Elite School

Elite School
25


__ADS_3

1 TAHUN KEMUDIAN


Asha sudah menjalankan kehidupannya seperti dulu saat dia belum mengenal Goldwin. Asha juga menjalankan perjodohannya bersama Galen. mereka berdua akan menikah besok, sekarang Asha dan Galen sedang sibuk fitting gaun pengantinnya. mereka juga sudah sangat-sangat dekat, Asha merasa sudah dapat menerima Galen di dalam hidupnya.


"ingin kemana sudah ini?"-Galen


"makan, aku lapar"-Asha


"oke deh"-Galen


setelah memilih gaun pengantinnya, Asha dan Galen meninggalkan butik dan melaju mobilnya ke restoran pilihan Galen. Asha hanya mengikuti saja, Galen bilang jika restoran itu memiliki menu yang enak-enak jadi Asha menyetujuinya. tidak butuh waktu lama mobil yang mereka kendarai telah terparkir di depan restoran tersebut. mereka duduk di meja dekat jendela dan Galen mulai memesan pesanannya.


"kau ingin apa?"-Galen


"Emm, samakan saja denganmu"-Asha


"baiklah"-Galen


sembari menunggu makanan yang dipesan tiba, Asha dan Galen memainkan ponselnya masing-masing. Asha memberikan handphonenya langsung pada Galen tanpa mengatakan apa-apa. karena bingung, Galen hanya menatap Asha dengan tatapan bingung sambil perlahan menerima handphonenya.


"Fotokan aku"-Asha


"ohh, baiklah"-Galen


"siap-siap, 1...2...3"-Galen


CEKREK


"coba aku lihat"-Asha


Galen memberikan handphone Asha kembali


"woah, memuaskan"-Asha kagum


tidak lama makanan yang mereka pesan sudah datang. tidak lupa Asha memfoto makanan itu untuk dia pamerkan di sosial medianya. saat memfotonya Asha dengan sengaja mengikutkan Galen di fotonya. Galen tidak menyadarinya jika Asha mengambil fotonya. Asha menahan tawa karena tampilannya sangat sempurna. Galen yang memegang Garpu sambil memilih apa yang harus ia makan lebih dulu. Galen yang baru sadar jika Asha tertaw entah karena apa langsung menanyainya.


"kau menertawakan siapa?"-Galen


"eh? tidak, makan saja"-Asha


SKIP

__ADS_1


Asha sudah sampai di rumahnya dengan selamat, mereka langsung pulang setelah makan. setelah mengganti baju, Asha langsung membaringkan badannya di kasur kamarnya sambil memainkan handphone miliknya. saat sedang asik melihat video lucu di handphonenya tiba-tiba ia mendapat pesan dari grub chat khusus untuknya dan kedua sahabatnya.


isi pesannya, Ayumi akan kembali ke Amerika lagi, setelah lulus kuliah Ayumi kembali ke negaranya sedangkan Hayoon menetap di Amerika. walaupun satu negara Asha dan Hayoon jarang ketemu karena Hayoon bekerja di perusahaan ayahnya menggantikan posisi Ayahnya. mendengar kabar jika Ayumi akan kembali Asha dan Hayoon terkejut dan tentu saja senang. Ayumi akan sampai di bandara pukul 19.00 nanti, Hayoon ingin menjemput sahabatnya dan disetujui oleh Asha.


jam menunjukkan pukul 16.20, berarti Asha masih bisa beristirahat sebentar. Asha menutup matanya dan mulai masuk kedalam mimpinya.


18.59


Asha perlahan membuka matanya karena tidurnya terganggu oleh getaran handphone miliknya. Asha langsung mengambil Handphonenya itu, ternyata telpon masuk dari Hayoon. sahabatnya itu sudah menelpon sebanyak 51 kali, Asha melihat jam di dinding kamarnya. saat sudah sadar jika dia akan terlambat menjemput Ayumi di bandara. Asha langsung berlari ke kamar mandi dan mencuci mukanya. memoleskan make up di wajahnya dengan terburu-buru, walau terburu-buru make upnya tidak berantakan. Asha lmengganti bajunya dengan kemeja putih polos dan celana model palazzonya.


Asha langsung saja menyambar tas kecilnya dan langsung berlari turun. di depan tv, ada mamanya yang sedang menonton.


"mah!!"-panggil Asha


"apa?!"-tante Metta


"pinjam mobil, Asha mau ke bandara jemput Ayumi"-Asha


"ada di meja rias kamar mama"-tante Metta


dengan terburu-buru Asha langsung saja menerobos masuk kedalam kamar mamanya. setelah mendapat apa yang dia mau, Asha berlari keluar rumah sambil pamit ke mamanya. Asha mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, sesekali matanya melirik ponselnya yang menyala karena telpon masuk. Hayoon kembali menelponnya, Asha tidak menjawabnya ia hanya melihat jam handphone. sudah pukul 19.00, Asha benar-benar sudah telat dia mengomel tidak jelas.


tidak butuh waktu lama Asha sudah sampai di bandara, matanya melihat sekeliling mencari keberadaan Ayumi dan Hayoon. dan akhirnya ia dalat melihatnya, Asha berlari kearah kedua sahabatnya sambil meneriaki namanya. sesampainya, Asha langsung memeluk Ayumi erat dan mengucapkan kata "maaf" sebanyak-banyaknya.


"aku ketiduran, maaf ya Ayumi"-Asha


"tidak apa, bagaimana hubunganmu dengan Galen?"-Ayumi


"baik, aku sudah seperti pacaran dengannya"-Asha tertawa


"baguslah jika itu benar, akhirnya kau sudah melupaa


kan si brengsek itu"-Ayumi


"heh!! sstt, jangan bicara seperti itu!"-Asha


"kenapa? itu benar bukan? Hayoon saja mungkin setuju"-Ayumi


Hayoon menganggukkan kepalanya setuju


SKIP

__ADS_1


dari bandara, Asha dan kedua sahabatnya pergi makan-makan BBQ merayakan kedatangan Ayumi kembali. mereka kumpul bersama lagj setelah 1 tahun mereka terpisah karena kesibukan satu sama lain. saat sedang asik tertawa bersama Asha pamit kedepan untum sekedar mengangkat telpon dari mamanya.


"halo mah? kenapa?"-Asha


"kau dimana? belum pulang?"- tante Metta


"belum, aku sedang kumpul bersama Ayumi dan Hayoon. memangnya kenapa?"-Asha


"bisakah kau datang ke rumah sakit?"- tante Metta


"hah?! mama kenapa?! kenapa aku harus kerumah sakit?!"-Asha


"Galen kecelakaan"- tante Metta


"KE-KECELAKAAN?! KARENA APA?!"-Asha


"mama tidak tau, mama baru sampai di rumah sakit ini"- tante Metta


"YASUDAH, ASHA BAKAL LANGSUNG KESANA!!"-Asha panik


TUT...TUT...


Asha membalikkan badannya ingin masuk kedalam restoran itu lagi tapi langkahnya terhenti saat melihat sosok yang dulunya dia rindu. tapi ia sudah tidak memedulikan perasaannya, ia sudah mempunyai gantinya. mereka berdua saling bertatapan dengan jarak yang tidak begitu jauh. lelaki itu hanya berdiri sendirian disana, tanpa di dampingi istri dan anaknya.


tanpa disadari Asha menjatuhkan cairan bening dari matanya dan membasaki kedua pipinya. Asha menangis sambil menatap Goldwin di depannya. Goldwin perlahan berjalan ke depan, dia benar-benar merindukan wanita di depannya. dan sekarang wanita itu menangis, tapi langkahnya terhenti begitu saja. Goldwin hanya bisa menatap Asha dari jauh, ia tidak akan menganggu kehidupan Asha lagi.


tangisan Asha bertambah, sekarang badannya langsung jatuh ke tanah. berjongkok sambil menyembunyikan wajahnya, isakan pelannya keluar. ingin rasanya Goldwin menghampirinya lalu memeluk Asha. tapi, ia sadar jika dirinya ini sudah banyak membuat Asha sakit. Goldwin menatap Asha dengan tatapan sayunya, matanya berkaca-kaca melihat kerapuhan wanita itu.


hingga akhirnya Ayumi datang dan membantu Asha berdiri. Goldwin yang takut di marahi lagi oleh sahabat Asha langsung pergi meninggalkan tempatnya. Goldwin berlari dan melanjutkan perjalanannya yang tertunda.


"Sha! kenapa?!"-Ayumi


"hiks...bolehkah aku pergi?"-Asha


"kau ingin kemana? ada masalah? tante Metta bilang apa tadi?"-Ayumi khawatir


"aku harus kerumah sakit, bisakah aku pergi?"-Asha


"boleh, boleh sekali. kau pergilah, nanti aku beritahu Hayoon. hati-hati dijalan"-Ayumi


Asha langsung berlari ke arah mobilnya dan menjalankannya pergi. Asha masih saja menangis, ia memikirkan keadaan Galen sekarang. Asha tidak mau Galen pergi meninggalkannya, dia sudah banyak membantunya. Asha tidak ingin ditinggal oleh orang yang dia sayang.

__ADS_1


"Jangan pergi kumohon, kau sudah membuatku jatuh cinta. jadi, jangan pergi meninggalkanku tetaplah kuat supaya kita bisa bersama sampai tua nanti"- batin Asha


__ADS_2