
Lalu Adit mengesampingkan pikiranya soal Irfan cs dan lebih berfokus dengan apa yang akan di rencanakan orang tua dari Wulan. Dan benar saja setelah petang Wulan sekeluarga pun datang ke rumah Adit dan di sambut oleh keluarga Adit termasuk Adit juga ikut menyambut kedatangan mereka. Awal datang dan duduk mereka menanyakan kabar dan keadaan di desa. Lalu setelah itu Ibu Wulan membuka pembicaraan tentang niat nya datang ke rumah Adit. Simbari makan malam mereka melakukan obrolan santai sambil melirik ke arah Adit dan Wulan secara bergantian.
Wulan yang terlihat cantik hanya bisa tersenyum tipis seperti Wulan yang pertama Adit kenal. Ibu dan Ayah Adit pun terkesima dengan kecantikan Wulan yang berpenampilan anggun bagaikan Putri Raja. Dan Ayah Wulan membuka Adit. Mendengar itu Adit pun sampa tersedak saat makan karna begitu kagetnya Adit. Karna Adit tidak berpikir kalau mereka akan di tunangkan, Adit berpikir hanya sebatas pacaran. Dan reaksi orang tua Adit hanya bisa bengong dan mengalihkan keputusan kepada Adit. Dengan halus Ayah Adit menekan Adit untuk menerima rencana pertunangan itu. Sedangkan Ibunya juga mengatakan kalau tunangan belum tentu segera menikah, mengingat Adit selepas SMA dia akan melanjutkan kuliah.
__ADS_1
Karna terpojok secara halus Adit pun akhirnya menerima tawaran Ayah Wulan dan di sambut bahagia kedua orang tua Wulan, lagi lagi Wulan hanya tersenyum tipis. Mereka pun melanjutkan makan malam hingga selesai simbari membicarakan tanggal pertunangan dan tempat nya. Adit hanya iya iya saja, karna dia bingung harus bagaimana, sebab pikiranya masih terpecah. Waktu berjalan dan menunjukan pukul delapan tiga puluh, dan makan malam pun selesai di lanjutkan dengan beberapa obrolan kecil. Lalu Wulan sekeluarga pun pamin untuk pulang kerumah dengan expresi bahagia terlihat dari Ayah serta Ibu Wulan.
Adit yang tipikal orang senang kalau melihat orang lain bahagia, dan Adit pun ikut bahagia. Hingga mereka pulang dan Adit membantu Ibunya membereskan semuanya, piring gelas dan membantu mencucinya. Simbari membersihkan piring, Ibunya Adit menanyakan tentang yakinya Adit menerima keputusan soal pertunangan itu. Dan Adit hanya menjawab lirih seakan tidak yakin, ternyata Ibunya menyadari kalau jawaban Adit belum sepenuhnya yakin. Setelah selesai membantu membersihkan perabotan, di ajak lah duduk Adit oleh orang tuanya dan di tanyai soal perasaan Adit setelah adanya rencana pertunangan itu.
__ADS_1
Setelah obrolan selesai pun Adit ijin untuk pergi ke kamar untuk tidur karna malam sudah cukup malam. Handphone Adit berkali kali bunyi pun di biarkan, Adit merasa dirinya bersalah dan benar benar bingung bagaimana harus menjalani nya. Adit merasa bersalah karna dia menerima pertungan tanpa persaan kepada Wulan. Memang Adit suka kepada Wulan tapi tidak sebesar rasa sukanya kepada Lia. Lelah memikirkan hal itu hingga Adit tertidur dan bermimpi, dan di dalam mimpi itu Adit merasa aneh dengan mimpinya. Adit bermimpi kalau dia sedang duduk berdua di taman dengan seorang wanita, namun setelah ada beberapa srigala mendekan wanita tersebut berubah jaid srigala. Karna kaget dan Adit terbangun dan melihat jam ternyata masih jam dua malam. Lalu Adit minum air putih sedikit dan melanjutkan tidurnya sampai pagi.
Thanks for read kawan......
__ADS_1