
para pasukan the order of the holy flame mulai melemah mereka kelelahan karena para Humos terus berdatangan tanpa henti, sementara itu di utopia kosong semua penghuninya sudah mengevakuasi diri mereka sendiri karena mereka kaya kebanyakan dari mereka memiliki pesawat pribadi, dan yang tidak punya bisa masuk ke pesawat evakuasi yang sudah di siapkan.
karena utopia berada di atas middle city maka hanya lift yang bisa merai tempat itu dan akses lift telah di matikan, sementara itu yang ada di under city tidak memiliki kesempatan untuk kabur karena para Humos bisa menggali dan membantai yang ada di bawa sanah.
Mel melihat pasukan The order of the holy flame mulai kelelahan namun ia tidak di biarkan ikut barisan karena dia tidak menggunakan armor yang memadai, dan senjatanya juga berbeda dari yang lain.
Semakin lama mereka bertahan semakin sedikit jumlah warga sipil yang berhasil kabur hingga nyaris tidak ada lagi yang datang, semua menjadi sepi layaknya kota mati, kesunyian ini menyebabkan Mel merinding karena dulunya hive city ini penuh dengan suara bahkan saat malam dan sekarang hanya kesunyian yang mati.
Para humos sepertinya berhenti menyerang jalur evakuasi seakan mereka tahu bahwa itu akan menjadi sia sia the order of the holy flame terlalu kuat.
mereka belum mendapat perintah dari pusat untuk melarikan diri, pusat di sisi lain mengevakuasi pekerjanya terlebih dahulu, para atasan tetap di kantor pusat untuk memantau hive city, wajah mereka pucat, dan terlihat kelelahan, tidak heran mereka harus melihat pembantaian yang mengerikan ini, Joryse Kothin juga ada di pusat bersama dengan Raphaella.
"keadaan ini.... Kita sudah tidak bisa menunggu lebih lama lagi"
"tidak masih ada warga sipil yang tersisa"
"nona Joryse aku tahu kamu ingin menyelamatkan sebanyak yang kita bisa, tapi.... Hanya sebanyak ini yang kita bisa selamatkan"
"tidak kita akan menunggu 30 menit lagi"
"30?!, saya paham perasaan anda tapi 30 menit ?, the order of the holy flame sudah kewalahan mempertahankan terowongan evakuasi"
"...."
"baiklah 20 menit itu saja, tuan Lagur akan datang ke sana untuk membantu pertahanan"
"aku juga akan turun"
"... Jangan"
"kenapa ?!, mereka kelelahan aku percaya mereka butuh tenaga tambahan"
"anda di perlukan di sini, orang orang pusat sangat trauma saat ini dan anda adalah penahan moral mereka, jadi tetaplah di sini aku akan turun"
"...."
Joryse hanya bisa diam dan membiarkan Raphaella melakukan rencananya, ia tahu ia ingin membantu tapi orangborang yang ada di pusat membutuhkanya.
...****************...
para pasukan mulai merasa ada yang salah tidak ada tanda tanda para humos yang datang itu antara hal bagus atau buruk, perasaan cemas mulai merangkak di ounggung mereka namun mereka tetap berdiri.
tiba tiba suara langkah kaki bisa di dengar dari antara bangunan sementara itu drone pengamat berhasil menangkap gambaran apa yang membuat suara itu, itu adalah humos berukuran raksasa bentuknya masih sama seperti humos lain tapi itu memiliki 6 kaki, itu berdiri dengan dua kaki belakangnya, sementara kaki tengah dan depanya memegang sebuah pedang yang terbuat dari keratin dan tulang dari tubuhnya sendiri, memiliki tinggi 5,5 meter, dan itu mulai mengarah ke arah para pasukan, para pasukan yang mendapat informasi ini dari pusat jelas kaget, qda versi besar dan kelihatanya memiliki kepintaran dari caranya memegang ke 4 pedang itu dengan kakinya.
Makluk itu akhirnya terlihat oleh para pasukan dan mereka siap untuk menahan makluk itu.
Mereka memutuskan untuk maju karena mereka ingin membuat jarak di antara terowongan dan makluk itu.
Mereka mendekat perlahan membuat formasi benteng perisai dengan tombak mengarah kepada makluk itu, para pemanah dan alteleri menembaki makluk itu namun semua usaha itu nihil, panah panah itu berhasil menempel pada armor makluk itu tapi gagal untuk menembus ke daging di bawah armor itu, bebatuan dan peluru sihir juga hancur ketika bertabrakan dengan armor makluk itu.
Ketika mereka cukup dekat dengan makluk itu tobak langsung saja di dorong ke arah makluk itu namun yang mereka dengar adalah suara tombak mereka yang hancur.
Makluk itu tidak memberi mereka kesempatan satu ayunan pedang tulang dari makluk itu dan 10 orang terbelah dua, suara nyaring yang di buat makluk itu membuat telinga para pasukan kesakitan. Dan makluk itu menebas lagi dan lagi, dalam waktu kurang dari 1 menit 70 pasukan the order of holy flame mati terkena ayunan pedang makluk itu.
mereka pun sadar mereka tidak cukup kuat untuk melawan makluk itu, dan memutuskan untuk mundur, namun saat mereka berdiri di mulut terowongan mereka tidak lagi bisa mundur mereka pun melakukan pertahanan terakhir, Mel yang masih tidak di izinkan bertarung maju dengan blazing star yang aktif dan berusaha menebas makluk itu, namun makluk itu menangkis serangan nya dan makluk itu mundur beberapa langkah.
satu pedang tulangnya patah, salah satu pasukan yang melihat itu langsung memegang baju mel dan menarik nya ke belakang barisan.
"APA YANG KAMU PIKIRKAN ?!"
"a..aku hanya ingin membantu"
"dengar kami mengapresiasi kamu yang mau membantu kami tapi tugas ini untuk orang orang dewasa, kamu lebih baik tetap di belakang... Tidak pergi ke kapal evakuasi cepat !"
"tidak !, aku tidak akan mundur aku juga bagian dari the order of holy flame"
"ini perintah !"
Makluk itu kemudian menjatuhkan pedang yang patah dan menggapai ke punggungya dan memegang satu dari banyak duri merah di punggungya ketika ditarik bisa di dengar suara tulang patah dan daging, dan ketika duri itu di tarik keseluruhan itu menjadi pedang baru.
Makluk itu mulai berlari ke arah mereka, Mel yang di perintahkan kabur tidak mendegarkan perintah itu dan tetap diam dengan pedangnya di tanganya.
Ketika makluk itu sudah dekat ada gelombang keemasan menabrak dan memotong makluk itu makluk itu terlihat kesakitan dan melompat mundur.
semua orang sudah tahu siapa yang melakukan itu, itu adalah Lagur, dia tiba dengan heli dan langsung berdiri di depan barisan.
"maafkan aku yang terlambat.... Aku harus mencari jalan lain karena lift di tutup"
Semua pasukan pun bersorak atas kedatangan pemimpin mereka, Mel juga bersukur karena Lagur telah datang.
Makluk itu kembali maju, lagur yang melihat ini juga lari mendekati makluk itu, sambil menebaskan gelombang gelombang emas, makluk itu menerimanya seperti itu bukan apa apa, sepertinya itu mulai berevolusi di tempat.
Lagur yang menyadari ini langsung mengubah strategi ia mulai beradu pedang dengan makluk itu, makluk itu menebaskan ke empat pedangnya namun tidak ada yang berhasip mengenainya, karena tangkisan Lagur lebih cepat di banding tebasan makluk itu.
Lagur melihat celah armor di leher makluk itu ketika dia melihat cela ia langsung menusuknya, dan mundur, darah mulai keluar daru leher makluk itu dan makluk itu mengeluarkan teriakan yang mengakibatkan gelombang, sehingga Lagur terhempas mundur.
Armor makluk itu mulai meninggi di bagian leher dan bagian yang tertusuk tadi kembali sembuh.
Lagur yang melihat ini jelas terkejut kemampuan regenerasi dan adaptasi makluk ini di luar akal sehat.
Lagur kehabisan ide untuk melawan makluk itu, sampai dari belakangnya muncul 3 pedang sihir yang menusuk makluk itu dan 3 pilar tombak yang jatuh di sekitar makluk itu mengikatnya dengan rantai sihir, makluk itu tidak lagi bisa bergerak.
Ketika Lagur melihat ke belakang Raphaella muncul entah dari mana bahkan para pasukan tidak tahu kehadiranya.
"terimakasih banyak"
"tidak masalah... Jadi bagaimana makluk itu ?"
"aku tidak paham berapa kali pun aku menebasnya pedangku gagal untuk menembus kulitnya"
"... Bisakah kamu membunuhnya ?"
"tidak pedang ku tidak cukup kuat"
"sayang sekali aku juga tidak bisa membunuh makluk ini... Dia terlalu kuat dan aku tidak punya sihir yang cukup kuat untuk membunuhnya"
"jadi... Kita hanya akan menyegel nya ?"
__ADS_1
"ada ide yang lebih baik ?"
Makluk itu mulai meronta ronta dan tiba tiba otot dari makluk itu membesar dan menarik jatuh ketiga tombak itu yang membuat rantai sihir itu hilang.
"sialan"
"sebaiknya kita mundur"
Makluk itu mulai berlari ke arah mereka dengan kecepatan penuh namun tiba tiba terdengar suara ledakan yang mengelegar, dan kepala makluk itu hilang entah kemana berubah menjadi jeli.
Saat mereka berdua melihat ke belakang itu adalah des Milford yang telah menembakan pistolnya.
"maaf aku tidak berpikir aku akan turun ke sini"
"tuan Milford kenapa anda di sini dan tidak melakukan evakuasu ?"
"aku hanya ingin membantu, lagi pula adik ku sudah aman jadi aku memilih untuk datang ke sini"
"terimakasih banyak atas kedatangan anda ke sini"
"tidak... Tidak perlu berterima kasih"
Arcturus pun sampai di tempat evakuasi sambil mengendong 3 anak kecil, mereka tidak sadarkan diri.
"apa aku ketinggalan sesuatu..."
"iya kamu melewatkan banyak hal"
Lagur menunjuk ke arah monster Humos yang mati itu.
"oh wow itu besar... Makluk apa itu ?"
"kami masih belum tahu yang jelas makluk itu bukanlah Ompter"
"hah setidaknya kalian berhasil mengalahkanya"
Perayaan itu di potong singkat dengan figure tinggi yang mulai berjalan ke arah mereka di tangan kananya ia memiliki seonggok baja lebar dan tebal, kelihatanya itu adalah perisai, itu adalah kapten divisi ke 3.
Para pemanah yang melihat ini langsung menghujaninya dengan panah namun semua anak panah itu memantul dan tidak satupun dari mereka menancap di kulit bajanya.
Kapten divisi ke 3, kemudian melakukan gerakan melempar di mana sebuah tombak yang terbuat dari energi murni terbuat dan melayang dengan kecepatan tinggi ke arah garis belakang, dan meledak, atombak itu membunuh 15 dan mengakibatkan 20 terluka. Arcturus yang melihat ini tidak tinggal diam dia terbang dan memutari kapten divisi ke 3 dengan peluru dan misil sihir, namun semua serangan itu tidak melakukan kerusakan apapun.
Arcturus mencoba untuk melakuan hal yang sama tapi tiba tiba dia terpental dan menabrak bagian atas mulut gua dan ia jatuh ke tanah tidak sadarkan diri.
Ternyata kapten divisi ke 3 menendangnya ketika ia berada di udara, gerakanya sangat cepat untuk ukuranya yang besar.
Lagur yang melohat itu jelas kaget bersama dengan Raphaella.
"tidak mungkin !, sesuatu yang sebesar itu tidak mungkin bisa bergerak secepat itu"
Arcturus langsung di amankan ke dalam terowongan evakuasi, Mel yang melihat ini dari garis belakang tahu pasti bahwa lawan mereka terlalu kuat.
Lagur mengangkat pedangnya bersiap untuk maju.
"tuan Milford, apa senjata anda sudah siap ?"
"bagaimana dengan anda Raphaella ?"
"aku akan mencoba untuk membantu anda dari sini"
Lagur mengangguk dan kemudian lari maju ke arah kapten divisi ke 3, di tengah jalan ia mengayunkan pedangnya tiga kali mengakibatkan gelombang emas yang melesat ke arah musuhnya.
Kapten divisi ke 3 mengangkat perisainya dengan cepat menahan semua gelombang sihir itu dengan mudah.
Lagur langsung memutarinya dengan kecepatan tinggi hendak menyerangnya dari belakang, namun kapten divisi ke 3 sudah tahu itu, dia melakukan tendangan memutar ke arah Lagur.
Namun sebelum tendanganya kena kakinya telah terikat oleh rantai Raphaella, rantai itu terhubung dari sisa sisa tombak sebelumnya.
Lagusr pun menebas leher dari kapten divisi ke e namun yang terdengar hanyalah suara baja yang beradu, ketika ia menyadari ini Lagur langsung mundur dengan cepat.
Ia kembali ke barisan, sementara itu kapten divisi ke 3 menghancurkan rantai yang mengikat kakinya dengan mudah.
Lagur melihat ke arah pedangnya, itu telah terkikis sangst buruk.
Joryse dan pusat yang melihat ini jelas kaget tidak pernah ada yang berhasil selamat dari serangan Lagur, dan mereka pun terpaksa melakukan pilihan terakhir, yaknih meninggalkan hive city itu dan orang orang yang terjebal di dalamnya.
Lagur yang mendengar ini paham ini adalah pilihan terakhir bahwa tidak mungkin lagi untuk menyelamatkan hive city ini.
"Kalian semua... masuk ke kapal evakuasi, kita akan mundur"
Milford yang mendengar ini terlihat tidak senang dengan perintah pusat.
Pistolnya kembali mengeluarkan cahaya biru tanda itu sudah siap.
Ia mengambil bidikan dan menembak ke arah kepala kapten divisi ke 3 dan suara mengelegar pun terdengar, ketika peluru penuh energi itu menabrak kepala kapten divisi ke 3, tabrakannya sangat kuat yang mengakibatkan gelombang kejut yang kuat, dan ledakan kecil.
Namun ketika asap hilang dari arah kapten divisi ke 3, tidak ada goresan sedikitpun, maupunbkerusakan yang berarti.
Milford jelas kaget pertama kalinya ada makluk yang bisa menahan serangan nya, wajahnya langsung penuh dengan ketidak percayaan dan kepanikan.
Lagur yang melihat ini langsung saja mengambil tindakan.
"kalian semua mundur !"
Semua pasukan mulai mundur dengan cepat, tidak... Secepatnya, Raphaella, dan Milford juga mundur tapi Lagur menahan kapten divisi ke 3 di mulut gua karena kapal evakuasi membutuhkan waktu 5 menit sebelum bisa terbang.
Mel yang melihat ini diam diam sembunyi untuk melakukan serangan kejutan dan membantu Lagur.
"kamu.akan.menahan.ku.di.sini.?,betapa. mulianya.kamu...siapa.nama.mu?"
"nama ku Lagur Tza"
"Lagur....tuan.Lagur.....aku.akan.mengingat.itu"
"lalu siapa nama mu ?"
"nama.ku.adalah.Rokkas"
__ADS_1
"baiklah tuan Rokkas... Aku tidak akan membiarkan mu melewati terowongan ini tanpa melewati mayatku"
"aku.paham.betul.maksudmu"
Lagur mengangkat pedangnya dan cahaya emas mulai tercipta dan ia pun mengayunkan pedangnya sekuat tenaga.
"BLAZING STAR"
Sebuah gelombang energi melesat ke arah Rokkas, Rokkas dengan cepat mengangkat perisainya, namun perisainya tidak kuat menahan serangan itu, terbelah dua dan Rokkas juga terhempas mundur beberapa langkah namun ia kembali maju, sambil melihat ke arah perisainya.
"itu.baru.namanya.serangan.sekarang.giliran.ku"
Rokkas tiba tiba berada di depan Lagur dan memukul dadanya dengan kekuatan yang luar biasa, armor plate dadanya hancur, dan semua tulang rusuknya juga hancur, ia terhempas dan menabrak dinding gua yang mematahkan lengan kanannya.
Mel yang melihat itu, keluar lompat dari persembunyian tepat di samping Rokkas.
"BLAZING STAR"
Kekutan serangan Mel jauh di bawah kekuatan Lagur, namun karena itu adalah serangan kejutan Rokkas tidak bersiap dengan serangan itu yang menghantam kepalanya, di tambah kagi serangan Mel bukan kelombang namun langsung beradu dengan pedangnya.
Pedang Mel langsung patah namun itu juga membuat Rokkas sedikit pusing karena ia tidak memiliki waktu untuk memfokuskan sihir pelindungnya ke kepalanya.
Rokkas jatuh berlutut sambil memegangi kepalanya dengan satu tangan. Sementara itu Mel berusaha membawa Lagur ke kapal evakusi, Rokkas yang melihat ini kemudian berdiri dan pergi.
Setelah keluar dari terowongan Rokkas melihat ke arah perisainya yang terbelah dua dan melepaskanya.
Seorang gadis muncul dari udara tipis.
"tuan Rokkas... Mengapa anda membiarkan mereka kabur ?"
"gadis.itu...akan.tumbuh.kuat...aku.ingin.lihat.dia. Dalam.potensi.penuh.nya"
tiba tiba di hadapan Rokkas muncul banyak Ombians dengan tudung putih dengan corak hitam, masing masingmereka memegang dua dagger, yang penuh dengan darah.
"kami telah memburu semua orang yang sembunyi tuan Rokkas"
"bagus.seperti.yang.di.rencanakan"
"tapi tuan kami maaih belum paham mengapa kita hanya menargetkan middle city dan under city ?, dan mengabaikan utopia"
"itu.adalah.usulan.rencana.dari.kapten.divisi.ke 8. Dan.itu.telah.mendapat.persetujuan.dari.ratu"
"apa tujuan nya ?"
"aku.tidak.tahu.tapi.kapten.divisi.ke 8.sudah.hidup.di.hive.city.lebih.lama.di.banding. Siapapun.aku.yakin.ia.punya.rencana"
Gadis itu mengangguk.
"haruskah kita melakukan pembersihan sekarang ?"
"lakukan.lah"
...****************...
sementara itu kapal evakuasi berhasil lepas landas, hanya satu pesawat yang berhasil lepas landas dan itu memiliki penumoang sebesar 790 orang, pusat juga yang berada di utopia berhasi lepas landas dengan semua anggotanya selamat.
Lagur yang sekarat sedang di obati oleh Raphaella dan Arcturus, ketika keadaanya sudah baikan mereka berdua duduk di sisinya.
"....terima...kasih"
"beristirahatlah kamu butuh waktu untuk pulih"
"hey....Arcturus....bagaimana....bagaimana...kamu bisa baik baik saja ?"
"jangan remehkan armor naga ku aku hanya tidak sadarkan diri"
"begitu....ha..haha....b-bagaimana dengan Mel ?"
"dia baik baik saja dia yang membawamu ke sini"
"sukurlah...."
"tidurlah semua akan baik baik saja"
Lagur pun menutup matanya dan tertidur.
"sukurlah anda ada di sini tuan Arcturus jika tidak, aku tidak yakin aku dan tim medis dapat menolongnya"
"tidak perlu, ini semua berkat armor ku, jika ini tidak memiliki Nanites"
"iya, kita tidak memilikinya di kapal evakuasi aku benar benar bersukur kamu memilikinya"
Arcturus melihat ke arah Milford, dia duduk dan terlihat putus asa sambil nelihat ke arah pistolnya.
"tuan Milford.... Semua baik baik saja ?"
"tidak.... Semua baik baik saja... Hanya saja aku sedikit shok seranganku tidak melukai makluk itu sedikit pun"
"aku paham perasaan mu, tapi makluk itu jauh lebih kuat di banding kita semua, kita beruntung bisa selamat"
"kamu benar....aku..aku...aku hanya... Tolong tinggalkan aku sediri, aku ingin memikirkanya dulu....sendirian"
"baik aku paham.... Hubungi aku jika kamu ingin membicarakanya lagi"
Milford mengangguk.
"terima kasih"
...****************...
sementara itu Ezra berjalam di gurun pasir menuju suatu tempat, ia melihat ke atas dan melihat kapal evakuasi yang menuju jalan lain, sedikit yang ia tahu Mel juga melihatnya dari atas sana.
"heh.....ini hanya permulaan... Aku harap kamu siap dengan apa yang akan datang.... Mel"
Ia melanjutkan perjalananya di padang gurun dan langit terang panas.
__ADS_1
...THE END OF ACT 1...