Es Untuk Matahari.

Es Untuk Matahari.
Chapter 1


__ADS_3

"Eh Rin, lho mau kemana ?" tanya Zira yang merupakan teman sekelas Arin sejak SMP.


"Eh Ra , gue mau pulang."


"Tapi ini blom jam pulang Rin. "


"Gue ada urusan bentar."


"Owh yaudah."


Bagi Arin para guru sekarang ini hanya memakan gaji buta ,memberi tugas lalu pergi ,dan kehidupan Arin taklah sebahagia kehiduan para remaja pada umumnya. Ketika ia bolos dari sekolah, tempat tujuan Arin setelahnya adalah ketempat dimana Amar berada, salah satu teman dekat Arin sejak 6 tahun terakhir ini dan mereka bertemu ketika Arin sedang bermain sepatu roda dan tak sengaja menabrak ikan hasil pancingan Amar.


"Lho bolos lagi ?." tanya Amar


"Yo-i."


"nggak berubah berubah nih anak".


"It's okay man ."


Amar hanya bisa menggelengkan kepalanya yang jika bisa diartikan " Nggak abis pikir sama nih cewek ."


Kini Arin berada ditempat dimana dia bisa melihat betapa indahnya alam ini ,menghirup udara segar tanpa adanya polusi udara . Melihati Amar yang tengah memancing dan Arin hanya menunggu disampingnya ,menunggu ikan yang memakan umpan Amar walau itu tak pasti .


"Mar ,nanti temenin gue yuk ?." ajak Arin


"Kemana ? "


"Biasa."


Sejak terakhir kali Arin mengalami kecelakaan yang pernah ia derita akibat hobinya sekitar satu tahun lalu,kini hanya Amar yang mengetahui jika Arin masih bermain sepatu roda seraya mendengarkan musik dari haedphon.


"Lho gak mau cari hobi lain apa ."


"Nggak ada waktu, dan gue gak mau nyisihin waktu gue buat nyari hal baru yang belum tentu gue suka dan pasti akan ngaruh ke hidup yang selama ini udah gue susun dan jalanin lurus tanpa ada yang ngehalangin".


"Nggak akan tau kalo ak di coba."


"Tanpa dicoba gue udah tau dampaknya akan kek gimana."


"Emang gak bisa menang kalo ngomong sama lho."


Membuat Arin tersenyum bahagia sesungguhnya ,Hmm..sepertinya semua orang ragu akan hal itu, muncul senyum diwajah Arin bagaikan munculnya pelangi dilangit cerah jarang bahkan sangat. Senyuman itu telah hilang bagaikan awan cerah ditean gelapnya langit.Dibawah teriknya paparan sinar matahari Amar dan Arin tengah berjalan menyusuri jalan perkotaan yang dipenuhi kendaraan yang membuat polusi udara sering terjadi,menuju temat dimana Arin bisa bersenang-senang dengan kehidupannya.


"Lho serius gak mau kasih tau orang tua lho kalo lho masih_."


"Sstt...pasti gak di bolehin lah."

__ADS_1


"Iya juga sih, tapi walaupun lho kasih tau mereka terus lho dilarang,pasti gak bakalan lho turuti juga ,ya kan. "


"That's right, eh Mar, gue mau nanya."


"Nanya paan."


"Pertama lho ketemu gue ,lho nilai gue tuh cewek yang kek gimana sih ? "


"Hmm, gue kira lho adalah cewek pendiem yang suka nulis curhatan dibuku harian pakek kata-kata lebay gitu ."


"Haaahahah ."tawa Arin yang diikuti Amar


"Bisa-bisanya lho nilai gue kek gitu."


"Eh, tapi kenapa gak lo coba aja dulu siapa tau cocok." usil Amar


Arin seorang siswa yang tengah menduduki kelas dua belas semester akhir sangat tak tertarik bahkan mungkin tak mengenal apa itu buku harian ,menurutnya orang yang menulis semacam itu adalah orang bodoh yang hanya menghabiskan waktunya hanya untuk mencoret kertas kosong dengan tinta pena dengan menuliskan keluh kesah yang mereka alami lalu dapat menangis ataupun tersenyum tak jelas , mungkin Arin dapatberfikir seperti itukarena ia selalu mencurahkan keluh kesahnya dengan cara memandangi langit malam yang gelap namun indah ,walau jika di pikir-pikir itu sama saja ,membuang waktu.


"Jadi lho mau main dimana nih ?." tanya Amar sesampainya di taman


" Disitu aja ." jawab Arin menunjuk jalan yangsepi akan orang


"Mar, sini ikutan ."


" Ogah ah, OTW jatuh gue mah. "


"Payah."


Kini Arin telah lengkap memakai sepetu roda dan sebuah haedphon yang telah terpasang ditelinganya.Arin bagaikan langit tidak berbentuk lain halnya seperti bintang,bulan, matahari bahkan awan saja berbentuk walaupun tak jelas bentuknya ,tidak ada yang bisa mengerti bentuk pikiran dari gadis ang satu ini. Mungkin telah kurang lebih dua jam Arin bermain sepatu roda tanpa mengenal lelah .


"Pulang yuk ." ajak Arin


" Dari tadi napa, lama amat."


"kan jarang-jarang."


"Yaudah, mau gue anter pulang nggak nih ."


"Boleh tuh, sekalian ngehemat duit jajan."


"Dasar pelit."


"Itu namanya bukan pelit tapi HEMAT."


Matahari yang tadinya sangat panas dan menyilaukan mata yang membuat keringat tak tau batas berhentinya kini berubah menjadi jingga yang memanjakan mata ,walau hanya sekejap lalu akan hilang ditelan gelapnya langit malam.


"Mar, coba tebak ,malem ini ada bintang nggak."

__ADS_1


" Hmm, lho capek nggak."


"Lumayan sih ,eh , jawab dulu yang tadi."


"Gue tebak ada."


"Alesannya."


"Kalo lho capek pasti bintang muncul, karena dia tau kalo lho akan mandangin dia untuk ngilangin rasa capek lho. "


"Paan sih ,alesan lho gak logis "


"Nggak percaya, buktiin aja nanti."


"Yaudah, sana pulang. "


"Ngusir nih ceritannya."


"Ya enggak "


Memulihkan tubuh dan mengembalikan semua tenaga yang sudah terkuras. Arin mendengarkan musik dari handphone-nya, tapi tidak dengan malam ini, selepas pulang Arin sama sekali belum melihat langit malam , dia menunggu pukul 21.00 malam untuk memastikan tebak Amar itu besar . Arin menunggu di jendela kamarnya Pada saat jam 20.58 dan menutup matanya dengan tangannya menunggu alarm yang berbunyi dan_.


Krinnggg.....


"Satu,dua,tiga " Arin menghitung tangannya dan melihat terdapat yang berkilau dilengkapi dengan cahaya bulan sabit yang menerangi bumi dan seisinya.Ya benar itu adalah bintang.


" Bagus banget."


Ting. Suara ponsel Arin Anda kan ada pesan yang masuk, dan ternyata itu adalah Amar.


←◎ Amar


online


Bener kan tebakan gue.


^^^Cuman kebetulan doang.^^^


Malam Sunyi yang hanya terdengar suara cicak dan jam, yang menjadikan malam adalah waktu yang paling sempurna untuk berfikir jernih. Setiap ada banyak bintang yang menghiasi pasti akan selalu ada satu bintang yang paling terang diantara yang lainnya. Arin menamakan bintang itu sebagai bintang Bringarin yang artinya membawa Arin .


Arin menjadi yang paling terang daripada yang lainnya.


Eh Mar, lo liat bintang bringarin enggak?.


^^^Liat, kenapa ?.^^^


Kira-kira gue bisa jadi kayak gitu nggak sih.

__ADS_1


^^^Pasti Rin gue yakin lho bisa.^^^


Hari yang banyak sekali orang nanti kan akhirnya tiba , hari dimana semua pekerjaan terhenti sejenak , hari dimana semua orang bersenang-senang tanpa ada masalah, tapi tidak dengan Arin tiap harinya seperti seorang anak yang dibesarkan tanpa orang tua. Menemui kedua orang tuanya di pagi hari bagaikan telah berada di akhir hari. Mereka sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing, sehingga tidak ingat bahwa mereka mempunyai seorang gadis yang cantik,hari minggu lewat begitu saja tanpa ada cerita ,dan keesokan harinyaa..


__ADS_2