Dunia Terra: Masuk Ke Dalam Novel

Dunia Terra: Masuk Ke Dalam Novel
dampak


__ADS_3

Setelah serangan tiga hive city dari negeri Nisco, Nisco mengalami kerusakan parah dari segi ekonomi dan juga moral, di tambah dengan jumlah warga sipil di middle ataupun under city yang selamat, membuat warga sipil di hive mind yang tersisa merasa takut, dan ketakutan ini berubah menjadi amarah.


banyak warga yang melakukan demo untuk memperbanyak jalur evakuasi di karenakan jalur dan kapal evakuasi sangat terbatas, dan orang orang khawatir akan nyawa mereka dan keluarga mereka.


Demo berlangsung di depan menara lift menuju utopia karena orang orang dari middle city tidak memiliki akses ke utopia di mana pemerintah pusat hive city berada, terutama di bive city H70 yaitu ibu kota dari Nisco, demo masih berlangsung teratur tapi pusat/pemerintah belum memberi informasi ataupun tanggapan apapun pada para pendemo, mereka berdemo dengan cara mengangkat tanda tanda yang bertuliskan "selamatkan kami" atau "merikan kami jalan untuk hidup" dan seterusnya.


walau jumlah pendemo ada banyak pemerintah kelihatanya masih tidak mau menanggapi hal ini dulu jadi mereka meninggalkan para pendemo untuk sementara, pemerintah berusaha keras untuk meneliti mayat-mayat humos yang the order of the holy flame kalahkan kembali di H78, mereka ingin secepat mungkin menemukan kelemahan dari makluk itu dan mencari kelemahanya.


Sementara itu di negeri negeri lain yang mendengar informasi bahwa para Ombians telah melakukan serangan besar terhadap Nisco, memper ketat pertahanan mereka, terutama saat mendengar strategi baru musuh, ruang generator di tingkatkan keamananya.


Namun karena negeri lain juga memiliki jalur evakuasi yang terbatas warganya perlahan mulai melakukan demo juga karena para warga itu mendapat informasi bahwa orang orang yang selamat hanya segelintir dari ratusan ribu.


Perumahan yang dekat jalur evakuasi menjadi lebih mahal, namun mereka ingin sedekat mungkin dengan jalur evakuasi jadi mereka rela menghabiskan harta mereka untuk keselamatan.


Kondisi Lagur telah membaik tapi karena usianya yang tua dan serangan Rokkas yang fatal ia tidak lagi di perbolehkan mengangkat pedang membuat kepemimpinan the order of the holy flame jatuh ke tangan Mel yang masih muda dan kurang pengalaman, namun Mel di bantu oleh assisten Lagur sebaigai pemimpin secara de facto sampai Mel dapat memimpin the order of the holy flame sendiri.


Di karenakan H78 telah rubuh Arcturus Drakon tidak lagi menjadi pemimpin militer jadi ia telah di nyatakan pensiun karena ia yang menyatakan itu, armor mecha Drako nya di berikan kepada anaknya Sasha karena ia tidak lagi ingin bertarung.


Karena demo yang semakin besar hingga perekonomian menjadi terhambat pemerintah menyebarkan militer elite yang biasanya berjaga di utopia turun ke middle city , itu adalah kendaraan lapis baja di tujukan untuk pertarungan di area urban, kendsraan ini juga ada di H78 hanya saja tidak di turunkan karena resiko lift yang di ambil alih oleh musuh... (atau karena mereka memang tidak peduli dengan warga yang ada di middle city)


kendaraan lapis baja itu memiliki sebuah turret dengan banyak kabel yang terhubung dengan bagian belakang kendaraan. Turret itu di kendalikan oleh satu orang, itu adalah meriam plasma, senjata yang kuat namun sangat tidak populer di antara pasukan elite militer.


Secara teknis meriam itu menembak laser panas yang dapat meledakan lengan ataupun dinding namun para pasukan militer sangat membenci senjata itu karena mereka tidak efektif di pertarungan jangka panjang.


Akibat penyebaran militer elit ini pendemo pun berkurang tapi masih banyak yang menuntut jalur evakuasi yang di perbanyak.


Nisco yang sekarang hanya punya dua hive city kesulitan untuk memenuhi keinginan warganya yang menginginkan jalur evakuasi lebih, maka mereka melakukan hal yang biasa mereka lakukan yaitu mengabaikan masalah.


......................


sementara itu di H78 kota telah sepi dan bau hanyir darah bisa di cium di udara, jalanan yang penuh dengan darah yang sudah kerig, dan para Humos yang masih berkeliaran.


Di tengah tengah kota terdapat banyak mayat di tumpuk dan di bakar, para Ombians melakukan penjarahan berhari hari mengambil apapun yang mereka anggap berharga.


tumpukan mayat itu sangat besar dan bau, namun karena mereka sekarang telah di bakar membuat bau gosong bercampur bau daging busuk yang tidak sedap memenuhi udara.



Rokkas yang duduk di tepi jalan menunggu para assasinnya selesai melakukan penjarahan, dan gadis yang selalu ada di sisinya muncul di hadapanya.

__ADS_1


"tuan penjarahan telah selesai"


"bagai.mana.dengan.hive.city.?"


"kami telah menjarahnya juga"


"bagus.kita.bisa.kembali.sekarang"


Rokkas memunculkan sebuah alat di tanganya dab menekan tombol merah, seketika para Humos mulai linglung pusing dan terjatuh, dan mati, semua Humos di hive city itu pun mati namun tidak lama setelah kematian mereka, tubuh mereka mengeluarkan sebuah spora yang memenuhi hive city dan mulai tumbuh menjadi tumbuhan hijau, Rokkas, bawahanya dan jarahanya pun pergi dari hive city itu.


Sementara itu Raphaella yang belum mendengar kabar dari Ezra merasa khawatir dan memutuskan untuk menelepon, tidak lama teleponya di jawab.


"hei... Ezra... Kamu baik baik saja"


Raphaella bisa mendengar suara angin kencang dari handphonenya, yang membuat ia bingung di mana Ezra sebenarnya.


"hei Raphaella.... Kamu baik baik saja ?"


"aku baik.... Bagaimana dengan mu ?"


"aku ada di...."


"aku ada di gurun"


"Gurun ?!"


"semua babai saja jangan khawatir aku tidak terluka"


"tapi kamu ada di gurun !!"


"tenanglah aku punya armor suit ku sendiri tidak perlu khawatir"


"hei.... Ezra.... Apa kamu benar benar baik baik saja ?"


Suara khawatir bisa terdengar dari Raphaella.


"aku baik baik saja, sekarang aku sedang menuju Mater Regnum aku butuh 7 hari untuk sampai ke sana tapi semua akan baik baik saja"


"...baiklah.... Aku percaya pada mu.... Jangan mati... Oke"

__ADS_1


"heh percayalah.. Aku tidak akan mati semudah itu"


"baiklah berhati hati lah"


Sementara itu untuk Noofi,Marie dan Roselle Ezra mengirim pesan bahwa ia baik baik saja untuk membuat mereka lega.


Ezra melanjutkan perjalanan nya menuju Mater Regnum, alasan ia ke sana adalah karena Mater Regnum satu satunya negeri yang paling dekat, ia tahu serangan pada Nisco belum berhenti jadi ia pergi ke negeri lain, dan karena semua penerbangan di hari sebelumnya tidak ada yang menuju Mater Regnum dia memutuskan untuk berjalan ke sana.


Sementara itu Sasha ingin mencoba armor yang di berikan ayahnya, armor itu terbuka layaknya kepompong di bagian depan dan ketika Sasha memasukan tubuhnya armor itu langsung tertutup, dan sebuah layar komplex pun muncul, mata dari armor itu dapat mengidentifikasi banyak hal, seperti ancaman, makluk hidup, dan armor itu juga memiliki jumlah amunisi yang ada, jumlah Nanites yang tersisa di armor tersebut dan juga kondisi armor itu.


Armor itu di aliri energi sihir dari tubuh Sasha yang membuatnya menjadi hangat.


Sasha mencoba untuk terbang, ia berhasil mengambang sebelum oleng dan menabrak dinding tepat menghantam kepalanya.


Arcturus yang mendengar keributan ini langsung datang.


"Sasha !, kamu baik baik saja ?"


"aku...aku baik baik saja hanya sedikit pusing"


"mencoba untuk terbang huh ?..."


Sasha mengangguk masih menggunakan armor itu.


"kendali sihir mu masih lemah kamu harus berlatih pengendalian sihirmu lagi"


"tapi aku sudah bisa menggunakan senapan ku, kenapa aku tidak bisa menggunakan armor ini"


"senapan dan armor ini berbeda, armor itu memiliki.... Kepribadianua sendiri"


"kepribadian ?"


"kamu akan paham semalin lama kamu menggunakanya jadi jagan khawatir.... hey Sasha aku tidak melihat Lily ataupun Mel.... Kemana mereka ?"


"oh... Mel melakukan pendidikan exstra untuk menjadi pemimpin yang lebih baik dan Lily.... Alu tidak tahu..... Seperti ada yang salah denganya... Dia jadi lebih pendiam"


"mungkin dia masih trauma dengan apa yang terjadi di H78 biarkanlah saja dulu, dia butuh waktu"


Sasha mengangguk paham namun di dalam armor itu wajahnya tidak lah senang maupun lega, dia sangat khawatir.

__ADS_1


__ADS_2