
selagi bentrok pasukan the order of the holy flame dengan pasukan Serpent's entah bagaimana Behemus berhasil masuk ke dalam base musuh, ia tidak menggunakan senjata apapun melainkan dua perisai besar, orang orang yang di dalam base itu belum bersiap secara penuh untuk serangan itu, mereka memiliki dua turrent plasma yang di kendalikan dua orang mengarah kepada Behemus.
"HAH !, AYO SINI MAJU !"
Plasma itu kemudian menembakan cahaya merah biru besar itu adalah prijektil plasma yang melesat dengan cepat, penembaknya bahkan tidak siap dengan hentakan dari turret itu.
Namun saat projektil itu menabrak Behemus, ia menahan kedua projektil itu dengan perisainya, perisainya menyala merah tanda terbakar namun Behemus sama sekali tidak tergerakan dari posisinya.
"HAH !, ITU SAJA ?!"
Ia kemudian melempar kedua perisai itu kepada masing masing turret yang langsung terbelah dua, orang orang yang mengoperasikan turret itu langsung kabur.
Namun pasukan yang tersisa di base itu berkumpul untuk menghadapi Behemus mereka berjumlah 400-600 orang.
"INI YANG AKU SUKA !, AYO MAJU !"
Behemus kemudian berlari ke arah kerumunan musuh dia melompat ke tengah tengah kerumunan itu dan ketika ia mendarat gempa dan shock wave terjadi dalam waktu singkat.
...****************...
di sisi lain bentrok pasukan the order of holy flame dan Serpent's masih berlanjut walau serangan alteleri telah berhenti pasukan the order of holy flame masih tegar sinding perisai mereka layaknya tembok yang kokoh, dan cepat atau lambat paaukan Serpent's mulai kelelahan, mereka baru menyadari mereka tidak bisa lagi menang karena mereka kelelahan, mereka mulai mundur secara berbaris sambil menghadap pasukan the order of holy flame.
Mel yang melihat kesempatan emas ini tidak menunggu lama lagi.
"MAJU SERANGAN PENUH !"
Pasukan barisan belakang pangsung mengganti senjata mereka menjadi pedang sementara garis depan memberi jalan kepada garis belakang untuk maju, counter attack itu berhasil menghancurkan formasi musuh sekarang mereka berlari tak beraturan.
Di saat mereka berlari, pasukan resouce telah mencegat mereka dari belakang, karena mereka kelelahan dan tidak lagi bisa bertarung mereka menjatuhkan senjata mereka, bagi mereka yang memiliki kedudukan tinggi langsung menusuk dada mereka atau membuka leher mereka dengan pisau, mereka tahu mereka membawa informasi penting bagi Serpent's dan memutuskan membawanya bersama mereka ke sisi lain.
Jumlah awal mereka yang sebelumnya 2.000 sekarang berjumlah 1,400 orang, nereka pun di ikat dan di tahan, mereka di jaga oleh beberapa pasukan, sisanya maju menuju base musuh.
Sasha yang berada di udara melihat semua ini sambil berbicara kepada Joryse melalui radio.
"Sasha bagaimana keadaan di atas sana ?"
"semua baik... aku mendapat infor masi dari tuan Ezra, tadi mereka di serang oleh kelompok assasin namun mereka berhasil menangkal serangan tersebut"
"bagus lah,... Ini berjalan terlalu lancar.... Apakah rencana Mel behasil ?"
"aku yakin itu yang terjadi, musuh benar benar tidak siap"
"bagaimana dengan garis depan ?"
"banyak musuh yang tertangkap"
"bagaimana dengan base musuh"
"Behemus sedang mengurusnya"
"baiklah sepertinya semua berjalan lancar, tapi tetap berjaga jaga lah"
"baik"
sesampainya pasukan the order of holy flame, mereka bisa melihat kerusakan yang di buat oleh Behemus, banyak musuh yang tidak sadarkan diri lagi, mereka dengan cepat di tahan, semakin dalam semakin besar pula kerusakan yang di akibatkan oleh Behemus base itu dengan mudah langsung di claim lantai demi lantai.
Saat mendengar team utama sudah berada di dalam bangunan Ezra di minta untuk membantu proses pembersihan, jadi ia memimpin 100 pasukanya itu untuk menuju base musuh, sama dengan Sasha dan Raphaella.
Pasukan the order of the holy flame juga berpencar selagi melakukan pembersihan, ketika Mel sedang melakukan pembersihan dia menemukan Behemus, dia terlihat kelelahan
"Behemus kamu baik baik saja ?"
"iya.. Huuf.... Aku baik baik saja hanya sedikit kelelahan"
"baiklah.... Bagaimana dengan bagian sana menemukan sesuatu yang menarik ?"
"yah banyak musuh tapi aku berhasil menang"
"tidak, maksudku sesuatu yang penting ?, seperti ruang kendali... Atau"
"ah itu ada 2 lantai ke bawah"
"oh.... Baiklah terimakasih aku akan kesana, mau ikut ?"
"tidak aku ingin mencari musuh yang lain"
"baiklah berhati hatila-"
Sebelum menyelesaikan ucapanya Behemus lompat menembus lantai di atasnya.
"yah itulah Behemus"
Mel, Sasha, Raphaella dan Ezra berkumpul untuk memasuki lift, sebelum itu Ezra meminta Baine untuk tetap bersiaga di pintu masuk.
Raphaella kemudian menutup sayapnya agar bisa masuk ke lift, mereka juga di kawal oleh 3 pasukan the order of holy flame, ketika pintu lift tertutup keadaan canggung di karenakan lift yang terbilang kecil untuk sebuah fasilitas yang besar.
__ADS_1
"um... Lift ini benar benar sempit"
"aku harap kita tidak di sergap dari lantai selanjutnya"
"Oh ayolah !, mereka bisa membuat ratusan juta Aurum per harinya, tapi mereka tidak mau membeli lift yang lebih besar"
"yah aku setuju"
"yah ini konyol"
Ketika pintu lift terbuka sekelompok pasukan musuh sudah bersiap di sana menunggu mereka, mereka langsung menembakan crossbow mereka, namun itu semua di tahan oleh perisai sihir Raphaella, Ezra dan Sasha kemudian menembaki mereka membuat formasi mereka langsung hancur dan menyerah.
"baiklah itu mudah"
"mudah karena kita berdua punya senjata api ?"
"yeah.... Tapi senapan api kita berbeda"
"oh yeah ?"
Ezra kemudian meraih ke dalam jubahnya dan menarik M240L dari dimensi saku, dan mengistirahatkanya di bahu nya.
tentu semua orang langsung kaget karena senapan itu jelas memiliki kekuatan yang tinggi.
"oh wow !, mengapa kamu tidak menggunakan senapan itu dari awal ?"
"jawabanya sinple benda ini berat, dan lagi pula aku tidak di posisi bertahan jadi aku tidak akan menggunakan ini"
"ah... Apa namanya ?"
"aku percaya ini adalah M240L"
Selagi mereka berdua berbincang Raphaella melihati mereka berdua merasa ada yang aneh.
Mengapa.... Bagaimana.... Mereka bisa se akrab ini ?.... Bukankah mereka baru saja berinteraksi saat di lift tadi.... Itu... Itu seperti 2 menit yang lalu...
Raphaella jelas cemburu tapi sekali lagi topeng nya melindungi nya dari wajah yang sedang masam.
Ezra kembali memasukan M240L ke dalam dimensi saku nya dan melanjutkan pembersihan lantai itu, lantai itu dengan mudah bersih dan mereka pun lanjut ke lantai selanjutnya lantai dimana ruang kendali berada.
Sekali lagi mereka menaiki lift dan sampai di lantai selanjutnya namun berbeda dari yang sebelumnya lantai itu sunyi sangatlah sunyi, dan sepertinya radio komunikasi terdistorsi dan terganggu.
Mel yang menyadari ini memerintahka ke empat pasukanya untuk menjaga pintu lift dan jika mereka tidak kembali 10 menit para pasukan itu di bolehkan memanggil bala bantuan.
Sekarang mereka hanya ber empat saja mereka berjalan dengan lamban dan berhati hati, semua berjalan baik sampai mereka menemukan genangan darah di dekat sebuah pintu, ketika mereka mengecek isi ruangan terdapat banyak mayat yang telah terpotong potong.
"demi eda aku tahu mereka musuh kita tapi ini aku merasa kasihan pada mereka"
"kelihatanya mereka di robek bukan di potong"
"kamu tau dari mana tuan Ezra ?..."
"potonganya sangat kasar dan tidak beraturan, apapun yang melakukan ini, pasti masih berkeliaran"
Mendengar ini semua orang langsung meningkatkan kewaspadaan mereka.
Mereka melihat tanda yang menunjukan arah ke ruang kendali mereka pun menuju ke sana, terdapat sebuah gerbang baja geser di hadapan mereka jelas itu adalah ruang kendali, namun itu di penuhi bercak darah, terdapat bagian tulang manusia yang masih menempel di sana, dan bahkan organ organ yang menempel kering di gerbang itu.
Mel langsung menarik pedangnya, Ezra juga menarik pedang dan pistolnya, Sasha mengokang senapan dan mempersiapkan persenjataan dari armornya, tangan Raphaella berada pada gagang pedangnya.
".... Baiklah siapa yang ingin membuka gerbang"
"bukan aku"
"tidak"
"serius ?, kalian semua ?... Aku akan membuka gerbangnya"
Ezra berjalan ke bagian samping gerbang di mana tombol untuk membuka pintu
dia pun menekan tombol itu, pintu perlahan terbuka, namun tidak ada siapa siapa, ruang kendali itu memang kotor dengan mayat, darah tumpahan organ dan bagian tubuh lainya, namun tidak ada siapa siapa.
"huh ternyata kosong"
Ketika mereka lengah sebuah makluk berbentuk reptil muncul dari udara tipis seakan dia tiba tiba muncul di situ, ia lompat menuju Ezra, seketika lost knight lompat keluar dari jubah Ezra dan mentackel makluk itu, sebelum makluk itu mundur untuk mendapatkan posisi yang lebih baik.
"Ezra !, kamu baik baik saja ?"
"aku baik tapi ada masalah yang harus kita hadapi"
makluk itu berbentuk reptil tetapi tubuhnya di tutupi oleh mayat manusia, kebanyakan dari mereka adalah mayat dari Serpent's, makluk itu memiliki cakar yang pendek walau begitu ototnya sangat besar dan kuat, makluk itu kemudian mulai berdiri dengan kedua kaki belakangnya dan itu membuat makluk itu lebih besar dari yang sebelumnya.
Sasha tanpa tunggu lama langsung menembaki makluk itu bersama dengan Mel yang maju sambil mengangkat pedangnya.
"blazing star"
__ADS_1
Seranganya tidak menembus armor mayat makluk itu namun itu memotong cukup dalan dan melakukan kerusakan pada tubuh asli makluk itu.
"chain of light"
Raphaella mencasting sebuah mantra di mana muncul 5 tombak di belakangnya dan tombak itu melesat ke area sekitar makluk itu, dan satu tombaknya lagi menusuk makluk itu, seketika sebuah rantai sihir tercipta yang terhunung kepada setiap tombak.
Ezra dan lost knight tidak melakukan apapun mereka bedua hanya melihat, Ezra tidak ingin terlalu membantu karena ia ingin mereka berkembang seperti di ceritanya, sementara lost knight hanya bergerak jika di perintahkan.
Makluk itu yang jelas jelas kewalahan mengeluarkan suara nyaring dari mulutnya, yang kemudian di ikuti sebuah gelombang misterius, seketika rantai yang mengikatnya terlepas, pedang Mel yang masih memiliki efek blazing sun padam, dan senaoan Sasha tidak lagi bisa menembak.
"apa yang terjadi ?!, aku tidak bisa menggunakan sihirku !"
"ini silence !"
"gawat"
Mereka sekarang hanya bisa mengandalkan kekuatan mentah sendiri, makluk itu melihat ke arah Ezra dan spiritnya, dia merasa terganggu karena spiritnya Ezra tidak ikut hilang padahal itu terhitung sebagai sihir, makluk itu tau Ezra akan menjadi ancaman jadi makluk itu langsung berlari ke arahnya.
Ezra yang jelas kaget langsung menembaki makluk itu, namun makluk itu terlindungi oleh armor mayat.
lost knight yang merasakan bahaya mendekat langsung mempersiapkan pedang berkaratnya itu, dan melakukan casting.
"death slash"
Suara lost knight begitu kering, begitu tak hidup, dan begitu mengerikan, lost knight pun mengayunkan pedangnya dan gelombang hitam muncul yang kemudian mendorong makluk itu mundur sampai ke sisi lain lorong.
Ezra kemudian menyadari bahwa ia menjadi target utama makluk itu mau tidak mau dia harus menghadapinya, karena Mel,Raphaella dan Sasha tidak bisa apa apa tanpa sihirnya.
"Ezra aku akan membantu"
"jangan sihirmu masih di silence tunggu sampai efeknya hilang"
Makluk itu pun mendekat dengan cepat ke arah Ezra.
"sial, Hunter keluarlah"
Sosok yang sama yang membunuh 50 assasin waktu itu muncul lagi, dan Hunter itu berjalan dengan lamban ke arah reptil itu, ketika makluk reptil itu menerjang nya, Hunter sudah berdiri di belakang makluk itu dan makluk itu kehilangan kepalanya.
tubuh makluk itu yang masih di udara jatuh dengan keras ke lantai dengan armor mayatnya rubuh berantakan.
Semua yang melihat itu jelas kaget spirit milik Ezra sangat kuat.
"haaah..... Semua selesai ?, sukurlah"
"kerja bagus Ezra terima kasih"
"ah tidak perlu sungkan"
Tanpa Ezra sadari makluk itu mulai kembali berdiri dan hendak menyerangnya namun sebuah belati hitam melesat ke makluk itu dan berhasil menembus sisiknya, seketika makluk itu menjadi lemas dan mulai membusuk dengan cepat sampai ia hilang.
Ketika Ezra melihat ke arah pisau itu melaju ia melihat Joryse di sana berdiri.
"tak perlu berterimakasih, kerja bagus kalian semua"
"nyonya Joryse sejak kapan anda di sini ?"
"tentu saja aku datang ketika aku dengar kalian berhasil masuk ke sini mel"
"tunggu jadi kamu melihat semua pertarungan tadi dan tidak membantu ?"
"hey aku membantu dengan belati itu oke"
"kamu membantu di saat saat terakhir"
"tetap itu di hitung membantu"
"hah aku yamin kamu sengaja agar kamu dapat melihat kemampuan ku benar ?"
"kamu membacaku seperti buku.... Itu mengerikan, tapi jujur saja Ezra jika itu memang namamu, aku tidak pernah mendengar mu sebelumnya"
"yah aku memang tidak suka menampakan diri itu saja"
"itu hanya sulit di percaya apalagi kamu berhasil menyembunyikan keberadaan mu dari 3 raven guard terbaik Lonia, Ixtal dan kapten mereka Kaina, dan kamu bisa tidak terpengaruh dari efek silence tadi itu.... Bagaimana ?"
"hah aku tidak akan memberi tahu mu maaf saja"
".... Dan dua spirit itu ?,... Mereka seperi memiliki kepintaran sendiri.... Aku belumpernah melihat yang seperti itu"
"bisakah kita fokus pada ruang kendali terlebih dahulu nyonya Joryse ?"
"oh iya maafkan aku Raphaella, aku lupa kamu mudah cemburu, sekarang ayo ambil kendali fasilitas ini"
"apa maksud mu nyonya !"
"ayo bergerak cepat"
__ADS_1
Raphaella melihat ke arah Ezra sambil malu, namun Ezra sendiri bingun di bawah topengnya apa yang di maksud oleh Joryse.