
Sesampainya di rumah Adit pun seperti biasa, makan ibadah lalu pergi main. Harusnya dia pergi main ke rumah temanya, namun dia pergi untuk berlatih lagi agar bisa menghadapi Joyo dan kawan kawan.Dengan keadaan yang babak belur Adit berlatih sendiri, dia cuma melihat dari youtube, lalu memperaktekanya, tanpa ada yang mengarahkan. Adit tau itu salah, karna belajar bela diri itu harus ada yang membimbing agar bisa memaksimalkan kemampuanya.
Keesokan harinya, seperti biasa Adit berangkat sekolah masuk kelas dengan karakternya yang diam tanpa berkata atau menyapa siswa lainya. Ya karna dia memiliki sedikit teman di sekolah nya, kebanyakan teman di sekolah nya entah itu laki laki atau perempuan semua menganggap Adit itu aneh. Sesampainya di kelas dia pun di sapa oleh Lia "gimana keadaan mu Adit?" "baik, cuma masih sedikit sakit aja" jawab Adit santai. Belum lama bertegur sapa dengan Lia, datang lah Tama dan kawan kawan yang langsung datang menghampiri Adit.
__ADS_1
"Gimana abang? masih sakit kah?" tanya Tama sambil ketawa lepas. Adit cuma diam tanpa bersuara. Tak lama setelah Tama tertawa, guru pun datang masuk kelas untuk pelajaran di mulai. Beberapa menit setelah guru menjelaskan, gurunya pun pergi ke kantor "Anak anak,,,, kalian kerjakan soal halaman ini yah, ibu ada urusan di kantor, kalau sudah selesai, kalian bisa kumpulkan bukunya lalu antar ke meja ibu" kata ibu guru sebelum meninggalkan ruangan kelas.
Lima belas menit setelah guru meninggalkan kelas, Tama berulah dengan menendang meja Adit, sontak Adit kaget dan melihat ke arah Tama. Dan kali ini tatapan Adit jadi lebih seram, seperti saat Adit menolong Abdul beberapa hari lalu. "Mau apa lu liat gua kaya gitu? mau ngelawan?" teriak Tama ke muka Adit. Sontak dengan cepat Dika dan Adam memegangi kedua tangan Adit dan Tama bersiap siap untuk memukul. Namun Adit seakan mendapat kekuatan tambahan dimana Adam dan Dika terpental saat memegangi tangan Adit. "Sini lu, gua gak takut sama lu semua" teriak Adit sambil mengepalkan kedua tanganya.
__ADS_1
Beberapa kali pukulan hantaman mendarat ke badan dan tubuh Adit serta Tama, sedangkan Adam dan DIka cuma melihat karna takut dengan Adit. Karna saking ramainya yang menonton, ada guru yang akan mengajar di kelas lain pun ikut melihat dan melaporkan ke guru BP untuk memisahkan mereka. Setelah guru BP datang, mereka akhirnya bisa di pisahkan, dengan kondisi babak belur keduanya.
Thanks for read....
__ADS_1