
aku tidak menyangka aku ana berada di situasi seperti ini...., masuk ke dunia buku ku sendiri.... Dan aku berada di under city, ahhhhh...... Setidaknya aku dalam tubuh orang dewasa..., amu ingat aku mati karena tabrakan... Sayang sekali.
Uang ku masih kurang untuk naki ke middle city tapi tidak lama lagi aku punya cukup uang untuk naik tingkatan.
aku sekarang berada di dorm ku interiornya mirip penjara hanya ada tempat tidur dan toilet itu saja...
Sebaiknya aku pergi bekerja aku harus naik tingkatan secepat mungkin dan mengetahui di hive mind mana aku.
Ia pun berdiri dan keluar dari dorm, di luar itu terlihat seperti kota sebuah kota bawah tanah pencahanyaanya okay tapi minim di beberapa area banyak orang berjalan dalam group menuju suatu tempat mereka sepertinya pekerja.
Ada yang membawa beliung ada yang membawa peralatan aneh dan mereka di awasi oleh orang orang serba hitam dengan crossbow sebagai senjata mereka, walau seragam mereka futuristik tapi senjata mereka ketinggalan daripada seragam mereka sendiri.
Kalau di lihat dari seragamnya antara Amicus atau Nisco... Aku harap hive city ini di bawah kekuasaan negara Nisco.
Aku memutuskan untuk menuju tempat penambangan dengan begitu aku mengikuti rombongan yang menggunakan helm yang menyala berwarna oranye sambil membawa beliung.
ketika aku bergabung ke barisan itu salah satu penjaga mengambil helm dan beliung, lalu memberikanya kepadaku.
"terima kasih" kataku kepada penjaga itu.
Penjaga itu menganggukan kepalanya sambil menggiring rombongan menuju area tambang.
setelah sampai di sana banyak lubang tambang di sana dan lebih dari 300 orang menambang di situ dengab jalur tambang yang terstruktur bahkan ada peta di setiap lubangnya.
kelompok yang aku ikuti mulai berpencar menuju lubang yang mereka pilih untuk menambang.
Aku memutuskan untuk mengambil lubang yang ada di tengah dan memulai jalur baru sendiri pekerjaanya melelahkan tapi ini harus di lakukan satu satunya oencahanyaan adalah helm ku yang bersinar oren dan suhu yang sangat panas.
Setelah menambang beberapa jam aku berhasil mendapatkan banyak bahan tambang dan hendak mengantar nya ke pusat tambang.
Sampai aku bertemu dengan seseorang dia sepertinya seumuranku rambutnya hitam dan matanya berwarna abu menggunakan seragam yang sama dengan ku... Tentu saja lagi pula dia juga memilih untuk menambang.
mukanya pucat dia terlihat panik melihat ke kanan dan kiri sambil menyingkirkan beberapa batu mencari sesuatu.
"hey sobat ada yang bisa ku bantu ?"
"tolong aku... Aku menjatukan benda berharga aku yakin ada di sekitar sini"
Die seperi ingin menangis meminta tolong kepada ku tentu dia kesulitan pencahayaan sangat minim di sini dan benda yang dia cari pasti kecil.
"berikan helm mu"
"eh... Untuk apa ?"
"berikan saja"
Dia memeberikan helm nya pada ku dan aku mengadukan kedua bagian atasnya dan cahaya nya semakin terang.
dalam kegelapan muncul sesuagu yang berkelao kelip, sang pria itu langsung lompat dan mengambilnya itu adalah sebuah cincin.
"oh !, ya tuhan !, sukurlah ini ketemu"
Dia memeluk cincin itu dia terliat bahagia dan mebeteakan air mata.
"terimakasih banyak ambilah hasil tambangku sebagai ucapan terima kasih"
"tidak perlu aku hanya membantu jaga dirimu sobat"
Aku pun pergi sambil menyeret hasil tambangku tapi.
"t-tunggu siapa nama mu ?"
"nama..."
Yah aku tidak tahu nama tubuh ini dan aku tidak mau menggunakan nama kehidupanku yang sebelumnya.
"nama ku Ezra"
"huh ?"
Dia memiringkan kepalanya terlihat bingung.
"...? Ada yang salah"
"nama mu terdengar seperti perempuan tapi suara mu laki laki"
"aku tahu pencahayaan di sini buruk tapi aku seratus persen laki laki"
"oh ?, baiklah perkenalkan namaku Noofi"
"senang bertemu dengan mu Noofi"
"senang bertemu dengan mu juga, apakah kamu selesai menambang ?"
"yah tentu"
"mau ke permukaan bersama ?"
"hahaha tentu sobat tapi permukaan yang mana permukaan kota atau permukaan goa ini ?"
__ADS_1
"ahahah yah tentu permukaan goa ini"
"hmm... Jadi berapa banyak yang sudah kamu kumpulkan untuk ke middle city ?"
"huh ?, oh aku baru mengumpulkan 800 Aurum"
"itu bagus !, kamu akan bisa pergi ke middle city tahun depan jika kamu terus bekerja seperti itu"
"ahaha yah terima kasih, aku punya adik jadi aku akan pergi ke middle city bersamanya dia sekarang memiliki 890 Aurum dia berbakat sihir juga loh"
"aku senang mendengarnya, selamat yah walau masih setahun lagi tapi selamat"
"Kamu tahu Ezra kamu sangat baik terima kasih... Dan berapa jumlah Aurum mu ?"
"oh itu 806 Aurum"
"sungguh jika begitu kita bisa pergi bersama"
"jika kamu tidak keberatan aku tidak masalah ke middle city bersama dengan mu dan adik mu"
"tentu aku tidak masalah dan aku yakin adiku juga tidak akan keberatan"
"terimakasih"
dengan begitu kami menjadi teman.
Setelah kamu mencapai permukaan kami langsung menstore kan hasil tambang kami dan hendak menuju kantin, namun kami melihat sekelompok penjaga dengan oerlengkapan lebih baik berkerumun mengelilingi seorang wanita cantik berambut putih panjang, dia memiliki mata berwarna biru, dan baju yang memiliki warna merah, ungu dan kuning.
Semetara penjaga yang mengelilinginya menggunakan seragam tentara yang futuristik dengan eye google yang memiliki mark di bagian mata kananya yang mengikuti kemanapun mata kananya melihat, walau begitu senjata mereka tetaplah sebuah crossbow, beberapa dari mereka juga memiliki sebuah pedang di pinggangnya dan perisai di punggunya.
"Ezra siapa mereka ?"
"jelas mereka bangsawan, jangan terlibat dengan mereka jika kamu ingin hidup mu damai"
"kenapa ?"
"percaya saja pada ku"
Aku langsung berjalan menuju kantin dan Noofi mengikuti ku dari belakang, setelah itu kami mengambil makanan kami itu adalah sebuah gel transparan dengan sebuah cairan kental putih di atasnya.
Aku mengambil suapan pertamaku dan rasanya hambar seperti mineral gell dan cairan putih itu rasanya manis tapi memiliki aftertaste pahit.
Walau begitu aku harus makan lagipula semua orang di undercity memakan ini..., kecuali para penjaga, gel ini penuh dengan nutrisi dan cairan putih ini adalah sumber protein satu satunya di under city.
Muka ku terlihat pucat ketika berusaha mencerna makanan itu memasukanya ke mulut sudah sulit apalagi menelanya.
Noofi terlihat khawatir melihat wajah pucatnya Ezra
"hm ?..., oh yah aku baik baik saja.... Hanya sedikit pusing"
"apakah kamu perlu perhatian medis ?"
"oh... Tidak aku tidak perlu"
"hey dengar jika ada yang salah dengan tubuh mu jangan takun mengekuarkan Aurum untuk kesehatanmu sendiri, jika sakit mu oarah kamu bisa mati"
"tenanglah, aku tahu kondisiku sendiri jadi tolong jangan khawatir"
"...baiklah"
Wajah Noofi terlihat sedikit lega tapi tetap dia meyimoan rasa khawatir di dalam dirinya.
"hey Ezra mau lihat cincin yang aku jatuhkan tadi"
"hm ? Memang ada apa denganya"
Kemudian Noofi menunjukan cincinya cincin itu terbuat dari emas dan perak, ada sebuah jewel yang cukuo besar di atasnya.
"oh wow, dari mana kamu mendapatkanya ?, jika kamu menjual itu kamu akan mendaoat sekitar... 15000 Aurum dengan itu"
"yah aku tahu tapi ini peninggalan ibuku jadi aku tidak akan menjualnya ini adalah hal paling berharga yang aku punya, bagaimana dengan mu Ezra adakah hal berharga yang kamu punya ?"
aku merogok ke saku ku dan menarik sebuah flash dish dengan kepala ganda yang artinya bisa di masukan ke komputer atau handphone.
Benda ini muncul begitu saja sejak aku berpindah ke sini, makanya aku ingin cepat pergi ke middle layer.
"oh! apa itu ?"
"ini di sebut flash dish sebua alat yang dapat mentransfer data dsri satu perangkat ke perangkat lain"
Noofi terlihat bingun dan berusaha berpikir keras apa yang baru saja Ezra jelaskan.
"ahhh!, yang jelas ini menyimpan sesuatu yang penting okay"
"hmm begitu..., dari mana kamu mendapatkanya ?"
"um.... Itu..... Ah yah orang tua ku memberikanya padaku"
"oh begitu...."
__ADS_1
Sese orang kemudian datang dia adalah seorang pria dengan jubah hitam panjang menggunakan eyegoigle di mata kananya dan baju hitam dengan ornamen emas dan beberapa mendali, yang jelas dia adalah seorang yang penting.
Kemudian dia duduk di sebelah ku, Noofi langsung mengalihkan pandanganya mengingat peringatan juka tentang bangsawan.
"hey yang di sana perkenalkan nama ku des Milford panggil aku milford aku adalah jebdral divisi siapa nama kalian ?"
"perkenalkan tuan milford bama ku Ezra dan dia Noofi, tolong jangan hiraukan dia, dia memang begitu"
"oh aku paham pemalu huh...."
Noofi melihat kebawah mencoba tidak melakukan kontak mata.
"lagipula tuan Milford apa yang anda lakukan di under city ?"
"oh aku hanya mengawal adik ku ubtuk projek sekolahnya"
"projek sekolah macam apa itu ?"
"ahhhh tugasnya adalah untuk melakukan observasi tingkatan manapun, di antara semua tempat dia memilih under city.... Tunggu dulu bagaiman kamu paham apa sekolah itu ?"
"oh hanya mendengar dari para guard..."
Pandanganku teralihkan ke pinggang Milford, dan sadar dia memiliki senjata api...
"hm.... Pistol yang bagus"
"oh ahahah wow matamu tajam juga"
Milfrod menarit pistolnya dan mebaruhnya di meja itu adalah pistol dengan kaliber besar dari bentukya seperti magnum berwarna hitam dengan garis energi biru yang mengalir dan berfokus pada grip dan hammernya.
"aku harus mengatakanya tuan Milford anda suka berburu yang besar"
"ahaha yah aku suka berburu yang besar,... Hmm katakan Ezra dari mana kamu memiliki oengetahuan tentang senapan dan senjata api ?"
"... Katakan saja aku punya banyak teman guard beberapa dari mereka punya ilmu tentang senjata api jadi yah aku bekajar darinya"
"oh menarik.... Kamu tahu apa ?, aku pikir kamu menarik kamu benar benar pintar untuk seseorang yang terlahir di under city, tolong jangan tersinggung hanya membiarkan pemikiran ku keluar saat ini"
"oh tidak perlu minta maaf tuan Milford, aku tidak masalah soal itu..."
"hmm Ezra kamu tahu aku menikmati pembicaraan ini, aku bosan menunggu adikku selesai dengan projeknya... Apakah kamu menginginkan sesuatu ?"
"jika boleh aku menginginkan 3 butir peluru yang kamu miliki"
"hmm ?, tapi peluru senapan hanya besi runcing"
"tepat dan aku menginginkanya"
Milford tertawa kecil lalu memberikan aku tiga butir peluru dari kantung pelurunya.
"kamu benar benar unik"
Ia pun berdiri dan hendak pergi namun sebelum itu.
"dengar Ezra jika ada kesempatan lain maukah kamu bekerja untuku ?"
"jika takdir memper temukan kita lagi tentunya dan aku akan memikirkanya, oh iya tuan Milford bisakah anda memberi tahu kita berada di under city dari negara apa ? "
"aku harap kita akan bertemu lagi dan dari pertanyaan mu itu... Kita berada di negara bernama Nisco"
Wajah ku langsung cemberut dan terlihat khawatir dengan berita itu.
"hm ?, ada yang salah ?"
"oh tidak, tidak ada tuan"
"oh baiklah.... Sampai jumpa"
Milford pun pergi namun dia masih memikirkan apa yang salah dari perubahan expresi barusan, dan siapa Ezra sebenarnya apakah dua memang memiliki bakat dan kepintaran seperti itu atau dia adalah seorang tarnish.
"Ezra kamu bilang jangan terlibat dengan bangsawab tapi kamu membuat pertemanan denganya"
"karena aku tahu cara mengatasinya,... Dengar kamu tidak bisa salah ngomong ke bangsawan sekalinya kamu salah ngomong keadaan untuk mu bisa menjadi buruk"
"baiklah... Ngomong ngomong kenapa wajah mu cemberut ketika tahu negara mana yang menguasai hive city ini ?"
"oh tidak aku hanya sedikit kaget"
"dan apa yang akan kamu lakukan dengan peluru itu ?"
"kamu tahu ini bisa di jual 50 Aurum per butir"
"sungguh ?!"
"tentu saja"
kemudian aku memberikan kepada Noofi dua butir peluru itu dan menyisakan satu untuknya.
"ini untuk mu dan adik mu, aku akan pergi yah dah"
__ADS_1
Noofi terlihat sedikit shok karena dia di beri Aurum secara cuma cuma dia hanya bisa tersenyum dan berkata.
"terimakasih..."