
Asha masih terdiam menatap temannya itu terkejut, Asha tidak pernah melihat temannya itu berkeliaran di sekolah. Farel dan Goldwin menatap Asha bingung, mereka berdua tidak tau kenapa Asha begitu kaget saat melihat perempuan yang kelihatannya sok hebat ini.
"Sha, ada apa huh?"-tanya Goldwin
"sejak kapan kau pindah?"-tanya Asha
"seminggu sebelum ujian sekolah, kaget ya? beruntungnya aku bisa melihatmu kembali"-teman Asha
"senang bertemu kembali Sha, kuharap kau masih seperti gadis bodoh di kelas dulu"-teman Asha mendekati Asha lalu mendorong kepala Asha dengan jari telunjuknya
"hei!! jaga sikapmu disini!! memangnya siapa kau hah?!"-Goldwin marah dan menahan tangan teman Asha
"aku? ah iya, perkenalkan namaku Lika Angelica"-Lika menyodorkan tangannya
"kau akan dikeluarkan atas perlakuanmu yang sangat bodoh ini"-Farel
Lika tersenyum tapi bukan senyum manis dan tulus melainkan senyum jahat. Lika mengalihkan pandangannya ke Asha dan mendekatinya.
"Sha, kau sekarang punya dua pahlawan ganteng disampingmu. tapi, jqngan harap kau bisa lepas dariku"-bisik Lika
"jika kau melakukan apa yang kau lakukan dulu!! akan dipastikan kau ditendang keluar dari sekolah ini!!"-Asha melawan
Lika tidak peduli dengan apa yang dikatakan Asha, ia langsung saja pergi meninggalkan mereka betiga. Lika juga menyambar keras bahu Asha hingga badannya terlempar pelan ke dada Goldwin. Farel dan Goldwin menatap kepergian Lika dengan tatapan tidak suka.
"Sha! sebenarnya siapa dia?! kelakuan yang buruk seperti itu seharusnya tidak diterima disini!"-marah Farel
"dia...teman kelasku di sekolah lamaku. dia selalu menindasku, dan menjadikanku babunya. karena dulu aku orang yang jarang bicara, jadi dia melakukan itu padaku"-cerita Asha
hening sebentar, tidak ada yang membuka suara. Asha sedang menunduk sedih sedangkan Farel dan Goldwin sedang bertatapan satu sama lain.
"a-aduh!! kenapa jadi begini?! harusnya kita senang karena hari ini adalah hari terakhir ujian sekolah. bagaimana jika kita jalan-jalan diluar dan juga makan siang diluar. bagaimana?"-Farel
"LET'S GO!!!"-teriak Asha dan Goldwin bersamaan
Asha, Goldwin, dan Farel pergi meninggalkan sekolah mereka. berhubung hari ini adalah hari terakhir ujian jadi siswa dan siswi dibebaskan keluar sekolah. mereka bertiga pergi ke taman bermain, itu adalah ajakan dari Farel. ia sangat ingin menghabiskan waktu bersama dengan sahabatnya, dan tempat yang dia pilih adalah taman bermain.
"Sha, kau ingin naik yang mana?"-tanya Farel antusias
"bagaimana dengan itu!!"-saran Asha antusias
"apakah harus? bagaimana kita memulainya dengan sesuati yang tidak terlalu ekstrim dulu"-saran Goldwin
"Sha, sepertinya ada yang takut disini"-goda Farel
"hah?! aku?! takut?! apa yang kau katakan!! tentu saja tidak!!"-elak Goldwin
"kalau begitu ikut kita naik wahana yang itu!"-Asha
Asha langsung menarik Goldwin mengikutinya dan Farel menaiki salah satu wahana yang ekstrim. Goldwin sebenarnya takut, tapi apa boleh buat ia malu jika Asha tau kalau Goldwin takut menaiki wahana ekstrim. Goldwin hanya pasrah mengikuti kemauan kedua sahabatnya.
__ADS_1
"apakah harus?"-tanya Goldwin saat sudah menaiki wahana itu
"Win, tidak usah takut. nikmati saja, berteriaklah itu akan membuatmu merasakan betapa menyenangkannya wahana ini"-Asha memegang tangan Goldwin
"huft, baiklah. mari kita coba, pegang tanganku Sha!!"-Goldwin menetralkan rasa takutnya
Wahananya dimulai pertama berputar lalu mengayun perlahan tapi lama-lama terayun lebih tinggi. Goldwin menggenggam erat tangan Asha sambil berteriak senang.
"Wuhu!!!! ini tidak buruk!!"-Teriak Goldwin
"sudah kubilang bukan!!"-Asha juga ikut berteriak
wahana berhenti mengayun secara perlahan, dan berputar perlahan pertanda wahananya sudah selesai. Goldwin, Asha dan Farel menuruni wahana itu lalu tertawa bahagia. saat mereka bertiga membicarakan tentang wahana itu, tiba-tiba saja ada yang menyambar Asha dengan keras dan tampak sengaja. Asha terjatuh dan membuat kedua sahabatnya itu menampakkan wajah khawatirnya. Ralat, sahabat dan pacarnya
"Sha!! kau tidak apa?!"-Goldwin membantu Asha berdiri
"aish!! bisakah kau melihat-lihat jika berjalan?!"-marah Farel
"ups, maaf disengaja"-irang itu membuka kacamata hitam yang ia pakai
"kau!! apa masalahmu dengan kami hah?!"-Farel marah
"masalahnya itu, aku tidak mau Asha bahagia seperti ini. aku mau Asha yang dulu kembai!"-Lika meninggikan suaranya
"seseorang berhak bahagia!! memangnya hanya kau yang ingin bahagia?! tidak!! semua orang juga ingin bahagia!! kau...egois"-Farel marah
Farel melangkah pergi dengan kedua sahabatnya, sedangkan Lika menjadi pusat perhatian disana. dia ditatapi orang-orang dengan bisikan yang dapat Lika dengar samar-samar.
"dasar egois, tidak disasangka ada seseorang se-egois ini didunia"
"kuharap aku tidak punya teman sepertinya*"
itulah yang Lika dengar, dia langsung pergi dengan langkah kesalnya. Lika memang tidak suka Asha yang sekarang, ia lebih memilih Asha yang bodoh seperti dulu. Lika akan mencari cara apapun supaya Asha tidak bisa tersenyum seperti sekarang lagi.
SKIP~
Sekarang Asha sudah merapikan barang-barangnya, memasukkannya di dalam kopernya. penerimaan hasil sudah selesai, Asha dan semua siswa sekolah sudah diperbolehkan pulang kerumah. mereka diberikan libur selama 2 minggu, dan setelahnya mereka akan kembali sekolah seperti biasanya. seletah siap semua, Asha mengambil ponselnya dan menelpon mamanya. setelahnya Asha menyeret kopernya keluar dan menunggu didepan gerbang sekolah.
"Sha? sedang menunggu jemputan?"-Goldwin
"iya, kau sendiri?"-Asha
"aku juga, menunggu mertuamu datang menjemputku"-goda Goldwin
"apa-apaan kau ini!!"-Asha malu
"hehehe, oh!! itu dia!!"-Goldwin
Goldwin berjalan menuju mobilnya dan menaruh kopernya di bagasi mobil. Goldwin menarik Asha ke depan mobilnya.
__ADS_1
"pa!! ini pacar Goldwin, cantik kan?!"-tanya Goldwin ke papanya
"wah, cantik sekali. Win, nanti kau bisa mengajaknya makan malam bersama"-sambut papa Goldwin senang
"dengan senang hati pa!!! Sha, sebentar malam ayo jalan keluar. kirimkan alamat rumahmu ya"-Goldwin pamit, ia mengelus lembut pucuk kepala Asha
Asha melambaikan tangannya saat mobil Goldwin berjalan menjauh. Asha menghela napas, ia sangat gugup saat bertemu dengan papa Goldwin karena ini baru pertama kalinya. tidak lama, mama Asha datang menjemputnya pulang ke rumah tercinta.
MALAM~
sekarang Asha sedang berdandan, memoleskan make up tipis ke wajahnya. setelah mendapat pesan dari Goldwin yang menyuruhnya bersiap-siap Asha langsung meloncat turun dari ranjangnya dan langsung mandi. sekarang Asha sedang menunggu pesan selanjutnya dari Goldwin, tidak lama ponsel milik Asha bergetar. dan tidak lama setelah menjawab pesan dari Goldwin terdengarlah teriakan mamanya.
"Sha!! kenapa lama sekali?! temanmu sudah lama menunggumu!!"-oceh mama Asha
"tante, saya pacarnya Asha nama saya Goldwin"-Goldwin
Asha langsung menatap tajam Goldwin
"aduh!! kenapq tidak bilang dari tadi huh? baiklah, nak Goldwin tolong jaga anak tante ya"-Mama Asha tersenyum tulus
"iya tante, pasti"-Goldwin
setelah lama berkeliling ditaman, Asha melihat penjual ice cream. ia pun menawarkannya pada Goldwin
"Win! ingin ice cream?"-tanya Asha
"boleh deh, ayo pergi membelinya"-Goldwin ingin berdiri
"tidak usah, kau duduklah disini kau pasti lelah"-Asha
"tidak mau, aku ingin ikut juga"-Goldwin
"baiklah, ayo"-Asha pasrah
Goldwin berdiri dengan cepat laalu meneluk Asha erat. Asha memberontak tapi Goldwin memasang wajah memelasnya jadi Asha pasrah saja.
"ingin rasa apa?"-tanya Goldwin
"Vanila!!"-Asha antusias
Goldwin memesan ice creamnya, setelahnya pesanan mereka jadi dan Goldwin mengambil pesanannya dan memberikan ice cream rasa Vanila milik Asha. belum juga Asha menyentuh ice cream miliknya, seseorang lebih dulu menjatuhkannya dan menyirami Asha dengan air cuka.
"HEI!!! APA-APAAN KAU!!! KAU TIDAK PUNYA TATA KRAMA HAH?!"-marah Goldwin memancing pengunjuk taman mengumpul
tanpa menjawab pertanyaan Goldwin, Lika melangkah maju cepat dan langsung menciumi Goldwin. Asha yang melihat itu, merasa sesak di dadanya dan memilih pergi meninggalkan kerumunan orang-orang.
"DASAR GILA!!!"-teriak Goldwin lalu berlari mengejar Asha
"Asha, ini belum seberapa"-gumam Lika
__ADS_1
#HappyTeens