
Setelah Ezra,Noofi dan Marie pindah ke rumah baru hidup mereka menjadi jauh kebih baik.
Noofi mencoba menyalakan kompor.
"kaka !, jangan"
"tenang sajah aku sudah melihat bagaimana cara Ezra masak aku pasti bisa"
"eeem... aku tidak yakin"
"tidak masalah !, lihatlah kakamu ini memasak"
Beberapa menit kemudian alarem dapur menyala dengan dapur yang di penuhi asap hitam
"*uhuk... Uhuk" sial apa yang salah"
"kaka !, *uhuk uhuk* serahkan pada ku, water ball"
Bola air terbentuk di atas tangan Marie dan meluncur ke arah kompor, namun bukannya padam apinya malah semakin besar hingga mencapai atap.
beruntungnya Ezra pulang tepat waktu dan melihat kekacauan yang di buat kaka beradik itu.
"APA YANG !...., beri aku jalan !"
Ezra kemudian mematikan kompornya dan mengambil kain yang di basahi sebelum menutup api itu dengan kain basah tadi dan apinya langsung mati, ketika api itu sudah mati terjadi kesunyian sementar.
"ehem.... Aku rasa kalian punya sesuatu untuk di katakan pada ku"
"i-itu salah ku sepenuhnya salah ku, aku mencoba memasak telur tapi..."
"tidak aku juga salah seharusnya aku tidak menyiramnya dengan air"
"apa maksudmu ?!, aku yang memasak"
"apinya tidak akan membesar jika aku tidak menyiramnya"
Dan mereka malah berkelahi mengaku diri mereka yang salah.
"kalian cukup, ini kecelakaan tidak ada yang salah maupun benar di sini... Ini hanya terjadi karena ini terjadi, jadi berhenti bertengkar"
Ezra melihat ke arah dinding dapur dekat kompor telah menjadi hitam dan catnya juga sudah terbakar sama dengan bagian atap.
Kemudian ia menyalalan kompornya lagi, dan kompor itu menyala seperti biasanya.
"yah setidaknya kompornya tidak rusak"
"b-bagaimana dengan atap dan dindingnya ?"
"seharusnya tidak masalah mungkin terlihat jelek tapi setidaknya masih kokoh... Kalian lapar ?"
Mereka berdua menggaguk sambil melihat ke bawah.
"hehehe baiklah aku akan memasak"
Ketika mendengar itu mereka langsung senang dan Ezra pun membuatkan mereka sebuah omelet, setelah itu Ezra pergi menuju kamarnya.
"eh ?, Ezra kamu tidak makan ?"
"tidak aku masih kenyang"
Setelah itu Marie melihat ke arah sendok yang ter isi nasi dan telur dia terlihat bengong untuk sesaat.
Noofi kemudian menepuk punggung Marie secara lembut.
"hey ingat kata Ezra jangan melamun"
"oh...oh yah ! Maaf hanya tenggelam dalam pikiranku"
Sementara itu di kamar Ezra.
Muncul nondifikasi bahwa dia sudah bisa mengambil hadiah misterius.
Setelah dia menekan accept dan kemudian terdengar suara dari Marie.
"hey !, Ezra !... Ada paket untuk mu"
Kemudian Mariemembuka pintu kamar Ezra sambil membawa paket itu, paket itu berbentuk koper senapan.
"hmm... Ini isinya apa ?"
"aahhh !, itu... Rahasia berikan padaku"
Dengan cepat Ezra mengambil paket tersebut dan menutup pintunya.
"terimakasih Marie !"
Kemudian Ezra menaruh paket itu di atas mejanya dan membukanya isinya terdapat sebuah pistol, 3 magazine, sarung pistol dan note yang bertulis "semoga beruntung"
Ezra kemudian langsung mengecek pistol itu, bistol itu asli tapi di lihat dari pelurunya ini buatan bumi dunianya sebelumnya, pelurunya memiliki selongsong berbeda dengan peluru buatan terra yang hanya baja runcing (projektil).
Ezra kemudian menggoyangkanyanya dan terasa serbuk di dalamnya, yah ada gunpowder di dalamnya, serbuk yang sudah tidak ada lagi. Karena belerang sangat langka di dunia ini.
Dia memutuskan untuk memasangkanya ke sabuknya dan menyimpan satu magazine di saku jaketnya.
Dan dia memutuskan untuk mengecek earth market dan membeli beberapa barang, harganya sangat terjangkau dia mungkin bisa eksploitasi ini semua dia membeli beberapa minuman keras dan itu datang dengan cepat, hanya butuh waktu 30 menit.
dan dia pergi ke tempat pelelangan untuk menjualnya ke pelelangan ketika dia sampai dia membawa nya di dalam kotak kayu yang mulus dengan beberapa lambang pringatan seperti "rapuh" dan yang lainnya.
Ketika dia sampai di sana dia di sambut oleh pemilik lelang di sana.
"permisi tuan ada yang saya bisa ban...."
Sadar bahwa Ezra memiliki pistol dia berpikir dia berhadapan dengan seseorang yang memiliki kuasa.
Dia langsung menunukkan kepalanya.
"mohon maaf saya tidak memberikan hormat sebelum bicara"
"oh....oh yah-iya ga usah minta maaf"
"anda sangat baik terima kasih..., lalu apa kedatangan anda kemari ?"
"aku ingin menjual kotak ini, isinya ternapat 4 wine 30 tahun"
"30 tahun !, baik saya akan menerimanya, berapa anda akan menjual ini ?"
"hm.... 20 juta Aurum saja"
"d-duapuluh juta ?! Apa anda yakin empat wine ini bisa saja seharga 100 juta, atau lebih"
"aku hanya butuh segitu dan jika ada lebih aku anggap itu keberuntungan.... Jadi apakah bisa ?"
"sayangnya saya tidak bisa melelangnya di middle city karena ini terlalu berharga saya akan menjualnya di utopia bagaimana ?"
"baiklah aku tidak masalah dengan itu, apakah aku harus hadir dalam pelelangan itu ?"
__ADS_1
"iya anda harus hadir, itu peraturannya"
"bisakah kamu menyiapkan kedatanganku ke sana, aku baru di hive city yang ini"
"tentu tuan apalagi anda melelang barang yang sangat berharga"
"baik terimakasih atas pelayananmu ini nomer telepon ku panggil aku jika rumah lelangnya sudah di buka oh dan bisakah inentitasku tetap annonimus"
"tentu jika anda mau anda bisa menggunakan topeng apapun"
"bagaimana dengan pistol ku boleh aku membawanya"
"iya hadirin yang lain juga membawa bodygurad atau senjata jadi itu di persilakan"
"bagus lah terimakasih sampai jumpa nanti"
"tidak, saya yang harus berterimakasih"
Setelah itu Ezra pergi pulang dan langsung meng order topeng, jubah hitam, dengan manset ungu dan kerah yang ungu juga dan vest anti peluru yang ter enchant untuk jaga jaga, seperti sebelumnya barang langsung datang dalam 30 menit.
Namun untuk saat ini dia harus menunggu, saat dia keluar dari kamarnya dia melihat Marie sedang membaca buku mukanya terlihat muram.
"hey Marie ada yang salah ?"
"ah tidak... Hanya kesulitan belajar bahasa kuno... Aaah ini sangan sulit"
Ezra berpikir sejenak dan mendapat ide.
"Marie jika kamu ingin mempelajari bahasa kuno (inggris) tunggu lah besok aku akan mengajari mu"
"sungguh !"
"tentu sekarang istirahat lah"
"terimakasih"
Marie pun pergi ke kamarnya untuk tidur, hari memang sudah malam.
Ketika semuanya tidur Ezra membeli sebuah komputer dan beberapa game seperti blockcraft, doom infinite, tetris, dan call of war.
Dan memasangnya di kamarnya, itu butuh waktu cukup lama namun setelah semua selesai dia mencoba komputer itu dan dia terkejut ternyata laptop itu entah bagaimana tersambung ke bumi dan terra bersamaan, setelah itu dia menginstal semua gamenya ke steaming appnya dan pergi tidur, dia mulai memasang pada jam 11 malam dan selesai jam 3 malam.
keesokan harinya Marie dengan semangat mengetuk pintu kamar Ezra, Ezra yang masih setengah tidur membuka pintu dan menuntunya ke komputernya.
"Ezra !,apakah kamu membeli ini kapan ?!"
"aah.... A..... Oh yah... Itu.... Tidak perlu di hiraukan, sekarang coba kamu..... Buka.... App steaming dan main blockcraft"
"bermain?, aku pikir aku akan belajar"
"huh ?.... Oh yah.... Kamu harus terbiasa dulu dengan blockcraft setelah itu kamu akan belajar lebih banyak.... Aku... aku akan tidur aku masih mengantuk..."
Ezra pun tepar berbaring di kasurnya sementara itu Marie membuka app steaming dan bermain blockcraft.
Jadi ini yang di sebut game, aku lihat banyak game populer di luar sana tapi aku tidak pernah mendengar blockcraft...
Ezra telah memasang bahasa yang dapat di mengerti oleh Marie jadi dia tidak memiliki kesulitan dalam bermain, malahan dia keasikan main hingga siang hari, untungnya dia libur sekolah saat ini.
Siang hari kemudian Ezra bangun dan melihat Marie di kamarnya masih bermain blockcraft, kelihatanya dia bersenang senang.
"hey Marie apakah kamu lapar ?"
"hmm? Aku sudah makan jangan khawatir"
"oh... Ya ya"
Dia terlihat fokus bermain.
...****************...
sementara itu di suatu tempat.
"permisi ayah"
"yah Sasha ada apa ?"
"aku.... Aku merusak senjata ku lagi"
"ini sudah yang ke 7 kalinya"
"'aku tahu.... Aku tahu.... Maaf"
"sudahlah nanti ayah belikan, untuk sekarang gunakan dulu crossbow"
"ayah aku tidak seperti Lily yang ahli menggunakan crossbow"
"ayolah itu hanya akan jadi senjata sementara mu, ayah janji ayah akan mendapatkan senjata barumu minggu ini"
"baik... Terima kasih ayah"
Sasha tersenyum senang.
"ngomong ngomong bagaimana latihan mu bersama Raphaella ?"
"hm ?, oh yah aku sudah mulai dapat mempercayainya dia ternyata gadis baik tapi tetap saja matanya selalu membuat aku menrinding"
"yah dia dari keluarga Malar jadi jangan salahkan dia"
"tapi jujur saja sihirnya sangat kuat dan mengerikaj aku tidak paham bagaimana dia bisa mengendalikan semua itu"
"Raphaella adalah penyihir paling berbakat di keluarga Malar tentu dia sangat kuat, Malar sendiri adalah keluarga penyihir sejak ratusan tahun yang lalu"
"itu menjelaskan banyak hal"
"hey bagaimana jika nanti minggu depan kamu ikut ayah ke pelelangan, siapa tahu ada barang bagus yang kamu mau di lelang di sana"'
"entahlah..."
"keluarga Malar juga ikut ini bagus untuk memper erat hubungan kita dengan mereka"
"baikah jika itu yang ayah inginkan"
"....jadi.... Um..... Kapan ka-"
"menikah ?, ayah kita sudah membicarakan ini, aku belum siap"
"tidak-tidak ayah hanya bertanya.... Um... Apakah kamu punya pacar ?"
"tidak aku tidak punya"
"... Orang yang kamu suka ?, atau seseorang yang menarik ?"
"tidak ada ayah, semua laki laki di militer tidak ada yang menarik"
"begitu yah.... Sasha dengarkan ayah, jika kamu punya seseorang yang kamu suka katakan pada ayah, ayah tidak peduli jika orang yang kamu suka berasal dari mana pun, mau under city, mau middle city, ayah akan membantu dan mendukung mu"
__ADS_1
"iya iya udah berapakali ayah ngomong gitu"
"hanya mengingat kan"
"apa di ingetinya harus setiap hari ?"
"ya....mm....."
"aaahhhh...... Yah apakah ayah pernah bertemu dengan Ombians ?"
"tidak jujur saja mereka sangat kuat tapi kereka selalu menghindari pertarungan secara langsung"
"mengapa itu ?"
"ayah tidak tahu... Mereka selalu mengirim Ompter untuk menyerang"
"maksud ayah monster besar yang tiba tiba muncul ?"
"iya, walau begitu sebenarnya Ompter mudah di atasi tapi jika Ompter itu di bantu oleh para Ombians ceritanya akan berbeda"
"'....begitu"
"'Sasha dengarkan ayah, jika kamu bertemu dengan Ombians jangan coba coba bertarung denganya"
"mengapa"
"kemampuanmu belum mempuni, jika kamu bisa mengikuti latihan dari Raphaella dan menyelesaikanya baru ayah yakin kamu bisa"
"baik ayah aku akan berjuang"'
...****************...
Di tempat lainya.
Mel sedang menebas nebas semacam cangkang dari suatu organisme, tebasanya tidak menembus cangkang itu walau begitu dia terus menebas lagi dan lagi, hingga pedanya mulai terkikis.
"kelihatanya kamu suka berlati huh"
Mel berhenti menebas cangkang itu dan mengarah kepada orang tua yang baru saja bicara
"ah, tuan Lagur ada apa anda kemari"
"hanya jalan jalan... Pedang mu..."
"tidak apa apa ini sering terjadi"
Mel mengalirkan semacam energi kepada pedangnya dan pedanganya mulai ber regenerasi bagian bagian yang terkikis hingga membuat pedang tersebut seperti baru.
"heh, kamu memanfaatkan sihirmu dengan baik"
"tentu ini sebuah bakat yang di berikan kepadaku oleh ibu ku, maka dari itu aku tidak akan menyia nyiakanya"
"bagus aku suka generasi yang sekarang, benar benar penuh semangat... Jadi bagaimana dengan teknik yang telah aku ajarkan ?"
"yah aku sudah bisa menggunakanya tapi tidak sekuat milik anda"
"coba tunjukan"
"baik"
Mel kemudian mengaktifkan area latihan yang memuncukan sebuah batu besar, kemudian dia memegang erat pedanganya dengan kedua tanganya.
"blazing star"
pedangnya mengeluarkan api kuning yang membuat pedangnya terlihat membesar dan kemudian dia menebaskan pedangnya ke arah batu itu, batu itu pun hancur menjadi dua.
*tepuk tangan*
"itu bagus lebih baik di banding yang sebelumnya namun sayang kamu belum memahaminya"
"memahami apa ?"
Lagur mengulang simulasinya sehingga batu itu kembali utuh.
Lagur kemudian menarik pedanyan dan memegangnya erat erat.
"blazing star"
Dia pun menebas batuitu, batu itu tidak hancur namun terpotong rapih seakan itu adalah mentega yang di potong oleh pisau panas.
"lihat perbedaanya"
"aku tidak paham, kedua batu sama sama mendapat kerusakan"
"blazing star adalah sihir pedang untuk memotong bukan menghancurkan"
"tapi aku berhasil menghancurkan target ku"
"'kalau begitu kenapa kamu belajar blazing star jika kamu bisa belajar smite saja yang memang bertujuan untuk menghancurkan"
"itu...."
"kamu masih muda setiap kemampuan memiliki tujuan mereka masing masing suatu saat pasti kamu akan paham, untuk sekarang berlatih saja dulu"
"baik tuan Lagur"
"ngomong ngomong bagaimana dengab kaka mu, Milford ?"
"oh dia menemani adiku melakukan penelitianya, anda tahu mereka bahkan pergi ke under city beberapa bulan yang lalu"
"bukan kah itu bagus mereka belajar"
"sebenarnya itu keinginan adik ku bukan kaka ku"
"tidak masalah setidaknya mereka mempelajari sesuatu"
"tuan Lagur, bagaimana undercity itu.... Aku sering sering mendengarnya di sekolah dulu tapi aku ingin tahu lebih detil"
"undercity adalah tempat yang kotor dan gelap, tingkat kriminal sangat sulit di hitung, dan gajih rata rata di sana sangat kecil, perhari kamu hanya mendapatkan 10 Aurum bisa saja lebih, bisa saja lebih rendah, apalagi makanan di sana terbilang tidak layak, penyakit ada di mana mana, banyak penduduk undercity terpaksa menikah di bawah sana dan membiarkan anak anak mereka menanggung beban yang berat, walau begitu setiap perayaan akan ada hadiah entah itu gajih mereka di kali 10 atau Aurum gratis"
"kedengaranya tempat yang buruk"
"'ya walau begitu 70% penduduk middle city pernah berada di under city jadi jangan khawatir"'
"ngomong ngomong aku dengar kamu dan kakamu akan pergi ke pelelangan minggu depan ?"
"oh iya mengapa ?"
"aku juga akan ke sana sebagai pengawas, walau begitu berhati hati lah banyak rumor seorang assasin telah di sewa"
"bukan kah itu hal buruk"
"tentum maka dari itu tetap waspada, targetnya belum di ketahui"
"baik saya akan mengingat itu"
__ADS_1