
hari ini adalah hari yang istimewa bagi Asha karena hari ini adalah hari ulang tahunnya. tapi, Asha sedih tidak bisa merayakannya karena ia sendirian dirumah dan Goldwin tidak ada kabar. ia tidak membalas pesan yang Asha kirim banyak sekali. Goldwin hanya melihatnya saja, sekarang Asha hanya duduk sambil ngemil cemilan yang Goldwin belikan kemarin dan tentu saja menonton TV.
"ck, membosankan sekali!! tidak ada acara bagus apa?!"-ngomel Asha
tiba-tiba boyband kesukaan Asha tampil di TV membuat Asha terkejut lalu memperbaiki duduknya. Asha menikmati penampilan mereka dan membuat Asha berteriak tidak jelas ketika member termuda menampilkan ABSnya. ditengah-tengah menikmati penampilan para pacar onlinenya Asha diganggu oleh deringan telpon ponselnya. Asha berdecak sebal lalu mengangkatnya
"halo?!"-Asha kesal
"santai! kenapa kau marah-marah begini?" -Farel
"kau mengangguku!! cepat katakan apa yang mau kau katakan!!!"-Asha
"ingin jalan-jalan tidak? inikan hari ulang tahunmu" -Farel
"hah?! benrkah?! baiklah kapan?!"-Asha senang
"sebentar sore jam 5" -Farel
"oke!! jemput aku ya!!"-Asha
"iya, aku akan menjemputmu kau tenang saja" -Farel
Farel lebih dulu menutup telponnya, Asha berlari menuju kamarnya dan memilih baju yang bagus untuk ia pakai nanti. setelahnya Asha melihat jam dinding yang ada dikamarnya, jam menunjuk pukul 4.30 Asha langsung bergegas mandi dan bersiap-siap. setelah Asha sudah siap jam menunjuk pukul 4.58 dan tidak lama bel rumahnya berbunyi
Asha langsung turun kebawah dan membuka pintu, disana sudah ada Farel berdiri yang tadinya memainkan ponsel sekarang menatap Asha sambil tersenyum. Farel langsung menggenggam tangan Asha dan membawanya ke mobil dan langsung melaju mobilnya ketempat yang sudah diberitahu oleh Goldwin. Farel dan Goldwin bekerja sama mengerjai Asha di hari ulang tahunnya ini, itu adalah rencana yang Goldwin susun.
Asha dan Farel sampai di tujuan, ia sekarang sedang berada di taman bermain. Asha hanya diam, Farel yang menuntun jalan.
"Sha, ingin naik wahana yang mana dulu?"-tanya Farel
"yang itu deh"-Asha tunjuk
"kenapa tidak bersemangat sekali, dulu kau paling semangat saat kesini"-Farel heran
"kita hanya berdua, tidak lengkap"-Asha
"tidak apa, nikmati saja. ini hari ulang tahunmu kan! ayo bergembiralah ya?"-Farel
"baiklah, kalau begitu kita main games sambil naik wahana bagaimana?"-tantang Asha
"setuju!! baiklah, games pertama tebak buah"-Farel
mereka menaiki wahana kamikaze yang berbentuk perahu lalu di ayun ke udara. kebetulan hanya mereka berdua yang main, karena Farel yang memintanya. Asha duduk di ujung bagian kiri dan Farel duduk di ujung kanan. jarak mereka sangat jauh, seperti dari sabang sampai marauke. wahananya dimulai, giliran yang menjawab adalah Asha Farel sudah mendapat buah yang susah ditebak.
"SHA!!! BUAH YANG WARNA HIJAU TAPI GAK BESAR!!"-teriak Farel
"APAAN ITU?!"-Asha
__ADS_1
"PIKIR SHA!!"-Farel
"buah hijau kecil apaan ya?"-pikir Asha
"ah, KIWI!!!"-jawab Asha
Farel mengacungkan kedua jempulnya, sekarang giliran Farel yang menjawab. wahananya diayun tambah tinggi membuat Asha takut.
"INI SANGAT TINGGI!!!!"-teriak Asha
"BUAH YANG WARNA MERAH, ISINYA BIJI-BIJI SEMUA!!!"-Teriak Asha
Asha memengang erat pada pengamannya, ia takut sekarang matanya ia tutup. Farel tetap berteriak menjawab pernyataan Asha
"ITU SHA!! BUAH DELIMA!!!"-Farel
"IYA BENAR!! REL, INI TINGGI BANGRT WEI!!!"-teriak Asha ketakutan
"KAU TAKUT SHA?!"-Teriak Farel
Wahana melambat, Asha lega akhirnya sudah selesai juga. saat wahana berhenti Asha langsung melompat keluar dari wahananya. Farel hanya tertawa, dan menyusul Asha yang sudah lebih dulu pergi.
"baru kali ini kau takut Sha"-Farel tertawa
"diam kau!! wahananya tidak seperti biasa!!"-Asha kesal
"tidak!! sudahlah!! kita cari wahana yang lain lagi!!"-Asha jalan lebih dulu meninggalkan Farel yang berusaha berhenti tertawa
sekarang Farel yang memilih wahananya, melihat wahana itu Asha sudah takut. ia tidak berani, keberaniannya hilang tidak seperti dulu saat mereka bertiga pergi kesini.
"kali ini, tidak ada yang berteriak walaupun hanya tertawa. itu adalah games kedua, tidak mengeluarkan suara saat menaiki ini"-Farel menentukan aturannya
"mustahil!!! mana ada yang tidak bisa mengeluarkan suara saat menaiki ini!!"-elak Asha
"bilang saja jika kau takut"-Farel
"siapa yang takut!! kalau begitu ayi!!"-Asha dengan berani
mereka sudah duduk di wahana itu, wahana yang mereka naiki ini adalah wahana Fabbri. Wahana yang kerjanya naik ke udara perlahan dan tanpa diduga langsung menjatuhkan kita dari atas. saat menaiki wahana ini Asha sudah menutup matanya sambil banyak berdua. wahana membawa mereka berdua dan orang yang menaiki ini naik ke atas. mereka digantung, Asha membuka mata dan sempat melihat kebawah, Asha bergidik ngeri sebab wahana ini membawanya sangat tinggi keatas. dan tiba-tiba mereka dijatuhkan kebawa membuat Asha berteriak sambil mengumpat.
"HUAAAAA, F*CK AKU JATUH WOI!!!"-teriak Asha
"kau gagal Sha, dasar penakut"-Farel
"DIAM KAU!!! APA INI?! NAIK LAGI?! JANGAN!! AKU INGIN TURUN SAJA!!!"-panik Asha saat mengetahui wahananya belum selesai
"HUAAAA ****, F*CK!!!! SUDAH!!! BERHENTI!!!"-teriak Asha lagi
Wahana selesai, saat turun Asha langsung lemas membuat Farel tersenyum menahan tawanya. Farel yang lama-kelamaan merasa kasihan pada sahabatnya menyarankan pada Asha untuk istirahat saja.
__ADS_1
"kita makan dulu bagaimana?"-ajak Farel
"boleh deh, boleh sekali. kakiku sudah tidak kuat jalan sekarang"-Asha
"kau ternyata penakut, kukira kau berani ternyata tidak"-Farel tertawa
"berhenti tertawa!!!"-Asha kesal
merekapun singgah makan di restoran yang ada di dalam taman bermain. sambil menunggu makanan, Farel mengirimkan pesan pada Goldwin untuk memberitahukan posisinya. sedangkan Asha melihat keluar jendela, melihat orang-orang berlalu lalang. tanpa disengaja, Asha melihat orang yang sepertinya ia kenal sedang bermesraan dengan wanita. setelah Asha mempertajam matanya, Asha terkejut saat mengetahui orang itu adalah Goldwin.
Farel juga melihatnya, ia mengirim pesan pada Goldwin kalau Asha sudah terperangkap dalam rencananya. wajah Asha berubah sedih, ia menunduk tidak lagi melihat keluar. Farel yang ingin mengajak Asha bicara terhenti karena Asha tiba-tiba pergi keluar dan menemui Goldwin. Farel mengikuti Asha keluar, Asha sudah berdiri didepan Goldwin dengan wajah yang akan menangis.
"Sha, kenapa kau kesini? tidak dirumah?"-Goldwin
"kenapa jika aku kesini?! kalau aku dirumah saja aku tidak tau apa yang kau lakukan nanti!!!"-Asha marah
"Asha tidak begitu, kau dengarkan dulu aku ya?"-bujuk Goldwin
"tidak perlu!!! aku ingin pulang!!!"-Asha pergi meninggalkan Goldwin dan Farel
Asha sudah menangis sedari tadi, Farel mengejar Asha dan membujuknya untuk tidak pulang dulu. jika Asha pulang maka rencananya tidak berhasil. Farel dan Goldwin memanggil teman-teman kelasnya untuk mendekorasi rumah Asha.
"SHA!!! tunggu sebentar, coba kau dengarkan penjelasan Goldwin dulu"-tahan Farel
"TIDAK REL!!! AKU TIDAK MAU!!!"-Asha menangis
"Sha, lebih baik kau temui Goldwin dulu"-Farel
Farel menarik Asha untuk kembali ketempat saat Asha melihat Goldwin selingkuh. tapi disana sudah tidak ada Goldwin lagi, Asha melepas kasar genggaman Farel dan pergi tanpa pamit.
"SHA!!!"-Teriak Farel
Farel mengejar Asha, tapi Asha lebih dulu naik taksi untuk pulang. Farel langsung saja memberi tahu Goldwin tentang itu dan ia juga langsung melaju mobilnya ke rumah Asha. Asha sampai lebih dulu daripada Farel, ia langsung membuka pintu rumahnya kasar. saat masuk Asha bingung, ia mengira rumahnya mati lampu ia pun melihat keluar rumah tetangganya lampunya menyala. dan tiba-tiba saja suara ledakan terdengar bersamaan lampu yang menyala.
"HAPPY BIRTHDAY SHA!!!"-teriak semua orang yang ada di rumahnya. Goldwin yang berada ditengah sambil memegang kue.
"happy birthday Sha, maaf ya buat kamu sakit hati hati tadi. itu disengaja, tapi aku tidak akan berpaling dari kamu tenang saja"-Goldwin
"Sha tiup lilinnya, jangan lupa permintaanmu"-Audu teman basketnya Asha
Asha mengangguk lalu menutup matanya menyatukan kedua telapak tangannya dan meminta permintaan. setelahnya Asha membuka mata lalu meniup lilinnya, Goldwin mengecup dahi Asha membuat semua orang berteriak dan bertepuk tangan.
"aku kelewatan acaranya ya"-Farel baru datang
"kau telat! untung saja kuenya belum di potong"-Goldwin
"nak Farel tidak perlu khawatir kalau kuenya habis, tante masak banyak tuh, kalian semua bisa makan banyak-banyak"-tante Metta
"akhirnya makan juga"-Farel
__ADS_1