Elite School

Elite School
24


__ADS_3

BESOK


KAMPUS


Asha tidak lagi berangkat bersama Goldwin, karena lelaki itu tidak menampakkan dirinya sejak semalam. Asha berjalan ke kelasnya dan mendapati kedua sahabatnya eedang berbincang serius. Asha pun mendekatinya dan mendudukkan dirinya di samling Ayumi.


"ada apa?"-tanya Asha


"Uhm, kurasa kau tidak harus mendengar ini Sha"-Jawab Hayoon


"hah? kenapa memangnya?"-heran Asha


"kami tidak ingin kau tambah sakit hati"-jawab Hayoon


"tidak apa, beritahu saja"-Asha


"itu...Goldwin bakal nikah sama Joy"-ujar Ayumi dengan suara kecil


"hah? kau bilang apa? aku tidak dengar"-Asha


"Goldwin dan Joy bakal nikah"-Hayoon


Asha terdiam sejenak, ia mencerna apa yang dikatakan Hayoon. ada rasa sakit di hatinya, tapi mengingat apa yang ia katakan pada dirinya semalam membuatnya sadar. Asha tersenyum tulus menatap kedua sahabatnya sedangkan kedua sahabatnya heran atas ekspresi yang Asha keluarkan.


"begitukah? apa kita diundang?"-Asha


"Sha, kau tidak gila kan?"-Ayumi


"bicara apa kau?! tidak!! aku masih waras!!"-Asha


"kenapa kau tidak menangis? kemarin saja kau menangis"-Hayoon


"apakah harus? kalian ingin aku menangisinya?"-Asha


"tidak, ini lebih baik. aku memang mau kau seperti ini, tidak bersedih terus-terusan"-Ayumi


"apa secepat itu kau melupakannya?"-Hayoon


"aku belum bisa melupakannya, sekarang aku hanya ingin menghadapi hari-hariku tidak dengan keterpurukan"-Asha


Hayoon dan Ayumi tersenyum melihat betapa dewasanya sahabatnya itu. inilah yang mereka mau, Asha yang seperti biasamya bukan Asha yang terus menangis seperti kemarin.


"baguslah"-Ayumi


"oh iya, aku dijodohkan loh"-Asha


"APA?!"-teriak kaget Ayumi dan Hayoon


"heh! sstt, jangan berisik!!"-Asha


"yang benar?! siapa orangnya?!"-Ayumi


"aku juga belum tau, malam ini baru ketemu"-Asha


"kenapa kau jadi dijodohkan seperti ini?!"-Hayoon


"mamaku bilang cara ini lebih baik, supaya aku tidak memikirkan tentang Goldwin terus"-Asha

__ADS_1


"iya sih, tindakan tante Metta memang benar. jangan lupa beri tahu kita siapa orangnya"-Ayumi


Asha mengangguk sebagai jawaban, detik itu juga perbincangan mereka terhenti karena dosen yang mengajar sudah datang.


SKIP


setelah pembelajaran selesai, Asha dan kedua temannya meninggalkan kelas. sebelum kereka benar-benar keluar kelas, langkah Asha terhenti karena seseorang menunggunya di depan kelasnya. Ayumi dan Hayoon juga sama terkejutnya seperti Asha.


"hei! mau apa kau?"-Hayoon


"aku ingin nerbicara dengan Asha empat mata"-Goldwin


"tid-"-ucapan Ayumi terpotong


"ayo"-Asha


"ASHA!!"-Ayumi


"tidak apa, kalian bisa menungguku di kantin"-Asha


Asha berjalan menghampiri Goldwin dan mereka berdua pergi meninggalkan kelas. Asha sebenarnya masih tidakbisa bertemu dengan Goldwin karena perasaannya masih belum hilang. tapi, Asha menerimanya karena mungkin Goldwin akan memberinya undangan pernikahannya. sampai akhirnya mereka berdua sampai di taman belakang gedung jurusan Asha.


"kenapa?"-tanya Asha yang sudah tidak secuek kemarin


"Uhm, pertama aku ingin minta maaf soal kemarin, aku terlalu kasar padamu hanya karena aku tidak terima kau mengejek Joy. aku tau kau pasti kecewa padaku, dan pasti tante Metta juga bakal kecewa"-Goldwin


"tidak apa, aku sadar kau pasti sangat menyayanginya melebihiku"-Asha


"Sha, maafkan aku karena sudah menduakanmu. aku menyesalinya, aku sangat menyesal membuatmu seperti ini"-Goldwin


"itu...Uhm, aku ingin memberikan ini padamu. jika tidak ingin datang tidak apa"-Goldwin memberikan undangan pada Asha


"wah, kau akan menikah?! tidak disangka ya, kau menikah dengan wanita lain bukan denganku hahaha"-Asha tertawa paksa


"maaf"-Goldwin lirih


"tidak apa, aku turut bahagia atas pernikahanmu dengannya. tuhan telah memberikan jalan hidup kepada semua makhluk ciptaannya, jadi jangan merasa bersalah. ngomong-ngomong aku juga dijodohkan denga pilihan mamaku"-Asha


Goldwin terkejut, ia langsung menatap lekat mata Asha mencari kebohongan di matanya. tapi Asha tidak berbohong, ia mengatakan yang sebenarnya. Goldwin tidak rela melihat Asha menikah dengan lelaki lain, tapi ia tidak boleh egois karena disini dialah yang salah.


"ya, s-semoga kau bahagia dengannya"-Goldwin


"ya, semoga saja"-Asha


SKIP


MALAM


Asha sudah bersiap-siap untuk ketemu dengan lelaki yang akan dijodohkan dengannya. sebenarnya Asha sedikit gugup, ia takut jika nanti orang yang akan dinikahkannya adalah lelaki yang bersifat sama dengan Goldwin. tapi ia menghilangkan pikiran negatifnya tentang lelaki tersebut. Asha dan tante Metta sudah dalam perjalanan menuju restoran yang mereka pilih.


tidak butuh waktu lama Asha dan tante Metta akhirnya sampai di tempat tujuan. sebelum masuk Asha menghilangkan rasa gugupnya drngan mensrik dan membuang napas.


"hai, lama tidak berjumpa"-sapa tante metta dengan sahabatnya


"inikah anakmu?"-tanya tante Alina sahabat mama Asha


"iya, Sha perkenalkan namamu"-tante Metta

__ADS_1


"nama saya Aleasha tante"-Asha


tidak lama lelaki yang dijodohkan engan Asha datang. Asha benar-benar terkrjut melihat siapa orang itu. ia tidak percaya apa yang dia lihat sekarang, Asha hanya bisa diam sambil menatap.kedatangan orang itu.


"mah, maaf Galen telat"-Galen


ya, orang yang Asha lihat adalah Galen orang yang kemarin menenangkannya. saat Galen mengetahui keberadaan Asha di tempat yang sama ia juga sama terkejutnya dengan Asha. hingga mereka berdua saling bertatapan dengan rasa keterkejutan yang belum hilang.


"ada apa? Sha, kamu kenal sama Galen?"-tante Metta


tidak ada jaaban, Asha masih saja menatap Galen dengan keterkejutannya. Asha benar-benar membeku ditempat seolah mendapat sihir menjadi patung. tapi kesadarannya kembali saat mamanya menepuk pundaknya.


"Sha ada apa?"-tanya tante Metta


"hah? tidak, Asha tidak apa"-jawab Asha


"Galen, kamu kenal sama Asha?"-tante Alina


Galen tanpa sadar menganggukkan kepalanya sambil menatap Asha.


"oh jadi kalian saling kenal ya? baguslah kalau begitu, jadi perjodohan kalian akan berjalan dengan lancar"-tante Alina


mereka berbincang soal pernikahan yang akan dilaksanakan. Asha dan Galen hanya menyimak perbincangan para orang tuanya. kadang-kadang jika ada kesempatan Galen melirik Asha yang tampak sangat cantik.


"kenapa kalian diam-diam saja?"-tante Metta


"aku sedang makan hehe"-Asha


"bagaimana kalo kalian berbincang dulu sana"saran tante Alina


"hah? tidak usah, aku takut merepotkan Asha"-ujar Galen


"loh? kan biar akrab"-tante Alina


"Asha, sudah sana pergi lihat pemandangan di taman belakang restorannya"-tante Metta


"i-iya mah"-Asha


Aha dan Galen sekarang sudah ada di taman restoran memandangi pemandangan disana. mereka sama-sama diam tidak ada yang memulai pembicaraan. suasana sangat canggung saat ini hingga akhirnya Galen membuka pembicaraan.


"bagaimana kau dengan Goldwin?"-Galen


"sudah tidak ada hubungan apa-apa"-Asha


"ohh, begitu"-Galen


suasana kembali ke awal, canggung. mereka berada di pikiran masing-masing. hingga akhirnya Asha memecahkan kecanggungan.


"tidak disangka kau adalah orangnya"-Asha


"ya, aku juga sangat terkejut saat tau itu kau"-Galen


"bisakah kau membantuku?"-Asha


"boleh, membantu apa?"-Galen


"bantu aku secepatnya melupakan Goldwin"-Asha

__ADS_1


__ADS_2