
Juna pulang kerumah dan membersihkan diri mandi lalu bersiap lagi untuk kerumah Arin.
Bersiap dengan mengenakan pakaian yang rapi ,kaos putih jaket hitam dan jins abu-abu ,layaknya remaja pada umumnya berjalan menuruni tangga dan memasuki mobil dan hari telah menunjukan pukul 18.30 sesampainya Juna ditempat tujuan ternyata pintu rumah Arin telah terbuka lebar dan kebetulan Arin juga muncul.
"Hei ,yuk masuk " ajak Arin.
Juna masuk dan disambut hangat oleh kedua orang tua Arin ,mereka mengobrol bersama sementara menunggu hidangan siap disajikan,setelah mendengarkan ucapan Juna ,kedua orang tua Arin serasa seperti orang tua sendiri untuk Juna,tertawa bersama seperti apa yang diimpikan Arin selama ini,walau orang tua Arin masih bekerja mereka memutuskan untuk menghabiskan waktu lebih banyak dirumah dan untuk keluarga.
Makanan siap dan mereka menyantapnya.
"Kamu sekelas ya sama Arin ?" tanya sang papa.
"Enggak Om beda".
"Owhh...tapi kalian pacarankan " ucap Papa Arin membuat Arin dan Juna tersedak.
"E-enggak om,kita gak pacaran" jawab Juna.
"Iya pa ,kita gak pacaran ,lagian papa ada-ada aja ".
"Ya kirain ,tapi kalian cocok kok " lontar sang papa lalu Juna dan Arin saling bertatapan dengan kebingungan.
Selama makan Arin dan Jina terus saling melirik ,Arin tak habis pikir bagaimana ada orang sebaik Juna,meski Arin sempat berkata dan memperlakukan Juna dengan tidak baik ,tetapi Juna selalu baik kepadanya.
"Kalian beneran gak pacaran kan " seru sang mama.
"Iya ma benerann" pasti Arin.
"Tapi kok mama liat kalian dari tadi saling lirik terus ".
"Em, emangnya gak boleh ngeliat doang " elak Arin.
"Ya boleh tapikann_..".
"Udah lanjut makan nanti dingin lagi makanannya"potong Arin.
Mereka melanjutkan makan dengan hangat tanpa ada pembicaraan lagi ,selepas makan mereka pindah keruang tamu dan berbicara bersama ,karena telah jam 21.45,Juna pamit pulang karena sudah larut dan Arin harus beristirahat,melihat kesopanan Juna orang tuaArin memintanya untuk kembali lain waktu dan Arin mengantarnya sampai motornya.
"Juna anak yang baik ya pa " ucap mama Arin pada Papa yang terdengar oleh Arin dan Arin langsung menaiki tangga dan berteriak "Good night ma,pa " lalu memasuki kamarnya.
__ADS_1
Satu-persatu kebahagiaan telah Arin dapatkan mulai dari yang terkecil hingga yang terbesar,Arin tersenyum bahagia hingga ia tertidur ,Arin cukup lelah dan besok pagi sudah harus sekolah seperti biasanya .
Hari berganti hari,bulan berganti matahari,siang berganti malam ,dan air mata berganti senyuman yang dulu musuh berganti menjadi sahabat ,apakah dari sahabat akan berganti menjandi cinta ???.
Pagi yang cerah dengan wajah dan hati yang juga cerah Arin melewati paginya dengan sarapan bersama orang tuanya dan tak ketinggalan Arin dibuatkan susu jahe oleh mamanya sendiri,berpamitan dengan sopan selayaknya anak yang sangat patuh,dari keluarga Arin berlanjut menemui para sahabatnya lalu bertemu dan gurunya dan bertemu dengan bel istirahat Arin mengajak Juna,Boby,Reza dan, Zira untuk kekantin bersama.
"Hari ini gue yang traktir " seru Arin.
"Kesambet apa lho ! ,apa lho sakit " periksa Zira.
"Ya nggak ada ,gue lagi seneng aja " jawab Arin melihat kearah Juna.
"Ohhh,lho jadian sama Juna". seru Boby
"Ya enggaklah " ketus Arin
Mereka makan bersama di meja yang sama dan dalam ikatan sahabat yang sama,Arin meminta mereka untuk menambah lagi jika makanan mereka telah habis,semua merasa aneh dengan tingkah Arin ,Juna yang melihat Arin yang nampak sangat bahagia ,juga ikut bahagia.
Jadikan yang banyak itu teman bukan musuh ,dan jadikan yang sedikit itu air mata bukan tawa.
"Oh iya Jun,jaket lho lupa gue bawa ,besok aja ya gue balikinnya" seru Zira.
Mereka menceritakan kembali kejadian lucu saat mereka berlibur kepuncak.
"Kapan-kapan liburan lagi yuk "ajak Arin.
"Boleh,mau kemana ?" tanya Zira.
"Kepantai mungkin" jawab Arin.
"Umm,oke" jawab yang lainnya.
Menyenangkan bukan rasanya jika ada sahabat seperti mereka ,terasa dunia tak ada kejahatan karena mereka selalu ada . Jika orang mengatakan hal yang paling diinginkan adalah cinta,itu benar ,cinta yang didapat dari keluarga dan sahabat.
Belasan atau puluhan tahun ,ratusan bulan ,ribuan hari,jutaan jam,milyaran menit,dan trilyunnan detik ,tak akan bisa kita lalui begitu saja sampai saat ini, jika tanpa harapan , kita masih bisa bertahan tanpa makanan dan minuman tapi tanpa harapan ,bahkan 1 menitpun tak dapat telewatkan.
Bel masuk telah berbunyi ,mereka masuk kelas dengan perut yang begah akibat Arin terus menyuruh mereka untuk makan.
Dan tak lama bel pulang berbunyi tapi sampai sekarang perut mereka masih terasa kenyang mungkin sampai makan malam akan cukup.
__ADS_1
"Jun kata nyokap gue lho kapan mau dateng kerumah lagi" lontar Arin.
"Umm,yang pasti secepetnya ".
"Lho kasih pelet apa nyokap bokap gue,sampe baik banget ke lho".
"Nggak ada ,kan gue emang anak baik". pebde Juna
"Tapi thans banget ya karena lhoo_...".
"Shttt,gak usah dibahas lagi " potong Juna dan mata Arin berkaca-kaca.
Arin memeluk Juna selayaknya lelaki dan lelaki bertemu ,dan menepuk punggungnya lalu berkata "makasih lho selalu bantu gue " dan melepaskanya ,Juna yang kaget mendapat pelukan dari Arin hanya terdiam,sementara Zira ,Reza dan Boby yang juga melihat itu hanya terganga sampai tak bisa berkata-kata .
"Gue pulang duluan ya" seru Arin lalu pergi.
Juna juga pulang disusul dengan yang lainnya diatas motornya Juna hanya bertanya-tanya dalam hati "Apakah Arin_.., gak-gak gak mungkin,massak Arin suka sama gue sih ".
Arin pulang kerumahnya dan menemui kedua orang tuanya dengan wajah ceria dan senyum manisnya.
"Papa sama mama gak kerja ?" tanya Arin.
"Kamu lebih penting Rin "jawab sang mama.
"Gak kayak gitu juga ma,Arin gak ngelarang kok kalo mama sama papa mau kerja ".
"Iya sayang papa tau,tapi kan..".
"Shhtt,Pa,Ma,Arin cuman pengen diperhatiin dan disayang bukan berarti harus ngerelain papa dan mama buat berhenti dari kerjaan,bukan itu maksud Arin " potong Arin memelas.
"Iya,besok mama sama papa akan kerja lagi,tapi kalo kamu butuh apa-apa kabarin ya" lontar sang papa
"Siap " jawab Arin seraya hormat.
"Udah gih ganti baju ,kita makan siang sama-sama" ajak mama mengelus rambut Arin dengan lembut .
"Oke ,mama".
Meski Arin masih kenyang ,Arin menyembunyikannya agar bisa menyantap makan siang bersama keluarganya menaiki anak tangga dan mengganti baju sekolahnya ,lalu turun kembali dan makan siang,keluarga yang tadinya seperti Es akhirnya luluh karena Matahari.
__ADS_1