
Sampai keesokan harinya semua bertemu di sekolah, Tomi terlihat semakin garang dan setiap siswi yang di lewatinya di goda. Begitu dengan siswa di mintai uang nya, Adit yang melihat itu hanya diam bingung harus berbuat apa. Memang itu tugas Adit untuk menjaga keamanan di lingkungan sekolah. Tapi Adit sedang kacau pikiranya, mengingat ini hari sabtu dan kedua orang tua Wulan datang ke rumah Adit untuk membicarakan kedekatan Wulan dan Adit. Namun Adit ada perasaan kepada Lia, tapi dia tidak bisa menolak keinginan orang tua Wulan.
Hari itu Adit lebih memilih sendiri dan tidak memperdulikan apa yang terjadi di sekolahnya. Bahkan dia juga menjauhi Lia dan juga Wulan, dan Abdul yang melihat itu pun ikut diam. Hari itu banyak siswa siswi yang di ganggu oleh genk ST di sekolah. Memang hanya sekedar di mintai uang oleh mereka tidak sampai ada tindak kekerasan jadi Adit berfikir di biarkan dahulu sampai pikiranya tenang kembali. Hari itu Adit Wulan serta Abdul diam tanpa aksi sampai waktu pulang sekolah tiba. Seperti biasa Adit mengantar Wulan ke rumah nya, kali ini mereka tidak pergi untuk jalan jalan dulu. Wulan mengerti karna Adit sedang kacau pikiranya dan Wulan hanya meng iyakan saja apa yang dikatakan Adit.
__ADS_1
Dan sesampai nya di rumah Wulan Adit sudah di sambut oleh Ibunya Wulan. Sambil tersenyum seperti biasa mengajak Adit untuk pergi masuk kedalam rumah untuk sekedar minum air es. Dan ibunya Wulan menegaskan niatan mereka malam ini untuk datang dan membicarakan hal ini. Ibunya Wulan tidak ingin kalau Wulan samapi salah pilih lelaki untuk di jadikan kekasih atau pacarnya. Adit hanya bisa tersenyum sedangkan Wulan terlihat senyum kecil. Saat itu Wulan tidak naik ke kamar untuk berganti pakaian, Wulan menemani Adit yang sedang minum sebentar. Lalu tak lama Adit pun pamit untuk pulang dengan alasan ada keperluan yang ingin di kerjakan di rumah.
Sesampai di rumah Adit semakin gundah, ingin menolak tapi tidak bisa, mengingat keluarga Wulan sangat baik padanya. Kalau menerima tapi hati Adit masuh untuk Lia, didalam kamar Adit kebingungan serta bimbang harus berbuat apa. Dan ternyata Ibunya melihat Adit yang terlihat sedang gundah dan menanyakan apa yang sedang di pikirkan Adit. Lalu Adit menceritakan kepada Ibunya tentang niatan Ayah dna Ibu Wulan yang akan datang malam. Namun Adit bingung karna perasaanya kepada Wulan hanya sebatas teman sahabat, tidak lebih tutur Adit kepada Ibunya.
__ADS_1
Dengan begitu Adit sudah tidak gundah lagi, lalu dia membantu Ibunya untuk mempersiapkan semua nya untuk menyambut kedatangan Wulan sekeluarga. Setelah membantu Ibunya Adit lekas membuat handphone dan mendapat kabar dari Abdul kalau Irfan dan lainya membentuk kelompok gangstar. Terkaget dan terdiam mendengar kabar dari Abdul, karna ini ranahnya semakin luas dan besar. Tidak mungkin kalau suatu saat hanya Adit dan Abdul yang menghadapi suatu kelompok gangstar. Terlebih Abdul menambahkan setiap anggotanya memiliki pegangan goib yang tidak lemah. Baru lepas dari kegundahan pertama datang lagi kegundahan kedua dengan munculnya kelompok gangstar yang di buat Irfan cs.
Thanks for read guys..
__ADS_1