Dunia Terra: Masuk Ke Dalam Novel

Dunia Terra: Masuk Ke Dalam Novel
penyelamatan


__ADS_3

Ketika Ezra sampai di kamarnya dia menarik nafas yang panjang ia lega ia selamat dan memberikan kesan yang bagus seksrang ia hanya bisa berharap para Ombians tidak mencarinya lagi.


Sekarang ia memutuskan untuk pergi tidur, ke esokan harinya ada seseorang datang pagi pagi ke rumah mereka, itu adalah Milford, saat itu yang ada di rumah adalah Ezra dan Marie.


"tuan Milford sudah lama tidak bertemu jadi... Apa kedatangan anda ke sini ?"


"ah!... Ezra aku tidak menyaka kita bisa bertemu lagi... Aku datang ke sini untuk Marie... Apa dia ada di rumah ?"


"...i-iya dia ada m-mau aku panggilakan ?"'


"tidak perlu... Berikan saja ini padanya"


Milford memberikan sebuah surat.


"... Bukankah lebih masuk akal untuk meng email Marie dari pada datang jauh jauh begini"


"email bisa di palsukan atau di curi, tapi surat ini adalah hal khusu untuknya"


"baiklah terimakasih banyak tuan Milford"


"sama sama, aku akan pergi dah"


Milford pun pergi, ketika Ezra membuka surat itu, isinya adalah surat penerimaan sekolah tingkat lanjut, itu adalah hal yang tidak bisa di dapat dengan mudah, dan siapapun yang mendapatkanya memiliki kesempatan untuk menjadi bangsawan, Ezra yang melihat ini merasa bangga walau Marie bukanlah adik kandungnya namun ia sudah melihat Marie seperti adiknya sendiri.


Ezra pun memberikan surat itu kepada Marie,dan Marie langsung lopat kesenangan dari bangku nya, dia hamoir terjatuh, matanya bersinar dengan kegembiraan.


"YEEESSSS.....!!!"


"hahaha ku ucapkan selamatm sekarang ayo buka di mana saja kamu di terima"


Marie pun membuka surat itu, rahang bawahnya langsung jatuh, dia di terima di semua jenis sekolah tinggi yang ada di terra.


"OH ASTAG!,A EZRA!, LIHAT INI"


"oh wow selamat !, kamu di terima di semua sekolah tinggi... Mana yang akan kamu masuki ?"


"ummm....eeeh.... aku kesulitan menentukanya"


"pikirkan baik baik ini akan menentukan masadepanmu"


"um... Ah aku akan masuk ke Savra saj-"


"jangan...."


Marie diam mendengar itu... Sebelum ia mulai bicara.


"me-memangnya kenapa ?,... Bukanya Savra adalah sekolah paling bagus di terra ?"


"...yah Savra adalah sekolah paling bagus di terra... namun percayalah padaku... itu bukan lah sekolah,... Itu adalah sebuah lab percobaan"


"?...lab percobaan ?"


"dengar aku tidak ingin menjelaskanya berlebihan tapi percayalah Savra bukanlah sekola, orang berbakat seperti mu adalah incaran mereka"


"be-begitu yah...."


Marie terlihat takut namun juga lega ada Ezra yang memberi tahu hal ini, ia tahu jika ia mempercayai Ezra dia akan baik baik saja, ia tahu.... Bahwa Ezra akan memberikan oilihan terbaik.


"ka...kalau begitu... Kenapa tidak kamu saja yang memilihkan sekolahnya untuk ku ?, aku percaya kamu akan membuat pilihan terbaik"


sebelum Marie dapat menunjukan list sekola sekolah yang ada Ezra langsung saja menjawab.


"The Solaris institute... Itu sekolah terbaik"


"oh.. Baiklah"


Seperti yang aku duga Ezra sudah tahu nama sekolah bahkan sebelum aku memberikan listnya.


"oh iya satu lagi... Marie.... Dalam keadaan apapun jangan... Dan sekali lagia ku bilang jangan pernah bergabung dengan militer atau pemburu oke ?, resikonya sangatlah tinggi"


"baik... Aku akan ingat itu baik baik"


"baiklah aku akan pergi sekarang, kamu sudah tahu cara mengisi surat ini kan ?"

__ADS_1


"mhm.... Aku sudah tahu"


"baguslah, aku akan pergi dulu dah"


Ezra pun pergi meninggalkan Marie di kamarnya.


****************


Sementara itu Arcturus, duduk di kantornya, dia melihat semua laporan namun tidak ada yang memuaskanya, apa yang terjadi di hari itu akan ia ingat... Ia sangat ingin pensiun,namun sangat di sayangkan kelihatanya ada pihak yang tidak memperbolehkanya.


Dia mengambil sebuah bingkai foto kecil di dekat mejanya


"oh Fayta.... Aku harap kamu ada di sini untuk ku... Di waktu yang begitu membingungkan ini"


Itu adalah sebuah foto keluarga, kelihatanya Fayta adalah istri dari Arcturus.


"maafkan aku aku tidak bisa bersama mu di saat saat terakhir mu karena pekerjaan ku, dan ketika aku ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan Sasha, aku di halangi... Haaaah...."


Air mata mulai mengalir dari matanya.


Sedikit yang Arcturus tahu, Shasha, mendengarkan semua renunganya ini di balik pintu kantornya, namun Shasha tahu ayahnya butuh waktu jadi ia pun pergi.


Dia menuju sebuah ruangan, itu adalah ruang tembak dalam ruangan, ia pun mengambil senapanya yaitu M4A1 yang di belikan ayahnya dan muai praktis tembaknya, matanya sangat fokus ia harus fokus agar tidak merusak senapanya, terlalu banyak sihir yang di alirkan senapan itu akan rusak, dan jika energi sihirnya telalu sedikit itu tidak akan menembak.


ia membutuhkan waktu 12 menit untuk menembakan seluru magazine ke satu target, kadang peliru yabg meluncur hanya satu, terkadang dua, tapi paling beruntung ia berhasil menembakan 5 peluru berturut turut.


Walau begitu wajahnya menunjukan kekecewaan, ia benar benar ingin bisa mengendalikan senapan nya seperti ia mengendalikan sebuah pistol, tspi karena ukuran dan ketidak familiarnya ia dengan senapan, Shasha jelas, kesulitan, ia pun mencoba mengganti forgripnya, ia sudah ber experiment dengan semuanya namun tidak ada yang terbilang nyaman untuk nya.


Ia melakukan praktis lagi dan lagi hingga ia kelelahan karena jumlah energi sihir yang ia keluarkan.


Tanpa ia sadari Raphaella sudah berdiri di belakangnya selama ini.


"eh!,...se...sejak kapan kamu di sini ?"


"cukup lama"


"b-begitu yah... Haaah... aku merasa aku tidak akan pernah bisa menggunakan senapan ini"


"...hey apa kamu selalu menggunakan topeng mengerikan itu ?"


"hm?... Tentu saja tidak aku melepaskanya saat aku mandi, tidur dan makan malam"


"makan malam ?, itu terlalu spesifik"


"itu hanya budaya dari keluarga ku makan malam adalah hal sakral, dan harus di lakukan bersama seluruh anggota keluarga, dan tetap sunyi"


"'begitu... Hey apa kami sudah dengar tentang pembunuhan Leonus Forde ?"


"'tentu... Itu ada di mana mana"


"aku ingin tahu apakah pria gagak itu terlibat dengan hal ini... Maksud ku sekaranga ada tebusan untuk informasi apapun mengenai nya"


"aku yakinkan padamu dia tidak ada hubungan apapun dengan pembunuhan ini"


"kamu mengatakan itu karena kamu menyukainya kan ?"


"t-tidak begitu,.... Yah mungkin iya aku menyukainya, namun bukan berarti aku tidak akan melakukan tindakan yang melindunginya jika ia melakukan hal yang salah"


"baiklah terserah kata mu"


****************


Ezra berjalan di area berbahaya sektornya, banyak suntikan dan sampah berserakan, jalanan juga begitu sepi, ia lulang dari 'rumah' Chichiro memberikan makanan dan pakaian seperti biasa.


ia menuju jalan pulang dengan santai, sast di jalan pulang ia melihat Roselle di ganggu oleh 3 pria, dari wajahnya Roselle jelas terlihat takut dan terganggu.


Ezra awalnya tidak ingin terlibat namun hatinya mengatakan untuk membantunya, ia pun berjalan ke arah mereka.


"hey !, bukan kah itu cukup lepaskan dia"


Roselle yang melihat Ezra orang yang ingin menolongnya langsung berlari ke arahnya dan sembunyi di belakang nya.


"eh ?!,... Siapa kau !"

__ADS_1


"jangan mencoba jadi pahlawan sobat, serahkan gadis itu, dan mungkin kami akan membiarkan mu pergi"


Mereka mengeluarkan pisau saku dari saku mereka.


Sementara itu Ezra langsung menarik pistolnya dan menodongkanya ke arah mereka.


"oh !, yeah aku akan jadi pahlawanya di sini !, ayo maju !"


Ketiga orang itu kaget bahwa Ezra memiliki pistol bahkan Roselle kaget, dua dari mereka mau membubarkan diri dan pergi namun satu di antara mereka mulai berlari ke arah Ezra, ia berbadan paling besar.


"dasar bodoh !, apa yang kamu lakukan !, mundur!"


Ezra langsung saja menembakan pistonya tiga kali ke arah tangan kaki dan perut, badan besarnya langsung jatuh ke tanah, sambil berteriak kesakitan, air mata bisa terlihat dari matanya ia merangkul seperti bola besar berusaha menutup lukanya.


Kedua orang di belakangnya langsung berlari ke arah temannya yang jatuh berusaha menolongnya.


"dasar bodoh !, apa kamu tidak tahu apa itu pistol !"


"ma-maaf"


Ezra melihat ke arah Roselle yang terlihat lega, dan ia pun berjalan melewati ketiga orabg itu dan memberikan mereka first aid.


"tolong teman bodoh mu itu"


"te-terima kasih"


Mereka pun dengan cepat berusaha mengeluarkan peluru dsri tubuhnya dan menutup lukanya.


Ezra dan Roselle yang mengikutinya dari belakang pergi pun pergi meninggalkan mereka.


"kenapa kamu memberikan mereka first aid"


"karena mereka juga manusia"


"aku tidak melihat itu dari mereka, maksudku mereka jelas orang jahat"


"iya, dan itulah cara mereka hidup, tidakkah kamu lihat lingkungan ini, secara logis akan banyak kriminal lahir di lingkungan seperti ini"


"... Hey.... Te-terima kasih sudah menolongku"


"tidak masalah,... Lagi pula mengapa kamu ada di sini ?"


"aku tersesat... Gps dan koneksi tidak bekerja di sini dan aku tidak tahu kenapa"


Pasti para Ombians.


"yah kau lihat tempat ini begitu rusak gps tidak akan berguna di sini"


"begitu yah...., hey b-bagaimana kamu bisa punya pistol ?"


"aku membelinya memangnya kenapa ?"


"Ti-tidak... Hanya bertanya... kamu menembak kannya dengan lancar aku yakin kamu penyihir hebat"


"yah begitulah"


Ezra dan Roselle pun kelusr dari zona berbahanya dan area mulai terlihat seperti perkotaan pada umumnya dan gps milik Roselle sudah kembali menyala.


"yes koneksi sudah kembali... Seksranga aku bisa menelepon ayah ku"


"kalau begitu kamu tidak lagi memerlukan aku, aku akan pergi, dah jaga dirimu"


"tu-tunggu si-siapa nama mu ?"


"nama ku Ezra"


"Ezra.... Bi-bisa kita bertukan nomer telpon"


"haaah..... tentu"


"sungguh !, maksudku te-terima kasih"


Mereka pun bertukar no telpon dan berpisah setelahnya, walau begitu mereka bisa berbicara kapan pun mereka mau.

__ADS_1


__ADS_2