
Marie mulai berjalan ke arah Ezra dia terlihat sedikit murung.
"hei.... Ezra bisa bicara sebentar"
"hmm ?, yah ada apa ?"
"kamu tahu aku sudah bermain game yang kamu berikan padaku tapi... Aku tidak mempelajari apapun... Maaf tapi aku pikir ini buang buang waktu"
"oh iya aku nyaris lupa ayo ikut aku"
Ezra dan Marie pun pergi ke kamar Ezra untuk memperlihatkan sesuatu di komputernya Ezra.
Setelah masuk ke dalam blockcraft dan ia mengubah setting dari bahasa yang mereka ketahui menjadi bahasa inggris.
"baiklah sekarang dengarkan aku kamu mukai sekarang bermain game yang sama hanya saja bahasanya aku ubah, ini agar kamu menghapal kata benda di game ini, jika kamu mau belajar cara oenyebutan bermainlah app dengan icon burung hijau ini di sini kamu akan belajar penyebutan dan kosa kata kamu paham ?"
setelah melihat itu Marie langsung senang dan mengambil headset nya.
"baiklah !, ayo kita bermain (belajar)"
Setelah itu Ezra mendapat pesan dari rumah pelelangan yang akan di adakan jam 9 malam hari ini.
"oh wow itu terlalu tiba tiba...., hey Marie"
"hmm"
Marie mempause gamenya.
"aku akan pergi malam ini kemungkinan aku akan pulang besok jadi jangan terlalu khawatir"
"memangnya kamu mau ngapain ?"
"pekerjaan"
"oke !"
Marie lanjut bermain.
Setelah itu Ezra mulai memasukan jubah, topeng, vest anti pelurunya, vest itu meniliki semacam barrier biru yang mengelilinginya dan pistol serta sabuk untuk pistolnya serta beberapa magazine.
beberapa jam kemudian Marie kini sedang bermain kosa kata sementara itu Ezra sudah siap untuk pergi dia harus berangkat jam 7 malam jika dia mau sampai tepat waktu.
Dia pun hendak pergi.
"Marie aku pergi dulu sampai jumpa"
"ya ya hati hati"
Namun ketika ia membuka pintu depan Noofi sudah membuka pintunya duluan dia baru pulang dari pekerjaanya.
"eh Ezra kamu mau kemana ?"
"aku ada urusan kemungkinan aku akan lulang besok... Oh ada kari dari tadi siang kamu tahu cara menghangatkanya kan ? Aku sudah mengajarimu, aku akan pergi dah"
"baiklah hati hati"
Ezra pun pergi ke tempat ia menyerahkan barangnya minggu lalu dan bertemu si pemilik lelangnya lagi.
"ah anda telah datang jemputanya akan datang sebentar lagi"
"baiklah aku akan berganti pakaian dulu"
"baik silakan ada kamar mandi di sebelah sana"
Beberapa menit berlalu kemudian Ezra keluar dari kamar mandi jubahnya menutupi bagian belakanya seperti cape, dia menggunakan baju hitam mewah serta celana merah juga topeng gagaknya memiliki paruh dengan matanya yang terbuat dari kaca satu arah, di bagain bawah topengnya terdapat beberapa pipa yang memutari lehernya, topeng itu terbuat dari kayu kualitas tinggi dan bagian ujung paruh dan pipi yang terbuat dari perak, pistolnya tersembunyi di balik jubahnya.
"luar biasa tuan !, luar biasa"
"ah sudah aku jadi malu... Jadi bagaimana apakah ini tidak masalah ?"
"aku sudah menginformasikan boss ku anda akan menjadi tamu annonimus jadi seharusnya tidak masalah"
"...siapa boss mu ?"
"oh yah namanya adalah nyonya Joryse Kothin"
oh **** pelelangan di rumah joryse adalah salah satu event penting di buku.
"oh sungguh nyonya joryse ?, dia sangat garang tapi juga baik"
"anda oernah bertemu denganya ?"
"tidak tapi banyak kabar baik tentang dirinya"
"yah nyonya Joryse memang sedikit garang... bukan lazimnya wanita bertingkah seperti itu, namun dia baik dia sangat baik.... Mungkin matanya sedikit mengerikan tapi jangan khawatir"
"yah tentu aku akan ingat itu"
"ngmong ngoming tuan.... Mengapa anda mengirim barang lelang anda di sini ?, dan tidak di utopia ?"
"karena aku hidup di middle city..., sejujurnya aku benci hidup di utopia persainganya sangat ketat dan bukan tempat yang aman jika kamu adalah orang baru"
"begitu yah.... Terimakasih sudah menjawab pertanyaan saya"
"tidak masalah"
Setelah beberapa menit berbincang jemputan Ezra pun datang jemputanya adalah 5 mobil hitam salah satunya memiliki ukuran dan memiliki armor, beberapa tentara pun bersiap di lokasi bersenjatakan crossbow.
"tuan Ezra silakan"
"kamu tidak ikut ?"
"tidak saya masih terhitung penghuni middle city, walau saya bekerja di bawah nyonya Joryse saya tidak boleh pergi ke utpia dulu"
"oh baiklah kalau begitu sampai jumpa"
Ketika Ezra mendekat sang bodyguard dekat mobil berarmor membukakan pintu mobionya untuknya, dan Ezra pun masuk.
ke 5 mobil pun akhirnya mulai maju membuat formaai dua di depan dan dua di belakang sementara mobil berarmor mewah berada di tengah, saat di perjalanan sang pengemudi selalu melihat ke arah spion bagain dalam untuk melihat Ezra, Ezra menyadari ini.
"hm?, ada yang salah"
"oh tidak tuan mohon maaf tapi penampilan anda hanya.... Sangat mencolok untuk seseorang yang mau identitasnya di rahasiakan"
Aku tahu seharusnya aku beli topeng biasa saja, ego ku menang pada saat membeli topeng.
"oh yah, itu tidak masalah karena topeng ini menutupi wajah ku dengan baik, lagi pula topeng ini bukan hanya topeng tapi juga seni"
"mohon maaf saya tidak begitu paham tentang seni"
"tak perlu minta maaf"
Mereka lun berbincang cukup panjang dan sampailah mereka di sebuah pilar di tengah hive city pilar itu tinggi berwarna hitam dengan aliran energi yang sangat terlihat.
Ketika mereka masuk merekapun menuju semacam bagasi besar yang ternyata itu adalah lift untuk kendaraan bisa di rasakan mereka naik ke atas dengan cepat itu butuh waktu 2 menit sebelum mereka sampai di atas walau dengan kecepatan seperti itu, tentu saja karena pilar itu menembus bagian middle city menuju utopia, tinggi pilar itu adalah 16,0934 km.
__ADS_1
Seteleah sampai di atas dan keluar dari pilar tersebut, sampailah Ezra ke utopia tingkatan tertinggi di hive city, utopia lebih kecil di banding middle city tapi fasilitasnya lebih banyak, di pinggir jalan terdapat pohin besar berjajaran, yang tidak ada di milddle city, udaranya lebih segar di banding middle city yang berbau seperti baja dan besi, langit langit di utopia lebih rapih di banding middle city yang terlihat ujung ujung layar simulasinya, di sini langit langitnya seperti nyata walau semua tahu itu hanya simulasi.
Polisi yang berjaga di malam itu memiliki perlengkapan lebih tinggi, merka menggunakan power armor walau senjata mereka masihlah crossbow, tapi crossbow mereka berkualitas tinggi.
Ezra dan body guard sewaanya pun sampai di sebuah bangunan megah, walau ini berada di masa deoan bangunan itu terlihat seperti bangunan fantasi abad pertengahan yang rapi, banyak penjaga berpatrol di sekitar bangunan besar itu.
Banyak juga tamu di sana mereka adalah penghuni utopia, baju mereka mewah dan beberapa dari mereka membawa body guard di samping mereka untuk keamanan, walau begitu mereka masih berada di luar bangunan sepertinya menunggu untuk pintunya di buka.
Ketika mobil Ezra sampai semua mata tertuju padanya, ketika ia keluar semua terkejut dengan penampilanya yang sangat mencolok dan unik, topeng gagak nya, jubah hitamnya, terutama manset ungunya, di mana warna ungu terbilang warna yang sangat mewah karena sulit di dapat pada pakaian.
Banyak orang mulai mendekat mulai dari bisnis man hingga bangsawan tingkat renah ingin berkenalan denganya, atau bahkan ingin melakukan hubungan bisnis.
Namun mereka semua di tahan oleh body guardnya Ezra, body guard sewaan lebih tepatnya.
Melihat ini mereka semakin semangat seseorang yang misterius dengan banyak bodyguard nya pasti adalah tokoh besar atau kaya, mereka mulai memperkenalkan diri mereka walau di abaikan, menyebutkan jabatan dan pekerjaan mereka,bahkan beberapa dari mereka menunjukan handphone mereka dan menunjukan jumlah Aurum yang mereka miliki.
Keributan nyaris bentrok namun pintu bangunan itu pun terbuka dan seorang wanita keluar dari dalamnya dia menggunakan baju jenderan dengan pedang di pinggangnya, rambutnya berwarna putih dan matanya berwarna biru.
"hm... kau pasti tamu spesial itu yah... , ayo masuk jika kamu di luar malah akan ada keributan"
Tanpa banyak bicara Ezra pun masuk sementara para bodyguardnya bergabung dengan penjaga yang lain di sekitar bangunan.
Pintu pun di tutup kembali karena memang belum saatnya di buka.
"ayo ikut aku"
Ezra mengikuti wanita itu melalui lorong yang sangat indah warna dinding lorong itu berwarna biru muda layaknya langit, terdapat beberapa lukisan abstak penuh warna, harganya pasti omongkosong seperti barang 'seni' pada umumnya.
Sampailah mereka di ujung lorong sebuah pintu ganda seperti gerbang terbuat dari kayu kualitas tinggi, barang dari kayu saja sudah langka apalagi dengan kualitas seperti ini.
"kamu tahu saat aku mendengar kamu akan datang sebagai annimus aku berpikir kamu tidak akan mencolok seperti ini"
Kata wanita itu dengan nada dinggin.
"yah aku tahu ini berlebihan"
"kali ini aku maafkan tapi jika ini terjadi lagi tidak usah repot repot jadi annimus, kamu nyaris membuat kericuhan"
"maaf"
Pintu kayu itu pun di buka di dalamnya adalah sebuah ruangan luas, banyak meja dan kursi seperti restoran, yah ini memang restoran namun tempat pelelangan juga, terdapat panggung kecil di ujung kanan ruangan untuk menampilkan barang.
Ezra melihat ke arah sebuah jendela di belakang panggung dan melihat ke arah sebuah balkon dari bangunan sebelah.
"ada masalah ?"
"tidak hanya.... Ruangan yang bagus"
"..."
Wanita itu tidak merespon.
"ngomong ngomong mengapa aku di biarkan masuk terlebih dahulu?"
"jika kamu di biarkan di luar keributan akan terjadi jadi diamlah di sini sampai pelelanganya di mulai"
"owh"
"hm.... Cara bicaramu aneh"
"aneh bagaimana"
"..... Sudahlah tidak perlu di hiraukan, tempat duduk mu ada di sana"
Wanita itu menunjuk ke arah sebuah meja dengab dua bangku dan satu meja, di lihat dari lokasinya yang dekat dengan panggung itu adalah meja VIP.
ketika meja sudah di isi para pelayan mulai memberikan menu untuk malam itu, namun Ezra tidak tertarik maupun bisa memakan makanan yang ada karena topengnya menghalangi.
Dari lorong muncul dua orang itu adalah Sasha dengan ayahnya, mereka di kelilingi beberapa bodyguard dan mereka duduk tepat di belakang Ezra.
Ezra berpura pura melihat ke bawah namun matanya mengarah kepada mereka.
Yah sayang sekali pria itu harus mati.... Aku tidak memberinya nama karena dia akan mati di sini, dia hanya muncul dua kali dan ini adalah malam terakhirnya..., Sasha yang malang harus melihat kematian ayahnya sendiri.
Setela itu dia membuka hp nya dan melihat lihat internet untuk menghabiskan waktu.
Beberapa menit kemudian di mana orang orang sedang makan dan saling berbincang, dari lorong muncul 3 orang, mereka memiliki jubah hitam panjang hingga ke lantai, mereka menggunakan sebuah topeng tengkorak rusa dengan tanduk yang berfariasi, kelihatanya ukuran tanduk itu menentukan umur mereka karena yang tertua memiliki tanduk terpanjang, sementara yang termuds memiliki tanduk yang lebih pendek.
mereka berdiri di tengah ruangan melihat ke kanan dan kiri, salah satu dari mereka yang tanduknya tidak terlalu panjang namun bercabang yang pandanganya terikat pada Ezra.
pelayan pun datang untuk mengantar mereka ke bagian depan dan menunjukan meja untuk mereka, namun meja itu hanya punya dua kursi.
Saat pelayan mau mengambilkan kursi ke tiga sang tanduk bercabang menolak dan membisikan sesuatu kepada tanduk terbesar, yang mana sang tanduk besar itu melihat ke arah Ezra dan mengangguk.
Sang tanduk bercabang itu kemudian datang mendekati meja Ezra dan.
"permisi apakah aku boleh duduk di sini ?"
mengejutkan suaranya sangat lembut, seperti seorang malaikat walau dengan wujud yang sangat mengintimidasi, dia terlihat seperti gadis muda tapi topengnya menutupi umur itu.
"oh.... Tentu silakan"
Sang wanita itu pun duduk.
Mengapa Raphaella duduk di sini ?!, bukanya seharusnya dia membuat bangku nya sendiri dari sihirnya ?!, aku harap ini tidak mengubah timeline atau masa depan yang akan datang.
"hey.... Bi-bisa aku tahu nama mu ?"
"maaf aku tidak bisa memberi tahukan nama ku"
"o-oh !, ti-tidak masalah"
Mengapa dia sangat canggung ?, aku tidak ingat membuat karakternya canggung begini, dia seharusnya dingin dan tidak pedulian sebelum ia bertemu dengan Mel.
"jadi Raphaella bagaimana kabar mu ?"
"huh ?... Bagai... Bagaimana kamu tahu namaku ?"
ADUH TOLOL
"yah.... Itu....um"
"apakah itu sihir mu ?"
"ah ?, oh iya iya !, itu sihir ku"
"oh begitunyah.... Maaf menurut ku kurang sopan untuk nenggunakan sihir secara diam diam seoerti itu"
"oooh..... Terus kenapa kamu menyembuyikan pedangmu dengan sihir mu ?"
"Eh !"
"kamu memeluk sebuah pedang sekarang kan ?"
"bagaiman.... Bagaimana"
__ADS_1
Walau menggunakan topeng Raphaella jelas panik dan malu karena kata katanya di balikan kepadanya.
"ma-mari kita lupakan kita menggunakan sihir pada satu sama lain"
Kata Raphaella tidak bisa membuat kontak mata dengan Ezra.
"cukup adil"
Dari lorong kembali muncul tamu vip, dia adalah seorang pria yang lumayan berumur dia membawa dua body guard yang sangat kuat, armor energi yang mereka gunakan menutupi seluruh tubuh mereka, mereka seperti pasukan dari cerita sci-fi namun karena bangunan yang mereka masuki adalah bangunan layaknya abad pertrngahan fantasi membuat mereka lebih mencolok dan aneh, mereka tidak di senjatai crossbow melainkan senapan laras panjang..., kelihatanya itu adalah senapan M4A1, walau begitu sepertinya itu telah di modifikasi, beberapa bagian memiliki kristal ungu seperti di bagian magazine, pemacu dan bagian pegangan pengisian, dan mereka tidak memiliki safety swich.
Pria dan para bodyguardnya itu pun duduk di baguan ujung ruangan dekat dengan jendela, body guardnya berdiri di begian jendela satu melihat keluar jendela, dan satunya menghadap bagian dalam ruangan, dan sudut pandang luar tidak bisa melihat orang yang mereka jaga itu.
Ezra dan Raphaella melihat mereka tentu saja bukan hanya mereka tapi semua yang ada di ruangan itu.
"hmm..... CEO white steel ada di sini ?, itu mengejutkan"
kata Raphaella.
"yah kemungkinan dia akan menjual produk baru atau semacamnya"
"bukankah mereka lunya web side untuk itu ?"
"yah tapi aku yakin ini bagus untuk promosi atau dia berusaha menjual suatu prototype"
Raphaella mengangguk.
"yah itu kemungkinan paling tinggi"
White steel adalah organisasi manufaktur senjata terbesar di terra, mereka adalah pembuat crossbow sampai senapan paling canggih, sebaiknya tetap menjaga identitas dan senjataku sendiri.
Ezra melihat jam di handphone nya itu menunjukan jam 8.40, acaranya akan di mulai sebentar lagi.
beberapa menit kemudian anggota VIP terakhir datang itu adalah Lily, ayahnya dan saudara laki lakinya.
Mereka menggunakan baju yang sangat bagus, terutama Lily dia menggunakan baju yang 80% berwarna unggu yang jelas memiliki nilai besar, sementara kakanya menggunakan sebuah baju yang gagah dan tampan dengan blone dari ibunya.
Oh yah si brengsek itu akan mati juga di sini..., dia seharusnya duduk di sini, hehehe dia akan datang ke sini dan meminta meja di ini.
Pria itu melihat ke kanan dan ke kiri menyadari hanya ada satu meja yang kosong, dia tidak maubduduk di situ karena itu terlalu depan, damun saat dia melihat meja yang ideal untuknya, dia meliaht itu sudah di isi oleh dua orang yang sangat mengintimidasi dan jelas kuat.
Dia tahu dia adalah anak bangsawan yang tinggi tapi dia masih lah pengecut dan lagi keluarga yang ida sayangi ada di sampingnya, dia tidak mau membuat mereka dalam bahaya.
Dia pun menuntun keluarganya menuju beja VIP kosong terakhir.
Lah.... Kok..... Aduh ini gimana sih !!, apakah keberadaan ku di sini akan mengubah event ini ?, AAAH BRENGSEK !!!,
Ezra berteriak dalam pikiranya, wajahnya terlihat sangat kesal untung topeng itu menutupi emosinya, dia pun menarik nafas panjang dan menenangkan dirinya.
Huuuuu.... Tenangkan dirimu..... Selama ayah Sasha tewas di sini aku masih bisa memprediksi jejak cerita ini..., yah lagi pula kakanya Lily tidak terlalu penting walau dia hidup atau mati.
Setelah itu dia bersandar melagakan diri sendiri, beberapa menit kemudian acaranya di mulai, panggung itu di adakan meja di tengah tengah panggubg tersebut, dan barang pertama di lelang itu adalah sebuah tempat lilin terbuat dari emas dengan beberapa berlian ungu di setiap tempat lilinya, tempat lilin itu bisa menahan sekitar 6 lilin memutar dengan satublilin besar di tengahnya, lilin itu memiliki vibe gothic yang sangat kental dan juga aura yang kuat, lilin itu di jual seharga 12 jt Aurum oleh keluarga malar.
pelelanganpun di mulai namun berakhir dengan cepat dengan total harga lelang 15 jt Aurum, oleh seorang anak orang kaya di bagian belakang, di lihat dari umurnya dia masih seorang pelajar.
barangbselanjutnya adalah sebuah perhiasan mewah itu adalah batuan Larotlite, yang sama seperti Noofi temukan di under city, batuan itu telah di bersihkan dan di perlakukan spesial menjadi sebuah kalung dan di jual seharga 20 jt Aurum.
Banyak tawaran keluar terutama dari kalangan wanita di ruangan itu, sampai akhirnya harga paling tinggi yaitu 50 jt Aurum memenangkanya.
di lihat dari penampilanya dia dalah seorang wanita muda, seorang model, jika di ingat dia muncuk di magazine pakaian di middle city.
bayak barang di lelang hingga akhirnya grand final, sang tuan rumah naik ke panggung ia adalah wanita yang sebelumnya membiarkan Ezra masuk terlebih dahulu.
"perkenalkan hadirin sekalian seperti yangvkalian tahu nama saya adalah Joryse Kothin, panggil saya Joryse, teimakasih atas kedatangan kalian semua di sini, sekarang kita sampai ke puncak acara yaitu barang yang sangat berharga aku yakin kalian akan menghabiskan uang kalian untuk itu, ada dua barang yang sangat berharga malam ini"
Untuk seorang tuan rumah yang menjadi dan host dsri grand final dia menunjukan sedikit emosi maupun rasa ketertarikan hanya dingin.
Dia pun menyuruh orangnya untuk mengambilkan barang kedua terbaik itu adalah sebuah rifle M4A1 dengan semuah attachment yang berkualitas bagus, mulai dari laser malam, high capacity mag, dan banyak jenis foregrip di sampingnya, box peluru dan berbagai macam scope, M4A1 itu memiliki kristal ungu yang sama seperti pada bodyguarnya CEO white steel.
"ini adalah paket khusus kalian akan mendapat semuabyabg ada di meja ini dengan sekali beli, harga asli dari semua ini adalah 500 jt Aurum, namun sang penjualnya sedang sangat baik malan ini dan hanya menjualnya seharga 400 jt Aurum"
Itu adalah senjata yang sangat langka, dan sulit untuk di produksi tapi tidak semua orang bisa menggunakanya karena mereka harus ahli dalsm mengendalikan sihir.
Namun tawaran setelah tawaran keluar bahkan dari orang yang tidak bisa menggunakan sihir karena tujuan awal mereka adalah untuk koleksi semata, bahkan harganya melebihi harga originalnya, sampai ayah dari Sasha turun tangan dan menawarkan 670 jt Aurum, dan itu pun langsung terjual kepadanya.
"ayah !, itu terlalu mahal"
"oh tenang saja Sasha ayah tidak masalah dengan ini, lagi pula minggu depan ulang tahun mu kan ?, anggap saja ini hadiah ulang tahunmu yang lebih awal"
"aaah.... Terima kasih yah"
"ohoho sama sama putri ku"
Itu adalah moment hangat anak dan ayah namun acara harus berlanjut.
"baiklah itu sangat menyentuh.... Baiklah sekarang ini adalah barang terakhir tolong di naikan"
orang orangnya langsung membawa sebuah box kayu di atas meja dan Joryse menbuka paku box itu dan mengambil sebuah botol wine.
"apa aku harus menjelaskan apa ini ?, mungkin hal yang harus aku beritahukan ini adalah wine 30 tahun, oleh peria bertopeng gagak di sana, jadi kita langsung saja mulai harganya dari 900 jt Aurum"
Huh ?, 900 jt ?, aku tidak memasang harga setinggi itu.
Ruangan pelelangan itu langsung menggila dan mengeluarkan tawaran setelah tawaran, orang orang yang Aurum tidak lagi cukup untuk memberi tawaran terlihat kecewa, ada yang terlihat sedih dan bahkan ada yang terlihat marah.
Tawaranya naik secara cepat hingga hanya ada dua penawar yaitu CEO white steel dan kaka dari Lily, hingga akhirnya harga tertinggi yang di tawarkan oleh CEO white steel yaitu 2,5 mil Aurum.
Kaka Lily terlihat kesal namun dia tidak ingin mempermalukan keluarganya jadi dia memilih menelan egonya bulat bulat.
Lily berusaha meyakin kan kakanya semua baik baik saja yang berakhir dengan keberhasilan.
Sementara itu di sisi lain di atas balkon bangunan lain seseorang sedang mempersiapkan crossbownya, sebelah matanya berwarna ungu, namun itu saja yang dapat di jelaskan darinya, karena dia mengguanakan jubah hitam yang terbuat dari sihir bayangan.
Dia menarik jaring crossbownya dengan tenaga penuh, dan menaruh anak panah pembunuhnya di tempatnya, dan dia mulai mengambil aim dengan costume scope yang ada di atas crossbownya itu.
Targetnya adalah ayah Sasha namun ayahnya Sasha terhalang oleh Ezra.
Sialan.... Maafkan aku siapapun dirimu pria dengan topeng gagak, aku tidak punya masalah apapun dengan mu namun ini demi menggapai tujuan dan taget ku.
Anak panah itu mulai mengeluarkan aura ungu kehitaman, dan bagian ujungnya mengeluarkan suara mendesis dan asap hitam, jaringnya juga mulai mengeluarkan asap, dia mengambil aim kepasa Ezra yang membelakangi ayah Sasha, tujuanya adalah agar anak panah itu menembus Ezra dan mengenai targetnya.
"Anapáfsou en eiríni"
Dia menarik platuknya dan panah itu melesat dengan gelombang angin yang kuat, panah itu melesat ke arah Ezra dengan kecepatan yang mengerikan, ketika panah itu menembus jendela, gelmobang kejut baru datang dan memecahkan semua kacs di rumah lelang itu.
Saat anak panah itu menabrak Ezra, Ezra terpental ke belakang memerapa meter namun langsung berdiri sambil memegangi dadanya, berusaha bernafas, namun dia baik baik saja.
Sang penembak terkejut panahnya gagal membunuh target karena dia salah menembak orang, dia pun pergi dengan rasa kecewa.
Sementara itu rumah lelang dalam keadaan panik semua orang berusaha mengamankan diri keluar dari sana, sementara itu Ezra dan Raphaella berdiri di tengah ruangan Raphaella terlihat khawatir.
"oh astaga demi leluhur apa kamu baik baik saja ?!"
"yah... Yah aku baik baik saja"
Ezra menarik anak panah yangbmasih menancap di dadanya, saat di tarik tidak ada dara maupun luka, armor plate yang ter enchant itu menyerap semua kerusakan.
__ADS_1
Ezra melihat ke belakang ke arah ayah Sasha yang sedang di lindungi oleh bodyguarnya dan keluar ruangan sehat dan hidup.
sialan.