
Ezra bergasil melihat kubahsalah satu hive city milik Mater Regnum kepertinya itu adalah H50, ia mendekati nya dan mulai mencari celah untuk masuk karena hive city tidak memiliki gerbang untuk manusia melainkan hanya untuk pesawat di bagian gerbang yang tinggi, Ezra menemukan celah saat itu juga ia mulai masuk ke dalam, jalurnya sempit sangat sempit dan banyak kabel kabel mulai dari besar dan kecil.
jalurnya tidak pasti karena ia harus membuat jalan di antara kabel kabel itu, setuap ia membuka jalan dan maju kabel di belakangnya tertutup dan itu sangatlah claustrophobic namun Ezra tahu apa yang ia lakukan ia terus membuat jalan hingga ia menabrak sebuah dinding dan ia pun mulai memukuli dinding itu karena power suitnya dia dengan mudah menghancurkan dinding itu dan akhirnya ia keluar dari kabel kabel yang claustrophobic itu.
Ia pun berada di bagian selokan middle city, sebelum ia keluar ia mengganti bajunya dan menyimpan power suit nya untuk nanti, ia tidak mengambil pistol sebagai pengamanan melainkan pedang satu tangan yang melengkung di pinggangnya. Sebuah jaket neon dengan garis garis hitam, dan celana jeans panjang.
setelah siap ia pun keluar dari bagian selokan, menaiki tangga sebelum membuka penutup selokan, ia keluar di bagian sisi gelap hive city, tempat itu tidak ada bedanya dengan H78, banyak bekas suntikan di mana mana, bekas muntahan, dan orang orang yang kelihatanya sudah tidak sadarkan diri karena obat yang ia gunakan.
Ezra mulai membuat jalan menuju sektor kota yang lebih beradab namun ia malah di hadang oleh tiga preman.
"kau pasti bercanda aku baru saja sampai"
"hah!, dengar berikan semua yang kau punya dan mungkin kami akan melepaskan mu"
"cobalah"
Salah satu dari mereka jelaa tidak senang dan mulai maju siap memukul Ezra namun dari gerakan tubuhnya semua sudah tahu apa yang akan preman itu lakukuan, Ezra dengan cepat melakukan tendangan memutar tepat di wajah nya membuat ia langsung tidak sadarkan diri.
"ada yang mau maju lagi ?"
"brengsek!"
Temanya langsung saja maju sekali lagi dengam gerakan yang jelas jelas menyerang dengan bagian tangan kanan sudah di atas.
Ia hendak memukul Ezra di bagian muka namun itu ter tangkap dengan mudah, sebagai balasanya Ezra memukul wajah yang membuat hidungya patah darah keluar dari hidungnya dan ia mengeram kesakitan di tanah.
Sisa satu lagi dan ia terlihat seperti pemimpin nya.
"oke !, berhenti main mainya!"
Ia menghunuskan pedangnya di Mater Regnum pertaeungan pedang memang sudah sering terjadi karena ini adalah negara dengan jumlah ksatria terbanyak.
Ezra juga menghunuslan pedangnya.
"kamu telah menghunus pedang mu... Artinya kamu sudah siap untuk mati"
"tutup mulut mu !"
Ia maju hendak menebas secara horizontal dari atas, Ezra menangkis dan mengalirkan energunya ke saping kiri hingga pedang lawanya menghantam tanah dengan gerakan cepat ia menebas tangan kanan dari lawanya.
Darah mulai mengalir dengam cepat luka tebasan itu cukup besar dan mematikan, si pemimpin preman itu menggeram kesakitan ia berusaha menutupi lukanya karena darah terus keluar dari lukanya itu.
"aku menyerah!!, aku menyerah !!"
Ezra awalnya ingin menghabisinya menngiangat dia ada di Mater Regnum namun ia juga ingat bahwa mereka hanyalah preman jadi dia memberi mereka first aid.
__ADS_1
"dengar aku tidak mau melihat kalian di area ini lagi paham ?"
"b-baiklah"
Ezra pun melempar first aid kepada pemimpin preman itu.
"t-terimakasih banyak"
Ezra pergi tanpa melihat ke bekalang dan mulai mencari calanya di gang sempit dan gelap penuh dengan bekas penggunaan obat obat terlarang, dan sampai lah ia di bagian kota yang lebih beradab, langit menunjukan waktu malam karena atap dari hive city sedang mensimulasikan malam, kota dari Mater Regnum memiliki cahaya yang terang karena banyaknya lampu terutama lampu dengan logo pedang dan perisai, para polisi di Mater Regnum juga berbeda dengan yang ada di Nisco mereka menggunakan armor layaknya ksatria,bagian bagian armor itu terdiri dari plat dada pelindung bahu, lengan, kaki, dan helm ksatria klasik, armor mereka berwarna hitam biru dan senjata mereka berpariasi, mulai dair pedang dan perisai, pedang panjang, dan bahkan tombak.
Warga di sana juga memnggunakan baju dengan mayoritas berwarna putih, pedagang pinggir jalan juga ada mereka menjual makanan ringan sampai figure figure mainan, kebanyakan figure itu adalh figure ksatria, di bagain dasar figure itu terdapat nama nama dari ksatria itu, salah satu figure ksatria paling mencolok dan paling populer bernama corrupted knight, ia menggunakan armor hitam namun armor itu telah retak dan menunjukan warna unggu di dalamnya, bagian helm nya sudah penyok beberapakali bahkan tidak lagi singkron, di setiap cela armor dia memiliki warna ungu terang.
Huh ?, ternyata corrupted knight sepopuler ini ? Aku memang membuat dia terkenal namu aku tidak tahu kepopuleranya berbentuk seperti ini.
Seperti semua hive city yang lain hive city ini memiliki pilar di pusatnya, namun satu hal yang lebih mencolok tentang hive city ini adalah hive city ini memiliki stadium arena di dekat pilar itu.
Dan biasanya orang orang akan datang antara menjadi bagian dari turnamen itu atau menonton dan menaruh taruhan kepada petarung.
Hal ini sudah biasa di lakukan dan bahkan telah menjadi praktek bisnis normal di negeri ini, di karenakan jumlah perjudian yang banyak sisi gelap kota memiliki banyak penghuni itu karena mereka tlah kehilangan segalanya di pertaruhan, mereka memilih ke sisi gelap kota karena mereka akan aman dari penagih pajak karena jika penagih pajak tahu mereka tidak lagi bisa membayar pajak mereka akan di kirim ke under city.
Ezra berjalan lebih lama lagi, dan ia melihat sebuah garis polisi dan melihat seorang ksatria biasa mati di linggir jalan, terdapat 5 anak panah menancap di dadanya, walau begitu tidak ada yang terlihat terkejut para polisi menangani ini dengan biasa biasa saja, dan warga yang berlalu lalang mengabaikan apa yang mereka lihat.
Itu adalah cara mereka menghormati kematian di Mater Regnum entha magaimana mayat ksatria itu pun di bawa dengan mobil ambulan.
salah satu polisi melihat Ezra namun Ezra tahu dia bukanlah polisi namun salah satu dari group pembunuh, bagaimana Ezra tahu ?, itu karena polisi di Mater Regnum tidak memiliki hak untuk menanyai seseorang kecuali orang itu ingin bicara entah itu kenanyakan apakah dia melihat sesuatu atau yang berkaitan dengan pembunuhan itu pihak berwenang tidak memiliki hak itu, namun 98% penghuni Mater Regnum tidak mengetahui hukum ini, sugguh aneh memang.
pemeriksaan random ?, antara dia polisi palsu atau pembunuh ksatria
"silakan"
Ezra memberi kartu identitasnya, namun ketika "polisi" itu melihatnya dia terkejut masalhanya kartu identitas itu memiliki semua lambang negara yang sah, yang artinya Ezra adalah milik internasional terra.
"m-maafkan aku tuan"
"tidak masalah kamu hanya melakukan tugas mu"
Ezra melihat ke arah darah bekas kematian ksatria itu.
"apa yang terjadi di sana ?"
"hanya ksatia kotor yang mati"
"kerja bagus..., bagaimana dengan Serpent's ?"
"kami sudah menemukan lokasibkemungkinan mereka tuan, dan akan segera melakukan penyerbuan.... Apakah anda akan ikut ?"
__ADS_1
"maaf aku ada urusan lain"
"begitu yah.... Baiklah tuan jaga dirimu"
"polisi"itu menunduk tanda hormat dan Ezra pun pergi dari lokasi itu.
hah aku tidak menduga kartu identitas ini bekerja, padahal aku hanya membelinya di internet yah artinya aku bisa pergi kemanapun aku mau.
Ezra pun hendak mencari penginapan untuk bermalam.
...****************...
sementara itu di suatu tempat Raphaella sedang duduk di meja panjang bersama adik dan ayahnya, meja itu panjang dan hanya di beri pencahayaan lilin.
"ayahanda boleh aku bertanya sesuatu ?"
"silakan"
"ketika pedang Iridum sepenuhnya menjadi milik ku bolehkah aku pergi ke Mater Regnum ?"
"tentu ketika kamu pedang itu sepenuhnya milik mu kamu bebas pergi kemana pun karena kamu mau karena kamu akan menjadi milik internasional terra.... Mengapa kamu bertanya ?, dan memangnya kenapa kamu mau pergi ke Mater Regnum ?"
"um itu....itu"
Adiknya Raphaella menyela.
"karena pacar kaka ada di sana"
Raphaella jelas terkejut.
"tidak !, ayah tidak seperti itu !"
"oh ahahaha !, anak ku memang sudah besar.... Tidak apa apa hehe siapa nama 'pacar' mu ini ?"
"dia bukan pacarku,... Kami.... Kami hanya berteman"
"teman ?, segitu ngechat tiap hari"
"Ascalon! Diam"
"Ascalon melihat ke arah lain sambil mengunyah makananya"
"yang sabar ritual penurunan Iridum akan segera di laksanakan apa kamu siap ?"
"tentuh ayah... Aku sudah menunggu moment ini seumur hidup ku"
__ADS_1
"bagus lah maka dari itu kamu memang penyukses keluarga Malar"