Es Untuk Matahari.

Es Untuk Matahari.
Chapter 22


__ADS_3

Kelompok 2 mengampil posisi .


"Ehemmm " ledek Arin.


Kata pertama [ Keras kepala ].


Boby memeragakannya dengan cara menunjuk kepalanya lalu memukulnya.


"Umm ..pecah kepala"jawab Zira dan Boby melambaikan tangannya bermaksud tidak dan Boby mengulangi gerakannya kembali.


"Keras kepala " jawab Zira bersemangat lalu Boby mengacungkan jempol.


kata berikutnya [ Banteng ].


Boby membuat tanduk dengan tangannya dan mengais-ngaiskan kaki kanannya ketanah.


"Banteng " jawab Zira.


"Kenapa kalian kasih yang mudah-mudah sih " Rutuh Arin pada Reza dan Juna.


kata berikutnya [ Matematika ].


"Wahh " ucap Juna lalu pura-pura menulis.


"Nulis-nulis " jawab Zira dan Boby melambaikan tangannya.


"Belajar " jawab Zira lagi lalu Boby memegang kepalanya dan seperti merasa pusing.


"Matematika " Jawab Zira ragu dan ternyata benar.


"Kok bisa jawab sih" ucap Arin.


kata berikutnya [ Mata-mata].


Boby mununjuk matanya.


"Mata " jawab Zira dan Boby mengangguk lalu Boby mengacungkan 2 jari dan membuat tanda silang dengan jarinya.


"Mata ,2 , kali , .....Ah. mata-mata " jawab Zira semangat.


kata berikutnya [ Upacara ].


Dan kini Boby berada diposisi hormat dengan tegap.


"Hormat " Jawab Zira dan Boby tak merubah posisinya.


"Umm..Polisi " jawab Zira dan Boby hanya terdiam dengan posisi awal.


"Ah ,, Upacara " jawab Zira.


"Dan pemenangnya kelompok 2,jadi kita mau dihukum apa nih "seru Reza.


"Umm,gimana kalo kalian yang siapin sarapan besok" ujar Zira.


"Oke" seru Arin.

__ADS_1


"Udah nih mau ngapain lagi ?,massak tidur " tanya Juna.


"Entah " angkat kedua bahu Arin dan mereka semua duduk melingkari api unggun.


"Eh ,Mar,orang tua lho masih dirumahkan ?" tanya Arin.


"Iya masih".


"Umm..berangkat laginya kapan " tanya Arin hati-hati.


"Gue harap sih gak bakalan pergi lagi " jawab Amar lesu.


"Eh Sorry ya Mar kalo pertanyaan gue_..".


"Yaelah santai aja kali " Seru Amar tersenyum kepada Arin.


" Kok malem ini jadi gak seru sih" lontar Zira.


"Iya ,gue juga males mau ngapa-ngapain " Timbal Arin.


Dan apakah kalian menyadari bahwa setiap teman lelaki dan wanita berkumpul tepat dimana saat wanita sedang lelah ataupun nampak lesu ,lelaki selalu hadir untuk membuat candaan yang tiada hentinya untuk membuat suasana yang tidak tampak canggung,walau lelaki itu sedang kelelahan ,tapi semangatnya untuk menghibur kita tiada hentinya.


Untuk para orang yang telah mendapatkan gelar sahabat aku mohon jangan jaga itu dan dan bagiku sahabat adalah Matahari dan Bulan yang tak ada duanya.


Arin tiba-tibak berdiri dari duduknya mengambil tikar lalu membentangkannya di atas tanah lalu Arin berbarin diatasnya.


"Bukankah mereka sama seperti pertemanan , selalu bersama agar semakin terang " seru Arin menatap bintang-bintang yang berkilauan diatas sana.


Dan semua yang masih terduduk pada tempatnya menengok sekilas kearah langit lalu mengikuti Arin yang berbaring diatas tikar menatapi betapa indahnya langit malam .


Pososi mereka terbaring : Zira,Arin,Amar,Juna,Reza,Boby dan masih Ada jarak diantara pria dan wanita.


_Wah sungguh mereka bertiga seakan mengingatkanku dengan Bulan yang mengelilingi Bumi tetapi Bumi mengelilingi Matahari , tapi apakah mereka saling bertengkar karena itu ! tentu tidak ,Bulan tetap pada pendiriannya mengelilingi Bumi agar agar bumi dan sesisinya tidak ditinggalkan cahaya ,dan Bumi tetap mengelilingi matahari agar Ia dan seisinya tetap merasakan kehangatan ._.


"Gue tau " jawab Arin singkat.


"Gue tau kalo dia akan selalu hadir buat gue " sambung Arin.


"Tapi bagi gue itu gak ada apa-apannya kalo dibandingkan dengan kalian yang selalu ada untuk gue kapanpun itu".


dan mereka yang mendengar ucapan Arin dengan mata yang sudah terbuka tutup dari tadi.


"Tidur aja kalo mau tidur , waktu masih panjang buat bikin kenangan " teriak Arin pada mereka.


"Good night" ucap Reza lalu terlelap.


Amar yang terpejam namun tak tidur , dan Juna yang sesekali membuka matanya dan melirik kearah Arin yang matanya masih terbuka lebar.


"Shhtt. Rin " bisik Juna.


"Apa" balas Arin juga berbisik.


"Lho gak tidur ".


"Ini mau tidur" jawab Arin lalu memejamkan mata disusul dengan Juna dan keduanya masih tersenyum .

__ADS_1


Dan kini mereka beryiga sama-sama terpejam namun tak tidur berbicara dalam hati entah pada siapa .


Setelah lama dan semuanya benar-benar tertidur Juna terbangun dan melihat teman-temanya seperti terasa kedinginan ,Juna lalu masuk kedalam semua tenda demi langkah ,kecuali tenda Arin dan Zira karena seorang lelaki tidak mungkin masuk kedalam tenda wanita tanpa sepegetahuan dan izinnya dan Juna mengambil 3 selimut lalu menyelimutkanya pada semua temannya,dan tak sengaja Amar terbangun dan menyadari bahwa Juna tak berada disampingnya namun Amar masih terpejam lalu Juna kembali tidur ditengah Amar dan Reza .


Para wanita tidur dengan berhadapan dan para pria tidur menghadap kearah atas dengan menyilangkan kedua tangannya didepan dada .


"Keknya Juna beneran suka ama Arin " batin Amar.


"Kalo Juna aja bisa mendem perasaanya,gak ada alasan buat gue gak bisa ".


"Ya walaupun itu bener apa hubungannya ama gue,kok jadi gue yang sewot ".


Jika kalian bilang rumus matematika yang paling sulit percayalah ada rumus yang lebih sulit dari itu dan rumus itu adalah rumus cinta berkali-kali lipat sulitnya.


Jika rumus matematika ,kita tuntut untuk belajar agar paham ,tetapi rumus cinta kita diberi pelajaran olehnya agar berhati-hati mengambil suatu jalan.


Pagipun tiba dengan angin puncak yang sangat menyegarkan dan seperti kesepakatan Juna dan Arin bangun lebih dulu sementara yang lain melanjutkan tidurnya didalam tenda masing-masing dan akan membangunkan mereka apa bila sarapan telah siap.


"Kita masak apa Rin ? " tanya Juna.


"Bosen gak sih makan mie mulu, kebetulan gue bawak bubur instan , gue kemaren lupa ngeluarinya ".


"Yaudah mana " pinta Juna lalu Arin mengambil ditasnya.


"Nih " beri Arin.


Lalu mereka memasak air panas dan menggabungkan buburnya jadi satu dan langsung menyiapkannya ,lalu mereka juga membuat susu hangat dan membuat cukup banyak roti yang telah berisikan selai coklat.


"Rin,bangunin yang lain guh , entar nih bubur dingin lagi " seru Juna.


" Oke" lalu Arin membangunkan mereka dari tenda ketenda.


"Ra bangun Ra ".


"Amar , Reza bangun ,sarapan".


"Boby bangun Bob,udah pagi".


Karena mereka sudah cukup lama tertidur jadi mereka bisa bangun dengan cepat,setelah mereka keluar dari tenda mereka mencuci muka dengan air mineral agar lebih segar.


"Buruan makan entar dingin " seru Arin.


"Kalian bangun dari kapan ?" tanya Amar.


"Sekitar satu jam lalu,mungkin " jawab Arin.


"Umm" seru Amar mengangguk pelan.


Dan lalu mereka membuat lingkaran seperti biasa dan menyantap makanan yang telah disediakan Arin dan Juna.


……………………


Apakah kalian bisa menebak apa yang dimaksud dengan isi Bumi.....? [ Komen Jawabanya yang benar dan dapatkan Hadiah ].


…………@……………

__ADS_1


Jangan lupa like,vote,share,komen,beri rating , beri hadiah dan follow ya .🙏🙏🙏.


Semoga kalian suka dengan ceritanya.


__ADS_2