Dunia Terra: Masuk Ke Dalam Novel

Dunia Terra: Masuk Ke Dalam Novel
perpisahan yang sudah dekat


__ADS_3

Marie sepertinya dalam mood yang bagus ia terlihat ceria karena dalam waktu 2 minggu lagi ia akan pergi ke Solaris institute di Patria Libertas, Marie nelihat ke arah Ezra yang sedang fokus di handphone nya, itu tidak biasa sepertinya ia sedang chatingan.


"hey Ezra kamu sedang apa ?"


"hanya chatingan dengan teman"


"oh.... Hey apa kamu semangat untuk pergi ke Patria Libertas ?, aku dan kaka sangat bersemangat aku dengar di sana sangatlah aman"


"oh iya tentu itu adalah negeri teraman di terra untuk manusia, apalagi kalian akan pergi ke ibu kotanya"


"hehehe ya tent-.... 'kalian' ?, apa maksudmu"


"oh iya aku lupa bilang.... Aku tidak akan ikut"


"tapi kenapa ?!!"


masa aku ngomong keberadaan ku saat ini sudah membengkokan alur dan plot yang ada di dunia ini...


"aku punya urusan di sini.... Aku akan menyusul kalian oke"


"janji !"


"....."


Ezra tidak menjawab.


"ada apa ?!, ayo janji"


"dengar.... Aku tidak suka membuat janji oke...."


"apa maksud mu ?"


"ada kesempatan aku tidak akan..... Dapat menyusul kalian oke...."


".... Apa maksud mu ?"


Muka Marie terlihat bingung dan khawatir dia tidak tahu apa yang terjadi.


"dengar.... Aku sulit menjelaskanya, tapi percayalah pada ku jika aku bisa kembali aku akan kembali"


"... baiklah.... Aku akan percaya pada mu.... Karena aku yakin kamu tidak akn bohong pada ku... Iya kan ?"


"tentu"


Muka Marie berubah menjadi lega... Sayang ia tidak tahu apa yang akan datang pada hive city ini.


****************


di suatu tempat.


Di sebuah ruangan kelihatanya itu adalah sebuah ruangan yang berada di stasiun luar angkasa Ombians, stasiun itu berada di orbit bumi, dan terdapat 3 orang duduk di meja bulst besar, dari tampangnya mereka adalah orang orang kuat... Aku tidak yakin harus merefer satu dari mereka sebagai "orang" atau tidak karena tampangnya sangat lain, sangat berbeda.


mari kita refer mereka sebagai A, B dan C, untuk saat ini.


A. Dia adalah sosok berjubah hitam walau ia menggunakan jubah hitam kain yang ia pakai mengalirkan energi sihir gelap dan dingin, sebuah sabit besar berada di sebelahnya melayang, di lihat dari postur tubuhnya ia adalah wanita, namun seluruh tubuhnya benar benar terututup oleh energi gelap dan jubah hitamnya, ia duduk dengan santai sambil bersandar di bangkunya.


B. Dia adalah seorang wanita rambut biru, matanya berwarna ungu dengan telinga lancip, pakaianya terbilang 'gaul' karena ia menggunakan jaket dan celana pendek yang stylish, rambutnya panjang... Jelas ia adalah wanita, ia memiliki 2 senjata melayang di belakang nya yang satu terlihat seperti tombak, dan yang satu terlihat seperti tingkat sihir dengan bentuk kunci.


C. Ia adalah..... Dia adalah.... Dia adalah tumpukan baja yang membentuk tubuh manusia tidak ada cela untuk kulit namun jelas ia adalah seorang Ombians seperti A dan B, namun tubuhnya seperti baja yang saling menempel, matanya tidak terlihat karena itu tertutup oleh baja baja tajam, di dahinya terdapat enam baja yang membentuk tanduk ke arah depan, ia menggunakan jubah compang camping, sebuah balok baja raksasa dan lebar ada di punggungnya, dia memiliki tinggi 3 meter, suara nafasnya terdengar keras bersama dengan gesekan baja.


"jadi bagaimana dengan serangan yang sudah di siapkan ?"

__ADS_1


Kata B, kakinya berada di atas meja jelas sesuatu yang tidak sopan walau ia terlihst nyaman dengan posisi itu sementara itu A dan B terlihat sudah terbiasa dengan sifat itu darinya.


"semua aman alu yakinkan padamu bahwa ke 3 hive city dari Nisco akan hancur"


Kata A suaranya sangat lembut dan keibuan, walau begitu tetap tidak menghilangkan aura yang mengerikan darinya.


"yeeey !, alu harap kita bisa dapat libur setelah ini"


"iya kita telah bekerja keras untuk ini aku harap sang ratu memberi kita waktu istirahat... sudah lama aku tidak mengunjungi anak anak"


"kalia.selalu.ingin.libur.satu.satunya.hal.yang.aku.lakukan.sast.libur.adalah.menjaga.makam."


Kata C dari suaranya ia kesulitan untuk berbicara, suaranya sangat serak dan terdengar seperti pria tua.


"hey pria tua makanya jangan diem di kubuaran mulu... Lakukan sesuatu yang lain"


"tubuh.ku.tidak.lagi.mendukung.untuk.hal.seperti.itu"


"...yah..... Setidaknya kamu tidak sadar saat menjaga makam bukan ?, secara logika di antara misi itu seperti beberapa menit atau detik tidur"


"'iya.begitu.lah.aku.hanya.perisai.untuk.bangsa.ini.sekarang.aku.permisi.dulu"


C mulai menunduk dan memasuki fase tertidur.


"gila enak manget bisa tidur secepat itu"


"iya dia orang tua jelas orang tua bisa tidur lebih cepat di banding orang muda pada umumnya"


"...hey... Priestess katakan padaku bagaimana cara mu menggunakan sabit besar itu... Aku tidak pernah melihatmu bertarung menggunakanya"


"oh ini.... Hehe.... Ini hanya untuk intimidasi"


"keberadaan ku sudah cukup untuk memenangakan pertempuran"


"iya itu masuk akal... Tapi apa ada kegunaan lain... Maksudku aku punya gate dan key, tapi sabit mu itu ?"


"ah... Iya ini bisa memperkuat kemampuan aura ku"


"itu saja ?"


"yah hanya itu, kamu tahu sendiri aku bukan seseorang yang berdiri di garis depan seperti pria tua itu"


"yah itu masuk akal.... Sudah dengar tentang individu bernama Ezra ?"


"oh iya tentu menurut ku dia sangat menarik... Seorang manusia pengguna sihir yang tidak terhubung dengan Cereblar conflux adalah sesuatu yang menarik"


"aku tidak yakin ia adalah manusia.... Untuk sekarang katanya jangan melakukan kontak apapun denganya, ia memiliki spirit yang kuat"


"hehehe sekuat punya ku ?"


"jelas tidak"


"kalau begitu kenapa aku harus khawatir ?"


"hanya, jangan terlalu gegabah, kita tidak tahu ia dari mana atau di pihak siapa ada teori mengatakan ia adalah anggota Serpent's"


"anggota yang tidak jelas itu ?"


"yap yang meledakan gedung dan menyebarkan terror tanpa alasan itu"


"aku percaya semua hal memiliki alasan, termasuk manusia manusia itu"

__ADS_1


"oh ayolah mereka manusia bukan Ombians"


"nyatanya Ombians dan manusia adalah kerabst dekat dalam hal evolusi, kita hanya berevolusi lebih cepat dan lebih baik di banding mereka"


"aku merasa aneh bagaimana ras yang penuh kekerasan sepeti manusia bisa bertahan dan tidak membunuh satu sama lain sampai punah"


"ingat kataku mereka kerabat dekat kita, pada akhirnya mereka memilih untuk damai dengab satu yang lainya"


"dengan memata matai satu sama lain ?"


"hehe yah mereka tetaplah manusia..., hey apakah kamu membenci manusia ?"


"tidak... Tidak satupun dari kita membenci mereka bukan ?, kita di sini hanya ingin mengambil kembali terra"


"iya aku juga tidak memiliki kebencian terhadap mereka kita mengambil kembali apa yang leluhur kita punya dulu, lagi pula Ombians sudah lama tidak memiliki planet singgahan"


"iya... Ini hanya perang lainnya, armada kita seharusnya lebih besar dari ini... Setelah 'war in heaven' kita menjadi terpuruk begini..."


"iya... Banyak craftworld hancur dan jiwa nenek moyang kita yang terlepas, kita satu safunya craftworld yang tersisa harus bisa mengambil terra kembali"


"bagaimana dengan para Humos ?"


"mereka sangat lucu dan imut menurut ku, ukuran mereka benar benar beragam"


"swarmlord adalah favorit ku tidak sabar melihatnya di pertempuaran nanti"


"iya dengan ukuran 4 meter, dan exoskeleton setebal 1500 mm mereka tidak terhentikan"


"jangan lupa dengan bone sword mereka, walau itu terbuat dari tulang mereka sendiri itu sangatlah tajam"


"hahaha iya... Kita jelas akan memedangakan perang ini..."


"...tidak.... Kita belum PASTI memenangakan perang ini"


"...?, apa maksud mu ?"


"manusia masih memiliki kesempatan untuk melawan balik... Masih ingat tentang Aegusathin ?"


"pedang itu..."


"iya oedang yang di berikan oleh the old unknown one"


"sebagai hadiah kelahiran manusia"


"sama seperti Elsarrad milik Ombians"


"tapi manusia tidak tahu cara menggunakan kekuatan yang di berikan para dewa kepada mereka"


"itu hanya masalah waktu... Layaknya Ombians kita juga butuh waktu untuk menggunakan nya"


"... Tapi manusia masih belum sadar tentang keberadaan atau kemampuan pedang ini"


"yah, karena konflik manusia melupakan kekuatan yang di berikan para dewa kepada umat manusia namun jika mereka menemukan pedang ini maka kesempatan menang kita akan mengecil secara drastis"


"kalau begitu kita harus menemukanha sebelum mereka"


"tentu itualah tujuan aku dan pasukanku... Untuk mencari Aegusathin"


"semoga kamu menemukanya"


"aku akan..."

__ADS_1


__ADS_2