
Hari berjalan sangan cepat 1 minggu hanya terasa 1 hari bahkan mungkin hanya 1 jam ,waktu begitu berharga karena kau tak bisa mengulangnya ,dan hanya bisa belajar dari apa yang telah terjadi sebelumnya ,kini hanya tersisa 2 hari Arin berada di Indonesia,Arin juga tampak senang karena ia akan memulai hidup baru ,Arin terus memeriksa barang yang akan ia bawa ,karena takut ada yang tertinggal ,semua telah diurus bahkan hotel tempat Arin akan menginappun telah disiapkan,Arin terus berpikir bahwa ia akan senang tinggal disana , walau Arin terkadang malas untuk membuka buku dan belajar ,tetapi bagi Arin pendidikan adalah nomor 2 setelah keluarga.
Waktu yang tersisa hanya untuk membuat kenangan menjadi lebih indah ,untuk bisa diceritakan pada masa depan,untuk menjadi lebih berharga.
"Arinn... turun nak kita makan malem dulu" teriak mama Arin.
"Iya maa" sahut Arin.
Arin turun kebawah lalu menyantap makan malam.
"Rin, besok lusa kan kamu berangkat,kabarin mama papa ya kalo ada apa-apa." seru Mama Arin.
"Iyaa maa,pastii."
Arin seperti tak rela meninggalkan apa yang selama ini ia impikan,tapi Arin sadar tak semuanya harus dimiliki selamanya.
Amrin memasuki kamar dan membuka ponselnya dan melihat galeri yang penuh akan foto mereka ketika dipuncak,Arin melihatnya seraya tersenyum ,dan seperti ada yang ia ungkapkan tapi tak bisa.
Seperti kebanyakan wanita lainnya ,Arin hanya menunggu Juna mengatakannya lebih dulu ,walau Arin pikir Juna tak mungkin suka padanya.
Terkadang cinta dalam diam memang pilihan yang terbaik,tapi itu tak selamanya,karen terkadang rasa itu bisa hilang dengan sendirinya.Kau boleh bingung tapi kau tak boleh sedih ,karena semua yang terbaik telah ditentukan sang pencipta dan itu tentu bukan hal yang buruk.
Kata-kata yang sering keluar jika memilih jalan Cinta dalam diam adalah "Aku berjanji seumur hidupku untuk selalu mencintainya, tak peduli kau menyayangiku atau tidak mencintaiku atau tidak ,mempercayaiku atau tidak tapi satu hal yang pasti ,dimataku kau selalu sempurna".
Sangkin tak sabarnya untuk berangkat Arin mengusahakan untuk tudur lebih awal agar waktu cepat berlalu dan Arin tak sabar untuk membuka hadiah dari Juna ketika ia telah sampai di India.
Ketika Arin hendak tidur ,tiba-tiba Juna menelphonnya.
"Halo cantik,dah lama gak godain lho".
"Lho ganggu aja sih ".
"Ganggu apa,lho gak mungkin mau tidur sekarangkan".
"Lho napa nelphon gue".
"Pengen gangguin lho aja".
"Lho gak ada kerjaan lain apa".
"Ya gak papa ,kan nentar lagi gue gak bakalan bisa denger omelan lho lagi ".
"Bener-bener ni anak,lho kira gue mau mati apa".
__ADS_1
"Hahhahah.....BTW lusa lho berangkat jam berapa?".
"Sekitar jam 8 pagi ,mungkin".
"Owhhh...".
"Kenapa lho mau nganterin ".
"Boleh ."
"Gue nanya bukan nawarin".
"Kalo gitu gue jawab bukan nolak ".
"Serah lu dah".
"Gak seru dong kalo gak ada lho ,gak ada yang bisa gue jailin lagi".
"Yah, lho gak mungkin gak nyari pacar lah".
"Oh iya gue lupa, tanggal 12 Oktober, gue mau nyatain perasaan gue ke cewek, lho bantuin ya".
Arin yang mendengar hal itu ,terkejut dan hanya terdiam ternganga.
"Lumayan sih ,dasaran gue aja yang gak pernah cerita".
"L-lho mau gue bantuin kek gimana ,gue kan mau keluar negeri".
"Entar gue kabarin aja deh ,gimana jadinya,tapi lho gak cemburu gitu".
"B-buat apa cemburu " jawab Arin.
"Lho pasti juga punya kan ?".
"Gak tuh ".
"Boong".
"Ya ..walaupun ada ,lho mungkin gak akan percaya".
"Tapi ya Rin ,gue takut entar dia gak nerima gue".
"Siapa sih yang bisa nolak orang sebaik lho,tapi iya juga sih ,soalnya lho rada ngeselin".
__ADS_1
"Gue minta solusi,bukanya dibantuin malah dikatain".
"Iya-iya ,kalo tuh cewek nolak lho ,kabarin gue,biar baku hantam".
"Hahaha..garang amat".
"Lho tenang aja kali ".
Arin yang masih terngiang-ngiang dengan ucapan Juna ,masih tak percaya akan hal itu ,dan Juna yakin bahwa pria yang dimaksud Arin adalah Amar dan telah disebutkan sebelumya ,bahwa cinta dalam diam itu tak seluruhnya berakhir dengan indah.
Juna merasa lega telah menyampaikan hal itu ,dan Jina tersenyum simpul setelahnya ,telphon masih belum berakhir,mereka belum menutupnya.
"Rin ,kok diem ,lho ngantuk ya".
"Iya nih gue ngantuk ".
"Tumben !".
"Kemaren gue begadang ".
"Owhh..yaudah gih sana tidur ,byeee...".
"Byyeee"jawab Arin.
Arin yang awalnya berniat untuk melewati waktu dengan cepat kini tak bisa tertidur setelah mendengarkan pernyataan dari Jina ,yang baru saja ia dengar dan hal itu tentunya tak diterima oleh hati Arin.
Arin duduk diatas kasurnya seraya memeluk bantal,tetapi Arin tak menangis hanya karena hal itu,Arin berpikir ,apa haknya atas keputusan Juna,karena Juna adalah sahabatnya Arin menginginkan yang terbaik buat lelaki yang telah memberikan apa yang dia inginkan selama ini, Arin sangat bersyukur akan hal itu.
Disisi lain Juna tampak begitu bahagia dilengkapi dengan senyum manisnya, duduk ditangga seraya membayangkan sesuatu yang ia inginkan, tapi mata Arin tak bisa berbohong ,ada sebuah penyesalan didalam matanya yang ingin keluar ,namun ia tahan .
Apakah ada orang seperti itu ?,kurasa hanya 5% didunia ini,Mungkin !.
Lagi-lagi Cinta ,kenapa cinta selalu membuat masalah ditengah kebahagiaan yang mengalir,dan kenapa kebahagiaan itu bisa berubah menjadi termurung hanya karena cinta, kenapa dengan dunia ini,apa cinta itu segalanya,apa cinta tak bisa melakukan yang lain selain masalah,dan apa cinta semurah itu ,sangat mudah didapatkan.
"Bodo-ah ,gue mau tidur aja" seru Arin.
Arin terbaring dikasurnya dan berusaha menutup matanya serapat mingkin agar cahaya tak dapat menembus gelapnya hidup Arin,semua orang pasti pernah merasakan suka pada pandangan pertama walau mungkin ada sebagian yang tidak.
Apa seharusnya pria menyakiti hati wanita ,dan apa seharusnya seorang wanita menangis hanya karena hal sepele itu, hei tolong sadarlah jika tak ada seorang wanita ,maka kalian tak akan bisa merasakan betapa indahnya dunia ini ,dan untuk para wanita berhenti untuk membuang air mata berharga kalian hanya karena hal sepele,apakah kalian tau bahwa wanita adalah manusia yang paling kuat didunia ini,dia bisa memendam rasa sakit ,memaafkan untuk seribu kesalahan, menyayangi walau telah disakiti,dan satu lagi jika lelaki menyakiti hati seorang wanita percayalah dia mungkin bisa memaafkanmu tapi tidak akan melupakannya.
Apakah kalian para lelaki pernah berpikir ,bagaimana jika wanita yang kalian sakiti itu adalah ibu atau saudara kalian,kurasa kalian tak pernah berpikir tentang hal itu ,karena kalian tak memiliki pikiran bahkan hati sekalipun.
Tapi aku masih percaya bahwa ada lelaki yang tulus , mengapa aku masih percaya itu ,karena aku melihat ayahku yang hidup didunia ini .
__ADS_1