
Menuju siang pasukan Ezra masuk terlebih dahulu ke area pekotaan yang sepi Ezra dan pasukanya terbagi menjadi 3 masing masing 100 orang, tujuan utama mereka adalah daratan tinggi/bangunan.
team satu yang di pimpin oleh Ezra berhasil menaiki atap sebuah bangunan tua, orang orang yang mereka temui langsung di buat tidak sadar takut mereka adalah mata mata, di bagian kiri team 2 berhasil menemukan bangunan yang bagus untuk bersembunyi karena mereka terdiri dari lightinfantry berperan sebagai pasukan resouce namun team 3 tidak menemukan bangunan yang bagus kareda dari itu mereka di haruskan bersembunyi di bangunan yang expose kepada musuh namun mereka besembunyi dengan baik, team 3 juga adalah infantry ringan sebagai resouce.
Maka dari itu pasukan yang di pimpin Ezra adalah light infatry dan alteleri team.
"tuan Ezra mengapa anda tidak membiarkan ku memimpin light infantry resouce di team 2 atau 3 ?"
"bukankah itu jelas ?, armormu terlalu berat aku takut kamu tidak bisa mengikuti orang lain dengan armor mu itu.... Lagi pula kenapa kamu menggunakan armor itu ?, kamu tahu kita akan memimpin pasukan dengan mayoritas... Tidak semua berisi light infantry ?"
"a..ah.. Maaf... Tapi ini armor yang biasa aku gunakan"
"sudahlah mereka sudah terlalu jauh jangan habiskan energi mu untuk mengejar mereka"
Baine mengangguk.
Aaaah.... Mengapa aku membiarkanya di sini seharusnya aku mengirumnya bersama light infantry yang lain agar dia mati terbunuh oleh Phantom.... haaaah.... Sudahlah.... Aku tidak bisa melakukanya dia dan mereka adalah tanggung jawab ku lagi pula ini salahku ingin ikut ikutan kejadian ini.
Ezra kemudian mendapat sinyal radio dari team 2 dan 3 mereka sudah berada di lokasi sembunyi, yang kemudian Ezra memberi informasi kepada Mel (pasukan utama) untuk memulai penyerangan, team Ezra juga menemukan beberapa lokasi musuh yang ia langsung informasikan kepada Mel.
Pasukan the order of the holy flame pun berbaris maju memasuki kota kosong dan penuh dengan bekas suntikan itu, pasukan raven guard yang berjumlah 30 orang menyusul mereka dan mengarah ke arah musuh musuh yang berada di high ground, seperti pemanah dan pengawas.
Mereka dengan cepat melakukan takedown satu persatu dengan kesunyian, mereka memang pasukan yang efektif.
Raphaella yang melayang tak terlihat di tengah udara memperhatikan pola kota kemudian mulai bertindak, ia mulai menutup jalan jalan kabur dan juga membuat musuh tidak dapat melakukan out flank pasukan utama.
Serpent's perlahan namun pasti mereka mulai sadar akan serangan ini, dan jelas mereka benar benar panik mereka secara tidak terkoordinasi berusaha melindungi bangunan utama, namun Phantom dengan cepat mengambil kendali.
"Semuanya kita sedang di serang !, lindungi paket utama, dan buat jalur kabur denganya, semua pasukan bersiap dan menyebar kita"
Ketika mendengar perintah itu mereka langsung melakukan apa yang di suruh, namun mereka tidak dapat menyebar lagi jalur nya telah di tutup oleh dinding batu besar yang di buat oleh Raphaella, mereka pun memutuskan untuk memfokuskan pasukan mereka di gerbang pintu masuk base mereka, melihat ini Raphaella memberikan lokasi mereka kepada Ezra.
"Ezra tepat di depan gerbang pintu masuk base musuh terdapat banyak pasukan musuh bisakah kamu menembaki mereka ?"
"aku akan coba"
Ezra memberikan lokasi musuh pada altelerinya, para pemanah itu mulai membidik dan anak panah mereka menyala biru sebelum menembakan panahnya.
Setiap panah itu melesat dengan pecah menjadi ratusan projektil yang menyebar luas namun sebuah field menangkis 70% dari projektil panah sihir itu dan sisanya tembus mengenai banyak pasukan musuh.
Mengetahui ini mereka langsung mengangkat perisai mereka, mereka belum tahu dari mana asal serangan panah sihir itu namun mereka akan bersiap untuk serangan ke dua.
mengetahui ini Ezra langsung memerintahkan pasukanya untuk menunduk, dan bersembunyi sebelum musuh mengetahui lokasi mereka, dan mengentikan serangan.
"haruskah kita menembak mereka sekali lagi ?"
"tidak perlu aku yakin mereka sedang mengangkat perisai mereka jangan buang buang amunisi"
Phantom dengan pasukanya yang tertutup kain jubah hitam memantau area sekitar berusaha mencari lokasi alteleri musuh namun dia terlambat mereka tidak lagi menembak, namun dia melihat pasukan the order of holy flame mendekat melalui jalan lurus menuju base mereka, yang kemudian ia beritahukan kepada pasukan utama pertahanan.
Mendengar ini mereka panik masalahnya barikade dan bunker sementara belumlah siap, jadi mau tidak mau mereka harus bertarung.
Mereka membuat membuat barisan senjata mereka tidak jelas dan tidak beraturan ada yang memengunakan pedang, ada yang menggunakan kapak dan lain lain, namun yang jelas pengguna perisai berada di barusan depan, armor mereka hanya seadanya saja, karena mereka tidak punya waktu untuk mengambil nya di armory di area under city di mana akses ke sana membutuh kan lift, jumlah mereka berjumlah 2.000 orang.
Melihat jumlah musuh yang lebih sedikit entah kenapa mereka mulai mendapat kepercayaan diri untuk menyerang.
Mel yang memimpin di depan mengambil posisi terbaik yaitu di antara dua bangunan dan membuat posisi bertahan, pasukan Serpent's dengan bodohnya mengambil umpan dan menyerang, yah Bardrey tidak ada di sini setelah semuanya, mereka hanya di pimpin oleh pikiran setiap individual dan ketika mereka melihat salah dari mereka maju, semua malah ikut maju.
Mel kemudian masuk ke barisan pasukanya dan memunculkan perisai dari lengan kiri dan pedangnya memanjang menjadi tombak.
"PERISAI NAIK"
Dinding perisai pun naik tombak menuju ke arah musuh mereka, ketika jarak mereka sudah dekat, crossbowman di barisan tengah pun menembaki mereka, beberapa berhasil menangkis panah itu dengan perisai tapi banyak juga yang langsung jatuh tewas.
Merekapun sudah dekat, tobak pun terdorong ke arah mereka, serangan the order of the holy flame sangatlah kuat satu dorongan tombak itu berhasil menembus dan menghancurkan perisai lawan, namun bentrok terjadi, pasukan Serpent's menyerang secara asal dan sekuat yang mereka bisa, namun mereka gagal menggerakan pasukan the order of the holy flame, Mel yang melihat ini kemudian memiliki sebuah rencana yang bagus.
__ADS_1
"TAHAN SERANGAN KALIAN"
Pasukan the order of the holy flame pun berhenti mendorong tombak mereka.
Mel meminta Ezra untuk menggerakan pasukan resouce untuk masuk ke sisi kanan dan kiri bagian dinding, ia juga meminta Raphaella untuk membukakan jalan sementara untuk pasukan resouce.
Dengan begitu pasukan resouce mulai bergerak masuk.
Mel juga tidak lupa untuk meminta bantuan alteleri dari Ezra ke posisi yang ia berikan, dan memintanya untuk tidak berhenti.
Ezra pun memenuhi keinginnan Mel itu panah sihir stelah pamah sihir pun mulai menghujani musuh yang terlalu padat, di mana banyak dari mereka mati karena serangan alteleri itu, mereka pun mengangkat perisai untuk menangkis serangan yang akan datang.
Para penyihir di team Ezra juka mulai melakukan casting da kemudian panah yang sama namun lebih besar mulai menghujani lawan, namun serangan ini tidak lah lama dan spontan seperti panah sihir biasa.
Baine yang melihat ini berusaha melihat di berbagai sisi bangunan ia ingin melihat pertempuran itu namun tidak terlihat bagaimanapun caranya.
"tuan apakah anda yakin kita tidak akan mengenai pasukan kita sendiri ?"
"Tentu aku tidak"
"lalu mengapa anda terus menemabak ?"
"karena pasukan depan memintanya kita hanya mendengar dan melakukan, jika kita mengenai pasukan kita sendiri tanggung jawab ada pada peminta serangan, kita tidak tahu apa yang terjadi di sana makanya komunikasi sangat penting"
"ah ! Aku paham sekarang terima kasih banyak tuan"
"hm... Tidak masalah"
Tiba tiba saja udara di sekitar Ezra menjadi dingin dan suara seorang perempuan terdengar di belakangnya, dia menggunakan seba hitam dengan topeng putih polos yang tidak memiliki lubang mata pada topeng itu, dia sedang menodongkan belati ke arah Ezra tepat di belakang lehernya.
Semua orang langsung panik mereka tidak mengetahui keberadaanya yang kemudian mereka terkepung oleh makluk tinggi dengan jubah hitam, masing masing dari mereka memegang pedang melengkung di kedua tanganya, wajah mereka tertutup topeng yang sama dengan phantom jumlah mereka ada 50 namun dari penampilan mereka mereka jelas lebih kuat di banding seluruh pasukan Ezra.
"hentikan tembakanya... sekarang"
"tahan tembakanya"
"sialan..."
"hmm.... kamu terlalu ceroboh untuk seorang ksatria..., hey kau arahkan serangan dari pasukan mu kepada pasukan kalian sendiri di garis depan"
Seorang chaster dari pasukan alteleri berusaha mencasting sihir magic projectile namun sebelum ia dapat merampal Phantom menunjuk ke arahnya.
"silent"
tiba tiba sihir nya tidak bisa di rampal maupun di keluarkan.
"jangan main main denganku... Sekarang cepat arahkan serang-"
Ezra kemudian menodongnya dengan pistol miliknya, dan jugabia memegang pedang di tangan kirinya.
dengan cepat Phantom menunjuk ke arah Ezra
"silent, hahaha apa kamu ini bodoh ?, kamu tidak lihat apa yang bisa aku lakukan kepada penyihir ?"
Ezra masih menodongkan pistolnya ke arah Phantom.
"ayo tembak aku jika memang sihir mu bisa mengalir ke pisto-"
*Dor !
Suara tembakan terdengar phantom melihat ke arah bahunya terdapat lubang peluru di bahunya darah mulau keluar dari luka itu.
Dia langsung menutupnya dengan tanganya berusaha mempertahankan darahnya.
"b-bagaimana kau !, apa yang kalian tunggu serang dia !"
__ADS_1
48 pasukan milik phantom langsung melompat ke arah Ezra namun secara tiba tiba mereka terpotong menjadi dua di tengah udara, dan munculah dari bayangan spirit yang Ezra sewa pada hari itu, spirit itu tertutup oleh kain hitam dengan ornamen emas, ia memiliki 4 tangan yang masing masing memegang pedang berkarat dan yang sudah tekikis yang jelas itu adalah senjata rusak, namun makluk itu berhasil memotong 48 pasukan phantom yang bergerak begitu ceoat di tengah tengah udara.
Phantom mungkin menggunakan topeng untuk menutupi wajahnya namun ia jelas tidak percaya dengan apa yang ia lihat, bukan hanya dia seluruh pasukan Ezra yang melihat ini hanya bisa bengong.
"si-siapa kau..."
"namaku ?, namaku adalah Ezra"
Pahntom hanya berdiri di sana sambil menekan lubang di bahunya.
"se-sekaranga apa ?"
"bukankah kamu seharusnya kabur ? Hm ?"
"kamu... Kamu membiarkan aku kabur ?"
"tentu agar aku bisa memburu mu di hari yang lain"
phantom yang jelas ketakutan langsung berlari bersama sisa dua pasukanya lompat dari atas bangunan mereka berlari terbirit birit saat menjauh dari Ezra, mereka tidak lari menuju base mereka malahan mereka lari ke arah yang berlawanan.
Aku pikir ini berlebihan, aku hanya ingin sedikit mengintimidasi tapi.... Ah sudah lah.
Baine kemudian berdiri.
"terimakasih banyak tuan"
Ezra kemudian memukul helm milik Baine dengan lembut.
"sudah ku bilang jangan jadi pahlawan"
"ah... Yah..heheh... Maaf"
"sudahlah..."
Ezra kemudian melihat ke arah pasukan nya yang masih melihat ke arahnya, mereka tersenyum lega.
"apa yang kalian tunggu ?, lanjutkan serangan kalian"
mereka pun melanjutkan serangan anak panah sihir hingga mereka kehabisan amunisi.
"tuan kita kehabisan amunisi"
"baiklah kalau begitu istirahatlah dulu"
Merka pun duduk sambil minum beberapa dari mereka berbincang bincang.
Baine yang penasaran kemudian menadatangi mayat dari pasukan Phantom yang gugur tadi, ketika dia mengecek dia terkejut tidak ada darah dan ketika ia membuka topeng mereka, ia terkejut mereka hanya boneka kayu.
"apa yang..."
"hm ?, apa yang kamu lakukan ?"
"aaah!!,.... m-maaf tuan tapi anda membuat ku kaget"
"ahaha maaf maaf, apa ini pertama kalinya kamu melihat witchcraft ?"
"withc... apa ?"
"witchcraft itu adalah praktek sihir ilegal"
"ah... Aku tidak tahu sama sekali"
"iya hanya sedikit orang yang tahu, yang boleh menggunakan witchcraft hanyalah keluarga Malar"
"seperti nyonya Raphaella ?"
__ADS_1
"yah seperti dia"