Elite School

Elite School
threat


__ADS_3

pagi yang cerah ini, Asha terbangun dari tidurnya karena cahaya matahari masuk kedalam kamarnya. Asha menyambar handuknya dan masuk kedalam kamar mandi. setelah mandi Asha memakai pakaian rumahnya, ia hanya memakai kaos FG warna cream yang overzise dan memakai celana pendeknya. Asha turun kebawah untuk sarapan pagi, di dapur sudah ada mamanya yang sedang menyiapka sarapan.


"eh? sudah bangun? tidak biasanya"-Metta


"iya ma, mama masak apa?"-Asha


"roti saja tidak apa?"-Metta


"tidak apa ma, mama udah mau kekantor?"-tanya Asha saat melihat tante Metta sudah mengambil tasnya


"iya nih, mama sudah sarapan jadi kamu tidak usah khawatir"-tante Metta mengelus pucuk kepala Asha


"hati-hati dijalan ma"-Asha


tante Metta tersenyum lalu naik ke mobilnya dan pergi meninggalkan rumahnya. Asha kembali masuk kedalam rumah dan mengambil roti lalu mengolesinya selai coklat. setelahnya, Asha berjalan menuju kulkas dan menuangkan susu full cream kedalam gelas. Asha berjalan keruang tamu sambil membawa sarapannya dan menyalakan TV.


Asha menonton kartun favorit semua umur, spongebob tapi harus terganggu karena ponselnya berdering membuatnya harus menjawab telpon. telpon itu dari Audy, teman basketnya Asha bingung baru kali ini dia mendapat telpon dari perempuan. Asha mengangkatnya


"halo, kenapa Audy?"-Asha


"Sha, kau dikabari Farel tidak?" -Audy


"tidak, memangnya kenapa? mungkin saja dia masih tidur"-Asha


"iya ya, yasudah makasih" -Audy


"memangnya ada apa dengan Farel?"-Asha


"dia janji jogging bersamaku, dia juga bilang ada yang ingin dia katakan padaku" -Audy


"ohh, baiklah"-Asha


Audy menutup telponnya, Asha menaruh kembali ponselnya dimeja dan melanjutkan sarapan sekaligus acara menontonnya. tidak lama, Asha kembali diganggu dengannderingan telpon miliknya, Asha berdecak kesal lalu mengangkatnya.


"halo"-Asha dengan suara kesalnya


"ada apa? apa mama menganggumu?" -terdengar suara mamanya di seberang sana


"tidak ma, ada apa mama telpon aku?"-Asha


"mama mau minta tolong sama kamu, ada berkas mama ketinggalan di atas meja makan. itu penting sekali soalnya berkas itu buat meeting sebentar" -jelas tante Metta


"ohh, kapan mama ingin dibawakan?"-Asha


"sebentar siang, jam 12 ya. mama minta tolong" -tante Metta


"iya ma, aku akan membawanya"-Asha


tante Metta lebih dulu menutup telponnya, Asha kembali menaruh ponselnya di meja dan melanjutkan kegiatannya. sampai sarapannya habis, Asha tidak bergerak dari tempatnya. ia malah menidurkan badannya di sofa sambil memainkan ponselnya. Asha hanya memainkan ponselnya sebentar saja, ia hanya mengecek apakah Goldwin mengiriminya pesan atau tidak.


sudah lama Asha menonton TV, jam menunjukkan pukul 11.58. Asha langsung saja bersiap-siap untuk pergi membawakan mamanya berkas yang sempat ia lupa membawanya. setelah selesai jam menunjukkan pukul 11.59 Asha langsung saja berangkat ke kantor mamanya.


Asha sudah menunggu di halte dekat rumahnya, untung saja Bus yang Asha akan naiki sudah datang. Asha naik dan busnya pun berjalan meninggalkan halte itu. Asha turun dari busnya, dan berjalan memasuki gedung pencakar langit dan menanyakan keberadaan mamanya ke resepsionis.


"permisi, mau bertanya. dimana ruangan Mettasha berada?"-tanya Asha


"oh iya, biar saya tunjukkan jalannya"-jawab resepsionis itu

__ADS_1


Asha berjalan mengikuti orang didepannya berjalan, ia hanya diam dan matanya tidak bisa berhenti melihat isi gedung itu.


"ini ruangannya, silahkan masuk"-resepsionis


"terima kasih"-Asha mengetuk pintu ruangan itu setelah orang itu pergi


Asha masuk ketika mendengar mendengar suara yang menyuruhnya masuk. Asha berjalan ke meja mamanya dan menaruh berkas kemeja mamanya.


"ini berkas yang anda minta nyonya"-Asha berlagak bawahan mamanya


"Sha!! kebetulan kau ada disini. jika ingin tinggal sebentar jika ingin, sebentar malam ada acara makan-makan karyawan jika ingin ikut boleh saja"-tante Metta


"apa boleh?! yes!!! makan gratis!! boleh-boleh ma!!"-Asha senang


"dasar kau ini, kalau begitu mama pergi meeting dulu. disini ada wifi jadi tidak perlu khawatir"-Atante Metta


"siap!! hati-hati ma!!"-Asha melambaikan tangannya ke arah mamanya dengan penuh semangat


tante Metta meninggalkan Asha sendirian diruangannya, Asha berkeliling melihat-lihat isi ruangan yang luas ini. Asha juga melihat pemandangar dari luar jendela, karena bosan Asha duduk di sofa ruangan itu. Asha memainkan ponselnya, belum lama ia duduk ia mendenger suara Goldwin samar-samar.


karena senang Asha berlari keluar ruangan mamanya dan betul saja Asha ada disana, tapi ada yang membuat Asha langsung kehilangan senyumnya. Goldwin tidak sendiri, ia bersama seorang wanita di sampingnya yang sedang merangkul Goldwin. Asha menatap Goldwin dengan tatapan meminta penjelasan.


"Goldwin, dia siapa?"-wanita itu


"justru aku yang ingin menanyakan itu padamu. kau siapa?"-Asha bertanya dengan nada marah


"siapa kau?! namaku Alice Aradea, tunangan Goldwin"-Alice


Asha terkejut, ia langsung menatap Goldwin dengan tatapn tidak percaya. Asha tersenyum miris sambil tunduk, ia berusaha tidak menangis sekarang. ia mengangkat kepalanya dan menampilkan senyumannya


"wah, selamat ya. Goldwin itu teman sekelasku, aku tidak mengira dia sekarang sudah punya TUNANGAN"-Asha mengatakannya sambil menekankan kata Tunangannya


tidak perlu Win, aku bukan siapa-siapa kau bukan? tidak perlu khawatir"-Asha tetap tersenyum


"AKU PACARMU SHA!!! AKU BERHAK MENJELASKAN INI PADAMU!!!"-teriak Goldwin


Alice terkejut, ia langsung menatap tajam Asha


"Win, maksud kamu apa? apa kamu selingkuh?"-Alice bergelayut pada lengan Goldwin membuat Asha risih melihatnya


"Diam, Lice!!! kau bukan tunanganku!!! papaku tidak mengatakan apa-apa padaku soal itu!!"-Goldwin marah


"ish!! kamu kenapa sih?! kau berubah ketika bertemu perempuan gatal ini!!"-Alice menunjuk Asha


"apa yang kau maksud perempuan gatal!!! aku bukan wanita seperti itu!!! sepertinya kau yang bagus dipanggil seperti itu, dasar centil!"-Asha marah


"Sha, jangan marah. aku akan menjelaskan semuanya padamu, ikut aku"-Goldwin langsung menarik Asha pergi meninggalkan Alice


TAMAN~


Asha dan Goldwin duduk bersama tanpa ada di antara mereka yang memulai percakapan. Asha masih mengingat pertemuan tadi, membuat hatinya sakit.


"Sha, maaf"-Goldwin lirih


"untuk apa?"-Asha


"untuk semuanya, aku dan Alice tidak ada hubungan apa-apa sungguh! aku disuruh papa menemaninya, dia adalah anak dari teman perusahaan papa. aku tidak tau jika dia menyukaiku, kau hati-hati dengannya kudengar dia pernah hampir membunuh pacar temannya karena dia suka sama temannya itu"-jelas Goldwin

__ADS_1


"baiklah tidak apa, oh iya sebentar kata mamaku ada acara makan-makan bersama karyawan. kau ikut tidak?"-Asha


"ikut, papa juga ikut sama mama"-Goldwin


SKIP~


Malamnya, mama Asha sudah kembali ke kantor Asha belum pulang karena mamanya menyuruhnya untuk tinggal di ruangannya. tante Metta, masuk keruangannya dan mendudukkan badannya di kursi miliknya. Asha yang tau mamanya sedang kelelahan langsung berjalan kearah mamanya dan memijitnya.


"ma, mama mau dibikinkan apa?"-Asha


"tidak usah, kita kan akan pergi makan-makan. mama hanya ingin istirahat sebentar"-tante Metta


Asha hanya menganggukan kepalanya, tidak lama mamanya berdiri dan bersiap-siap pergi. Asha hanya mengikuti mamanya di belakang.


"mama, kita ingin kemana?"-Asha


"acara makan-makannya, kamu jadi ikut kan?"-tante Metta


"iya ma, jadi kok"-Asha tersenyum


DITEMPAT MAKAN~


saat masuk, disana sangat berisik banyak karyawan perusahaan Om Erick disana. tentunya ada CEOnya dan juga anaknya, Goldwin. Goldwin mengisyaratkan pada Asha untuk duduk disampingnya, tapi Alice dengan cepat duduk di samping Goldwin. Asha bisa melihat Goldwin sangat risih dengan Alice yang selalu ingin disampingnya. Asha duduk di samping ibunya, dan disampingnya masih kosong, Goldwin langsung saja pergi mengambil tempat disamping Asha.


"kenapa kesini?"-Asha


"mau sama kau disini, aku tidak mau dengan Alice dia menyebalkan!"-Goldwin kesal


Asha tertawa, dan langsung merubah wajahnya menjadi serius


"kenapa? bukannya kau malah kesenangan?"-Asha dengan nada marah (akting)


"Sha, kau marah lagi? aku sudah menjelaskan semuanya bukan?"-Goldwin


"kau memang menjelaskannya semua, tapi kenapa kau masih tetap ingin di tempeli oleh Alice? kau harusnya menolak!!"-Asha marah (akting)


"baiklah,maaf Sha maafkan aku ya, aku janji tidak akan mengulanginya lagi"-Goldwin


Asha tidak menjawab, ia langsung saja memakan makanan yang sudah ada di depannya. karena tidak di respon, Goldwin menganggu Asha dan terus mengatakan kata maaf


"Sha, maaf!!!"-rengek Goldwin


"ish!!! iyaiya, sudah lebih baik kau makan"-Asha menyendokkan makanan padamulut Goldwin dengan kasar


"aduh, sakit Sha"-Goldwin kesakitan (akting)


"aduh, maaf ya. mana yang sakit sini biar kulihat"-Asha


"yang ini"-Goldwin menunjuk bibirnya


Asha langsung mendorong kepala Goldwin, membuatnya tertawa. saat makan, Asha tiba-tiba ingin ke WC. saat di WC Alice masuk sambil melipat kedua tangannya dan menatap Asha sinis. Asha tidak mengubrisnya, ia tetap saja mencuci tangannya.


"kau, wanita centil! jauhi Goldwin, dia milikku"-Alice


"siapa kau? beraninya menyuruhku untuk menjauhi pacarku sendiri"-Asha kesal


Alice langsung menarik rambut Asha, membuatnya meringis kesakitan.

__ADS_1


"ALICE?! APA-APAAN KAU?!"


__ADS_2