna mereka tau kalau Wulan butuh ketenangan dan sendirian agar bisa melanjutkan keseharian seperti biasa. Semua nya pulang, berikut Irfan dan Tama cs semua ke rumah masing masing kecuali kelompok komplotan Irfan Tama. Saat Adit menemani Wulan untuk pulang mereka bertemu dengan Irfan cs di jalan yang sedang berhenti di warung. Melihat mereka Wulan ketakutan hingga mempererat pegangan ke tangan Adit. Dengan tenang Adit mengelus kepala Wulan dan berkata "tenang, mereka gak akan berani ngapa ngapain kamu, aku pastikan itu".
__ADS_1
Yang namanya anak anak nakal suka mengganggu, Adam pun menghampiri Adit dan Wulan, saat Adam mendekat Wulan sontak berteriak kencang hingga buat beberapa orang yang berjalan menoleh. Melihat reaksi Wulan membuat Irfan cs tertawa "liat, ternyata dia sekarang takut dengan kita, ama Adam aja begitu apa lagi sama kita" begitu yang di katakan Irfam ke temanya. Adit sadar dan Adit tahu apa yang terjadi, tapi Adit tidak mau menanyakanya ke Wulan. Adit menunggu Wulan untuk menceritakan sendiri ke dia. Dalam perjalanan Adit mengantar Wulan, Wulan pun bercerita yang terjadi kepada Adit, namun dengan nada pelan sedikit berbisik karna posisi mereka sedang di kendaraan umum.
__ADS_1
Mendengar hal itu membuat Adit kesal marah dan ingin melakukan sesuatu dengan mereka. Tapi di sini Wulan meminta untuk tidak melakukan apa pun, Wulan mengatakan masih belum terjadi hal buruk, karna mereka tidak bisa menyentuh tubuh Wulan. Mendengar itu Adit tenang kembali dan mengatakan "aku akan jagain kamu, kamu jangan takut, dan terlebih jangan sedih, aku pasti jagain kamu". Wulan pun menatap Adit dan tersenyum mendengar kata kata Adit yang romantis dan bertanggung jawab. Wulan pun mulai suka kepada Adit dan tidak ingin jauh dari Adit.
__ADS_1
Di sini Ibunya menjelaskan kalau Wulan dari SD kurang memiliki teman, bahkan sampai guru guru di sekolah mengatakan kalau Wulan kurang bersosialisasi. Sehingga Wulan tidak banyak teman di sekolah, kalau mengerjakan tugas sekolah pun, Wulan mengerjakannya sendirian. Mendengar cerita tersebut Adit jadi tahu, kenapa Wulan mau berteman dengan Adit, ternyata Wulan dan Adit memiliki kepribadian sama. Sukar bersosialisasi dengan teman dan pendiam "makanya Ibu kaget, kok ada anak yang berani antar Wulan kerumah" begitu imbuh Ibu Wulan. Lalu Wulan turun dari kamarnya dan ikut duduk di samping Adit. Adit melihat Wulan cantik banget, dia melihat Wulan beda dengan penampilanya saat di sekolah.
__ADS_1
Thanks for read kawan.......
__ADS_1