Elite School

Elite School
27


__ADS_3

HARI H


hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh Asha dan Galen begitu juga dengan kedua orang tua mereka. hari dimana Asha akan memakai gaun pengantinnya dan Galen memakai tuxedo pilihannya. dimana Asha di make up dengan cantik untuk berdiri di depan pendeta sambil mengucapkan janji pernikahannya. sekarang Asha masih di ruang make up sedikit lagi selesai, tante Alina masuk ke dalam melihat menantunya.


"aduh, cantik sekali menantuku ini"-puji tante Alina


"makasih bunda"-Asha tersenyum


"tidak usah gugup, tenang saja semuanya akan berjalan lancar"-tante Alina menghibur Asha


"iya bun"-Asha


akhirnya dandanan Asha sudah selesai, sekarang dia akan diantar oleh paman Alison ayah dari Galen. Asha mengurangi rasa gugupnya, dan mulai berjalan kearah paman Alison. Asha digandeng untuk menemui Galen di atas altar pernikahan. Asha berjalan dengan anggun menghampiri Galen yang sudah tersenyum kearahnya.


"jaga Asha baik-baik, jangan sakiti dia. jaga Asha seperti papa jaga mama"-paman Alison


"iya pah, tanpa disuruh Galen bakal jaga Asha baik-baik"-Galen


Asha berdiri di samping Galen dan menghadap ke pendeta untuk mengucapkan janji. saat mengucapkan janji pernikahan, Asha dan Galen mengenggam tangan satu sama lain dan berdiri berhadapan. setelah janji pernikahan di ucapkan Galen menyematkan cincin pernimahaan mereka di jari manis Asha begitupun sebaliknya. selanjutnya Galen memberikan kecupan pada kening Asha dengan lembut. semua tamu bertepuk tangan bahagia, begitupunkedua orang tuanya. Asha dan Galen akhirnya resmi menjadi sepasang suami istri.


teman-teman Asha juga datang ke acara pernikahannya, teman sekelas Galen juga. dan tentu saja Goldwin juga ikut datang bersama istri dan anaknya. singkat cerita acara pernikahan mereka selesai, Asha dan Galen sudah memiliki rumah sendiri. saat pamit kepada orang tua, tante Alina menitip salam.


"jangan lupa buatkan kami cucu"-kode tante Alina


"iya iya"-Galen


"kami pulang dulu"-pamit para orang tua


SKIP


RUMAH


sesampainya dirumah yang mewah milik Galen, Asha membuka gaunnya tapi kesusahan. karena Galen peka, lelaki itu menghampiri Asha dan menurunkan resleting gaunnya. Asha terkejut, setelah selesai Asha mengambil baju handuk dan handuk kepala kemudian berlari ke kamar mandi. setelah Asha selesai mandi Galen yang bergantian masuk ke dalam kamar mandi.


sebenarnya Asha deg-degan malam ini, pikirannya kemana-mana tapi ia terus menepis pikiran yang tidak berguna. Asha memakai skincarenya, ia sudah mengganti baju piyama miliknya. tidak lama Galen keluar dengan rambut basah dan badan bagian atasnya terlihat jelas. Asha hanya melihat sekilas, dengan gugup Asha membaringkan badannya di ranjang.


"kenapa?"-Galen


"a-apanya kenapa? tidak ada apa-apa"-Asha gugup


"Sha"-panggil Galen dengan suara rendahnya


"hah? apa?"-Asha


"gimana kalau kita turutin apa yang mama bilang?"-Galen


"a-apa itu? a-aku tidak mengerti"-Asha


"mama ingin punya cucu, gimana kalau kita kasih?"-Galen


Asha terdiam, tiba-tiba suhu di dalam kamar itu menjadi panas menurut Asha. tiba-tiba saja tangan melingkar di pingang Asha membuat wanita itu tersentak kaget. Galen mgendus di tekuk Asha membuat wanita itu merasa geli.


"Galen, geli"-Asha


"gimana, mau tidak?"-Galen

__ADS_1


"gimana ya? aku belum siap"-Asha


"begitukah? yaudah kau tidur saja"-Galen ngambek


"aduh, jangan ngambek"-Asha merasa tidak enak


"abisnya aku udah oengen"-Galen


"ck, Uhm yaudah deh boleh"-Asha memperbolehkan


detik itu juga Galen menindih badan Asha, dan terjadilah apa yang seharusnya terjadi.


PAGI


Asha membuka matanya karena terganggu dengan cahaya matahari yang menyelinap dari jendela kamar. Asha tidak memakai apa-apa dan sekarang dia berada di dalam pelukan suaminya yang masih senantiasa menutup matanya. Asha menepuk pelan pipi Galen untuk membangunkannya.


"Galen"-bisik Asha


"hm"-Galen


"bagun, udah pagi"-Asha


"sebentar lagi"-Galen malah mengeratkan pelukannya pada Asha


"ish! lepaskan, aku ingin membuat sarapan untukmu"-Asha


"biarkan seperti ini dulu"-Galen


"tidak boleh, kita ada kelas pagi ini bukan"-Asha


"kalau begitu lepaskan, aku ingin ke kamar mandi"-Asha


dengan pasrahnya Galen melepas pelukannya, Asha langsung berlari memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri. saat sedang berendam pintu kamar mandi terbuka memperlihatkan Galen yang tidak memakai apa-apa. Asha terkejut, dan lebih mengejutkannya Galen ikut bergabung dengan Asha yang sedang berendam.


"GALEN!!"-teriak Asha


"apa? memangnya tidak boleh? kan supaya cepat selesai"-Galen


"mana ada cepat! yang ada tambah lama!!"-Asha marah


"tidak usah marah seperti itu, aku ini suamimu"-Galen


"memang kau itu suamiku tapi bathtub ini tidak cukup untukku dan kau!"-Asha


"sstt, diamlah. biar kubantu kau membersihkan badanmu"-Galen


"tidak usah! aku sudah selesai"-Asha beranjak dari bathtub itu dan mengambil handuknya lalu pergi meninggalkan kamar mandi


setelah selesai ganti baju dan skincare-an, Asha turun kebawah dan mulai membuat sarapan utnuknya dan suaminya. hari-hari yang dulunya Asha lakukan sudah berubah. sekarang ia tidak lagi ketemu dengan ibunya yang selalu membuatkan sarapan untuknya sebelum berangkat kerja. sekarang Asha memiliki kewajiban yang harus ia laksanakan.


tidak lama sebuah tangan melingkar di pingangnya dan bisa Asha rasakan kepala dengan rambut yang masih basa mersandar di lehernya. mungkin setiap pagi akan selalu seperti ini, membuat sarapan sambil di peluk oleh suami dari belakang.


"kenapa rambutmu masih basah?"-Asha


"aku malas mengeringkannya"-Galen

__ADS_1


"lepaskan, sarapannya susah jadi"-Asha


Galen menurut, ia berjalan menuju meja makan dan memperhatikan istrinya yang sedang menata sarapan di meja makan. setelah selesai Asha ikut bergabung dan mereka mulai memakan sarapannya. setelah selesai, mereka bersantai di ruang keluarga sambil menonton TV.


"Sha"-panggil Galen


"hm?"-Asha


"kapan kita punya anak?"-Galen


"sabar saja, pasti nanti ada suatu saat. jika ingin cepat-cepat punya kau harus berusaha"-jawab Asha santai


"kalau begitu ayo kita berusaha"-Galen


"tidak mau, aku masih capek"-Asha


"kalau begitu malam nanti"-Galen


"hm"-Asha


saat sedang bersantai tiba-tiba telepon Asha berdering, ternyata pesan masuk dari grub chatnya dengan kedua sahabatnya. ternyata mereka berdua ingin jalan-jalan keluar, Asha mengiyakannya. Ayumi mengaktakan jika Galen juga bisa kkut bergabung.


"Galen"-Asha


"hm?"-Galen


"kamu ingin ikut hangout bersama aku, Atumi dan Hayoon?"-Asha


"boleh jika aku juga punya teman"-Galen


"tenang saja ada Felix dan Gail ikut"-Asha


"baiklah, kamu ganti baju duluan sana"-Galen


SKIP


CAFE


mereka sedang berkumpul di cafe sambil bercerita seru. Asha suka suasana ini, suasananya benar-benar asik. Asha berharap ia akan terus bahagia seperti ini tanpa ada masalah. ia juga tidak ingin ada masalah di rumah tangganya nanti, Asha akan terus berdoa supaya rumah tangganya tidak mudah runtuh.


"Asha, kau mau mengatakan apa pada kami semua?"-Hayoon


"Hayoon, Ayumi terima kasih sudah ada dan terus menyemangatiku disaat aku down. kalian memang sahabat terbaikku, jangan berubah teruslah seperti ini dan kuharap kalian berdua bisa mendapat pendamping hidup yang baik pada kalian"-Asha penuh penghayatan


Ayumi dan Hayoo yang mendengar itu sangat tersentuh hingga mereka berdiri dan memeluk Asha secara bersamaan.


"Felix, Gail tolong bahagiakan sahabatku ya. jangan menyakitinya, jaga mereka berdua baik-baik jangan meninggalkannya jika perlu. jika kalian benar-benar mencintainya tolong seriusi mereka"-Asha


Felix dan Gail mengangguk setuju


"Galen, makasih telah membuat hidupku tidak terpuruk terlalu lama. kau sudah membangkitkanku dari keterpurukan, kau sangat berharga bagiku. kuharap kita terus bersama hingga tua nanti, melihat anak kita menikahi wanita atau pria pilihannya. melihat anak kita mengendong anak, aku sangat berharap tidak ada penganggu dalam keluarga kita nanti"-Asha


Galen memeluk Asha dan mengecup keningnya lembut dan lama.


"terima kasih telah mempercayaiku"-Galen

__ADS_1


♡TAMAT♡


__ADS_2