
Setelah beberapa bulan Ezra, Noofi, Marie tinggal di middle city di temporary dorms Ezra berhasil mengumpulkan Aurum untuk membeli handphone dan memasang flashdish yang dia miliki.
"akhirnya aku berhasil mengumpulkan 1jt Aurum untuk membeli handphone, menggunakan strategi yang sama seperti di under city"
Setelah di masukan layar handphone nya menjadi hitam dan muncul pesan.
protocol entity activated.
Kemudian handphonenya masuk dalam mode loading, kemudian downloading, lalu yang terahkir extraction flashdish yang tersambung kemudian meleleh dan membuat gunpalan hitam yang bergerak dan menelan handphone tersebut.
Setelah menyatu handphone itu terlihat lebih canggih dan lebih bagus dari sebelumnya.
apa yang terjadi ?, handphonenya terupgrade.
Ketika Ezra memeriksa handphone itu terasa seperti handphone yang berbeda setelah melihat sfesifikasinya dia terkejut yang awalnya ber ram 50 gb, menjadi infinite, dan penyimpananya menjadi infinite.
Dan juga banyak aplikasi asing seperti earth market, terra news, dan masih banyak lagi.
Ezra pun mengecek earth market dan ia terkejut dengan isinya, isinya adalah barang barang yang ia dapat beli dengan harga murah namun asal semua barang itu berasal dari bumi bukan terra dunia yang ia tinggali saat ini.
barang yang di jual ada banyak dan dari semua kategori, bahkan ada senjata api buatan bumi yang lebih mudah di operasikan olehnya di banding senjata api di terra.
Kemudian muncul nondifikasi yang menyatakan log in lah 7 hari maka kamu akan mendapat hadiah spesial.
Tidak jelas hadiah apa yang akan ia dapat tapi tentu dia menginginkanya.
Tiba tiba pintu di ketuk kemudian Ezra pun membuka pintu dan ternyata itu adalah Noofi berkunjung.
"hey Ezra, jadi bagaimana keputusan mu ?"
"aku tidak tahu ? Aku merasa tidak enak jika aku harus tinggal di rumah kalian nanti"
"oh ayolah kita teman bukan ?, di sisi lain aku sudah melihat mu sebagai saudaraku sendiri begitu juga dengan Marie"
"hmm..... Entah lah aku akan pikirkan lagi nanti"
"...... Ah bagaimana dengan ini kita akan membayar rumah itu bersama sama "
"baiklah aku rasa itu ok"
Hehehe Ezra memang orang yang baik, dia tidak mau di beri sesuatu kecuali dia juga berpatisipasi di dalamnya.
"jadi mau lihat rumah yang kemungkinan kita akan beli ?"
"tentu tun tunlah jalanya"
"baiklah ayo"
Setelah itu Ezra, dan Noofi keluar dari bangunan temporary dorms dan mulai berjalan di area perkotaan, kota itu berbeda 180 derajat di banding under city, langit terlihat bitu cerah, namun tidak ada matahari karena itu hanyalah layar yang mensimulasikan langit biru indah ribuan tahun yang lalu.
Keadaan kota begitu ramai, namun kendaraan beroda sangan sedikit, orang orang memilih berjalan kaki karena lebih hemat, banyak orang mengincar pergi ke lapisan selanjutnya yaitu utopia.
terlihat juga banyak petugas berpatroli mereka menggunakan seragam yang lebih baik di banding yang ada di under city, namun tetap senjata mereka adalah crossbow dan pedang, beberapa dari mereka memiliki tongkat listrik dan baton stick untuk senjata non leathal.
Suasana kota tidak ada bedanya dengan kota yang ada di bumi mungkin oerbedaan terbesar adalah suhu yang lebih sejuk dan menara tinggi menembus langit langit layar simulasi.
Banyak bangunan usaha kecil hingga besar, papan reklame di mana mana dengan lampu yang saat ini mati, tapi ketika malam tiba di pastikan kota akan terang menderang.
Populasi kota ada lebih dari 10 juta jiwa, hive city bagian middle city memiliki 4 distrik namun masih terhitung satu kota, yang setiap distrik di pimpin oleh satu keluarga bangsawan.
Setelah beberapa saat Ezra, dan Noofi sampai ke rumah pertama yang di jual, rumah itu besar dengan garasi kelihatanya itu bisa menampung 2 keluarga sekaligus.
"jadi magaimana ?"
"entahlah terlalu besar, dan garasinya ?, tidak akan terpakai"
"tapi rumah ini besar dan bagus"
"akan sulit di bersihkan ayo jalan ke rumah selanjutnya"
"... Baiklah"
Setelah berjalan beberapa menit mereka sampai di rumah selanjutnya.
Rumah itu berukuran sedang, tidak memiliki karasi namun memiliki banyak jendela.
"yang ini ?"
"entahlah terlalu banyak jendela rasanya terlalu aneh"
"ini model yang tren sekarang"
"aku tidak mau ada maling masuk, aku akan melewati yang ini"
Mereka pun berjalan menuju rumah terakhir.
Saat di tengah jalan.
"hye Ezra menurut mu rumah yang bagus itu bagaimana"
"nyaman, tidak akan merepotkan jika harus bersih bersih, tidak terlalu besar maupun kecil"
"itu terdengar seperti rumah yang ada di under city"
"setidaknya itu nyaman dan kamu tahu itu"
"yah kamu benar itu sangat nyaman"
Ketika sampai di rumah terakhir mereka cukup puas melihat rumah itu, tidak kecil maupun besar, memiliki beberpa jendela dan memiliki dua lantai.
mereka memutuskan untuk masuk dan melihat interiornya, isi rumah itu masih kosong namun akan di isi ketika sudah di beli.
Rumah itu memiliki 4 kamar satu dapur dan ruang tamu yang biasa saja.
Ini sempurna
"Noofi akurasa kita akan mengambil yang ini, bagaimana menurut mu ?"
"yah ini bagus dan terjangkau.... Bagaimana dengan kamar extranya ?"
__ADS_1
"kita jadikan gudang atau semacamnya saja"
"baiklah, aku akan menelepon penjualnya aku melihat ada box telepon saat jalan kemari"
"tidak perlu aku akan meneleponya langsung"
"tunggu kamu membeli handphone ?"
"yah"
"bukan kah itu tidakan yang ceroboh ?, kamu bilang kepada ku jangan membeli sesuatu yang mahal sebelum memiliki sisa untuk bayar pajak"
"aku punya sisa untuk bayar pajak, jangan khawatir semua dalam kendali"
"baiklah jika itu yang kamu katakan"
Setelah selesai menelepon.
"kata mereka, mereka akan datang dan mengisi parabotan rumah ini jadi kita kembali saja dulu ke temporary dorms"
"baiklah"
Ketika kembali ke temporary dorm Noofi masuk ke dormnya dan ketika Ezra ingin masuk ke dormnya dia berpas pasan dengan Marie.
Dia baru pulang dari sekolah.
"oh hi, bagaimana sekolah mu ?"
"keputusan terbaik yang pernah aku ambil, terimakasih sudah merekomendasikan aku"
"jadi apa saja yang kamu pelajari ?"
"oh banyak sangat banyak biologi, matematika, sosial dan hukum, walau begitu mereka lebih fokus mengajar mantra sihir"
"tentu kamu punya mutasi sihir itu sangat penting untuk di latih, kamu bisa melakukan banyak hal dengab itu, ada mantra yang telah kamu pelajari ?"
"aku masih kesulitan dalam basic seperti sihir bola air"
"oh maksudmu water ball ?"
"ah !, yah yang itu aku kesulitan mengvisualkanya"
Ezra mengambil handphone nya dan mencari foto gelembung dan menunjukanya kepada Marie.
"lihat ini, sekarang bayangkan isi gelembung ini bukan udara tetapi air, dan bayangkan juga itu melayang"
Setelah melihat gambar itu dia berfokus dan menyatukan kedua tanganya.
"water ball"
Partikel air mulai muncul dan menyatu ke satu titik di atas tangan Marie dan jadilah bola gelembung.
Marie sangat kaget sehingga kehilangan fokusnya mengakibatkan bola air itu beledak dan menciprat Marie dan Ezra.
"oh astaga !, maaf"
"baiklah, yes !, aku tidak sabar menunjukan ini pada kaka, kaka !"
Marie berlari ke kamar kaka nya mengetuk pintu dengan semangat, sementara Ezra masuk ke dormnya.
Ketika dia masuk ke kamarnya handphonenya memuncuklan nondifikasi di aplikasi terra news, nondifikasi itu bertulis "the guardian starting to move."
......................
Tidak di mana pun.
di suatu tempat sebuah gurun dersang langit terlihat lebih keputihan dan mulai kelihangan warna birunya, matahari bersinar putih terang, terlihat 3 orang berjalan.
Bereka menggunakan armor tebal yang menutupi tubuh mereka dengan masker gas dan tabung oksigen, tubuh mereka sepenuhnya tertutup tapat, dan ada sebuah kipas ventilasi di dada mereka.
satu dari mereka membawa pedang dua tangan, satunya lagi crossbow yang mewah dengan ornamen emas, dan yang terakhir membawa sebuah pistol dan pisau tempur.
armor mereka terlihat sama namun mereka mengikatkan kain berwarna berbeda di lengan atas mereka untuk mengenali satu sama lain.
"aku tidak percaya mereka mengirim kita ke luar hive city untuk memburu sand worm"
"si gadis manja bicara lagi" (kain pink)
"hey !, aku punya nama ingat" (kain kuning)
"kalian berdua tutup mulut kalian kepalaku sakit mendengar kalian bertengakar terus" (kain merah)
"lagi pula mengapa tugas ini di berikan kepada gadis cantik seperti aku ?" (kain pink)
astaga aku ingin membukam mulutnya
Astaga aku ingin memundurkan diri dari posisi kapten
"karena para laki laki sedang ujian ingat yaris semua dari mereka harus remedial"
"aaaahhhh aku ingin pulang di sini panas"
"kan !, namanya juga gurun O-ON"
secara perlahan tanah yang mereka injak mulai bergetar dan muncul dari pasir gurun itu sebuah cacing raksasa makluk itu memiliki gigi sepanjang tenggorokanya, dan mata di sekitar mulutnya, makluk itu memiliki sisik ke emasan.
Tanpa pikir panjang si penggunak crossbow mewah langsung menembakkan panahnya ke arah salah satu mata makluk itu, mengakibatkanya untuk berteriak kencang, suaranya sangat nyaring dan melengkik membuat telianga yang mendengarnya kesakitan, namun karena armor yang mereka pakai, mereka tidak terkena efek teriakan makluk itu.
Merekapun membuat posisi segitiga di mana pengguna oistol dan crossbow berada di belakang sang pengguna pedang dua tangan yang sekarang sudah menarik pedangnya dari sakunya.
Sang pengguna crossbow dengan cepat mengisi ulang dan menembak nya lagi di area mata tapi sayang itu meleset dan mengalami rekoset.
"sial"
Sang pengguna pisto kemudian mengarahkan pistolnya ke arah mulut makluk itu
*dor dor boom*
Tembakan pertama kena target peluru melesat melewati sang cacing tembakan ke dua terkeda juga dengan efek yang sama, tapi tembakan ketiga pistol miliknya meledak di tanganya, armor itu cukup kuat untuk menahan ledakan itu tapi tetap dia terluka dalam proses.
__ADS_1
"sialan !"
"Sasha ! Kamu baik baik saja ?!"
"&$&@^, yah aku baik baik saja"
Sial seharusnya aku lebih fokus pada energiku
Cacing itu kemudian mulai memuntahkan cairan hijau korosif ke arah mereka.
"barrier"
sebuah barrier sihir muncul di hadapan sang pengguna pedang dua menahan cairan itu menyentuh mereka.
Sang cacing yang melihat ini tahu dia tidak bisa menang makluk itu pun mulai tenggelam secara perlahan.
"congested"
secara perlahan area pasir di sekitar cacing itu mulai memadat dan menjepit makluk itu sekarang ia tidak bisa lari.
Sang pengguna crossbow menembakinya terus menerus tanpa berhenti kecepatan isi ulangnya luar biasa bahkan beberapa panah berhasil menembus kulit cacing yang keras itu.
Sang cacing kemudian mulai panik dan melakukan percobaan terakhir untuk melawan ia mulai menjatuhkan dirinya ke arah mereka dengan tubuh besarnya.
Ini saatnya.
"blazing star !"
Pedang nya bersinar terang dan terdapat api oranye yang membuat pedang tersebut terlihst lebih besar, ketika sang cacing yang menjatuhkan dirinya sudah dekat, seketika makluk itu tertebas dan terpenggal, darah ungu mulai mengalir seperti air mancur dan makluk itu mati.
"kerja bagus semuanya !, Lily panggil pusat kita mendapatkanya"
"sedang di lakukan"
Sang pengguna pedang melihat ke arah Sasha, Sasha melihat ke arah cacing sambil menyilangkan tanganya.
"hey Sasha kamu baik baik saja ?"
"aku biak baik saja.... Hanya.... Hanya sedikit kecewa pada diriku sendiri... Harusnya aku tahu lebih baik dalam menggunakan senjata api"
"dengarkan aku semua orang jadi jangan salahkan dirimu"
"ini terjadi terlalu sering... Bahkan saat latihan"
"berlatih lah lebih keras aku yakin kamu pasti bisa"
Sasha pun tersenyum, walau tidak terlihat karena helm dan masker gas yang dia gunakan tapi jelas dia tersenyum.
"terima kasih Mel"
"tidak masalah"
"hey kalian pusat mengirim jemputan untuk kita"
"baik informasi di terima"
30 menit kemudian, terlihat dari kejauhan 10 buah helokopter terbang mendekati mereka, bukan heli tempur tapi pengankut, 3 dari mereka memiliki struktur yang aneh dengan 6 baling baling, heli itu lebih panjang dan lebar di banding heli lain.
Setelah itu mereka menaiki salah satu heli meninggalkan yang lain, sementara itu yang lain menurunkan sekitar 80 orang dari banyaknya heli tersebut, beberapa dari mereka membawa pisau, golok, dan bahkan gergaji, dan mereka mulai memotongi makluk tersebut dan mengumoulkan setiap bagian tubuh di dalam sebuah penyimpanan dingin layaknya kulkas.
Beberapa dari mereka adalah penjaga mereka membawa crossbow dan pedang, 5 di antaranya membuat posisi melingkar dan membuat barrier besar yang melindungi nereka semua, namun mereka terlihat tidak bisa bergerak dari posisi mereka.
Perlengkapan mereka sama seperti tiga gadis yang baru membunuh makluk itu, namun untuk para pemotong daging mereka menggunkan perlindungan yang kebih minim namun masih melindungi mereka dari radiasi matahari.
Sementara itu ketiga gadis itu di dalam heli menuju hive city mereka.
"aaaahhhh akhirnya beres"
"kerja bagus semuanya termasuk kamu Sasha"
Sasha mengangguk.
Lily terlihat ingin membuka helm dan masker gasnya.
"Lily kita masih di luar hive city jangan membuka helm mu dulu"
"tapi aku gerah"
"udah ngotot mulu ni anak"
"hah setidaknya senjataku masih utuh"
"apa kamu bilang !"
Sasha berdiri mendekati Lily.
"cukup kalian berdua haaaah..."
Mereka pun memutuskan untuk diam dan kesunyian itu di patahkan.
"hey Mel apakah para Ombians kuat ?"
"hmm... ? Dari mana pertanyaan itu muncul ?"
"yah kamu tahu kita sama sekali tidak oernah berhadapan dengan mereka selama dua dekade ini.... Menurut mu mereka kuat ?, apa yang mereka lakukan dekarang?"
"aku tidak tahu, yang jelas mereka lawan yang tangguh umat manusia sudah bertarung melawan mereka selama ribuan tahun dan kita telah terpojok berkali kali..., setidaknya itulah yang aku pelajari dari kelas sejarah"
"sihir mereka di luar kemampuan manusia katanya, aku jadi penasaran"
"aku harap kita tidak akan berhadapan dengan mereka di waktu dekat maupun jauh nanti, aku masih lemah"'
"aku juga......, ngomong ngomong tumben si Lily diem biasanya dia ngebacod mulu"
Setelah di lihat ternyata Lily tertidur.
"anak brengsek itu dia langsung tidur aja"
"sudah lebih baik begitu pusing aku jika kalian berkelahi lagi"
__ADS_1