Elite School

Elite School
22


__ADS_3

BEBERAPA KEMUDIAN


Goldwin dan Asha sudah tamat dari sekolah menengah dan mereka juga masih dalam status yang sama. Goldwin masih sama saat mereka berpacaran dulu, tidak ada yang berbeda darinya. sedangkan kabar dari Farel, dia segera menikah karena dia dijodohkan oleh kedua orang tuanya. walaupun awalnya menolak tapi sekarang dia hanya pasrah. Farel tidak melanjutkan sekolah di universitas karena akan menjadi penerus perusahaan ayahnya.sedangkan Goldwin dan Asha, mereka menjutkan belajarnya di universitas yang sama tapi beda jurusan, mereka berdua sudah semester 5.


"ASHA!!!"-teriak tante Metta


"IYA MAH!!"-teriak Asha dari kamarnya


"UDAH SIAP BELUM? GOLDWIN UDAH NUNGGU KAMU!!"-teriak tantte Metta lagi


bukannya menjawab Asha malah keluar dari kamarnya terburu-buru sambil merapikan barang-barang yang belum masuk kedalam tasnya. sesampainya di bawah, Asha langsung saja mengambil sehelai roti tawar tanpa selai dan langsung menarik Goldwin keluar dari rumahnya.


"Mah, aku dan Goldwin berangkat dulu"-pamit Asha yang terburu-buru memakai sepatunya


di perjalanan, Goldwin hanya bisa diam dan menatap kekasihnya bingung. karena sedari tadi dia merogoh tasnya seperti mencari sesuatu. dan juga gerakan tergesah-gesah Asha membuat Goldwin tidak nyaman.


"kamu kenapa? cari apa?"-tanya Goldwin


"cari handphone"-jawab Asha yang masih fokus merogoh tasnya


"kau lupa membawanya?"-Goldwin


"ck, iya~~"-jawab Asha dengan muka betenya, ia memberhentikan aktivitasnya


"udah gak papa, jangan cemberut begitu"-Goldwin mengusap lembut pucuk kepala Asha


sesampainya di kampus, Goldwin mengantar Asha di kelasnya. di depan kelas, Asha menatap Goldwin tanpa ekspresi. gara-gara lupa membawa handphonenya moodnya jadi buruk.


"sudah, kau tidak usah cemberut lagi. sekarang waktunya belajar. nanti jika pelajaranku selesai lebih dulu aku akan menjemputmu"-Goldwin


Asha menangguk dengan senyum tipisnya, lalu masuk kedalam kelas setelah Goldwin pamit. Asha duduk di samping sahabatnya, ya Asha punya sahabat namanya Ayumi Otosaka dan Park Hayoon. diliat dari namanya saja kalian bisa tau, satu daru jepang dan satu lagi dari korea.


"Sha, ada masalah?"-tanya Ayumi yang dikenal paling bobrok di antara mereka bertiga


"aku lupa membawa handphoneku karena terburu-buru, karna seingatku kuis akan di laksanakan hari ini kan?"-tanya Asha


mereka berdua mengangguk, Asha menidurkan kepalanya di meja dan tangannya menjadi bantalan. Hayoon mengusap punggung Asha berniat supaya Asha tidak terlalu memikirkannya.


"sudahlah, hanya itu kau menjadi seperti ini? kau bukan diputuskan dengan Goldwin. sudah ya"-ucap Hayoon yang dikenal ceplas-ceplos ketika berbicara

__ADS_1


Asha hanya mengangguk, tidak lama salah satu murid dikelasnya datang dan memberi tahu berita yang membuat Asha tambah bad mood. katanya dosen yang akan mengadakan kuis itu tidak masuk karena ada urusan keluarga mendadak di luar kota. Asha, Ayumi dan Hayoon sekarang duduk di kantin kampus. sedaritadi mulut Asha terus mengoceh tentang semua masalah di pagi hari ini.


"Sha, sudah diam. telingaku sakit mendengar ocehanmu"-ujar Hayoon yang sudah tidak tahan dengan ocehan Asha


"hehehe, maaf"-tawa Asha


"eh, kau tau Felix sejurusan sama Goldwin, jurusan Astronomi"-tanya Hayoon


"iya tau, memangnya kenapa?"-Asha


"kemarin dia menyatakan perasaannya padaku"-Hayoon


Asha dan Ayumi langsung menatap Hayoon tidak percaya. Hayoon yang mendapat tatapan dari mereka langsung mendorong kepalanya.


"apa? memangnya salah jika dia menyatakannya padaku?"-tanya Hayoon bingung


"bukannya kau pernah cerita jika kau menyukainya?"-tanya Asha diangguki oleh Ayumi


"iya memang pernah"-jawab Hayoon santai


"jadi kau menerimanya atau tidak?"-tanya Ayumi penasaran


Asha dan Ayumi berteriak "YES" seperti senang, makanan yang dimulutnya belum juga di telan.


"kenapa?"-tanya Hayoon bingung


"jangan lupa traktir kita berdua makan sebagai perayaan jika kalian berdua resmi"-Jawab Ayumi dengan senyum yang mengembang


"iya iya, santai malam minggu aku akan mengajak kalian makan"-jawab Hayoon dan kembali memakan makanannya dengan tenang


SKIP


Hayoon sudah pulang lebih dulu daripada Asha, sahabatnya itu pulang dengan kekasih barunya. dan tidak lama Ayumi juga pulang dijemput oleh kakaknya yang tampan. sedangkan Asha, dia menunggu Goldwin di depan gedung jurusannya. karena sudah lama menunggu, Asha memutuskan ke gedung jurusan Astronomi. Asha masuk jurusan sastra dan jarak dari gedung jurusan sastra dan Astronomi agak jauh. ia harus melewati 2 gedung jurusan yaitu jurusan Musik dan jurusan Geografi.


10 menit berjalan akhirnya Asha sampai di depan jurusan Astronomi. ia melihat kedalam gedung, siswa siswi masih ada yang berlalu lalang tapi hanya sedikit. sebagian dari mereka sudah pulang, Asha menunggu Goldwin selama 2 menit tapi Goldwin tidak keluar. akhirnya dengan berani Asha memasuki gedung jurusan Astronomi dan berjalan ke kelas Goldwin. sesampainya disana, ternyata kelasnya sudah kosong saat ingin berbalik ia bertemu dengan teman Goldwin yang bernama Gail.


"kau mencaru Goldwin?"-tanya Gail


Asha hanya mengangguk sebagai jawaban

__ADS_1


"Goldwin ada di koridor dekat tangga menuju roftop bersama seorang wanita, aku tidak tau dia siapa"-jawab Gail emmbaut Asha terkejut dan langsung berjalan cepat menuju tempat yang Gail beritahu


benar kata Gail, Goldwin sedang berbincang serius dengan wanita itu. diam-diam Asha mendekat dan bersembunyi untuk mendengar perbincangan keduanya.


"jangan temui dan hubungi aku lagi"-Goldwin


"kenapa? kau sudah menanam benih! kau harus tanggung jawab!"-protes si wanita


mendengar itu, hati Asha seperti pecah berkeping-keping. dia shock mendengar apa yang dikatakan wanita itu. tanpa Asha sadari air matanya jatuh di pipi kanannya dan langsung ia hapus kasar. Asha masih tetap disana mendengarkan lebih banyak lagi.


"pelankan suaramu Joy! nanti seseorang mendengarnya!"-Goldwin


"aku ingin kau bertanggung jawab atas ini!! aku tidak mau jika dia harus lahir tanpa ayah!"-Joy menangis


"tapi...Asha bagaimana?"-Goldwin


"tinggalkan dia! kau sudah punya anak! putuskan dia!"-Joy


Asha tambah menangis, ia sudah tidak bisa menghentikan air matanya tidak jatuh. hati Asha benar-banar hancur mendengar semuanya. perlahan tubuh Asha merosot turun, kakinya sudah tidak bisa menopang badannya lagi. Asha menangis dengan penuh kepedihan sambil menutup mulutnya supaya tidak mengeluarkan suara.


saat Asha sadar Goldwin dan Joy ingin berjalan pergi meninggalkan tempat Asha langsung pergi dari sana dan berlari ke toilet untuk memperbaiki penampilannya. di toilet, Asha memanipulasi penampilannya supaya tidak kelihatan habis menangis. setelah selesai Asha berlari keluar gedung dan berpura-pura sedang menunggu kedatangan Goldwin.


"Asha!"-panggil Goldwin


Asha menoleh dan memberikan senyum palsunya seakan dia haik-baik saja.


"sudah lama menungguku?"-tanya Goldwin dan langsung merangkul Asha


Asha tidak menjawab, dia hanya menatap tangan Goldwin yang merangkulnya dan menatap Goldwin.


"kenapa lama sekali?"-tanya Asha, berharap Goldwin menjawabnya jujur karena Goldwin adalah orang yang jujur


"Uhm, ada buku-buku yang harus diantarkan ke guru tadi"-Goldwin


Asha menatap wajah Goldwin dengan topeng yang ia pasang dengan sempurna di wajahnya.


"ohh, yasudah ayo pulang"-jawab Asha


'kau berbohong, kau berbohong padaku' -batin Asha

__ADS_1


__ADS_2