Es Untuk Matahari.

Es Untuk Matahari.
Chapter 13


__ADS_3

Pada saat Arin hendak masuk kelas ternyata telah ada guru yang mengajar dan semua mata tertuju pada Arin terutama Shani yang melihat Arin dengan mata sinisnya.


"Kamu darimana Arin" tanya guru itu.


"Dari toilet pak "jawab Arin.


"Itu kenapa basah" tanya Guru.


"Habis cuci muka pak ,tadi ngantuk" bohong Arin.


"Udah silahkan duduk " seru Pak Guru.


"Makasih pak" balas Arin lalu duduk dan mengeluarkan buku pelajarannya.


Memperhatikan guru disaat hanya tinggal menghitung hari untuk hari kelulusan adalah hal yang paling membosankan sepanjang sekolah,hari demi hari terlewatkan dan hari menuju kelulusanpun semakin dekat.Tetapi Arin dan Juna masih terlihat sama.Juna yang berada didalam kamarnya mengambil pulpen dan menuliskan sesuatu dikertas kosong yang berbunyi" Aku ingin menjadi bocah kecil kembali yang hanya bermain dengan alam dan kenakalan bukan dengan perasaan"dia mebalik kertasnya dan menuliskan " Kesenangan bukan berada ditujuan melainkan di jalan yang ditelusuri untuk mencapai tujuan".


Pada suatu malam Boby menginap dirumah Juna karena melihat Juna yang semakin hari dikelilingi oleh Dilema.


"Jun ,kenapa harus Arin sih yang lho pengen banget jadiin temen kan banyak cewek lain diluar sana yang ngantri bahkan mau dapetin lho" ucap Boby.


"Dan lho ,kenapa harus Zira dari sekian banyak cewek".


"Entah ,perasaan itu muncul dengan sendirinya".


"Begitu juga gue,seorang lelaki tak perlu alasan khusus untuk apapun karena hati telah mewakilkan semuanya".


"Mulai nih bucinan lho" seru Boby.


"Lho tau nggak kepanjangan dari Bucin apaan".


"Budak Cinta ,kan lho sendiri yang bilang" jawab Boby.


"Salah".


"Terus apaan".


"Buat Cinta Nyawapun Gue Korbankan" bucin Juna.


"Iihhh lebay plus alay lho ".


"Hahahahhahahaha .....Gue ngomong asal ngejeplak aja kali" kekeh Juna.


"Lho sejak kapan suka ama Zira " tanya Juna pada Boby.


"Kan gue pindah kesekolah itu lebih awal dari lho jadi gue mulai suka ama Zira dari 3 bulanan sebelum lho pindah kesekolah itu juga".


"Udah lho tembak".


"Boro-boro ,ngajak makan aja gue keringet dingin".


"Payah lho" ejek Juna.


"Lho kek nggak tau gue aja".


"Hahahah ".


"Dafa masih sekolah disana" tanya Boby.

__ADS_1


Dafa adalah salah satu bagian dari ikatan persahabatan mereka.


"Enggak ,padahal udah gue tawarin buat kesekolah yang sama tapi dia ngikutin apa kata orang tuanya buat sekolah diluar kota".


"Kangen gue sama tuh anak,biasanya dia yang godain gue kalo gue lagi suka sama cewek".


Dimalam itu mereka sedikit mengenang kembali masa-masa dimana kebersamaan mereka bertiga dimana susah senang keringat airmata sama-sama mereka lalui bersama ,telah 5 tahun mereka menjalin pertemanan dan 5 tahun bukanlah waktu yang cepat ,walau kadang ada sedikit pertikaian,tapi percayalah pertikaian didalam sebuah hubungan akan menjadikan hubungan itu menjadi lebih erat karena hubungan yang baik tak akan mengulangi kesalahan yang sama,tetapi akan mencari cara agar kesalahan itu tak akan terlakukan kembali,melihat kebelakang untuk belajar selalu menjadi motivasi Juna untuk melakukan sesuatu dan mengambil sebuah keputusan.


"Lho mau ngopi nggak" tawar Boby.


"Kan lho tau gue gak suka kopi" balas Juna.


"Oh iya ,susu jahe angetkan,mau gue buatin gak".


"Gak usah "tolak Juna.


"Udah gue buat kopi dulu bolehkan".


"Lho kek sama siapa aja".


Bobypun turun kedapur untuk membuat kopi untuk dirinya sendiri,dan Juna menatap sebuah bintang yang sangat terang bintang yang jika dinamakan Arin sebagai bintang bringarin .Dan Arin juga tengah melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Juna.Juna memfoto bulan dan para bintang lalu menguploadnya di story instagram dengan hastag "Indah bukan" dan Arin yang melihatnya tak ingin untuk membukanya,entah apa yang ia pikirkan.


Boby masuk kembali kedalam kamar dengan membawa secangkir kopi hitam yang sedang dia seruput .


" Eh,Jun ,gue ada ide nih" seru Boby.


"Ide buat apaan".


"Lho kan gak tau nih Arin itu suka apa nggak sama lho,gimana kalo lho pura-pura ngejauh dari dia dan coba deket sama cewek laen , bagus gak tuh ide gue,Boby emang terbaik lah kalo soal beginian ".


" Ada-ada aja sih lho , ya jelas gak adalah".


"Mau sih ,tapi_....".


"Tenang aja gue yang atur semuanya ,lho gak usah risau ada Boby disini" potong Boby.


"Okedeh terserah gimana lhonya aja,tapi gak usah aneh-aneh lho".


"Tenang aja mulai besok ,oke".


"Sippp".


Dikamarnya Arin tengah telphonan dengan Amar lalu menutup jendela kamarnya,karena Arin ingin berbicara bersama Amar karena akhir-akhir ini Arin telah jarang menjalin kontak dengan Amar entah apa yang sedang terjadi.


"Keknya ada kacang lupa kulit nih,atau keong lupa cangkang" canda Amar.


"Enggak,gue akhir-akhir ini ada kerjaan Mar".


"Canda doang Rinn".


"Gimana kabar lho ?" tanya Arin.


"Baik,dan selalu begitu".


"Lho mahhh....emang gak mau orang tau kesusahan lho".


"Loh ,emang kabar gue baik Ariinn Orcherivya Artaskaaaa".

__ADS_1


"Mar ,besokkan hari minggu nih,main sepatu roda ditaman yuk "ajak Arin.


"Apa yang nggak buat sahabat gue satu ini".


"Thanks ya Mar ,lho selalu ada disaat gue butuin".


"Tapi nggak akan selamanya ".


"Apa lho bilang".


"Tapi nggak akan selamanya ".


"Ngomong apa sih lho ,lho gak bakal ninggalin gue kan".


"Baperan aja nih bocah".


"Enak aja bocah,umur udah mau 18 lho kata bocah".


"Emang bocah ".


"Kalo lho panggil gue bocah ,berarti gue panggi lho Om dong" goda Arin.


"Om ,kek umur beda 30 taun aja,padahal cuman beda 2 taun doang ".


"Makanya jangan panggil gue bocah".


"Iya,jadi besok mau jam berapa ".


"Jam 8 pagi aja gimana".


"Oke".


"Rin ,Juna itu yang kemaren gue anterin motornyakan".


"Iya".


"Yang waktu itu lho sempat bilang ,kalo lho kesel karena dia".


"Iya ,emang kenapa".


"Keknya dia suka ama lho deh".


"Gak Lho,Zira,Reza,Liya ,sama aja ".


"Udahlah Amar gue lagi gak mau bahas yang kek gituan,walaupun iya guenya enggak ".


"Iya,sorry ,jangan baperan mulu napa".


"Siapa yang baperan ,udah gue mau tidur".


"Dih ngambek ,kiamat nih dunia lho tidur jam segini ,biasanya aja lho tidur sekitar jam satu ato jam dua".


"Gue capek ,dahhh" ucap Arin lalu menutup telphonnya.


Arin merentangkan tubuhnya diatas kasur dan menarik selimut bersiap untuk tidur ,tapi benar yang dikatakan Amar ,Arin tak bisa tidur karena Arin terbiasa tidur ada jam 1 atau 2 malam dan sekarang baru jam 22.10.


Arin membuka kembali jendela dan memandangi langit malam yang sangat indah dan menenagkan pikiran.

__ADS_1


"Ada apasih dunia ini dikit-dikit Cinta,cinta,cinta kek gak ada hal lain aja yang bisa dilakuin ,apa kalo gak ada cinta ,semua orang didunia ini akan mati gitu ,kan gak mungkin".


__ADS_2