
aku tidak percaya aku di sini aku harap pria gagak itu tidak melakukan hal aneh aneh atau aku akan.... Siapa yang aku bodohi tidak mungkin aku bisa mengalahkanya dia bisa menahan serangan terkuat ku, dia begitu tenang di segala keadaan... Mengerikan...
"hei ! Chichiro"
Aku mendengar seseorang menyebut namaku saat aku melihat ke arahnya itu adalah pria tampan dengan rambut hitam, rambutnya terlihat berantakan tapi rapih di saat yang sama, matanya berwarna cokelat gelap, dia membawa sebuah koper besi yang terlihat sangat bagus.... Tunggu apa itu Ezra ?!.
"E-Ezra ?"
"hm ? Yah mengapa begitu terkejut ?"
aku tidak mengira dia begitu muda aku berpikir orang yang lebih tua atau semacamnya.
"tidak ada ayo masuk"
Ezra dan Chichiro masuk lebih dalam ke gang dempit dan gelap tidak ada suara di tempat itu sangat sunyi pencahayaanya juga sangat minim.
"tiny star"
dsri jariku muncul sebuah cahaya kecil itu tidak begitu terang tapi setidaknya itu bisa memperjelas pandangan ku.
"hahaha itu lucu"
"apa yang lucu ?"
"seorang pembunuh bayaran dengan sihir tiny star ?, apa kamu seoranh pengasuh anak ?"
"aku punya adik begini lah caraku menghiburnya, walau sekarang dia sudah lebih dewasa"
"hmm.... Tetap itu tidak cocok dengan pekerjaan mu"
"masa bodo dengan pekerjaan ku apa yang kamu inginkan "
dia membuka koper besi itu di hadapan ku dan aku terkejut bukan main itu adalah senjata api laras panjang itu datang dengan bagian bagian terpisah aku tidak paham apa yang dia inginkan.
"bagian bagian senjata api ?, maaf saja aku pembunuh bayaran bukan mekanik"
"hahaha tentu kamu belum pernah melihat senapan seperti ini"
"?"
Aku bingung apa yang dia ingin lakukan dia mengambil bagian bagian senaoan itu dan mulai merancangnya itu terlihat sederhana dan mudah setelah dia selesai merancangnya itu berubah menjadi senapan laras panjang yang cukup besar.
"ini untuk mu"
Aku begitu syok dan kaget mendengar itu
"u-untuk ku ?!, kenapa !?"
"kamu ingin membunuh Arcturus kamu membutuhkan ini, ingat kontrak mu masih berlaku selama sebulan"
bagaimana dia....
"bagaimana kamu tahu kontrak ku ???"
"tidak penting yang penting kamu membunuh nya itu yang terpenting"
"..."
Aku tidak paham apa dia memiliki sendam sengan Arcturus ?, Arcturus adalah orang baik dia adalah pemimpin militer paling berpengaruh di terra... Aku paham jika para Ombians ingin dia mati tapi manusia ini ?,.... Mungkin.... mungkin dia punya cerita tidak menyenangkan berhubungan dengan Arcturus dan menginginkanya mati...
"aku tidak tahu cara menggunakan senapan"
"ya kamu tahu tidak begitu berbeda dengan crossbow"
"tidak mungkin senapan lebuh komplex daripada crossbow"
"coba saja dulu"
Aku melihat ke arah senapan itu dan mengambilnya, sedikit kebesaran untuk tubuhku tapi aku perlahan mengalirkan sihirku kepada senapan itu, senapan itu menjadi hangat sama seperti crossbow ku jika aku aliri sihir, dan aku bisa merasakan peluru yang ada di dalam senapan itu, aku tahu aku bisa menembakanya tanpa masalah.
Aku jelas bingung bagaimana aku bisa menggunakan senapan ini ?, aku bahkan tidak oernah menembakan senjata api kecil seperti pistol, tapi ini... Rasanya sangat cocok.
Ezra melihat ku sambil tersenyum dan bertanya.
"jadi bagaimana ?"
"ini... Bagaimana ini masuk akal aku tidak pernah menggunakan senjata api"
"bukan kah itu jelas kamu adalah seorang Gruevar jelas kamu memiliki kendali sihir yang baik"
Ah yah.... Aku selalu melupakan fakta bahwa aku adalah Gruevar,.... Kami di deskriminasi karena kami begitu mirip dengan Ompter, nyatanyavkami hanyalah manusia yang terkena mutasi genetik dari kristal Omnium... haaaah... Orang tua kami membuang kami karena warna mata kami.
"jadi bagaimana kamu menerima senapan ini ?"
"yah... Tentu.... Aku harus bayar berapa ?"
"tidak perlu bayar tapi ingat waktu mu untuk membunuh Arcturus hanya dua minggu sebelum dia turun jabatan"
tunggu turun jabatan ?, oh aku rasa dia tidak memiliki masalah dengan Arcturus tapi orang yang berkuasa di bidanh militer.... Apa yang dia inginkan... Memberi pesan ?, meneror negeri ini ?,... Sebaiknya aku lakukan apa yang dia suruh
"hari sabtu adalah hari paling efektif untuk membunuhnyabkarena pada hari itu akan terjadi rapat mengenai pemimpin militer... Bunuh dia di sidang itu, dia akan ada di gedung tinggi dan senapan itu memiliki jarak lebih jauh di banding crossbow jadi gunakan kelebihan jarak itu"
"baiklah"
seyelah itu aku mengambil koper dan senapan itu dan pergi aku harus bisa merancang rencana untuk membunuh Arcturus.... Tidak pemimpin militer.
__ADS_1
...****************...
ah akhirnya beres aku sangat lelah alu sebaiknya tidur.
Ezra sampai di rumah dan dia melihat Noofi terlihat khawatir di ruang tamu.
"ah sukurlah kamu di sini"
"ada apa Noofi kamu terlihat panik"
"ya aku lupa hari ini Marie ada ujian praktek sihir sementara itu aku ada janji dengan atasan ku.... Bisa... Bisa kamu mengantarkanya untuk ku ?"
".... Aaaahhhh......., ya tentu mengapa tidak"
"terimakasih banyak!!"
Noofi pun mengambil jaketnya dan berjalan ke pintu depan sebelum ia pergi dia berkata.
"aku pergi duluan yah hati hati di jalan nanti"
"kamu juga"
Noofi pun pergi, sementara itu Ezra duduk di ruang tamu menunggu Marie yang sedang siap siap.
Marie pun siap dia menggunakan baju seragam, baju seragamnya berwarna putih dengan rok hitam kebiruan, yang unik dari perlengkapan sekolah di terra adalah jaketnya yang transparan dan tipis namun masih dapat menghangatkan tubuh pengguna.
"eh ?, Ezra ?, kaka di mana ?"
"dia bilang dia ada keperluan kerja"
"oh....sayang sekali"
"tidak aku akan mengantarmu, sekalian juga aku ingin lihat kemampuan bahasa mu"
"sungguh ?!"
"ya ayo berangkat sudah siap kan ?"
"tunggu tongkat ku"
Marie mengambil sebuah tongkat yang memiliki panjang berukuran sekitar 16-18 cm, bagian gagangnya berwarna ungu kehitaman dengan akar akar sihir yang menyebar ke setiap bagian tongkat, dan bagian ujung tongkst adalah kristal berwarna ungu kehitaman, di bagian bawah tongkat terdapat bola besi sebagai penyeimbang.
"oke aku siap"
"baiklah ayo berangkat"
Mereka oun berjalan kaki menuju sekolah Marie, awalnya biasa tapi semakin dekat dengan sekolah semakin banyak murid murid dari sekolah itu menuju ke sekolah sepertinya bukan hanya Marie yang akan ikut ujian praktek sihir.
Saat di tengah jalan Marie di sapa teman kelasnya dia adalah perempuan dengan rambut berwarna hitam pendek, berbaju seragam sekolah di pinggangnya terdapat sebuah pedang panjang.
"hei Marie!"
Kata Marie sambil melabaikan tanganya, dan Leera pun mendekat dan berpelukan, kelihatanya mereka adalah teman dekat.
Leera pun melihat ke arah Ezra dan mendekatinya.
" ah, apa kamu kakanya Marie ?"
"oh tid-"
"iya dia salah satu kaka ku"
Kata Marie memotong kata kata yang keluar dari mulut Ezra, Ezra pun melihat ke arah Marie dengan bingung sementara Marie melihat ke arah lain.
"oh begitu perkenalkan nama ku Leera"
Kata Leera sambil menawarkan tanganya untuk bersalaman, tentu Ezra menerimanya.
"perkenalkan nama ku Ezra"
Mereka pun berjalan sambil berbincang satu sama lain berbagi pengalaman sampai Leera dan Ezra pun menjalin hubungan pertemanan.
Sampai lah mereka di gerbang sekolah sekolah itu sanngatlah besar dan banyak murid di sana masuk dan keluar, beberapa dari mereka terlihat senang dan bahagia, beberapa di sisilain aday yang terlihat kecewa, sedih, atau bahkan marah, kelihatanya mereka gagal ujian praktek nya.
Mereka pun masuk dan menunggu di sebuah ruangan bersama yang lainya, di sisi kanan kiri depan belakang terdapat layar live murid yang sedang ujian yaitu mempraktekan sihir, gerakan pedang, dan keakurasian tembakan mereka.
Salah satu layar menunjukan pria muda menggunakan skill lavitate objek yang ia sihir berhasil terbang walau sedikir bergoyang dan terlihst keberatan untuk terbang.
ketika dia selesai juri memberinya poin 75,78,dan 69, dia lulus, dan berlari dengan senang ke jalan keluar.
murid selanjutnya muncul ia adalah perempuan dengan menggunakan pedang ketika ujianya di mulai dia di hadapkan kepada hologram yang berbentuk seperti manusia namun hologram itu memiliki tubuh fisik sehingga dapat menyerangnya.
dia berduel dengan hologram itu selama 2 menit, pertarungan mereka mungkin terlihat keren namun nyatanya pertarungan mereka sedikit konyol dengan gerakan gerakan yang tidak perlu seperti gerakan memutar dan reverse grip, sebelum akhirnya dia menebas dada hologram itu dan ia di hitung menang, namun dalam proses dia juga terkena beberapa sayatan, nilai untuknya adalah 69,75, dan 79, dia pun lulus.
Leera,Marie dan Ezra duduk samping sampingan di ruang tuggu, ruang tunggu itu mirip dengan ruang tunggu rumah sakit, ada kursi di bagian tengah ruangan dan juga ada kursi yang menempel pada dinding, dan sekarang mereka harus menunggu nama mereka di sebutkan oleh mikrofon.
Saat menunggu ada seorang perempuan berambut panjang blonde, dia membawa tingkst panjang yang terlihat mewah, dia menggunakan gaun hitam, putih dan pink, sebuah gaun yang indah tentu walau masih di pertanyakan apakah gaun itu efektif di gunakan dalam pertempuran.
Dia duduk berhadap hadapan dengan Ezra, Marie, dan Leera.
"oh jangan dia lagi"
Kata Leera sambil berbisik kecil
Wanita itu tersenyum kecil dan pandangan matanya seakan melihat Leera dan Marie adalah sesuatu yang rendah.
__ADS_1
"heh... Aku tidak memyangka akan bertemu dua tikus di sekolah ini aku rasa mereka harus memanggil pembasmi hama"
"oh pergilah Roselle"
"oh wow tikusnya bisa bicara, mengejutkan aku rasa kedua tikus ini kabur dari lab"
Mereka bertiga pun berargumen terutama Leera yang memiliki emosi yang mudah di provokasi, semntara Marie lebis sering menenangkan Leera dari pada membalas hinaan dan cemoohan dari Roselle, sementara itu Ezra diam saja sambil bermain di handphone nya karena dia berpikir ini adalah hal biasa di terra apalagi Roselle terlihat seperti orang kaya, tidak dia jelas jelas orang kaya.
setelah puas mendapat reaksi dari Leera yang wajahnya sudah merah karena kesal pandanganya teralihkan ke arah Ezra.
"ehm hey siapa nama mu"
Ezra tidak membalasnya namun Marie memberi tahukan namanya dan mengatakan bahwa dia adalah kakanya.
"eeeh ternyata tikusnya ada tiga"
Pada saat itu Leera nyaris kehilangan kendali namun Ezra membalasnya.
"setidaknya ketiga tikus ini punya teman dan satu sama lain sementara dirimu..."
Ezra melihat ke kanan dan ke kiri seakan mencari sesuatu yang tidak ada.
"ah yah sendiri"
Roselle jelas terprovikasi oleh ucapan Ezra.
"hmm kamu tau dari mana aku tidak punya teman?... Aku ounya ratusan tidak ribuan teman"
"dan kamu mengatakan kamu ounya ratusan, tidak ribuan teman dan tidak ada yang datang menemani mu ke sini ?"
"em...emm... Me-mereka simuk okay !, mereka orang orang elite yang punya kepentingan yang lebih penting"
"lebih penting daripada mengantar sahabat mereka ke ujian praktek nya ?, oh wow aku merasa sedih untuk mu"
"s-setidaknya aku punya banyak Aurum lebih banyak di banding penghasilan kalian tikus tikus sialan !"
"oh aku tidak tahu kamu bisabicara dengan Aurum, ternyata kamu lebih hebat di banding yang aku duga"
"b-bukan begitu dasar bodoh !"
Emosi Roselle makin tinggi ketika menyadari bahwa Ezra tidak melakukan kontak muka selama mereka bicara dia fokus bermain di handphonenya seaka Roselle tidak di anggap.
"hey !, kalau bicara dengan seseorang itu tatap orangnya"
"hahaha maaf aku kan bukan orang hehehe, akukan tikus"
Kata Ezra dengan nada mengejek.
"d-dasar!!"
tidak kuat dengan balasan dari Ezra Roselle pun berdiri dan pergi duduk di kursi lain, wajahnya masih terlihat kesal.
Setelah itu Leera, Marie, dan Ezra tertawa bersama membahas wajah dan reaksi dari Roselle dan tentu Leera dan Marie merasa berterimakasih pada Ezra.
"dengarkan aku kalian berdua, jika dia datang dan menggangu kalian lagi cara terbaik untuk membalasnya adalah dengan diam jangan lakukan apapun jangan bebalasnya ataupun bereaksi kepadaya, dia inginkan reaksi kalian dengan tidak memberikan apa yang dia inginkan aku yakin dia akan bosan dengan sendirinya"
Leera dan Marie mendengar dan menerima pesan itu.
Suara mikrofon pun berbunyi dan terdengarlah nama Leera dsri situ, Leera di panggil ke lapangan praktek pedang.
"baiklah doa kan aku oke"
Leera pun menuju lapangan dan prakteknya di mulai dia melawan hologram yang sama seperti murid lain.
Dia menarik pedanganya dan tanpa menunggu dia langsung melakukan tebasan vertikal dari atas sang hologram berusaha menahan dengan pedanyan namun tebasan Leera sangat kuat pedang sang hologram langsing patah dan pedang nya Leera membelah dua hologram itu.
nilai yang keluar adalaj 90,95 dan 96.
Leera mengangakat pedangnya sebagai tanda kebanggaan dan pergi dari lapangan dan kembali ke ruang tunggu, dia tidak ingin pulang, dia ingin melihat Marie lulus juga.
"eh Marie kata mu kamu sudah menyiapkan sihir spesial"
"iya aku tidak sabar untuk menggunakanya aku sudah berlatih cukup lama untuk ini"
"? Memang skill apa itu"
"kamu akan lihat"
Jelas Ezra dan Leera menjadi penasaran.
Tidak lama nama Marie di sebutkan dan dia pun dengan semangat menuju ke lapangan ujianyang sangat luas , ketika ia sampai munculah sekitar 30 hologram berjenis target praktis dan dia harus menghancurkan target nya sebanyak mungkin selama 1 menit, target target itu memiliki jarak yang berbeda beda ada yang dekat dan ada yang sejauh 20 - 40 meter.
Waktu pun mulai berjalan namun Marie diam dan fokus sambil menutup matanya, di detik ke 50 dia membuka matanya dan berteriak.
"eldritch blast!!!"
Sambil menunjuk ke arah depanya seperkian detik setelah itu petir ungu muncul dari jarinya dan merambat dengan kecepatan yang mengerikan ke semua target yang ada di di lapangan mengenai semuanya semua target itu lansung meledak bersamaan.
Setelah semua meledak Marie berdiri dengan energi sihir yang masih mengalir di tubuhnya suara denturan listrik ungu masih terdengar dan terlihat di tangan dan tongkatnya, semua orang yang melihat itu terkejut bahkan para juri membutuhkan waktu untuk memproses apa yang baru saja terjadi.
Marie menembakan eldritch blast pada detik ke 50 dan dia menghancurkan semua hologram di detik ke 50.5 jelas semua orang butuh memproses apa yang baru saja terjadi.
Nilai pun akhirnya keluar yaitu 100,100 dan 100, point sempurna, melihat ini Marie sangat senang matanya berkaca kaca,Leera bertepuk tangan dengan gembira sementara itu Ezra dengan muka bingung tidak tahu apa yang harus di katakan.
Itu....itu mantra itu bukan dari dunia ini...... Apa yang terjadi ?..... Ah aku ingat itu adalah skillnya kelas warlock di game rpg bumi.... Jangan bilang dia terinspirasi dari itu..... cara penggunaan sihir di terra adalah dengan imajinasi dan manafestasi Marie berhasil mengimajinasikan dan memanafestasikan eldritch blast karena dia sudah melihat efek dan gambaranya di game.... Gawat aku harap dia tidak belajar sihir sihir yang broken.
__ADS_1
Marie pun kembali ke Ezra dan Leera, dia langsung memeluk Ezra dan berterimakasih telah memberikan dia inspirasi untuk mantranya.
Ezra tidak bisa berbuat banyak selain memberi ucaoan selamat dan menerima pelukan itu dan sebagai perayaan selamat pada Leera dan Marie, Ezra mentraktir mereka makan sepuasnya di suatu restoran di middle city.