
Di rumah nya Serah Phantom duduk sambil memakan rotinya Serah melihatnya kakanya dengan tatapan tidak suka.
Phantom tahu jelas ia tidak di sukai oleh adiknya itu namun tetap bersukur bahwa adiknya masih mau menerimanya, dia melihat keadaan kamar Serah yang berantakan dan jelas tidak terawat.
"bagaimana kamu bisa tetap sehat dengan kamar mu yang seperti ini ?"
"alasan yang sama aku selamat saat kamu meninggalkan kami di lab Savra"
"kamu masih belum melepaskan nya yah ?"
"karena mu banyak dari kami gagal kabur aku harap kamu tahu apa yang telah kamu lakukan waktu itu"
"... Mau bagaimana lagi kan ?, namanya juga seleksi alam"
"seleksi alam ?, kamu meninggalkan kami !, alam tidak melakukan apapun saat itu !, jika saja kamu mau bersabar dan menunggu kami, aku yakin kita semua akan tetap bersama sama !"
Phantom melihat ke arah lain seakan menjauhi pembicaraan, wajahnya tetap dingin seakan ia tidak melakukan kesalahan sama sekali, seakan masalalu itu tidak lah nyata baginya.
"jadi.... Aku dengar kamu menjadi ksatria ?, heh... Aku tidak menyangka kamu memilih untuk menjadi badut untuk orang orang rendahan itu"
"setidaknya aku bukan boneka yang di kendalikan oleh rasa takut, hehehe aku dengar markas Serpent's di hive city ini telah hancur ya kan ?, satu lagi kegagalan dalam hidup mu, di tambah lagi kamu kabur dari pertempuran ya kan ?, apa aku benar ?, hahaha kamu belum berubah sama sekali, selalu mementingkan dirimu sendiri"
"aku jelas lebih penting di banding orang orang di fasilitas itu, aku membawa informasi yang penting lebih dari siapapun di sana"
"terserah lah"
Serah pun melakukan chat dengan seseorang yang di mana Phantom jelas penasara.
"kamu punya teman ?, itu mengejutkan"
"diamlah jelas aku punya aku tidak seperti mu di mana semua teman yang kamu miliki di tinggalkan untuk mencium bau gas yang membuat paru paru mereka meleleh"
"cih"
...****************...
Ezra yang baru saja kembali dari makan malam itu langsung berbaring di atas kasurnya, ia pun melakukan cek terhadap handphone nya sebelum ia menyadarinya ia kehilangan banyak aurum dari akun nya, ia langsung langsung menghubungi Bellicose yang di mana itu langsung di jawab.
"Bellicose apa yang terjadi dengan Aurum yang aku punya ?"
"seperti yang anda minta kami menggunakan Aurum milik anda seperti yang anda inginkan"
"aku inginkan ?-... apa maksud mu ?"
"seperti di buku yang anda tinggalkan waktu itu, kami berusaha memenuhi semua yanh tertulis di situ"
"buku ?.... Buku yah... Um.... Oh !"
ADUH KOK JADI BEGINI.
"katakan bagaimana dengan progrea yang ada di dalam buku itu ?"
"kami berhasil membuat pasukan, persenjataan dan memperluas fasilitas kita"
"pasukan ?, senjata ? Memperluas ?,"
"iya tuan bagaimana dengan itu ?"
"am.... Um.... Yah... Yah itu sangat bagus Bellicose ke-kerja bagus"
Bellicose tersenyum kecil jelas itu adalah pemandangan baru bagi para android di sana.
"terimakasih tuan ini memang sudah menjadi tugas saya sebagai pelayan anda"
"ya... Dan.... Um... ada satu perintah yang harus aku berikan kepada mu... Tidak kepada kalian"
senyuman Bellicose menghilang terganti menjadi wajah serius.
"jangan lakukan operasi militer apapun tetaplah tersembunyi oke, kecuali kalian ketahuan dan di serang... Aku tidak ingin ada konflik tanpa diri ku di dalamnya paham ?"
"baik tuan saya akan mengingatnya"
"bagus... Um.... Yah aku harus pergi sekarang"
"tunggu tuan"
"um... Yah ada apa Bellicose ?"
" kapan anda akan kembali ke sini ?"
"secepatnya setelah aku mengirim sebuah barang"
"barang ?.... Baiklah aku paham sampai jupa lagi tuan"
"yah berhati hatilah"
__ADS_1
telepon pun si tutup, namun di tempat Bellicose berada.
"!...."
Melihat Bellicose yang terlihat kaget salah satu android jelas penasaran.
"nyonya Bellicose ada masalah apa ?"
"tidak.... Hanya saja...."
"?..."
Bellicose sempat terdiam untuk beberapa saar sebelum mengumpulkan kembali dirinya dan fokusnya.
"buat para android tempur bersiaga dalam level tertinggi, dan pastikan di radar tidak ada yang mendekat beritahu kepada para android lain kita dalam siaga penuh dan jangan banyak bertanya cepat lakukan"
"baik nyonya"
Android itu pun mulai mengumumkan ke seluruh fasilitas bunker itu bahwa mereka dalam mode siaga tempur lvl merah, dengan begitu semua android tempur menjadi aktif bahkan yang awalnya memiliki shif di lain waktu, Madpay dengan cepat menuju ruang kendali mencari tahu apa yang terjadi.
"Bellicose apa yang terjadi ?"
"tuan baru saja menghubungiku tadi, sepertinya untuk mengecek kondisi kita... Namun sebelum ia menutup telponya ia bilang untuk berhati hatilah, aku pikir tuan akan memprediksi serangan yang akan datang"
"kalau begitu aku akan berjaga di bagian gerbang hubungi aku jika kamu menemukan sesuatu"
"tentu"
...****************...
Serah dan Ezra pun seperti biasa melakukan latihan seperti biasa.
"gerakan mu semakin hari semakin bagus saja"
"hahaha terimakasih"
kata Serah sambil terengah engah
"aku rasa itu cukup untuk hari ini"
"baiklah... Hah.... Hah..."
"aku dengar kamu berhasil mencapai final ?"
"iya dan kamu tahu apa ?, aku mulai mendapatkan fans, kemarin ada anak kecil yang meminta aku untuk menanda tangani helm ksatria mainanya, bukan kah itu lucu"
"yah itu pertarungan sengit benar benar sulit jika lawanmu 20 cm lebih tinggi di banding dirimu"
"tapi kamu berhasil mengalahkanya itu adalah oencapaian yang bagus dan aku rasa cepat atau lambat kamu akan mendapat sponsor dari perusahaan tertentu"
"apa aku benar benar harus mengikuti sponsorship ?, aku sudah senang senang saja menjadi ksatria independen"
"yah itu tergantung pada dirimu sendiri tapi cepat atau lambat kamu akan membutuhkan uang yang banyak karena percaya padaku orang orang akan mulai menilaimu di media mulai dari cara hidup mu sampai personalitasmu"
"itu terdengar tidak nyaman"
"yah itulah kehidupan seorang ksatria profesional, kecuali kamu mau bergabung dengan militer"
"um... Aku..."
Rasa resah menghampiri hati Serah.
"hey tenanglah cepat atau lambat kamu akan terbiasa dengan ini jadi jangan takut"
Serah mengangguk kecil.
"terimakasih Ezra... aku akan pulang sekarang"
"..?, tumben biasanya kamu akan latihan fisik atau lari siang"
"yah kaka perempuan ku baru pulang jadi aku harus pulang cepat dia tidak bisa di tinggal sendiri"
"kaka perempuan...."
Eh ?..... Jangan jangan Serah adalah subjek 021.
"Boleh aku ikut ?"
"um.... M-mengapa kamh ingin ikut aku pulang ?"
"hanya ingin berkenalan dengan kaka mu itu"
"... Baiklah tapi dia itu sedikit aneh jangan berharap terlalu tinggi oke"
"oke"
__ADS_1
mereka pun berjalan menuju penginapan tempat Serah tinggal.
Serah masuk terlebih dahulu.
"tunggu sebentar yah aku akan memanggilkan kaka ku dulu"
"silakan saja"
Serah masuk ke dalam dan melihat Phantom sedang rebahan nonton tv.
"oh kamu sudah pulang ?"
"yah.... Hey ada kita ada tamu cepat bereskan kekacauan di ruangan ini"
"bodo amat itu masalah mu"
"hey ayolah dia itu guruku"
"kamu punya guru ?"
"iya mengapa kamu terkejut ?"
"seingatku terakhir kali kamu punya guru kamu menusuk matanya dengan pulpen"
"jangan samakan dia dengan guru brengsek itu, sekqrang cepat bereskan semua sampah ini"
"ini semua sampah mu bereskan sendiri"
suara ketukan dari Ezra oun terdengar Serah yang mendengar itu membukakan sedikit pintu.
"ah !, maaf Ezra tunggu seben-"
Namun Ezra telah mengganti pakaianya menjadi pakaian gagaknya, dan langsung masuk membuka pintu sambil menodongkan pistolnya ke arah phantom.
Serah tidak tahu apa yang terjadi dan Phantom langsung berdiri wajahnya langsung menjadi wajah ketakutan.
"senang bertemu denganmu lagi nyonya Phantom"
"kau !, bagaimana kau...., apa yang kamu mau"
"tidak banyak"
Ezra melihat ke arah Serah di sampingnya.
"Serah bisa tolong tinggalkan aku dengan kaka mu ini di ruangan ini ?"
"Sera jangan..."
Serah melihar ke arah Ezra dan kemudian ke arah kakanya, dan dengan cepat dia mengangkat kedua jari tengahnya ke arah kakanya dan pergi dari ruangan itu.
"sialan Serah"
"jadi nyonya Phantom aku rasa pertama kali kita betemu itu sedikit terlalu kasar, bukan ?.... Yah maaf saja kita sedang di posisi yang berlawanan"
"katakan saja apa yang kamu mau.... Apa kamu di sini untuk mem-"
"tidak, tidak aku tidak punya itensi seperti itu, yang aku inginkan hanyalah sebuah tawaran menarik"
"tawaran ?"
Ezra mengambil kotang berisi pedang yang ia temukan di faailitas Serpent's.
"kamu pasti tahu apa ini"
"itu.... Itu adalah paket khusus"
"tepat dan paket seharusnya di terima penerimanya namun paket ini tidak punya kurir, jika akamu paham apa yang aku maksud"
"kamu mau aku mengantarkan ini... Kepasa siapa ?"
"kepada Savra tentu saja"
"...?, aku berpikir kamu akan melakukan korup dengan mengirim ini ke suatu tempat agar ini menjadi milik mu sendiri tapi.... Kenapa harus Savra ?"
"bukankah paket ini di miliki Savra ?, aku hanya ingin mengembalikanya"
"tapi.... Aku tidak paha.... Kamu ini di pihak mana ?"
"pertanyaan bagus, tapi aku belum bisa menjawab itu sekarang"
Aku saja bingung aku di pihak mana.
"jadi bagaimana apa kamu setuju ?, sengan ini mungkin saja kamu bisa membersikan namamu di komunitas Serpent's dan mungkin aku akan membiarkan mu lepas"
"baiklah"
__ADS_1
"pilihan bagus"