
Dokter palsu itu gelagapan, Goldwin langsung saja meninjunya. Dokter yang tadi berteriak menahan Goldwin yang akan memukul orang itu lagi.
"KENAPA KAU INGIN MENCELAKAI ASHA HAH?! KAU BEKERJA DENGAN SIAPA HAH?!"-teriak Goldwin marah
"tuan mohon untuk tenang, ini adalah rumah sakit sebentar lagi satpam datang"-Dokter
Goldwin menjadi tenang tapi ia masih saja menatap tajam kearah orang itu. tak lama satpam datang dan membawa orang itu keluar sedangkan dokter masih ada didalam kamar Asha.
"siapa dia? apa tuan kenal?"-tanya dokter
"tidak kenal dok, kurasa ada yang membayarnya supaya melakukan itu"-jelas Goldwin
"baiklah kalau begitu saya pergi ya"-pamit Dokter dan langsung pergi
Goldwin kembali duduk disamping Asha dan memegang tangannya. Asha hanya memberikan senyuman pada Goldwin. Goldwin yang melihat itu ikut tersenyum dan mengusap lembut kepala Asha. suasana hangat itu lenyap saat suara teriakan Farel memenuhi kamar rumah sakit.
"ASHA!!! BAGAIMANA KEADAANMU?"-Farel datang
"pelankan suaramu!! masih jam begini kau membuat kamar ini menjadi kamar yang heboh!!"-kesal Goldwin
"hehe, maaf. Sha, kau sudah baikan?"-tanya Farel
"iya, sudah mendingan sekarang kau tidak usah khawatir lagi"-Asha
"aku bawakan kau buah-buahan, dimakan supaya kau cepat sembuh"-ujar Farel
Asha hanya mengangguk sambil tersenyum
"untukku? kau tidak membelikan aku makanan begitu?"-Goldwin
"tidak, kau bisa membeli sendiri bukan?"-Farel acuh, ia langsung mendekati Asha membuat Goldwin menjauh dari tempatnya semula
"hei! itu tempatku!"-Goldwin
"kupinjam sebentar, aku hanya ingin mengobrol dengan Asha dulu"-Farel
Goldwin menghela napas pasrah, ia berjalan ke sofa rumah sakit dan menidurkan badannya. Goldwin memilih memainkan ponselnya karena bosan. tante Metta belum juga datang dari membeli makanan jadi Goldwin harus menunggu sampai Farel pergi sekaligus menunggu makanan datang. Farel dan Asha mengobrol sangat lama membuat mata Goldwin berat. ia mengantuk, dan tanpa sadar ia tertidur pulas.
"Sha, kau harus hati-hati dengan Lika. dia benar-benar ingin membuatmu jatuh drngan segala cara"-saran Farel mulai serius
"dari mana kau tau?"-tanya Asha penasaran
"aku tau karena saat itu aku tidak sengaja melihatnya sedang membicarakan sesuatu pada kumpulan lelaki nakal. disana ada Jackson juga, karena penasaran aku bersembunyi gang dekat dengan mereka dan menguping pembicaraannya. aku tau apa rencananya saat ini"-jelas Farel
"apa?"-Asha tambah penasaran
"saat malam nanti, ia akan mengirim Jackson kesini dan menyuruhnya membawakanmu buah yang sudah diberi racun. kusarankan padamu, beritahu ini pada Goldwin supaya tidak memakannya dan juga jangan lupa memberitahukan pada mamamu"-Jelas Farel
__ADS_1
"oh tidak! Goldwin tertidur!"-Asha
"biarkan dia, dia pasti mengantuk karena begadang semalaman. aku disiji menjagamu sampai Goldwin bangun atau sampai mamamu kembali"-Farel
Asha hanya mengangguk, dikepalanya penuh dengan pemikiran negatif saat ia mendengar cerita Farel. semuanya dia khawatirkan, ia khawatir jika mamanya memakannya saat dia tidur. Farel masih saja di kamar Asha, sedangkan Asha ia tertidur karena lelah memikirkan rencana Lika.
MALAM~
Goldwin sudah bangun sedari tadi sedangkan Asha ia baru bangun. Farel sudah tidak ada di kamarnya, Asha ingin memberitahu Goldwin tentang cerita Farel tadi.
"Win, aku ingin memberitahumu sesuatuyang serius"-Asha
"sudah, aku sudah tau Farel menceritakan semuanya padaku. tenang saja, akuada disini menjagamu malam ini sampai kau keluar rumah sakit"-Goldwin
"mamaku kemana? belum pulang juga?"-tanya Asha
"mamamu sudah kembali tadi tapi baru saja pergi katanya ingin mengambil baju untukmu sekalian mandi"-Jelas Goldwin
"baiklah, kau sudah makan?"-Tanya Asha
"sudah, oh iya! kau belum makan kan?"-Goldwin
Asha menggeleng
"baiklah, sekarang kau harus makan dan minum obat"-Goldwin mengambil sesuatu di nakas
"apa itu?"-tanya Asha
Asha mengangguk
"baiklah, ini makan"-Goldwin menyuapi Asha
"biar aku saja, aku kan sudah membaik"-tolak Asha
"diam, biarkan aku yang menyuapimu"-Goldwin masih menyodorkan sendok didepan mulut Asha
"tapi tanganku tidak apa-apa, biar aku saja nanti kau malah keropatan"-Asha ingin mengambil sendok ditangan Goldwin
"ck! biar aku yang sekali-kali menyuapimu, aku ini ingin menjagamu dengan baik. buka mulutmu"-Goldwin
Asha pasrah, ia membuka mulutnya perlahan dan Goldwin menyuapi Asha. Goldwin tersenyum ia membersihkan sudut bibir Asha yqng ada sedikit makanan. Asha tersenyum dan mengunyah makanan yang diberikan Goldwin. setelah makan, Goldwin membereskan sampah makanan Asha. Goldwin mengambil gelas yang tersedia dan mengisinya air minum.
"Sha, saatnya kau minum obat"-Goldwin menyodorkan obat pada Asha
"minum obat ya? huft, baiklah supaya segera sembuh"-gumam Asha lalu menerima obat dan segelas air minum
"jika ingin tidur, tidurlah. aku disini menjagamu"-Goldwin memperbaiki selimut Asha
__ADS_1
"tidak ingin tidur, aku sudah banyak tidur tadi jadi aku tidak bisa tidur"-Asha
Asha dan Goldwin masih berbincang dan tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya. setelah mengetuk orang itupun masuk dan membawa buah-buahan. Goldwin sedari tadi saat mengetahui orang yang masuk itu langsung mengubah wajahnya datar. sedangkan Asha terkejut dan takut terjadi sesuatu yang tidak ia sangka.
"Sha, bagaimana keadaanmu? sudah membaik?"-tanya orang itu sambil meletakkan hadiahnya
"ingin menyakiti Asha lagi? tidak boleh! Asha masih sakit"-Goldwin dingin
"aku hanya menjenguknya dan sekalian meminta maaf"-orang itu
"Jackson, kau ingin meminta maaf tentang apa?"-tanya Asha
"soal itu...saat di kamarmu, maafkan sikapku itu aku melakukannya tanpa sadar. itu bukan kemauanku, mungkin pribadi lain yang ada ditubuhku melakukannya"-Jackson akting
"pribadi lain? kau punya penyakit Multiple personality disorder?"-Asha terkejut
Jackson mengangguk sambil menunduk dan sedari tadi Goldwin memperhatikan gerak gerik Jackson.
'dia berbohong'-batin Goldwin
"astaga bagaimana ini? aku baru tau, maaf ya"-Asha
Goldwin menoleh ke Asha, ia heran bagaimana bisa Asha mempercayai orang seperti Jackson.
"tidak apa, kuharap pribadi itu tidak datang saat ini. aku hanya ingin menghabiskan waktu bersamamu"-Jackson
"kau harus pulang jika jam jenguknya sudah habis"-Goldwin dingin
"aku tau, kau tidak perlu khawatir"-balas Jackson
Jackson dan Asha mengobrol seperti orang yang sudah akrab sedari tadi. sampai Goldwin bingung harus melakukan apa, ia hanya duduk didekat Asha berjaga-jaga jika Jackson melakukan hal buruk pada Asha. mereka sangat lama berbincang, tante Metta juga belum datang. bagaimana jika jam jenguknya berakhir, tante Metta tidak bisa masuk kedalam kamar Asha.
"kalau begitu aku pamit ya"-Jackson pamit
"iya, hati-hati dijalan"-Asha melambaikan tangannya
Jackson sudah menghilang dari balik pintu, Goldwin mendekatkan dirinya ke Asha dengan tampang kesal.
"kenapa lagi kau?"-tanya Asha
"kenapa kau sangat akrab dengannya? memangnya kau lupa apa yang dia lakukan padamu"-Goldwin kesal
"aku tau, aku hanya mengikuti alurnya saja"-Asha santai
"berarti tadi kau hanya berakting?!"-Goldwin kaget
Asha mengangguk dan mengeluarkan tangannya dari balik selimut. ia memperlihatkan sesuatu pada Goldwin yang membuatnya terkejut
__ADS_1
"tadi dia ingin menyuntikkan sesuatu padaku, untung aku selamat"-Asha mengeluarkan seringkainya
Asha menggunakan bantal kecil untuk melindungi tangannya. bantal yang biasanya ada kotak jam tangan, ia mengikatnya pada tangannya tanpa sepengetahuan Goldwin. Goldwin tidak tau jika Asha punya sisi spy, ia bisa menipu lawannya.