
Ezra terbangun di sebuah kamar mewah tentu fia ingat apa yang terjadi malam tadi, kepalanya sangat pusing.... Sangat pusing..... Salah satu kejadian sebab akibat di novelnya di hancurkan oleh dirinya sendiri, dan siapa yang tahu kemana akibat yang akan dia bawa setelah dia membuat efek sebab kemarin.
Sial aku lupa aku berada di posisi kakanya Lily jika saja aku pindah tempat semalam mungkin ini tidak akan terjadi.... Aaaaaah.....!!!, Kalau saja aku tidak terkejut sengan total lelang wine ku !.
Ketika dia masih merenung suara ketukan pintu terdengar, dia dengan cepat mengambil topengnya yang ada di meja di sebelahnya.
"masuk"
Itu adalah pelayan membawakan sarapan untuknya sekaligus memberitahu untuk bersiap karena Joryse ingin berbicara.
Sarapan yang di sajikan itu cukup mewah yaitu 3 sosis bakar, 2 roti yang sudah di toast dengan mentega, 2 telur mata sapi, dan kacang panggang.
Setelah Ezra tidak memakan semua itu dan dia langsung menggunakan pakaian yang ia gunakan tadi malam, dan keluar kamar, ketika dia keluar dia bertemu dengan beberapa prajurit dari Joryse yang menuntunya ke ruang tamu yang mewah.
Dia pun menunggu berdiri di tengah ruangan menunggu Joryse untuk datang, tidak lama Joryse datang menggunakan pakaian biasanya dia melihat Ezra berdiri di tengah ruangan.
"hm ?, mengapa tidak duduk ?"
"di tempatku jika tuan rumah tidak duduk atau kami tidak di persilakan duduk kami tidak boleh duduk karena itu tidak sopan"
"kalau begitu duduk lah"
Ezra pun duduk di bagian kiri sementara Joryse duduk di bagian kanan.
"jadi bagaimana luka mu semalam ?"
"seperti yang aka katakan aku tidak terluka"
"aku tidak percaya tembakan sekuat itu hanya memberikan mu efek seperti pukulan keras di dada"
"yah mau bagaimana lagi"
"apa kamu akan melaporkan ini ke pihak ber wajib ?, karena jika kamu mau aku akan menolong mu, anggap saja sebagai rasa minta maafku karena tidak bisa menjamin keselamatan mu"
"aku masih hidup jadi tidak masalah, dan tidak aku tidak akan mengatakan apapun kepada pihak berwajib"
" !... Mengapa tidak ?"
"aku akan anggap ini sebagai urusan pribadi, aku tahu siapa yang melakukan ini dan aku akan mengurusnya sendiri"
"itu tundakan gegabah, bahkan jika kamu tidak mau pihak berwenang untuk melakukan penyelidikan mereka akan tetap melakukanya"
"maka itu akan menjadi lomba di antara kami untuk menemukan pelakunya, sayang sekali aku tahu sang pelaku lebih dari mereka"
"..."
Joryse terdiam sebentar dan dia tidak memiliki expresi yang begitu terlihat namun dia jelas khawatir.
"pastikan dirimu aman... tuan gagak"
"hahaha nama yang bagus untuk panggilan ku yah aku tidak masalah gunakan saja panggilan itu untuk ku"
"nanti siang jemputan mu akan datang dan mengantar mu kembali, dan semua Aurum mu sudah di transfer ke akun mu"
Ezra melihat isi hp nya jumlah nominal yang masuk itu sama dengan jumlah wine yang ia lelang.
"mengapa kamu tidak mengambil 10% seperri yang ada di kontrak"
"lagi aku merasa bersalah anggap saja konpensasi"
"yah mau bagaimana lagi..."
"hei bagaimana dengan gadis dari keluarga Malar kemarin... Apakah kalian... kamu tahu... Berkencan ?"
"apa ?..... Ahahaha tidak tidak kami hanya teman"
"oh.... aku melihat kalian sangat akrab jadi aku oikir kalian memiliki hubungan seperti itu, maaf"
"tak perlu minta maaf.... Ngomong ngomong nyona Joryse mengapa kamu menaikan harga wine ku ?"
"karena harga yang kamu taruh adalah candaan, beberapa juta Aurum untuk 4 botol wine ?, itu omong kosong dan itu tidak menghormati wine sebagus dan setua itu"
"yah aku tidak punya hirmat untuk minuman yang memabukan jadi aku harap kamu bisa lihat mengapa aku menaruh haga itu"
"kamu tidak suka minuman keras ?"
"tidak, jika mereka di gunakan dalam resep makanan seperti wine atau bir aku tidak masalah tapi kalau di minum langsung aku tidak suka, aku tidak suka menghilangkan akal sehat ku hanya untuk minuman"
"lalu bagaimana cara mu relax atau kamu tahu menjauh dari realita"
"aku bermain game, berbincang dengan teman teman ku, membaca buku, atau jadi produktif, atau kadang aku tidak melakukan apa apa"
__ADS_1
"begitu yah..., kamu memang sangat berbeda"
"terimakasih"
Mereka pun berbincang cukup lama hingga jemputan Ezra sampai dan Ezra pun pergi mereka berbagi kontak sebelum pergi, mereka menjadi teman dengan csra yang aneh mengingat Joryse menunjukan sedikit emosi maupun rasa semangat.
Ketika ia keluar dari rumah lelang mobil yang menjemputnya sudah datang tapi dia kaget karena ada banyak sekali wartawan ingin mewawancarainya karena kejadian kemarin.
Body guardnya menghalangi mereka sambil membuat jalan untuk Ezra ke arah mobil jemputanya.
Pertanyaan setelah pertanyaan di lontarkan foto di ambil video di rekam namun Ezra tetap diam dan berjalan jika ada ruang selam itu mendekat ke arah mobil.
Tanpa ia sadari karena sifat cueknya membuat para wartawan makin penasaran dan para wartawan makin menggila, sayang para bodyguard yang berjumlah 10 orang tidak sanggup menahan 80 wartawan di sana, dan para body guard mulai terpojok ke arah Ezra.
Melihat ini Ezra mengambil pistolnya dan menembakanya ke udara, suara yang mengelegar dari pistolnya membuat para wartawan langsung diam, beberapa langsung menunduk karena kaget.
Ezra pun menurunkan pistolnya dan melihat ke kanan ke kiri ke arah para wartawan yang mulai menurunkan microfon dan kamera mereka.
Melihat ke adaan telah di atasi Ezra pun berjalan ke arah mobil jemputanya tanpa menyebutkan apapun, para wartawan memberinya jalan dan bodyguardnya berdiri di belakanganya.
Sebelum ia masuk ke dalam mobil dia melihat ke arah para wartawan sebelum masuk ke mobil, mobil itu pun pergi ke adaan menyadu senyap dan wartawan membubarkan diri.
Semetara itu Ezra di dalam mobil.
Yah itu akan jadi viral tapi bodo amat ga ada yang tahu identitasku ini.
Saat di tengah jalan dia mulai merasa mengantuk, rasa kantuk itu datang secara tiba tiba entah dari mana dia pun tertidur, ketika dia membuka matanys dia terbangun di tempat yang aneh.
Dia berdiri di sebuah tempat yang begitu hampa dia tidak berdiri di atas apa apa sampai suara sapaan dari belakanya terdengar.
"hei"
Ezra melihat ke belakang dengan tenang dia tahu apa yang terjadi dan tahu apa yang harus di lakuakan.
Dia melihat seorang wanita dengan jubah kegelapan menodokan crossboe ke arahnya, sebelah kanan matanya berwarna ungu dan karena lokasi yang nya sekarang dia nyaris tidak terlihat.
"hm... Kamu yang menembaku tadi malam kan ?"
"yah dan maafkan aku kamu bukan target ku"
"sungguh lalu siapa taget mu"
"Tuan Arcturus Drakon"
Jadi itu namanya di novel aku tidak memberinya nama jadi ini informasi baru.
"maaf tapi aki tidak bisa memberi tahu, dan kedatanganku ke sini aku hanya ingin berbicara dengan santai, tidak ada ancaman"
"bicara santai sambil menodongkan crossbow ke arah ku ?"
Mendengar itu wanita itu menurunkan crossbownya.
"maaf hanya reflex"
"tidak masalah seorang pembunuh harus tajam dan aku lihat kamu tidak tumpul sama sekali"
"terimakasih... Katakan siapa kamu ?"
"aku hanya manusia yang berada di tempat dan waktu yang salah pada malam kemarin itulah yang bisa aku jelaskan"
"... Begitu yah.... Sayang sekali aku sudah tahu identitasmu Ezra"
"oh !, kerja bagus Chichiro, oh !, dan bagaimana dengan adik mu Vivian ?"
"b-bagaimana kamu tahu nama ku dan adik ku !"
Chichiro terlihat panik sangat panik dia kembali menodongkan crossbownya ke arah Ezra.
"oh ayolah kamu saja membongkar identitask ku mengapa aku tidak boleh ?"
"....."
Chichiro dia diam berpikir keras.
Bagaimana pria ini tahu siapa aku.... Tidak .... Mengingat serangan terkuat ku tidak bisa melukainya aku tidak akan bisa menang melawanya, di tambah lagi ia menggunakan true sight tanpa ketahuan dan sangat cepat, dia bukab orang biasa... Gawat.
"jangab berani bergerak atau aku tembak !"
"oh mengapa kehilangan ketenangan mu ?"
Prilaku tenang Ezra membuat Chichiro semakin panik seberapa banyak pun ia mengancam stau mengintumidasi Ezra tidak gentar dan ini membuat Chichiro takut entah tindakan apa yang Ezra bisa lakukan, dan akhirnya Chichiro tidak lagi kuat dan dia pun melemparkan crossbownya ke depan Ezra dan mengangkat kedua tanganya sambil membuka hoodie jubah yang menutupi kepalanya, rambutnya berwarna hitam panjang, mata kananya bercahaya ungu dan kanannya biru.
"aku mohon.... Jangan sakiti aku.... Atau... Adik ku.... Terutama adik ku.... Kami telah melewati banyak hal"
__ADS_1
Ezra mengambil crossbow yang di lempar nya dan mendekatinya.
"oh ayolah kamu bilang kita akan bicara santai"
Ezra memberkan crossbownya kembali kepada Chichiro.
"jangan tegang begitu"
... Monster macam apa dia ini.
"...kamu bilang target mu adalah Arcturus Drakon, benar ?... Bagaimana dengan begini aku akab membantu mu temui aku di gang ini"
Kata Ezra sambil menunjuk ke arah map di hpnya.
"...mengapa.... Mengapa kamu ingin membantu ku ?"
"ada alasan penting tentunya yabg tudak bisa aku beri tahu tapi ini akan menguntukan kita berdua"
"a-aku tidak paham"
"temui saja aku di situ... Dan ingat tolong datang"
"baiklah... B-boleh aku pergi ?"
"yah silakan"
pandangab Ezra mulai kabur dan akhirnya dia terbangun kembali di mobil seakan dia ketiduran, sementara itu Chichiro bernafas lega setelah terbangun dari subconscious nya.
Aku tidak punya pilihan aku harus bertemu denganya di gang itu, aku tidak bisa meresikokan ****misi ini dan**** menjadi musuhnya.
...****************...
sementara itu di sisi lain di tempat latihan.
Raphaella sedang mengajari sihir kepada Sasha.
Sasha berusaha keras mengintrol aliran sihir oada sebuah bola kaca yang mulai bersinar namun pada akhirnys itu retak dan pecah.
"aaaahh !, ini tidak masuk akal ini mustahil"
"kamu kurang fokus coba lagi"
"guru aku sudah mencoba selama berbulan bulan aku tidak melakukan progres apapun"
"semua langkah mu sudah benar tapi pikiran mu masih kacau katakan apa yang kamu pikirkan ?"
"... kamu ingat tadi malam kan pria bertopeng gagak itu di tembak oleh anak panah yang sangat kuat sukurlah dia menahan itu karena jika tidak ayah ku.... Ayahku akan terkena imbasnya"
"kamu khawatir tentang ayah mu ?"
Sasha mengangguk.
"dengarkan aku jika kamu ingin melindunginya maka kamu harus menjadi lebih kuat ayo fokus berlatih"
Raphaella mengalirkan energinya dengab mudah kepada sebuah bola kaca dan itu mulai terisi bola kaca itu berubah menjadi warna ungu kehitaman dengan beberapa partikel pink.
"lihat aku tenang dan bolanya terisi, jika kamu ingin kembaki menggunakan senjata api lebih baik kamu berlatih menenangakn dirimu"
"wow.... Seperti biasa kamu anda sangat hebat..., ngomong ngomong apa hubungan anda dengan pria dengan topeng gagak itu"
Kerika Sasha menyebutka pria gagak itu, Raphaella langsung mendapat image dirinya di kepalanya dia pun langsung merasa malu dan bola kaca yang dia aliri sihir pun pecah.
"eh !,... Ah ehm ka-kami hanya teman"
"... um guru apa anda menyukainya ?"
"apa !, t-tidak a-aku t-t-tidak menyukainya"
"anda jelas menyukainya"
"a-apakah aku begitu jelas ?, oh tidak, Eh !, Maksud ku aku...."
Raphaella menutup mukanya karena malu walau ia menggunakan topengnya.
"guru tidak masalah menyukai seseorang"
"aku tahu tapi ini sangat memalukan"
"eh, aku tidak mengira anda adalah orangyang pemalu dalam hal seperti ini"
"l-lupakan hal ini lanjutkan latihan mu"
"hehehe baiklah"
__ADS_1
sementara Sasha melanjutkan latihanya, Raphaella membuka hp nya dan melihat foto Ezra tadi malam, dia masih tidak paham bagaimana pria itu bisa mencuri hatinya di pandangan pertama, tapi yang jelas dia tidak membenci itu, dia berhasil meminta kontak nomer teleponya sebelum pergi dari rumah lelang.
Aku tidak mengira jatuh cinta akan sesulit ini.