
Ezra sedang berjalan di tepian sampai ia melihat seorang ksatria yang jelas kelihatan kebingungan.
"hey sobat ada yang salah ?"
"oh... Iya aku terpisah dari rombonganku.... Bisa bantu aku ?"
Ezra melihatnya dengan lebih seksama.
"oh kamu pasti independent knight yang baru...., dorm ksatria ada di sisi lain dari jalan ini, jalan lurus saja sampai kamu melihat bangunan nya, ayo aku antarkan"
Ezra mulai memimpin jalan dan ksatria itu mengikutinya dari belakang.
"terimakasih banyak"
"tidak masalah... Sudah Berapa lama kamu menjadi ksatria ?"
"hanya dua bulan... Aku baru pindah dari sektor 4"
"oh pindah ke pusat huh ?"
"iya aku ingin cepat cepat mendapat reputasi di arena"
"kamu yakin ingin membuat karir dari menjadi ksatria independent"
"tentu menjadi ksatria adalah impianku sejak kecil"
"rasanya itu mimpi setiap orang di sini"
"benar kan ?, dan aku beruntung mendapat modal untuk membeli perllengkapan ku ini"
"armor saja tidak cukup"
"aku tahu itulah kenapa aku berlatih fisik tiap hari, dan mengikuti kelas ksatria"
" ..?,tunggu aku kita kamu itu independen"
"iya namun aku mengikuti kelas online ksatria"
"itu ilegal dan jelas jelas sebuah scam"
"hm ?,apa maksud mu ?"
"kelas ksatria adalah tenpat resmi yang di buat Mater Regnum di semua hive citynya, bergabung dengan kelas ksatria sama dengan bergabung dengan militer, namun kelas kelas itu berada di utopia dan kelas apapu yang kamu ikuti jelas hanya omong kosong"
"eleh.... Tau dari mana"
"oh percayalah sobat aku tau Mater Regnum lebih dari siapapun"
Karena Mater Regnum adalah fraksi pavorit ku.
"hmm.... Baiklah bagaimana dengan duel ?, aku lihat kamu punya pedang di situ"
"ohoho bole boleh saja di mana ?"
"ada gang gosong di jalan sana, aku akan menemuimu jam 1 siang"
"baiklah"
keesokan harinya.
Ezra dan ksatria itu bertemu lagi kali ini mereka siap untuk melakukan duel.
"kamu siap"
__ADS_1
"tentu"
Ksatria itu melihat Ezra tidak menggunakan armor sama sekali dia menggunakan baju yang sama seperti kemarin.
"hey apa kamu yakin tidak mau menggunakan armor"
"aku yakin"
"jangan salahkan aku jika kamu menerima luka dalam oke"
"baiklah"
Mereka berdua menghunuskan pedangnya, kuda kuda ksatria itu sangat agresif dia tahu dia memiliki perlindungan lebih dari pada lawanya dan ingin mengintimidasinya dan dia tahu Ezra akan melakukan kuda kuda bertahan, ia menggunakan sebuah pedang dua tangan ber jenis Zweihänder.
Namun Ezra malah melakukan gerakan yang sama terus menerus yaitu lompatan kecil ke depan dan belakang kakinya juga lebar antara depan dan belakang, kaki kirinya berada di depan membuat gerakanya sulit di baca.
Pertarungan pun di mulai, Ezra tanpa tunggu panjang langsung melakukan tebasan vertikal dari atas, ksatria itu tidak menduga dia akan melajukan serangan agresif seperti itu, pedangnay mengores armor bagian daginya sebelum ia mengangkat pedangnya untuk mempertahankan diri.
Ezra dengan cepat mundur dan mulai jalan memutari sang ksatria itu namun ksatria itu tetap memiliki pandangan kepadanya, sang ksatria berusaha menyerang dengan mengayunkan pedangnya secara horizontal namun dengan mudah Ezra dapat menghindari itu.
Malahan setelah serangan itu melewatinya Ezra langsung menusuk armor plat dadanya.
Ezra memiliki mobilitaa yang lebih baik di pertarungan ini namun sang ksatria itu memiliki perlindungan lebih baik maka dari itu dia maju secepat yang ia bisa dan berusaha menyerangnya, namun Ezra berhasil menjaga jarak dan serangan itu tidak kena semua.
"sudah mau menyerah ?"
"tidak akan"
"baiklah"
Ezra dengan cepat menunduk dan menusuk ke arah atas tepat ke helm lawanya yang membuat armor lawanya meluncur lepas ke atas, itu juga menaruh pedang Ezra tepat di leher lawanya dan ia menang.
"haha itu pertarungan yang bagus....!!!"
helmnya terlepas dan ternyata ksatria itu adalah seorang gadis dia memiliki rambut pendenk berwarna hitam, maranya berwarna cokelat dan sebuah pita kecil untuk menyangga rambutnya.
"tunggu kamu itu perempuan ?"
"memang kenapa jika aku ini perempuan ?"
"tidak tidak tidak.... Kamu tidak mengikuti regulasi ksatria armor mu itu jelas jelas untuk laki laki"
"dengar aku tidak punya uang untuk membeli armor khusus oke, harga mereka lebih mahal dan plat dada mereka aneh"
"plat dada itu untuk mengindikasikan bahwa kamu itu perempuan"
"aaah... Terserah lah.... Baiklah kamu menang..."
Ezra mengambil helm dari lawanya itu dan melihat terdapat alat di dalamnya yang membuat dia terdengar seperti laki laki.
"alat elektronik juga di larang"
"ayolah itu hanya speaker"
"tetap saja itu alat elektronik"
"apa masalah mu ?, aku berhasil lolos dengan semua ini"
"tidak akan lama, kamu jelas baru di sini, turnamen di sini berbeda dengan turnamen di sektor lain, semua perlengkapanmu akan di cek dan bahkan id mu"
"....lalu....lalu apa yang harus aku lakukan"
"haaah.... Mulailah dari nol.... Aku mungkin akan membantu mu"
__ADS_1
"sungguh...."
"tentu, aku akan membuatkan armor khusus untuk mu, tunggu saja sampai nanti"
"mengapa kamu ingin membantu aku sejauh ini ?"
"karena aku sama sukanya dengan ksatria sepertimu"
...****************...
Mel,dan Sasha telah sampai di Mater Regnum, dan mereka langsung bersembunyi di area yang telah di sediakan bersama pasukan the order of holy flame Vivien juga ikut untuk membantu Mel jikalau sesuatu yang buruk terjadi.
"baiklah kita telah sampai"
"ah... Akhirnya ruang kargo itu membunuhku"
"kita tidak bisa terlihat jadi kita memang harus melewati dengan cara itu"
"tetap saja bukan kah itu berlebihan ?"
"tidak, tidak berlebihan ini cara yang kami sering gunakan sebagai the order of the holy flame"
"tetap saja Vivien aku masih belum bisa menggunakan armor ini 100% rasanya seperti oven di dalam sini"
"itu terdengar seperti masalah mu sendiri"
"oh yeah Mel ?!, bagaimana dengan mu sendiri kau mengeluh sepanjang perjalanan"
"setidaknya armor mu punya pengelihatan malam aku harus berada dalam kargo gelap itu salam 8 jam !"
"kalian berdua cukup kalian adalah aset terra jangan bertengkar seperti anak kecil"l, baiklah sekarang"
Vivien melempar sebuah alat di lantai yang kemudian sebuah lingkaran sihir terbuat, tidak memakan waktu lama Raphaella muncul dari lingkaran sihir itu.
"C-Curang !!!, kamu bisa berteleportasi seperti itu ?!, itu tidak adil !"
"nyonya Vivien !, kenapa kita tidak ke sini menggunakan metode ini ?"
"karena itu memakan banyak energi sihir dan keahlian, dan juga ini tidak mengakibatkan aftershock sehingga musuh tahu kedatangan kita, dan aku harap kalian berhenti mengeluh, aku akan pergi dulu untuk melihat kesiapan pasukan jadi beristirahatlah dulu kalian"
Vivien pun pergi meninggalkan mereka bertiga.
"enak banget kamu Raphaella bisa teleport kaya begitu"
"iya tidak adil !, seharusnya kami juga bisa melakukan itu"
"hey... Hey ingat aftershock itu ada"
"Cih..."
"hehehe jika kalian mau kemampuan teleportasi seperti ini aku bisa mengajarinya"
"sungguh ?!"
"hmh.... Kecuali untuk Mel"
"eh ?!, kenapa aku ?"
"kamu punya pasukan yang harus di pimpin jika kamu teleportasi maka pasukanmu juga harus teleportasi"
"i-itu.... Tapi"
"alah sudahlah itu memang nasib mu saja"
__ADS_1
"tutup mulutmu Sasha"
"hahahaha"