
"ALICE APA-APAAN KAU?!"-seseorang masuk
Alice dan Asha menoleh ke arah sumber suara, itu adalah Goldwin. Goldwin langsung saja menarik tangan Alice supaya tidak menjambak Asha lagi. Goldwin menatap Alice marah, membuat Alice terlihat kikuk.
"kenapa kau ini?! jangan menyentuh Asha lagi!!"-Goldwin marah lalu menarik Asha keluar
"Sha, tidak apa?"-tanya Goldwin khawatir
"tidak apa, aku baik-baik saja. kau datang sangat tepat"-Asha tersenyum
"pasti sakit ya, jambakan Alice pasti keras sekali. sudah kubilang bukan kau hati-hati dengannya"-Goldwin mengelus kepala Asha
"iya, aku akan berhati-hati lagi"-Asha
Asha dan Goldwin berjalan bersama kearah meja mereka. tante Metta bertanya pada Goldwin apa yang terjadi tapi Goldwin hanya mengatakan tidak ada apa-apa.
"benarkah tidak apa? kulihat tadi kamu mengelus kepala Asha dengan wajah khawatir"-tante Metta
"itu...anu tante, Asha tadi dijambak sama Alice"-Goldwin jujur
Asha langsung menyenggol Goldwin membuat orangnya menoleh kearah Asha
"kenapa kau mengatakannya jujur?"-bisik Asha
"biarkan saja, supaya Alice tidak berani memukulmu lagi"-bisik Goldwin
SKIP~
semua karyawan berhamburan keluar restoran dan mengucapkan sampai jumpa pada teman kerjanya. tante Metta juga melakukan hal yang sama, Asha pun brgitu ia pamit pada karyawan dan juga pada Om Erick dan tante Aldora. setelah berpamitan, Asha dan mamanya berjalan menuju mobil dan pergi pulang kerumah.
"bagaimana tadi Sha, makanannya enak tidak?"-tante Metta
"enak ma, Asha suka dan sekarang Asha kenyang"-Asha senang
"kalau begitu nanti mama ajak lagi kalau ada acara begitu, mau tidak?"-tante Metta
"mau ma, Asha ingin ikut juga"-Asha senang
tidak dirasa Asha dan mamanya sudah sampai dirumah mereka. Asha turun lebih dulu dari mobil dan masuk kedalan rumah. tante Metta menyusul anaknya masuk ke rumah mereka.
"ma, Asha tidur duluan ya. aku sudah mengantuk"-Asha
"iya, good sweet dreams nak"-tante Metta mengecup kening Asha lembut
"iya, mama juga good sweet dreams"-Asha
SKIP~
__ADS_1
matahari telah muncul, mencerahkan bumi yang tadinya gelap. membangunkan penduduk bumi dan masing-masing melakukan aktivitas sehari-hari. Asha belum bangun dari tidurnya, semalam ia marathon drakor yang jika menonton 1 eps saja akan terus ingin tau kelanjutannya.
sedangkan di dapur, tante Metta sudah bersiap-siap untuk pergi ke kantor. ia sudah sarapan, setelahnya ia langsung saja pergi meninggalkan rumah tidak lupa mengunci pintu rumahnya. jam sudah menunjukkan pukul 11.55, tapi Asha masih saja asik bermain di alam mimpinya.
Asha harus meninggalkan alam mimpinya karena terusik oleh dering telpon pada ponselnya. Asha meraba-raba nakas disamping tempat tidurnya dan mengangkat telpon dari seseorang entah siapa karena sekarang Asha belum membuka matanya.
"halo? siapa?"-Asha dengan suara khas orang tidurnya
"Sha, kau belum bangun? padahal aku sudah menunggumu di depan rumahmu" -kesal Goldwin
"hah?! sedang apa kau di depan rumahku?!"-Asha terkejut, badannya otomatis bergerak duduk
"tentu saja mengjakmu jalan-jalan, hari ini hari minggu tau!! weekend!!" -marah Goldwin
"baiklah, aku mandi dulu. masuk saja"-Asha berdiri dan langaung mengambil handuknya
"terkunci, bukakan aku pintu" -Goldwin menutup telpon lebih dulu
Asha berlari kebawah, mengambil kunci rumah yang berada di nakas ruang tamu. membukakan Goldwin pintu dan langsung lari naik ke atas kembali. Goldwin yang melihat Asha terburu-buru seperti itu tertawa karena menurutnya itu lucu. Goldwin menunggu Asha di ruang tamu sembari menontin TV, Asha sedang mandi dan bersiap-siap.
tidak lama, Asha turun dengan pakaian yang rapi, sudah siap untuk berangkat jalan-jalan. Goldwin menoleh dan langsung berdiri menghampiri Asha lalu menggenggam tangan Asha
"ayo berangkat, kau ingin kemana hari ini?"-Goldwin
"hm, terserah aku mengikut saja"-Asha
Asha melihat-lihat makanan yang ingin dia beli, dan sangat ingin dia beli. salah satu jajanan mengambil alih perhatian Asha, ada sebuah jajanan korea yang sangat ingin dia cicipi disana. Asha menarik Goldwin ke arah penjual itu lalu memesannya.
"Win, kau juga mau tidak?"-Asha
"tidak kau saja"-Goldwin
"baiklah, pak tolong 2 tusuk ya"-Asha
"kau makan 2 tusuk?!"-kaget Goldwin
"iya, kenapa memangnya?"-Asha
"ti-tidak apa, hanya tidak menyangka saja"-Goldwin membuang muka
jajanan yang Asha beli adalah jajanan korea bernama Odeng Asha memakannya dengan lahap. Odeng adalah jajanan yang selalu ingin ia cicipi, setelah selesai makan, Asha dan Goldwin langsung pergi mencari jajanan lain lagi.
"Win, kau ingin apa? kenapa tidak membeli apa-apa?"-Asha
"biarkan aku melihat-lihat dulu"-Goldwin
"baiklah, cepat cari yang kau inginkan!"-Asha
__ADS_1
"Sha, aku ingin itu!!"-Goldwin berbinar-binar melihat makanan yang dia inginkan
Asha melihat apa yang Goldwin lihat, diseberang sana ada penjual taco. Asha pun tersenyum dan membawa Goldwin kesana, Asha tau jika Goldwin suka taco.
"pak, taco nya 1 ya"-Asha
"kau tidak mau?"-Goldwin
"tidak, kau saja aku ingin mencari yang lain lagi"-Asha
tidak lama menunggu, taco milik Goldwin jadi dan Goldwin menerimanya dengan senyuman yang terukir di bibirnya. Asha dan Goldwin pergi meninggalkan penjual itu dan mencari jajanan lagi.
"Sha kau ingin makan apa lagi?"-Goldwjn
"entahlah, apa yang menarik kulihat akan kubeli"-Asha
setelah banyak membeli makanan, akhirnya mereka berdua pergi mencari cafe terdekat disana. Asha dan goldwin memilih beristirahat di cafe sambil menyeduh minuman dingin yang mereka telah pesan.
"Sha, kau ingin minum apa?"-Goldwin
"aku ingin Latte saja"-Asha
"baiklah, kupesan dulu. kau tunggu disini"-Goldwin
"iya, memangnya aku ini anak kecil yang bisa menghilang huh?"-Asha tidak terima
Goldwin hanya tertawa lalu pergi ke kasir untuk memesan minumannya. Asha menunggu Goldwin sambil memainkan ponselnya. saat kedua matanya lepas dari ponselnya ia tidak melihat Goldwin yang tadinya berdiri di depan kasir. matanya mengelilingi seluruh cafe itu, dan matanya menangkap Goldwin yang sedang berbicara dengan seorang wanita.
baru saja ingin pergi menyusul Goldwin seseorang langsung merangkulnya dari belakang seolah-olah teman. Asha menoleh dan mendapati Alice di belakangnya, Alice membawa Asha keluar dari cafe itu. Alice membawa Asha ke sebuah gang sunyi dan gelap walaupun sekarang masih siang.
"sudah kubilang jauhi Goldwin!!!!"-Alice mendorong Asha keras
"AAKKHH!!!"-Asha kesakitan karena kepalanya terbentur ke tembok yang ada dibelakangnya.
"JAUHI GOLDWIN!!! ATAU KAU AKAN TERSIKSA LEBIH DARI INI!!!!"-Alice menampar Asha keras
"TIDAK!!! AKU TIDAK AKAN MEMBERIKAN GOLDWIN PADA ORANG SEPERTIMU!!!"-teriak Asha
"KAU MELAWAN HAH?!"-Alice menendang kaki Asha membuat Asha terjatuh
tidak sampai disitu, Alice menendang perut Asha keras lalu menginjak Asha. Asha meringkuk melindungi dirinya dari serangan Asha. setelah puas, Alice meninggalkan Asha sendiri disana. Asha sudah lemah, tangannya bergerak mengambil ponselnya yang tergeletak di tanah. barang-barang di tas Asha berhamburan keluar dari tasnya, dan kebetulan Goldwin menelponnya. jarinya berusaha menjaeab telpon dari Goldwin dan akhirnya berhasil.
"Sha!! kau dimana?! sudah kubilang tunggu aku bukan!!" -Goldwin marah
"W-Win, t-tolong. akh, di g-gang s-sam—ping c-cafe"-Asha terbata-bata karena seluruh badannya sakit
"SHA!!!!"
__ADS_1