
Dengan kejadian barusan, membuat Selly dan Intan berubah pandangan dia ke Adit. Yang dulu nya ngebully dia jahatin dia ganggu dia, tapi Adit masih mau melindungi mereka sampai babak belur seperti itu. Dan di situ keluar lah kata maaf dari Selly "maff ya Dit, gara gara kita berdua kamu jadi begini, padahal dulu kan kita sering ganggu kamu, bahkan dari SMP". Permintaan maaf dari Selly dengan muka sedih dan bersalah sampai meneteskan air matanya. "Tenang aja, ini gak apa apa kok, cuma luka gini doang, bentar juga sembuh, lagian aku sudah melupakan apa pun yang kalian lakukan ke aku dari dulu juga sudah aku maafin, cuma aku gak perlu ngomong yang penting hati aku dah maafin kalian". Jelas Adit yang membuat sedih nya semakin menjadi hingga nangis, karna Selly dan Intan tau itu buka luka ringan.
__ADS_1
Hingga mereka pun berencana untuk membawa Adit ke puskesmas untuk mendapat perawatan karna banyak luka memar. Namun Adit menolak dan tidak mau untuk di bawa ke dokter, padahal Adit sudah tidak sanggup berdiri duduk saja perlu di papah oleh Abdul. "Kamu itu luka, kita bawa ke dokter ya" ajakan Intan sekali lagi "Gak perlu Tan, ini cuma sebentar bentaran juga sembuh". Mendengar perkataan Adit hanya Wulan yang paham, karna mereka bertiga bersama dengan Abdul tidak paham bagaimana Adit orangnya.
__ADS_1
"Ya udah dit, kita lanjut pembicaraan kita tadi yang terhenti" ucapan Wulan membuat mereka melongo, dengan kondisi Adit yang terluka parah masih mau membahas itu. "Lu gila ya Lan, dia lagi kayak gini bisa bisa mau bahas itu" bentak Selly ke Intan. "Kalian tidak tahu Adit seperti apa, jadi kalian pasti mengira aku tidak punya perasaan sedih melihat teman kita terluka, tapi aku tahu Adit, aku tahu apa yang ada di pikiranya, benerkan Dit?" imbuhan Wulan sambil tersenyum. "Hehehe,,,, iya Lan, thanks yah dah negrti" jawab Adit sambil tersenyum yang membuat Selly dan Intan semakin bingung.
__ADS_1
Intan semakin bingung, bagaimana caranya intan ngomgon dalam hati tapi Wulan bisa tahu. "Kok lu bisa tahu apa yang gua ucapin di dalam hati?" tanya Intan penasaran. "Emang kamu ngomong dalam hati? hehehe,,,, aku kira tadi kamu nyebutin dengan lirih, terus kebetulan aja aku denger" jawab Intan sambil tersenyum lagi. Tinggalkan dengan ke pusingan Intan dan Selly, di sini Adit mulai membahas apa yang akan di lakukan. Adit meminta Abdul untuk berlatih bela diri dengan panduan dari buku yang Adit bawa, buku yang Adit beli dari online dan berharap Abdul cepat menguasai. "Lu gak belajar juga Dit?" tanya Abdul "udah kok, cuma tinggal bab terakhir aja, dan itu perlu beberapa teman yang bisa, agar kita bisa saling melindungi, jadi misi kita awasi terus mereka, kalau mereka bertingkah dan sepi, kasih tau aku dan Abdul, sepi maksudnya mereka berenam tidak berkumpul" penjelasan Adit dan di iyakan oleh mereka berempat.
__ADS_1
Thanks for read kawan..........
__ADS_1