
Goldwin berlari mencari Asha diseluruh taman itu, ia juga terus menerus memanggil nama Asha. Goldwin sudah berkeringat, ia harus mencari Asha sebelum seseorang melakukan hal yang tidak-tidak padanya. saat Goldwin sedang sibuk mencari Asha, tiba-tiba saja seseorang berteriak dari samping kiri Goldwin. entah kenapa Goldwin menggumamkan nama Asha saat mendengar teriakan itu. Goldwin berlari ke arah suara yang tadinya ia dengar, Goldwin terus meneriakkan nama Asha berharap Asha menjawab teriakannya.
"ASHA!!!!"-teriak Goldwin sekuat tenaga sambil menelpon Farel
"GOLDWIN!!! DISI-"-Teriak Asha
"ASHA!!!!"-Goldwin kembali berlari
Goldwin terus berlari, saat Asha memanggil namanya ia merasa suara Goldwin tidak jauh darinya. Goldwin terus berlari hingga saat hampir keluar taman Goldwin melihat seseorang sedang membopong wanita masuk kedalam mobil Van hitam. Goldwin lari secepat tenaganya lalu menendang penculik itu dari belakang.
"BANGS*T!!! SIAPA YANG MENYURUH KALIAN MENCULIKNYA HAH?!"-marah Goldwin
"lari kawan!!! cepat!!!"-penculik 1
"HOI!!! INGIN LARI KEMANA KALIAN?!"-teriak Goldwin
Goldwin melihat seksama plat mobil yang penculik itu gunakan. setelah mengetahuinya, Goldwin melihat keadaan Asha yang sekarang sedang pingsan. Goldwin percaya jika semua ini adalah rencana sari Lika, tapi sayangnya dihancurkan olehnya. berhubung Asha belum bangun juga, ia langsung menggendong Asha pergi kerumah sakit.
RUMAH SAKIT~
Goldwin sedang menjaga Asha dikamar inapnya, ia sudah menghubungi tante Mettasha mama Asha untuk segera kerumah sakit. ia juga sudah memberitahu Farel, dan ia meminta bantuan Farel untuk menanyakann sesuatu pada polisi.
"Asha!!!"-tante Metta
"tante, maaf tidak bisa jaga Asha. Goldwin salah tante"-Goldwin berdiri lalu menunduk
"tidak apa nak Goldwin, Asha memang masuk rumah sakit tapi nak Goldwin menyelamatkan Asha dari penculikan. makasih ya nak Goldwin karena sudah menyelamatkan anak tunggal tante"-tante Metta
"Sha?!"-Farel datang
"aduh maaf tante, soalnya saya khawatir sama anak tante. ohiya tante, nama saya Farel sahabat Asha"-Farel
"terima kasih sudah ingin menjenguk anak saya ya, dulu saat masih sekolah di sekolah lamanya Asha tidak punya teman. saat sakit Asha tidak dijenguk dengan temannya, sekarang Asha sudah punya sahabat yang selalu ada untuk Asha"-Cerita tante Metta
"bagaimana keadaan Asha tante?"-tanya Farel
"tidak buruk, keadaannya baik-baik saja"-tante Metta
Goldwin menyenggol Farel
"tante, saya sama Goldwin ingin membicarakan sesuatu dulu ya tante"-pamit Farel
"iya silahkan, tolong tante tangkap penculik Asha ya?"-tante Metta
__ADS_1
"iya tante pasti, ini saya sedang mencari penculiknya tante. tante Metta tenang saja"-Farel
Goldwin menarik Farel keluar dari kamar inap Asha
"Rel, bagaimana? apa sudah didapat?"-tanya Goldwin khawatir
"belum, tadi aku sudah memperlihatkan mobilnya pada polisi. tapi, tenang saja sekarang polisi sedang mencari van hitan itu"-jelas Farel
"baiklah, makasih Rel sudah membantuku"-Goldwin
PAGI~
semalam Goldwin masih di rumah sakit, ia bermalam disini. ia sudah memberitahu orang tuanya kalau Asha sedang sakit. orang tuanya tau tentang Asha karena saat pulang kerumah Goldwin hanya menceritakan tentang Asha pada irang tuanya. orang tuanya tertarik untuk melijat langsung Asha, jadi mereka berencana datang menjenguk Asha dirumah sakit.
Goldwin berdiri saat melihat orang tuanya sudah datang, Goldwin menuntun jalannya. didepan kamar Asha, Goldwin mengetuk sebentar dan setelahnya membuka pintu kamar inap Asha. disana Asha sudah bangun dari ketidak sadarannya semalam, tapi raut wajah tante Metta terlihat terkejut begitu juga kedua orang tuanya. Asha dan Goldwin yang meoihat itu menampilkan wajah bingungnya.
"ma, pa. Ada apa?"-tanya Goldwin
"tidak disangka, nona Metta punya anak seperti Asha ya?! dan tidak disangka lagi kita bertemu disini nona Metta"-sambut tuan Erick Revano seorang pebisnis terkenal dengan senang
"suatu kehormatan mendapat tamu seperti anda Tuan Erick. darimana anda tau jika putri saya sedang sakit?"-sambut tante Metta
"dari anak saya, Goldwin"-nyonya Aldora Aira membuka suara
"saya tidak mengenali anak anda tuan dan nyonya, saya berterima kasih karena anak anda menyelamatkan nyawa anak saya"-tate Metta
"nak Asha, saya mengizinkan kalian berhubungan seperti ini. berhubung saya dan mama kamu saling mengenal, dan saya sangat setuju jika kalian menikah"-ujar Om Erick
Asha dan Goldwin terkejut, mereka sama-sama menatap Erick terkejut lalu kemudian saling bertatapan.
"pah! papa buat mereka terkejut"-tegur tante Aldora
"tidak usah terburu-buru, kalian berdua sudah naik tingkatan terakhir bukan? jika sudah lulus, kami akan membuat acara tunangan untuk kalian berdua"-ujar Om Erick
"maaf memotong pembicaraan kalian, tapi apakah itu terlalu cepat?"-tanten Metta
"itu baru tunangan, Goldwin harus mengikat Asha supaya tidak diambil orang lain. jika mereka sudah sarjana, kita baru akan menikahkan mereka"-Om Erick
"baiklah, itu ide yang bagus"-setuju tante Aldora
"pah, kenapa papa bisa kenal sama tante Metta?"-tanya Goldwin to the point
"dulu, papa Asha bekerja sebagai sekertaris papa dikantor. karena suatu kejadian yang sangat menyedihkan menimpa kantor papa, nyawa papa Asha diambil tuhan. ******* mengebom perusahaan papa dan papa Asha menolong papa untuk keluar dari gedung kantor. saya berhutang nyawa pada papa Asha, makanya tante Metta sekarang masih bekerja di perusahaan pala sebagai pengganti posisi papa Asha"-cerita Om Erick
__ADS_1
Asha yang mendengar itu matanya sudah berkaca-kaca, ia sudah tau cerita itu dari mamanya. tapi masih saja sedih jika mendengarnya, Om Erick mengusap lembut kepala Asha lalu memeluknya.
"maafkan Om Erick ya nak, karena Om Erick papa kamu meninggal"-Om Erick juga ikut menangis
"tidak usah meminta maaf Om, papa memang orang yang baik hati. Asha tau itu, Asha tau papa melakukan itu karena ingin membantu Om Erick keluar bersamanya tapi tuhan berkata lain"-Asha
"kau sangat mirip dengan papamu, baik hati dan selalu berpikir positif. Om seperti melihat diri papamu di dalam dirimu"-Om Erick
Erik dan Aldora berdiri dan pamit pada Asha dan Metta karena mereka harus kembali kekantor. tante Metta, mendapat izin dari Om Erick untuk tidak masuk bekerja dulu karena tau jika tante Metta harus menjaga anaknya. Goldwin tidak ikut pulang, ia memilih menemani Asha di smapingnya.
"tolong jaga Asha sebentar, tante beli makanan dulu buat Goldwin dan Asha"-tante Metta
"iya tante, hati-hati dijalan"-Goldwin
"Win, aku benar-benar kaget apa yang Om Erick katakan tadi. aku sungguh tidak percaya tentang itu"-Asha tidak percaya
"papaku memang tau jika aku sangat ingin kau menjadi milikku"-Goldwin mengusap tangan Asha
"kau bicara apa?! membuatku malu saja!"-pukul Asha pelan
"oh iya, Sha kau masih ingat tidak saat pertama kali kita ketemu, aku mengatakan ingin memanggilmu ShaSha saja?"-Goldwin
"iya aku ingat, kenapa? kau ingin menggunakannya?"-tanya Asha
"iya, aku ingin menggunakannya sebagai panggilan sayangku untukmu"-ucap Goldwin
"ihh!!! tidak usah!!!"-malu Asha
TOK
TOK
TOK
seorang dokter yang tidak ingin memperlihatkan wajahnya masuk begitu saja. Goldwin sudah mulai curiga dengan dokter ini, ia menggenggam tangan Asha erat.
"saya akan memberikan obat cair kedalam infusnya"-ucap Dokter mencurigakan
Goldwin tidak menjawab, ia meluhat dengan teliti cairan apa yang ingin ia masukkan. Goldwin terkejut saat melihat sekilas botol cairan yang seharusnya tidak diberikan pada Asha. dengan cepat Goldwin menahan tangan dokter itu
"kau ingin membunuh pasienmu sendiri?"-tanya Goldwin dingin
"apa yang anda bicarakan tuan, tolong tenang dan biarkan saya mengobati pasien"-elak dokter mencurigakan itu
__ADS_1
"DOKTER!!! APA ANDA INGIN MEMBUNUH PASIENNYA!!!"-teriak seseorang dari luar
#HappyTeens