Dunia Terra: Masuk Ke Dalam Novel

Dunia Terra: Masuk Ke Dalam Novel
reuni kecil


__ADS_3

Setelah beberapa hari Ezra melatih ksatria itu dan improvisasi yang ksatria itu dapatkan cukup besar.


"haah... Haah... Ini benar benar berbeda dengan latihan di internet"


"tentu saja aku melatih reflexs dan memori otot mu... Aku rasa itu cukup untuk hari ini"


"baiklah terima kasih... Hei Ezra aku akan mendapat tempat di turnamen nanti"


"oh iya.... Makanya aku ada hadiah untuk mu"


"....hm ?"


Ezra membawa sebuah kotak kayu dan menaruhnya di hadapan ksatria itu.


"ayo di buka"


Ketika di buka mata ksatria itu langsung bersinar dengan rasa semangat itu adalah set armor khusus, itu bahkan memiliki namanya di bagian dalam kerah nya.


"OH ASTAGA EZRA !!! TERIMAKASIH"


"hahaha tidak masalah"


ksatria itu melihat ke namanya yang berada di bagian dalam kerah armor itu, tertulis Serah.


Serah tersenym lebar dan memeluk armor itu, armor itu kokoh dan fleksible di saat yang sama, Serah ingin langsung mencoba armor itu.


Semuanya pas mulai dari pelindung kaki hingga helm, helmnya memiliki banyak fentilasi sehingga membuatnya tidak kesulitan bernafas, dan bagian cela helm untuk melihat juga cukup besar tidak seperti helm armor kualitas bawah.


Setelah menggunakanya Serah sangat senang ia mencoba menggerakan seluruh tubuhnya itu bergerak dengan mudah, dia bahkan bisa berlari dengan full armor itu, itu adalah ciri ciri armor kualitas dan desain yang bagus, namun.


"...hey... Ezra...."


"hm ?"


"kenapa aset armor ini kecil"


Ezra berpikir sebentar sebelum paham apa yang Serah katakan.


"...oh !, itu asetnya.... Kan aset mu aja kecil"


"bisa ga di buat.... Kamu tahu lebih besar ?"


"tidak aku sudah susah payah mendapatkan armor itu untuk mu"


"tapi setidaknya buat harga diriku lebih besar juga dong"


"hey dengar... Armor plat laki laki saja kamu bisa pake dengan mudah, kamu beruntung armor itu setidaknya membentuk sebuah aset"


"hmp....."


Wajah Serah terlihat sedikit kesal tapi di saat yang sama ia merasa berterimakasih dan berhutang.


"hey Ezra.... Sekali lagi terimakasih yah..."


"iya iya... sudah sekarang kamu pulang dan istirahat"


"baiklah... Dah"


Serah pun pergi dengan armor barunya dan pulang, dia sangat bersemangat untuk bertarung minggu depan.


saat dia pergi seorang ksatria polisi datamg ke arah Ezra, itu adalah polisi yang sama yang di temui Ezra di hari pertama ia memasuki Mater Regnum.


"permisi tuan"


"ada apa ?"


"apakah anda akan ikut dengan perayaan yang akan datang ?"


Perayaan adalah kode untuk penyerangan Serpent's.... Aku tidak seharus nya ikut aku takut akan mengubah plot lebih jauh lagi.... Tapi ini adalah kejadian yang aku suka juga....


"tentu aku akan ikut perayaan itu, ini hanya terjadi sekali untuk waktu yang lama..."


Aku harap ini pilihan yang benar.


"terimakasih banyak tuan.... Jadi bisa kah kita mendatangi perencana acara itu"


"boleh.... Tuntunlah jalannya"


merekapun berjalan ke sebuah bangunan di lihat dari penampilannya itu adalah sebuah bangunan usaha sabun, mereka pun masuk ke situ.


Di dalamnya tidak ada hal janggal semua beroperasi seperti pada bangunan usaha lain, merekapun menuju lantai 20, Ezra mengaktifkan sebuah alat di lehernya yang kemudian semua pakaianya berubah menjadi pakaian gagaknya.


Sang 'polisi' itu jelas kaget karena dia tidak menduga transformasi secepat itu.


"bisakah kamu melupakan wajahku yang sebelumnya ?"


"tentu tuan"


lift pun di buka dan mereka menuju sebuah ruang meeting, mereka di tahan oleh penjaga mereka adalah pasukan the order of holy flame tapi mereka menggunakan apakaian penjaga security.


"tahan siapa kalian"

__ADS_1


Ezra menunjukan kartu identitasnya dan mereka langsung memberi jalan.


"silakan tuan tapi untuk mu... Maaf kamu hanya boleh sampai sini"


"tidak masalah aku hanya mengantar nya"


Sang 'polisi' itu pun berbincang dengan para 'security' dan Ezra berjalan melalui lorong lurus ia di jaga oleh dua Raven guard yang tidak terlihat, ketika ia dekat dengan pintu pintu itu di bukakan oleh Raven guard yang tak terlihat.


di dalam ruangan itu, itu adalah ruangan meeting dengan meja bundar, di situ ada Joryse Kothin, Mel, Raphaella, Sasha, dan seorang pria besar dengan armor yang terlihat sangat berat dan keras.


Seorang pelayan memunculkan kursi dan mempersilakan Ezra untuk duduk.


"kau !"


"ah nyonya Joryse lama tidak bertemu"


"kenapa kamu ada di sini ?"


"oh ayolah aku hanya ingin melihat perayaan yang akan datang"


"setelah kamu menghilang tanpa jejak ?"


"iya.... Ada yang salah tentang hal itu ?"


"....tidak...tidak ada masalah... Hanya saja...."


"hanya saja para raven guards itu gagal mencariku benar ?"


Joryse mengangguk.


"mereka melakukan yang terbaik namun mereka gagal.... Haaah..... Sangat di sayangkan"


Pria besar itu benoleh ke arah Ezra.


"hey siapa kau aku tidak pernah melihat atau mendengarmu sebelumnya"


"aku ?, oh aku bukan siapa siapa, tapi kamu bisa memanggilku Ezra"


"pertama kalinya kamu mengucapkan namamu.... Kenapa ?"


"aku rasa aku telah membuat masalah dengan tidak memberikan namaku.... Maaf atas semua keributan di Nisco saat itu nyonya Joryse"


"Ezra huh ?, sekuat apa dirimu ?"


"cukup kuat untuk tidak bisa di deteksi oleh Raven guard, dan anda pasti Behemus bukan ?"


"yah itulah nama ku"


"hah, aku sempat berlikir kamu adalah orang sombong ternyata aku salah, maaf atas perilaku ku yang sebelumnya"


"oh tidak perlu minta maaf pakaian ku memang sedikit mencurigakan"


Selagi Behemus dan Ezra berbincang bersama di sisi meja, di sisi lain meja Mel,Raphaella dan Sasha melihat dari kejauhan


"hei Raphaella itu pacar mu ada di sini"


"hey ! Diamlah jangan sampai dia dengar"


"pacar ?!, Raphaella kamu punya pacar ?"


"ssssst.... diam kalian berdua"


"huh... Jadi itu si pria gagak"


"oh iya Mel kamu belum pernah melihatnya yah ?"


"tidak"


" aku, Lily dan Raphaella bertemu denganya di acara lelang di rumah lelang milik nyonya Joryse, tapi Raphaella duduk bersamaan denganya, hehehe....."


"oh hehehe ngomongin apaan tuh"


"diam diam diam !, berhenti"


Raphaella mungkin menggunakan topeng kerangka rusa yang menutupi seluruh wajahnya namun itu tidak menutupi fakta bahwa wajahnya sangatlah merah karena malu.


"kalian berdua berhenti menggoda Raphaella... Pria itu..."


"ada yang salah nyonya Vivien ?"


"aku dan tuan Lagur sering membicarakan pria gagak itu.... Namun aku tidak percaya dia bahkan tidak memiliki aura sihir..... Seakan dia tidak punya sihir sama sekali"


".... Iya aku bahkan tidak bisa melihat koneksi Cereblar conflux di dalam dirinya"


"benar kan ?, sulit di percaya dia adalah penyihir.... Oh ! Hey Raphaella dengan kekuatan mu yang baru bisakah kamu melihat sihirnya"


Namun Raphaella tidak menjawab dia bengong melihat ke arah Ezra sebelum akhirnya dia sadar kan diri.


"ah iya ?!, ada apa ?!"


"yaampun apakah kamu bisa melihat sihirnya ?"

__ADS_1


"tidak.... Aku tidak tahu bagaimana tapi aku tidak dapat melihat sihirnya.... Oh aku harap aku dapat melihat wajahnya..... Eh !, bu-bukan begitu maksud ku"


"ah sudahlah kamu benar benar menyukainya"


"eh....aku....aku b-bukan begitu ha-hanya saja"


Ketika Raphaella melihat ke arah Eza lagi kali ini Ezra telah sadar dengan keberadaan Raphaella dan ia melambaikan tanganya dari sisi lain meja, seketika saat Raphaella melihat itu dia langsung berpaling dan menutupi wajahnya, walau dia menggunakan topeng kerangka rusa yang menutupi wajahnya rasa malu itu menembus topengnya seakan ia tidak pernah menggunakan topeng itu di tempat pertama.


Raphaella bernafaa berat dan sambil menutupi wajahnya sekana ia kesulitan bernafas detak jantungnya sangatlah cepat.


"hey Raphaella apa kamu baik baik saja ?"


"tidak.... Haaah.... Haaah..... Rasanya aku jatuh cinta untuk yang kedua kalinya"


"hehehe....."


ruangan perlahan menjadi gelap dan hologram di tengah tengah meja menyala, menunjukan struktur dari apa yang aku lihat adalah sebuah base yang tinggi dan lebar.


Joryse berdiri dan siap memimpin jalannya rapat.


"baik tuan dan nyonya mari kita memulai rapat ini... Seperti yang kalian tahu Serpent's adalah organisasi ******* terbesar di terra dan mereka tidak memiliki tujuan lain selain untuk merusak dan menghancurkan peradaban yang ada di sekitar mereka, dengan kata lain mereka hanya ingin dunia ini terbakar..., seperti ayang kalian lihat di hologram ini, ini adalah base yang besar dan kami berharap ini adalah pusat dari Serpent's, dan pemimpinnya ada di sini..., kita akan melakukan penyerangan minggu depan jadi aku akan meminta pendapat dari kalian...., karena aku melihat di sini masih banyak member baru aku akan menggunakan alat ini"


Joryse kemudian menaruh sebuah alat di tengah tengah meja itu, itu memiliki speaker dan sebuah antena di tengaj tengahnya, kelihatanga nyaris semua orang tidak tahu apa itu, kecuali Ezra, Ezra terlihat tidak senang dengan keberadaan alat itu.


"ini adalah alat yang akan memberi tahu kalian semua jika seseorang tidak mengeluarkan seluruh ide mereka, ingat kalian semua kita harus bekerja bersama sama, jangan takut untuk berbagi rencana kalian, baiklah di mulai dari behemus"


"baiklah dengarkan aku bagaimana jika kita maju kekuatan penuh di pintu masuk base mereka"


Alat itu tidak mengeluarkan suara apapun.


"sungguh ?"


"apa ?"


"baiklah yang selanjutnya Sasha"


"hey bagaimana dengan rencanaku ?"


"rencanamu jelas tidak realistik dan terlalu barbar"


"cih"


"baiklah Sasha silakan"


"bagaimana dengan serangan udara ?, aku akan memimpin serangan itu dan ketika semua serangan musuh berfokus pada aku dan penyerang udara, kalian masuk ke adalam bangunan"


"baiklah... Tapi sayangnya kekuatan udara kita sangat terbatas.... kita hanya bisa menggunakan drone di dalam Hive city jadi aku berpikir ini akan mempersulit mu"


"baiklah"


"bagaimana dengan Raphaella..."


"ah.... Um... Bagaimana dengan serangan sihir kuat dari awal ?, kita bisa membuat lubang untuk membiarkan pasukan kita masuk"


"baiklah.... Namun itu kurang efektif.... Kita masih tidak tahu kekuatan musuh kita"


Raphaella mengangguk.


"bagaimana dengan mu Ezra"


"....., kita bisa melakukan serangan alteleri berlanjut dengan koordinasi dari Sasha di atas udara, musuh jelas memiliki jumlah yang lebih besar, namun kita menang secara persenjataan..."


Alat di tengah meja itu berbunyi.


"tuan Ezra tolong keluarkan semua rencana mu"


"Raven guard akan memasuki garis belakang musuh dengan pengalihan dari pasukan garis depan, Behemus.... Behemus bisa mendobrak bangunan dari sayap kiri sendirian... Aku tahu dia lebih dari cukup untuk bertahan sekalian juga sebagai pengalihan, dan pasukan dari the order of holy flame bisa menghadapi pasukan utama mereka"


maafkan aku Mel aku mengambil rencana mu sebagai miliku.... karena aku tahu itu adalah rencana yang akan di pilih di dalam cerita.


"itu cukup bagus tapi bari kita dengae dulu dari Vivien"


"maafkan aku nyonya Joryse pemimpin dari the order of holy flame bukan aku tapj Mel, aku di sini sebagai asistennya"


"oh baiklah mel silakan"


"rencanaku nyaris sama dengan milik tuan Ezra namun aku punya rencana tambahan yaitu aku akan mengaplod foto ini"


Mel menunjukan foto yang ia ambil di Patria Libertas.


"dan aku akan memberi nama, aku dan temanku yang akan pergi ke Mater Regnum, dan aku yakin musuh akan mengira serangan yang akan datang itu masih lama padahal kita akan menyerangnya sehari setelah foto itu di upload"


"itu ide yang bagus.... Tapi apakah musuh akan percaya ?"


"tentu mereka akan berpikir aku ini bodoh karena aku adalah pemimpin the order of holy flame yang baru"


"baiklah mari kombinasikan rencana Ezra dan rencana Mel di saat yang sama ada yang keberatan ?"


"keberatan ?, aku dapat bertaring sendiri ?, itu adalah ide terbaik"


"kelihatanya semua orang telah setuju baiklah mari kita tutup sidang ini.... Aku tidak menduga sidang ini akan sangat cepat"

__ADS_1


Iya seharusnya sidang ini berlangsung selama 3 jam tapi ini bahkan tidak sampai 1 jam ?, di tambah lagi dari mana Mel mendapatkan rencana tambahan itu ?.


__ADS_2