Es Untuk Matahari.

Es Untuk Matahari.
Chapter 12


__ADS_3

"Yang lagi telphonan".


"Bukan ,tapi yang dibelakangnya" ucap Boby menunjuk kearah Zira.


"Ohhhh".


"Stop-stop-stop kalian apa-apaan sih , kalian pikir bagus apa ngebully orang kek gini" ujar Zira menarik anak yang tadinya dibully kebelakangnya dan menenangkannya.


"Itu yang buat gue suka sama dia" ucap Boby.


"Zira mendingan lho gak usah ikut campur deh ,dia pantes dapetin itu,lagian ini urusan anak keren,anak cupu coba mundur dulu" ujar Shani yang merupakan ketua dari geng tersebut.


"Keren,keren lho bilang , he,Shani-shani lho mikir gak sih oh iya sorry gue lupa kalo lho itu gak ada otak " Ucap Arin yang terpancing emosi.


"Beraninya lho ya dasar cewek cupu" seru Shani pada Arin sementara Zira menenangkan Liya.


"Eh denger ya kenapa harus takut sama orang kayak lho , meski kita cupu setidaknya kita masih ada otak,gak kayak lho" tunjuk Zira kewajah Shani .


Tangan Shani yang hendak menampar Zira dihalang oleh tangan Boby yang tepat memegang pergelangan Shani.


"Jangan ganggu dia lagi " ucap Boby pada Shani lalu Shani menarik tangannya.


"Ohhhh. pantesan berani ada cowok lho ternyata" ujar Shani tersenyum iblis.


"Lho apa-apaan sih Bob ,Lho gak ada urusan pergi sana" usir Zira.


"Dan inget yah ,kalo lho tadi bilang tindakan lho itu keren ,kerenan mana sama yang ini " ucap Arin mengambil segenggam tanah dari pot bunga dan meratakannya pada baju Shani dari bahu sampai siku bayangkan betapa kotornya baju putih yang dipakai Shani ,semua orang yang melihatnya menjadi jijik dengan pakaian Shani.


Zira dan Arin pergi membawa Liya yang tadinya dibully bersamanya ketoilet dan membantu Liya membersihkan wajahnya dari coretan yang dibuat Shani dan teman-temanya.


"Makasih ya ,Rin ,Ra"ucap Liya.


"Gak masalah ,emang udah seharusnya dia digituin,harusnya gue gak narok tuh tanah dimukanya" ucap Arin kesal.


"Kenapa" tanya Liya.


"Biar bekasnya gak mudah ilang".


Sementara itu Shani dan 3 teman lainnya memasuki toilet dan menggerutuh tak karuan karena ,bekas tanah dibaju Shani yang tak kunjung hilang ,berusaha membersihkannya sekuat tenaga tetapi masih ada saja bekas yang tetap ingin bersama baju Shani.


"Ohhh. kaciann, emang enak" julit Zira lalu tertawa.


"Awas aja kalian nanti".


"Awas-awas emangnya mau nyebrang jalan" canda Arin.


"Gak lucu tau nggak".


"Orang gue gak ngelucu" ucap Arin.

__ADS_1


"Yuk Ya,Ra ,kita cabut biarin nih manusia gak ada otak bersiin bajunya" ajak Arin pada Liya dan Zira menuju keluar toilet.


"Gue kekelas dulu ya Rin,Ra".


"Oh iya " jawab Arin.


"Gue juga ya Rin "seru Zira.


"Oke,tapi lho anterin Liya dulu" seru Arin.


"Siap".


Liya adalah anak dari kelas yang sama dengan Juna yaitu kelas 12A dan Zira juga memasuki kelas duluan , Juna pun menghampiri Arin yang tengah sendirian .


"Lho gak papakan " tanya Juna.


"Ya nggak papalah,Tadinya udah seneng gue gak digangguin lho eh taunyaaa_.... zonk".


"Kitakan temen".


"Ya Tuhan kenapa kau berikan cobaan yang begitu besar" ucap Arin sembari menolehkan kepalanya kearah atas.


"Kalo lho nganggep gue temen yaudah gue bisa terima tapi asal lho bisa jaga sikap lho sebagai temen T,E,M,E,N " eja Arin.


"Iya-iya".


"Guekan cuman becanda lho kek nggak tau gue aja".


"Keknya iya sih " jawab Juna.


"Kalo lho suka ama siapa "tanya Juna.


"Gue ,suka ama cewek ,gak mungkin lagian cinta itu mana ada ,dasaran orang-orang aja yang salah iya nggak " balik bertanya pada Arin.


"Gue setuju".


Tiba-tiba Bobypun datang dan bersamaan dengan itu Zira juga datang.


"Sejak pertama melihat matanya, dari awal jantungku sudah mulai berdetak " batin Boby menatap Zira.


"Eh,Bob sorry ya gue tadi kebawak emosi".


"Ehemmm" goda Arin.


"Pergi aja yuk Rin ,gausah jadi nyamuk". ajak Juna


"Kalian apaan sih" seru Zira.


"Gak papa santai aja" jawab Boby yang sok cool.

__ADS_1


"Rin masuk kelas yuk "ajak Zira.


"Wahhh. gila tuh sih tuh cewek kalo gak suka ama lho ,massak dia gak peka kalo lho suka ama dia" sahut Juna yang datang merangkul Boby.


"Itu yang gue suka dari dia" balas Boby.


"Cocok sih kalian ,sama-sama aneh,yang satu Bucin yang satu lagi gak peka-peka" seru Juna lalu terkekeh.


"Dah yuk cabut" ajak Juna yang masih merangkul Boby.


Boby duduk dibangku kelas dan ia melihat Zira yang berjalan melewati depan kelasnya,Zira yang melihat Boby meliriknya terus mempercepat langkahnya sehingga semakin cepat melewati kelas Boby.


Arin semakin hari terus merasakan keanehan yang muncul dipikirannya dan dikehidupan nyatanya dan rasa ini bisa hilang jika Arin bersama Juna.


"Rin ,lho kenapa sih ,lho suka sama tuh cowok ,ya bilang aja ,apa susahnya sik" batin Arin.


"Rin sadar Rin ,lho gak mungkin kan suka ama Juna" ucap Arin menampar pipinya sendiri.


"Rin lho ngapain nampar diri lho sendiri" sahut Zira.


"Gak papa gue ngantuk" elak Arin.


"Kalo ngantuk cuci muka bukan ditampar " seru Zira.


"Iya-iya gue ketoilet bentar ya".


"Oke" lontar Zira.


Arin pergi ketoilet dan memandangi wajahnya sendiri didepan cermin dan membasuh wajahnya,kini wajah Arin telah dipenuhi butiran-butiran air.


_Arin,lho sadar gak sih ,apa yang sebenernya lho rasain sekarang , apa sebenernya yang lho butuin , apa yang sebenernya lho cari , tapi mengapa sangat cepat , bahkan belum sebulan tetapi terasa sudah begitu lama , apa yang dikatakannya sebelumnya benar ,bahwa kami telah begitu dekat dikehidupan sebelumnya,apa mungkin itu semua benar atau hanya........_ batin Arin berkata.


"Rin ,Juna itu beneran suka sama lho" seru Liya menepuk bahu Arin yang membuatnya terkejut.


"Lho tau dari mana".


"Tanpa kalian kasih tau juga semua orang pasti tau , gue ngeliat kek mana Juna natep lho,itu beda Rin,walau gue juga baru kenal dia sama kek lho tapi gue bisa liat dan ngerasain semua itu dan keknya lho juga ada rasakan sama Juna".


"Liya ,kita itu gak ada hubungan apa-apa kita cuman temenan aja,gue ngerasa gue baru nemuin orang yang bisa buat gue ngerasa aman dan gak mungkin kalo gue suka ama Juna ".


"Bukan gak mungkin tapi lho yang gak sadar".


"Liya ,kalo kata gue sih Cinta itu gak, ada itu semua hanya omong kosong yang diucapkan oleh sekian banyaknya lelaki didunia yang kejam ini,lho jangan terlalu percaya dan tertipu".


"Rin_....".


"Sshttttt,gue kekelas dulu ya" potong Arin lalu pergi.


"Gak ada berubahnya tuh anak " batin Liya.

__ADS_1


"Gue tadi kesini mau ngapain ya" seru Liya.


"Oh iya gue kan mau pipis ,kebelet aja pakek lupa Liya-Liya" ucap Liya pada dirinya sendiri lalu memasuki toilet.


__ADS_2