
Malam telah tiba di langit hive city, banyak orang orang yang masuk untuk beristirahat setelah bekerja seharian, namun banyak juga yang keluar untuk beraktivitas, namun malam ini sedikit berbeda ada rasa kebanggaan di Mater regnum karena salah satu hive city nya berhasil lepas dari organisasi Serpent's yang jelas merusak, dan ini menjadi sorotan di internet dengan cepat, banyak orang di internet mengapresiasi tindakan dan aksi dari pasukan pemerintah mater regnum dan juga individu elite yang berpatisipasi dalam penyerangan ini, namun ada juga yang menganggap ini hanya berita palsu hanya propaganda yang di buat oleh pemerintah Mater regnum.
Ezra yang melihat berita ini berusaha melihat lihat foto foto yang di upload berdoa agar ia tidak ada di sana dan benar saja ia tidak ada di satupun foto yang di ambil, ia pun bisa bernafas lega.
suara ketukan pintu pun terdengar di pintu kamar Ezra, ketika ia membuka itu adalah salah satu dari pasukan Raven guard namun yang satu ini Ezra kenal dengan baik ia adalah pemimpin pasukan Raven guard.
"tuan Ezra mohon maaf menggangu waktu privasi anda, tapi anda di undang makan malam bersama untuk merayakan kemenangan di siang ini, dan tidak anda tidak bisa menolak seperti di hari sebelumnya"
Ah.... Yah aku baru ingat budaya orang orang terra mereka melakukan malakan malam semelum dan sesudah berperang...
"baiklah"
"tolong ikut aku"
Ezra pun mengikuti kaina, dari belakang.
Selagi di jalan.
"tuan Ezra aku dengar adik ku Lonia membuat masalah dengan anda sore tadi"
"ah tidak masalah lagi pula dia masih muda"
"terimakasih telah memakluminya, dia... Memang seperti itu... Egonya terlalu besar"
"dia punya potensi kamu tahu ?, hanya tolong perhatikan dia lebih baik"
"terimakasih anda adalah orang pertama yang melihat potensi di dalam dirinya, selain aku"
"tidak masalah"
"tuan Ezra.... Izinkan aku mengetes seberapa kuat anda"
Dengan kecepatan kilat kaina berbalik ke arah Ezra dan menusukan pisaunya ke arah Ezra, namun itu berhasil di tangkap oleh Hunter yang tepat bermanafes di belakang Ezra menahan tusukan itu dengan cara menjepit belatinya dengab kedua pedangnya, dan Lost knight juga bermanafes di sisi Ezra yang di pedang berkaratnya sudah berada di leher kaina.
Melihat ini kaina langsung tahu ia tidak bisa menang gerakan sihir Ezra tidak bisa di baca olehnya, siapa tahu spirit apa lagi yang ia punya.
yah aku tidak bisa menang dia terlalu tidak bisa di tebak, aku tidak tahu kartu apa lagi yang ia miliki, setelah semuanya dia lah penyihir yang tidak bisa aku deteksi.
"seperti yang aku duga tuan Ezra memiliki reaksi cepat untuk memanggil spirit spirit itu tanpa mengeluarkan partikel sihir sedikit pun, anda memabg hebat"
"t-terimakasih.... Turunlah kalian berdua"
__ADS_1
Kedua apirit itupun hilang dan masuk ke dalam jubah Ezra namun kaina berpikir bahwa spirit itu masuk kembali ketubuh Ezra atau jubahnya memiliki propeti untuk menyimpan spirit.
Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka.
Aku bisa merasakan jantung ku copot tadi... Haaah..... Aku pikir aku akan mati, tidak mungkin aku menang melawanya dia terlalu kuat dan cepat belum lagi dia bisa menghilang.
mereka pun sampai di sebuah pintu besar ketika pintu itu di buka di dalamnya terdapat sebuah meja besar dan panjang lampu nya sedikit redup namun itu di tutupi oleh lilin yang terdapat di atas meja, di sana ternapat Mel, Joryse, Raphaella Sasha dan juga Behemus sudah berada di sana, kaina pun menuju sebuah kursi dan duduk di sana juga, namun terdapat kursi tambahan selain kursi untuk Ezra, ketika Ezra duduk ia menyadari bahwa Raphaella berada di hadapanya, posisi duduk mereka memang di buat berhadap hadapan oleh seseorang tentunya.
Mereka pun berbincang satu sama lain mengenai kemenangan yang telak itu, terutama Behemus yang terus berbicara bagaimana ia mengalahkan nyaris semua musuh yang ada di base lawan.
Di ruang itu yang paling pendian adalah kaina ia memang tidak suka berbicara dengan banyak orang.
Yang kemudian tidak lamasetelah itu orang terakhir tiba dan ketika melihatnya di pintu Ezra sangatlah kaget sama seperti orang lain yang ada di ruangan itu.
Itu adalah pemimpin Mater Regnum itu sendiri.
"tuan cain !, mengapa anda berada di sini ?!"
"bukan kah itu sudah jelas Joryse ?,aku juga ingin merayakan kemenangan kalian"
"apa Eda tahu anda di sini ?"
"tidak perlu khawatir soal itu"
para pelayan pun masuk membawakan makanan makanan mewah, dan tentu terlihat lezat namun karena rasa canggung dan panik Ezra, ia menjadi tidak nafsu untuk makan sama sekali, di mana yang lain langsung menyantap hidangan mereka bahkan Raphaella dengan topeng kerangka rusanya makan walau harus sedikit kerepotan.
Cain yang menyadari ini langsung saja membuat gerakan
"hey apa semua baik baik saja... Tuan...."
"Nama ku Ezra... Panggil saja saya Ezra"
"ah Ezra.... Nama yang... Cukup unik.... Walau aku berpikir nama itu lebih cocok untuk perempuan di banding laku laki... Hanya mengatakan"
"tidak masalah tuan Cain..."
"katakan Ezra dari mana asal mu ?"
"aku berasal dari Nisco"
"ah... Nisco.... Boleh aku lihat kartu identitas mu"
__ADS_1
Jantung Ezra langsung jatuh rasa paniknya makin membesar namun apa lagi yang ia bisa lakukan dalam situasi ini ?.
Ezra pun memberikan kartu identitasnya dan cain sedikit kaget karena Ezra telah di akui oleh semua negeri yang ada di terra, namun negerinya juga ada di situ dia berpikir sedikit sebelum... Tertawa kecil.
"aku tidak menyangka anda begitu di akui oleh semua negeri bahkan ayah ku mengakui mu"
"ah yah beliau memang mengakui saya"
"maaf saja aku baru menjadi pemimpjn negeri ini selama 3 tahun jadi aku belum mengetahui semua orang yang di akui oleh negeri ku sendiri, aku benar benar minta maaf"
"tidak masalah tuan Cain, cara anda mengatasi banyak masalah di negeri ini dengan cepat menunujukan bahwa anda memiliki potensi besar saya yakin anda hanya perlu sedikit penyesuaian lebih lama lagi"
"ah ayolah jangan memuji ku seperti itu aku orang yang gampang malu, hehehe...."
Melihat tindakanya bekerja Ezra pun mengalihkan pandanganya ke arah Raphaella dan mulai berbincang denganya, dan Cain juga mengganti lawan bicaranya ke Joryse.
Raphaella sedang dalam posisi yang cukup aneh, di mana jelas meja itu besar dan terdapat banyak orang di situ namun yang ia lihat hanyalah Ezra dan meja besar itu, seakan terpotong membuat mereka berdua seakan dalam kencan makan malam, Raphaella tahu jelas ini hanyalah ada di kepalanya tapi apa salahnya berimajinasi untuk sementara.
Di tengah tengah makan malam yang tentram itu Cain pun berdiri dan mengangkat gelas nya mengajak yang lain untuk bersulang.
"hadirin sekalian mari kita bersulang atas kemenangan yang telah kita dapatkan dari dewi kita tercinta, Bersulang !"
""BERSULANG!""
...****************...
Di sisi lain Phantom beraembunyi di area perkotaan berusaha berbaur dengan warga sipil dari matanya ia jelaa telihat ketakutan, dan pasukan terakhirnya berada di belakangnya mengikutinya, ia melihat ke kanan dan kiri terutama ataa bangunan berharap pria gagak yang mengalahkanya waktu itu tidak menemukanya.
Di saat malam yang gelap itu perut Phantom mengeluarkan suara, ia kelaparan, yah mau bagaimana lagi ia harus mencuri.
Dengan kecepatan kilat ia mencuri sekantung roti dari sebuah toko roti dan langsung menjauh dari toko itu secepat mungkin, saat ia berlari dan hendak berbelok ia malah bertabrakan dengan seseorang, tabrakanya cukup keras karena orang yang ia tabrak jelas adalah seorang ksatria.
Kantung roti yang ia baru curi terjatuh, namun ksatria itu dengan baik mengambilkanya dan memberikanya kepada phantom.
"oh astaga maafkan aku, kamu baik baik saja ?, aduh roti mu jadi kotor mau aku gantikan"
Phantom yang mulai berdiri menunjukan wajahnya membuat ksatria itu kaget dan juga Phantom kaget di saat yang sama.
Mereka mengatakanya nyaris bersamaan.
"Serah ?!"
__ADS_1
"Kaka ?!"