
TIGA HARI KEMUDIAN~
tante Metta sedang memasukkan baju-baju Asha kedalam tas besar. Asha sedang mengganti bajunya didalam kamar mandi. Goldwin membantu tante Metta membereskan baju-baju Asha. sekarang Asha sudah keluar rumah sakit, Goldwin yang mengantar Asha dan tante Metta kerumahnya.
"akhirnya pulang juga"-Asha yang baru saja keluar dari kamar mandi
"jaga dirimu baik-baik, jangan keluar rumah sendirian. jika ingin keluar harus ada yang menemanimu"-oceh Goldwin
"iyaiya, aku tau kau tenang saja"-Asha
"sudah selesai. ayo pergi"-tante Metta
SKIP~
Asha sedang bersantai didepan TV rumahnya sambil memakan cemilan yang masih ada. sedangkan mamanya pergi bekerja, ia hanya sendirian. Asha sedang menonton drakor di TV tapi tiba-tiba terganggu dengan pinselnya yang bergetar. ada telpon dari Goldwin, Asha membersihkan tangannya yang ia gunakan saat makan cemilan lalu menjawab telponnya.
"ada apa?"-Asha
"ada orang dirumahmu? jika tidak ada aku kesana menemanimu" -Goldwin
"tidak usah, aku baik-baik saja dirumah"-Asha
"tidak ada penolakan! aku kesana, ingin menitip apa?" -Goldwin
"cemilan saja, aku ingin ngemil"-Asha
"baiklah, aku berangkat" -Goldwin
Asha menutup telponnya dan menaruh ponselnya di meja lalu melanjutkan menonton drakornya. tidak lama, bel rumahnya berbunyi. awalnya Asha mengira itu Goldwin tapi pertanyaan terlintas dikepalanya. kenapa dia cepat sekali sampainya? Asha meraih ponselnya lalu menelpon Goldwin.
"halo" -Goldwin
"Win, kau sudah sampai?"-Asha
"belum, aku baru selesai membelikanmu cemilan. ada apa?" -Goldwin
"ada orang yang memencet bel rumah"-Asha
"kunci pintunya dan tunggu sampai aku sampai!!" -Goldwin menutup telpon dan langsung melaju mobilnya cepat
Asha sudah mengunci pintu rumahnya dan juga ia mematikan TV supaya orang itu tau jika tidak ada orang dirumahnya. Asha memegang spatula sebagai alat pelindung baginya. Bel rumah kembali berbunyi, Asha melangkah mundur takut jika orang itu menerobos masuk. pintu rumah Asha memiliki kaca tapi sekarang tertutupi oleh gorden putih transparan. walaupun siang, Asha bisa melihat siluet orang itu dari balik pintu. Asha masih saja memegang spatulanya, sedetik kemudian siluet orang itu pergi. Asha terkejut, ia tidak tau harus apa ia terus berdoa supaya orang itu tidak masuk kedalam rumahnya.
Asha masih dalam keadaan takut, ia masih memata-matai pintu didepannya. tiba-tiba saja, suara pecah terdengar dari dapur. Asha menoleh, ia menelpon Goldwin lagi hanya untuk memastikan ia sudah dekat atau tidak. telponnya diangkat, Asha langsung saja berbicara dengan suara bergetarnya.
"Win, kau sudah dimana?"-Asha
"aku sudah dekat, tenang oke? aku akan datang" -Goldwin
"bagaimana aku bisa tenang Win, kurasa orang itu berhasil masuk kedalam rumah. tadi aku mendengar suara pecah dari dapur"-Asha menahan tangisnya
__ADS_1
"apa?! baiklah bersabarlah, aku sebentar lagi akan sampai" -Goldwin
"cep-HMMPHH!!!!"-Asha berteriak tanpa kata-kata
"SHA?! ADA APA?! SHA!!! KAU DISANA?!!!" -Goldwin panik
si Unknown itu menutup telpon Goldwin dan membawa Asha pergi dari rumah dalam keadaan tidak sadarkan diri. Asha diculik lagi, si Unknown itu membius Asha dari belakang.
Goldwin sudah sampai, ia langsung berlari menuju kedalam rumah Goldwin. pintu rumah Asha tidak terkunci. saat masuk kedalam rumah, rumah Asha sudah berantakan. cemilan yang Asha makan tadi terhambur kelantai, ponsel Asha tertinggal diatas meja. Goldwin langsung mengacak rambutnya frustasi lalu berteriak keras. Asha sudah diculik katanya, ia menelpon Farel supaya membantunya mencari Asha.
"halo, kenapa nelpon?" -Farel
"Bantu aku"-Goldwin
"bantu apa?" -Farel
"Asha diculik lagi"-Goldwin
"ohh, diculik. HAH?! DICULIK!!!" -Farel
"iya, dia juga sempat menelponku saat orang mencurigakan datang kerumahnya. bantu aku Rel, Asha diculik lagi sama Lika"-Goldwin frustasi
"oke, aku ke rumah Asha tunggu aku kita sama-sama cari, biar kutelpon polisi" -setelah mengatakan itu Farel langsung menutup telponnya
beberapa menit kemudian, Farel datang dengan 1 mobil polisi. Farel berlari menuju Goldwin dan menanyakan apa yang terjadi.
"Win, bagaimana bisa seperti ini?"-tanya Goldwin
"WIN!!! TUNGGU!!! pak, lacak nomor saya. saya dan teman saya pergi dulu mencari teman saya. ikuti kami pelan-pelan supaya penculiknya tidak tau jika kami menggunakan bantuan polisi ya pak"-Farel
"baik dek"-polisi
mobil Farel pergi meninggalkan rumah Asha dan pergi mencari Asha ke gedung-gedung yang tidak terpakai. Farel melacak ponsel Lika, karena permintaan dari Goldwin. mereka sudah jauh dari kota, hingga Farel menyuruh Goldwin memberhentikan mobilnya.
"Win berhenti!!"-Farel
"kenapa?"-Goldwin
"kurasa ini dia, posisi Lika persis disamping kita!!"-Farel
Goldwin tidak mengeluarkan kata-kata dan langsung keluar dari mobilnya. Farel mengikuti Goldwkn dari belakang sambil melihat penampilan gedung tua itu.
ASHA SIDE~
Asha sudah sedari tadi sadar dari pingsan, tapi ia tidak mendengar suara siapapun. udara disini sangat dingin membuat Asha menggigil, Asha berteriak meminta seseorang menolongnya tapi tidak ada yang membalasnya. sampai saatnya, Asha merasa ada seseorang didepannya sedang berdiri. Asha tidak bisa mengetahui siapa orang itu dan dimana ia berada sekarang karena matanya ditutupi oleh kain.
"siapa kau? tolong aku!! aku ingin pulang!!"-Asha
"tidak ada yang akan menolongmu termasuk aku Sha"-orang itu membuka suaranya
__ADS_1
Asha terkejut ketika orang itu berbicara karena ia sangat mengenal suara itu. itu adalah Lika!!
"Lika!! kenapa kau melakukan ini padaku?! aku tidak punya salah padamu!! lepaskan aku!!"-Asha berteriak
"tidak bisa!! kau diamlah, aku akan membuatmu tersiksa!! aku akan membuatmu tidak berdaya Sha!!"-Lika teriak
"lepaskan aku!!! kumohon lepaskan aku!! aku tidak pernah memperlakukanmu buruk seperti kau yang memperlakukanku seperti ini!!"-Asha marah
"berisik, kalian!! kalian ingin apakan orang ini terserah, aku akan kembali lagi"-Lika pergi
Asha terus meneriaki nama Lika tapi tidak direspon oleh orangnya. sekarang Asha merasa ada 3 orang didepannya, entah itu perempuan atau laki-laki.
"mau kau apakan wanita ini?"-penculik 1
"entahlah, nikmati tubuhnya sepertinya bagus"-penculik 2
"aku akan berjaga dipintu depan saja, aku tidak ikut"-penculik 3 pergi
"dasar anak itu!"-penculik 2
"dia memang begitu, lebih baik kita nikmati waktu ini saja"-penculik 1
"TIDAK!!! KALIAN PARA B*JING*N!!!! JANGAN MENYENTUHKU!!!"teriak Asha
penculik itu tidak mengindahkan kata-kata yang Asha katakan. kedua penculik itu menyentuh Asha, penculik 1 mengelus pipi Asha sedangkan penculik 2 menciumi leher Asha. Asha menangis, ia sudah disentuh oleh orang lain Asha tidak bisa apa-apa karena keadaannya sekarang sedang diikat. penculik 1 yang tadinya mengelus pipi Asha sekarang mencium Asha lembut. karena Asha tidak membalas ciuman penculik 1 bibirnya digigit membuat Asha membuka mulutnya.
Asha merasa bajunya sudah terbuka setengah, bahunya sudah terlihat karena ulah penculik 2. tangan seseorang sedang mengelus perutnya, Asha bergerak karena ingin menghentikan tangan yang berani menyentuhnya itu. Asha sangat benci suasana seperti ini, yang dimana ia dilecehkan tapi tidak bisa melakukan apa-apa. ada satu tangan lagi yang masuk kedalam bajunya dan menyentuh dadanya. tiba-tiba suara dobrakan pintu terdengar, seseorang datang menolongnya membuat Asha tersenyum penuh harapan.
"BERANINYA KAU MENYENTUH MILIKKU!!!!"-Goldwin
Asha tidak bisa melihat apa yang terjadi tapi ia tau sekarang Goldwin sedang berkelahi. suara seseorang terdengar sangat dekat dengannya, Asha menebak itu adalah Farel. kain yang menutupi matanya kini terbuka, ia sudah bisa melihat sekarang. tali yang mengikatnya juga sudah terbuka, Asha susah bisa bergerak dengan cepat ia menutupi badannya.
"Sha, sekarang kau sudah tidak apa-apa. kami datang memnolongmu"-Farel membuka jaketnya lalu menutupi Asha
"ck! ada apa beris-"Lika datang
saat Lika ingin lari, Farel lebih dulu mengejarnya hingga tertangkap. penculik-penculik itu sudah di borgol oleh polisi dan dibawa pergi dan kali ini Lika ikut diborgoli oleh polisi. Goldwin dengan napas terburu-buru menoleh kearah Asha dan berjalan cepat kearah Asha. Goldwin langsung saja memeluk Asha erat sangat erat hingga Asha memukul pelan Goldwin
"Win, aku tidak bisa bernapas"-Asha
"Sha!! apa dia tidak melakukan yang aneh padamu?! maksudku, mereka tidak melakukan hal yang lebih daripada tadi?!"-Goldwin khawatir
Asha menggeleng
"karena kalian datang tepat waktu, aku tidak diperkosa oleh mereka"-Asha
"maaf Sha, maaf datang terlambat. maaf karena aku, kau jadi dilecehkan"-Goldwin
"tidak apa, sekarang tidak apa. mereka sudah dibawa"-Asha
__ADS_1
"sekarang ayo pulang, akan kutemani kau sampai tante Metta pulang"-Goldwin merangkul Asha
"jangan mengabaikanku!!"-Farel ikut bergabung