
Di pagi harinya Ezra dan yang lainnya sedang mempersiapkan penyerangan, pasukan the order of the holy flame melakukan pemanasan, para penyihir melihat kembali buku buku mereka untuk mengingat kembali mantra mantra yang mereka pelajari, pemanah melakukan peregangan tangan, dan para pelayan mempersiapkan armor/senjata pasukan raven guard yang paling utama mereka tidak terlihat sama sekali di manapun... Yah mereka memanglah asasin.
Ezra menggunakan pakaian gagaknya hanya saja di dalam nya ia menggunakan armor suit yang sama ia pakai saat di gurun sebagai perlindungan tambahan.
Kali ini dia membawa pistolnya, mungkin ia ingin terlihat gagah dengan pedang sebelumnya tapi keadaan sekarang lebih berbahaya di banding sebelumnya, di tambah keberadaan Phantom yang menjadi ancaman utama bagi nya.
Di saat itu juga ia bertemu dengan pasukan yang akan ia pimpin jumlahnya ada 200 orang, 100 dari mereka adalah pasukan alteleri, dan sisanya adalah pasukan tambahan jikalaw sesuatu yang buruk terjadi di garis depan mereka yang akan membantu.
Dia pun bertemu dengan assisten nya untuk penyerangan saat ini yaitu seorang pria muda, kelihatanya ia masih berada di sekolah ksatria bagian kepemimpinan dan sekarang adalah misi lapangan pertamanya, sebelumnya ialah yang seharusnya menjadi pemimpin alteleri dan pasukan bala bantuan, namun dia terlihat biasa biasa saja malahan dia lega ia tidak mebjadi pemimpin karena dia masih belum memiliki kepercayaan diri yang baik.
"nama saya Baine, assisten anda untuk operasi kali ini"
"senang bertemu dengan mu Baine"
Ezra melihat ke arah pasukan yang akan ia pimpin para alteleri terdiri dari pemanah long bow dan penyihir jarak jauh, sisanya adalah pasukan dengan armor ringan.
Ezra memperharikan mereka dengan seksama selagi mereka mempersiapkan pelengkapan mereka sendiri karena mereka tidak memiliki pelayan mereka terhirung sebagai pasukan militer biasa.
Baine juga melihat ke arah mereka dan wajahnya terlihat sedikit kebingungan.
"hm ?, ada yang salah Baine ?"
"tidak... Hanya saja armor pasukan itu terlihat telalu... Tipis, tidak kah itu kurang efektif ?"
"mereka adalah light infantry sesuai nama mereka mereka haruslah ringan membuat mereka bejalan lebih cepat, tentu tujuanya adalah untuk datang ke garis depan lebih cepat"
"ah.... Jadi mereka yang di panggil light infantry... Maaf kan aku pak ini pertama kalinya aku berada di lapangan melakukan operasi yang sebenarnya"
"tidak masalah, hanya jangan melakukan hal bodoh saat di lapangan, dengarkan perkataan ku jangan jadi pahlawan"
"baik saya akan ingat itu"
"haah.... Sebenarnya tidak masalah juga kita berada jauh di garis belakang, seharusnya kita tidak akan terkena serangan infantry biasa"
"...?, apa maksud anda kita tidak akan di serang infantry biasa ?"
"maksudku kita kemungkinan besar akan menghadapi sesama alteleri atau lebih buruk assasin"
"...!, dengan pasukan seperti ini kita tidak mungkin dapat melawan pasukan assasin armor pasukan kita terlalu tipis"
"maka dari itu kita akan hanya punya satu grup dengan begitu pertahanan kita terhadap para assasin akan meningkat.... Walau itu tidak menjamin kehidupan semua pasukan ini"
"...., tapi-"
"dengar semua orang memiliki perannya masing masing dan mereka harus mempertahankan peran tersebun hanya karena peran kita beresiko besar bukan berarti kita dapat mengubah sesuatu, kita hanya dapat membuat pilihan yang terbaik"
"baiklah.... saya paham..., bagaimana anda bisa tetap tenang walau anda tahu sebuah resiko dari operasi ini pak ?.... Apa anda tidak merasa... Resah atau.... Takut ?"
"tentu aku merasakanya.... Tatapi aku tidak boleh menunjukan itu kepada pasukan yang aku pimpin moral mereka harus tetap tinggi jika tidak mereka tidak akan ada bedanya dengan tikus yabg lari ketika mendengar suara keras"
"begitu yah... Huh ?.... Aku tidak pernah memikirkan hal itu sebelumnya"
__ADS_1
"jika kamu paham bagaimana manusia bereaksi pada suatu keadaan kamu akan paham bagaimana cara memimpin mereka... Tapi ingat kamu juga masihlah manusia jangan lakukan hal bodoh yang akan berimbas pada bawahan mu"
"terimakasih atas ilmunya pak"
"jangan panggil aku pak aku tidak setua itu, ayo kita cek pasukan lainya"
"baik pa-, tuan"
Mereka berdua pun berjalan dan melihat pasukan the order of holy flame melakukan pemanasan dengan cara duel satu sama lain, jumlah mereka ada 400 orang di sebuah lapangan, lapangan itu memiliki field yang membuat mereka tidak terlihat dari luar lapangan.
"wah, the order of holy flame aku tidak menduga aku akan melihat mereka dengan mata kepalaku sendiri... Tapi bukan kah jumlah mereka telalu sedikit ?"
"yah transportasi yang mereka gunakan adalah transfortasi barang karena mereka mencoba untuk tidak terdeteksi oleh siapapun, dan lagi transportasi barang terlalu terbatas dan lamban di banding transportasi utama mereka"
"ah.. Jadi begitu.... Tapi lawan kita katanya ada lebih dari lima ribu orang"
"itu tidak akan jadi masalah setiap individu dari pasukan the order of holy flame adalah dinding berjalan, mereka sangatlah kuat jadi jangan khawatir, walau begitu mereka tetap membutuhkan bantuan dari infantry lain, seperti raven guard yang akan membersihkan musuh yang mengancam, alteleri jikalau mereka kewalahan"
"ah walau mereka adalah salah satu pasukan terkuat mereka tetaplah butuh bantuan"
"yah mobilitas mereka bukanlah yang terbaik"
Ezra kembali melanjutkan perjalanan mereka, mereka pun menemukan penyihir penyihir yang sedang membaca buku, mereka terlihat sangat fokus, ruangan itu terdengar sangatlah sunyi.
Ezra dan Baine memutuskan membiarkan mereka melanjutkan membaca dan keluar dari ruangan.
"hm... Bukankah penyihir harus menghapal semua jenis mantra ?"
"ah seperti sebelum ulangan"
"yah bisa di sebutkan seperti itu"
Ezra melihat ke arah jam, itu menunjukan jam 6 pagi.
"Baine kumpulkan pasukan di tempat yang sudah di tentukan sudah hampir saatnya"
"baik"
...****************...
sementara itu Raphaella dan Sasha hanya bersantai menunggu waktu yang di tentukan.
"... Oooooh aku sangat tegang ini pertarungan pertama ku menggunakan armor drakon"
"tenanglah jika kamu panik armormu tidak akan bisa di kendalikan"
"aku tahu... Tapi hanya aku seorang diri yang berada di udara"
"tidak seperti musuh memiliki bidikan yang baik kamu akan baik baik saja"
"mm...... Aku rasa kamu benar.... Haaah.... Aku hanya taku mengecawakan ayah ku"
__ADS_1
"aku yakin kamu tidak akan mengecewakanya, lagi pula kamu adalah penerus armor itu"
"yah kamu benar..."
"hey mau dengar sesuatu ?, raven guard tadi malam melakukan pengintaian terakhir sebelum penyerangan dan jumlah pasukan musub yang berjaga berkurang sebanyak 70%, dan jumlah musuh yang tersebar juga menjadi lebih kecil"
"sungguh ?!"
"kamu tahu apa artinya ?, rencana Mel itu berhasil"
"hahaha aku tidak menduga itu darinya"
"yah dia telah tumbuh... Heh pasti karena beban menjadi pemimpin resmi the order of holy flame"
"itu apasti, kami jadi jarang bertemu.... Namun aku masih khawatir tentang Lily, dia tidak menjawab saat aku telpon, dan juga dia belum keluar untuk waktu yang lama"
"apa ada masalah di antara kalian ?"
"tidak, tidak sama sekali, malahan dia besikap seperti ini pada semua orang"
"itu aneh..., tapi mari tidak membawa pembicaraan ini terlebih dahulu, jangan sampai ini mengalihkan diri kita dari pertarungan yang ada di depan kita"
"seperti kamu masuk kamar Ezra dan tidak keluar setelah beberapa jam ?"
"bagaimana kamu tahu !,.... Tu-tunggu aku bisa jelaskan"
"tentu aku tahu, aku menunggu mu di meja makan malam waktu itu, aku datang untuk menjemputmu tapi... Hahaha.... Tapi.... Aku malah melihat diri mu masuk ke kamar Ezra dan memasang field silent dan distorded"
"TUNGGU !, DENGARKAN AKU INI TIDAK SEPERTI YANG KAMU PIKIRKAN"
"aku tidak menduga... Teman/guru ku melakukan hal seperti itu"
"TIDAK AKU TIDAK MELAKUKAN APAPUN, YANG SEPERTI ITU"
"itu tidak mungkin !, kamu menyukainya kan ?!, lalu apa yang di lakukan seorang wanita masuk ke kamar pria yang ia sukai ?"
"TIDAK TIDAK... KAMI HANYA BERBINCANG SAJA.... IYA IYA BERBINCANG DI BALKON KAMARNYA PERCAYALAH"
"kalian melakukanya di balkon ?!!"
"TIDAK KAMI BERBINCANG BENAR BENAR BERBINCANG"
"maksudmu... Kalian hanya ngobrol"
"MHM..."
"yah.... Ilang kesempatan itu"
Kemudian Raphaella memukul kepala Sasha sambil mengatakan.
"Gobl*k!"
__ADS_1